Articles

Found 39 Documents
Search

STUDI ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN BETON DENGAN METODE BOW, SNI DAN LAPANGAN PADA PROYEK IRIGASI BATANG ANAI II Nasrul, Nasrul
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 No 2 Agustus 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.8 KB)

Abstract

To improve the efficiency and effectiveness of activities in the construction field, we need a basic means of calculating the unit cost i.e. Construction Cost Analysis. The Construction Cost Analysis, known among, are BOW analysis, SNI and Field/Contractor. To get the expected unit price, the three methods are compared to provide an efficient estimated cost , to plan and to control resources such as material, labor, equipment and time. In analyzing the unit price of reinforced concrete work in Batang Anai Irrigation II project, to perform the unit price, data of images bestek, RAB offers contractors, RKS, a list of materials and wage rates in the study area are needed. From the calculation of unit price analysis is found the unit price comparisons of materials, wages and employment of reinforced concrete between SNI method, BOW and field. The dominant component that is become an equation in the calculation of the unit price is in determining the unit price index of the material which is based on the number of materials used per unit of work and labor index work which is based on daily wages and employment and labor productivity in completing the work per unit, while the dominant component of distinction is the wage unit price. Results of calculation of unit price for the concrete work are Rp. 5,610,812.294 for BOW method, Rp 3,704,145.996 for SNI and Rp 4,197,553.963 for Field Method, where the the largest unit price is seen in the unit prices of materials and wages concrete. so it can be concluded that the components of reinforced concrete work that is most significantly affect the unit price is concrete work and the most effective method is the SNI method.
ANALISIS PROKSIMAT DAN ORGANOLEPTIK PENGGUNAAN IKAN MALAJA SEBAGAI PEMBUATAN KERUPUK KEMPLANG Thaha, Abdul Razak; Zainal, Zainal; Hamid, Sitti Khadijah; Ramadhan, Denny Saputra; Nasrul, Nasrul
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 1: MARET 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.839 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i1.3691

Abstract

Ikan Malaja hanya banyak dikonsumsi orang dewasa sehingga perlu upaya agar anak-anak dapat mengonsumsinya di masyarakat palopo. Kerupuk adalah camilan yang dapat dimakan disetiap waktu sehingga jika dijadikan kerupuk ikan yang memiliki kandungan gizi yang bermanfaat. Penelitian bertujuan mengetahui uji organoleptik dan proksimat dari kerupuk ikan malaja. Penelitian ini dirancang menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap faktor tunggal dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan menjadi 15 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air krupuk kemplang adalah mulai 1,50?5,12%. Kadar air tertinggi didapatkan pada perlakuan kontrol. Kadar protein tertinggi dihasilkan dari perlakuan A4. Persentase kadar abuyang tertinggi terdapat pada perlakuan A4 dan terendah pada perlakuan A1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa skor aroma yang paling tinggi diperoleh pada perlakuan A1 yakni 3,27. Nilai Skor warna tertinggi diperoleh dari perlakuan A0 (kontrol). Nilai skor rasa tertinggi diperoleh pada perlakuan A2 dan A3. Penambahan ikan malaja sebesar 15% dan 25% sangat disukai oleh panelis. Disimpulkan bahwa kandungan tertinggi pada uji proksimat berdasarkan kelompok perlakuan yaitu karbohidrat pada perlakuan, lemak pada perlakuan, protein pada perlakuan A4. Uji organoleptik dengan perlakuan terbaik pada pembuatan krupuk ikan malaja adalah perlakuan A2.
FAKTOR RISIKO STUNTING USIA 6-23 BULAN DI KECAMATAN BONTORAMBA KABUPATEN JENEPONTO Nasrul, Nasrul; Hafid, Fahmi; Thaha, Abdul Razak; Suriah, Suriah
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3: SEPTEMBER 2015
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.481 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i3.518

Abstract

Stunting adalah retardasi pertumbuhan linier kurang dari -2 SD standar WHO pertumbuhan anak panjang badan menurut usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini sebanyak 410 set e-files data survei gizi & kesehatan ibu dan anak Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto 2014 dengan sampel sebanyak 350 set data yang diambil dengan teknik exhaustive sampling. Data dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko stunting dalam penelitian ini adalah (OR; p value), berat badan lahir rendah (OR=3,651; p=0,002), usia anak 12-23 bulan (OR=2,708; p=0,000), tinggi badan ibu <150cm dengan (OR=1,970; p=0,006), pengasuh tidak mencuci tangan menggunakan sabun (OR=1,765; p=0,021) dan imunisasi dasar yang tidak lengkap (1,640; p=0,037). Faktor risiko stunting dominan pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto adalah berat badan lahir rendah, usia anak 12-23, tinggi badan ibu <150cm, pengasuh tidak mencuci tangan menggunakan sabun dan imunisasi dasar yang tidak lengkap.
MANFAAT MEDIA FLIPCHART DAN SPANDUK DALAM PERILAKU KESEHATAN 1000 HPK DI SULAWESI TENGAH Nasrul, Nasrul; Zainul, Zainul; Hafid, Fahmi; Taqwin, Taqwin
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 1: MARET 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1648.073 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i1.1870

Abstract

Flipchart dan spanduk merupakan media komunikasi perubahan perilaku yang dapat meningkatkan efektifitas dari upaya program spesifik 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penelitian bertujuan membuktikan manfaat media flipchart dan spanduk dalam perilaku kesehatan 1000 HPK di Sulawesi Tengah. Desain quasi eksperimen pretest and post test with control design yang terdiri tiga kelompok flipchart (n=32), spanduk (n=32) dan kontrol (n=31). Intervensi selama 6 bulan di Kabupaten Sigi, Touna dan Bangkep mulai 15 April hingga 28 Oktober 2016. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak umur 6-23 bulan. Sampel sebanyak 95 orang. Data dianalisis dengan uji chi-square, paired t test dan anova test. Hasil penelitian menunjukkan setelah intervensi 6 bulan terdapat peningkatan rerata perilaku 0,53±0,8 pada kelompok I dengan intervensi flipchart dan peningkatan rerata perilaku 0.71±0,7 pada kelompok II dengan intervensi spanduk. Peningkatan rerata perilaku antar kelompok I dengan intervensi flipchart, kelompok II dengan intervensi spanduk dan kontrol berbeda bermakna secara statistik (p=0,002). Perilaku yang meningkat secara signifikan adalah perilaku menimbang anak secara teratur. Flipchart dan spanduk bermanfaat meningkatkan perilaku kesehatan 1000 HPK di Sulawesi Tengah. 
MANAJEMEN RISIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI DITINJAU DARI SISI MANAJEMEN WAKTU Nasrul, Nasrul
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 No 1 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.5 KB)

Abstract

Risiko adalah peritiwa yang tidak kita harapkan namun terjadi secara alami dan ini adalah tantangan yang harus dihadapi oleh pengusaha jasa konstruksi sebagai bisnis beresiko tinggi. Manajemen risiko merupakan Pendekatan yang dilakukan terhadap risiko yaitu dengan memahami, mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko suatu proyek. Waktu adalah batasan pelaksanaan proyek konstruksi yang menjadi ikatan dan pedoman dalam pelaksanaan kontrak konstruksi. Manajemen waktu pelaksanaan proyek adalah eksekusi estimator berdasarkan pengalaman, alat, metoda,alam dan lingkungan lokasi proyek. Metode yang digunakan adalah studi literatur tentang manajemen risiko dan manajemen waktu pada proyek konstruksi dengan mengacu kepada teori-teori yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa manajemen risiko ditinjau dari sisi waktu sangat penting dilakukan bagi setiap proyek konstruksi untuk menghindari kerugian atas biaya, mutu,jadwal penyelesaian proyek dan pemutusan kontrak dengan denda yang memaksa. Melakukan tindakan penanganan yang dilakukan terhadap risiko yang mungkin terjadi (respon risiko) dengan cara: menahan risiko (risk retention), mengurangi risiko (risk reduction), mengalihkan risiko (risk transfer), menghindari risiko (risk avoidance).
MONITORING HEALTH SERVICE SATISFACTION IN HOSPITAL VIA SMARTPHONE IN CENTRAL SULAWESI Zainul, Zainul; Nasrul, Nasrul; Hafid, Fahmi
Jurnal Kesehatan Prima Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to create monitoring model of a satisfaction of hospital health servicesbased on Smartphone in Central Sulawesi. The research design was Cross-sectional. The sample was 384 respondents through accidental sampling that were implemented at RSU Anutapura Palu, RSU Anutaloko Parigi and RSUD Luwuk. Data was collected by electronic forms in smartphone through google apps, analyzed with SPSS version 17.0. The results showed respondents at Anutapura Palu hospital 44.8%, Anutaloko Parigi 35.4% and Luwuk 19.8%. Male 60.2%. Bachelor (S1) 53.9%, State civil apparatus 51.8%. BPJS Insurance 53.5%. Respondents selected a hospital because of the location easy to reach (54.9%) Visit of Polyclinic (50%) to control health (44.3%). Respondents expressed satisfaction with hospital service in Central Sulawesi (78,6%) based on requirement, service time, Product Specification, Executors competence, Service report, Complaints Handling, Suggestion and Input respectively were 72,9%, 69,3% , 68.7%, 70.3%, 73.2%, 75.5, 69.5% and 71.7% respectively. Model monitoring by using google apps (Documents, Sheets and Bit.ly). This research suggests that hospitals can use google apps via smartphones to measure patient satisfaction with hospital services. Monitoring hospital service satisfaction and responding promptly to complaints can increase public confidence in hospital services.Keywords: Service monitoring, hospital, smartphone.
PENGUJIAN MATERIAL TANAH DESA LEWUTO KEC. KALEDUPA KAB. WAKATOBI SEBAGAI URUGAN PILIHAN PADA KONSTRUKSI PEKERJAAN JALAN Muhsar, Muhammad; Nasrul, Nasrul; Prasetia, Muhammad Syarif
MEDIA KONSTRUKSI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : MEDIA KONSTRUKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian material Tanah Desa Lewuto  Sebagai Alternatif Bahan Timbunan Pilihan Pada konstruksi Perkerasan Jalan. Tanah merupakan salah satu bahan konstruksi yang harus di perhatikan peranannya. Bangunan, urugan, tanggul sungai, dan timbunan jalan raya, kesemuanya menggunakan tanah yang ekonomis sebagai bahan konstruksi, sama halnya dengan konstruksi lainnya, tanah harus di pakai setelah melalui proses pengendalian mutu/pengujian. Tanah memiliki karakteristik berbeda-beda di setiap daerah yang dipengaruhi beberapa faktor seperti lingkungan sekitar, jenis tanah, kondisi alam, dan lain-lainya. Untuk itu diperlukan penelitian/pengujian untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing tanah tersebut, oleh karna itu diadakan penelitian tentang Tanah Gunung Desa Lewuto Sebagai Alternatif Bahan Timbunan Pilihan Pada Perkerasan Jalan, penelitian ini di lakukan antara lain untuk mengetahui mutu Tanah Gunung Desa Lewuto bila digunakan Sebagai bahan timbunan pilihan pada perkerasan jalan dengan mengacu pada spesifikasi yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium didapat hasil-hasil antara lain Nilai CBR = 12,55%, Nilai IP = 5,88%, Nilai LL = 21,16%, Nilai PL = 15,27%, Kadar Air Optimum = 18,41%, Kepadatan Kering Maksimum 1,55 gr/cm3,, Berat Jenis = 0,87 Kadar Lumpur = 61,32%, Jenis tanah SW-SC (dalam sistem klasifikasi USCS) dan A-2-4 (dalam sistem klasifikasi AASHTO). Hasil pengujian Tersebut menunjukan bahwa Tanah Gunung Desa Lewuto memenuhi spesifikasi sebagai bahan timbunan biasa dan timbunan pilihan.Kata Kunci : Tanah gunung, Urugan pilihan, Perkerasan Jalan
PEMANFAATAN PASIR SUNGAI DESA LAEYA SEBAGAI BAHAN CAMPURAN LAPIS TIPIS ASPAL PASIR (LATASIR) KELAS B Arifin, Haryadi; Nasrul, Nasrul; Welendo, La
MEDIA KONSTRUKSI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : MEDIA KONSTRUKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan sarana jalan raya akan memperlancar arus lalulintas serta memperlancar hubungan antar wilayah terutama daerah terpencil serta wilayah perkotaan. Pentingnya jalan raya sebagai sarana penghubung darat menuntut adanya kondisi jalan yang baik, sehingga dicari alternatif campuran beraspal yang murah dan terjangkau.Campuran Latasir dengan menggunakan pasir sungai desa Laeya dan abu batu moramo sebagai filler pada campuran diharapkan dapat memperoleh fleksibilitas. Untuk itu karakteristik agregat dan komposisi campuran harus memenuhi spesifikasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode coba – coba yaitu dengan membuat beberapa benda uji yang akan dijadikan sampel.Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengujian agregat (Pasir Sungai Desa Laeya dan Abu Batu yang berasal dari Moramo), pengujian aspal dan pembuatan benda uji  pada campuran aspal dengan variasi kadar aspal yaitu 5.0%, 5.5%, 6.0%, 6.5% dan 7.0%.Berdasarkan hasil yang diperoleh dari data analisa saringan agregat untuk komposisi campuran Latasir yaitu Pasir sungai desa Laeya = 90% dan Filler abu batu moramo = 10%. Pada hasil pengujian Marshall campuran Latasir antara Pasir sungai desa Laeya dan abu batu moramo, nilai VIM (Void in Mix) dan VFA (Void Filled with Asphalt) untuk setiap variasi kadar aspal, tidak ada yang memenuhi spesifikasi Bina Marga Tahun 2010 Tentang Campuran Latasir. Sehingga untuk mencari nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) tidak dapat ditentukan. Kata Kunci : LATASIR, Pasir Sungai Laeya, marshall test
PEMANFAATAN MATERIAL GUNUNG DESA KAWITE-WITE KECAMATAN PARIGI, KABUPATEN MUNA SEBAGAI LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS B Raharjo, Joko; Nasrul, Nasrul; Welendo, La
MEDIA KONSTRUKSI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : MEDIA KONSTRUKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan Material gunung Desa Kawite-wite Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna sebagai Lapis Pondasi Agregat Kelas B”. Dibimbing oleh Nasrul selaku pembimbing I dan La Welendo selaku pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan spesifikasi dari material gunung Desa Kawite-wite Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna sebagai lapis pondasi agregat kelas B yang mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2010, Revisi 3 (Divisi 5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengujian yang ada, karakteristik dari material gunung Desa Kawite-wite Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna memenuhi spesifikasi sesuai Standar Spesifikasi Umum Bina Marga 2010, Revisi 3 (Divisi 5) yang mana dengan data pengujian : CBR 84,50%, Abrasi Rata-rata 37,30 %, Batas Cair (Liquid Limit) 24,67 %, dan Indeks Plastis (PI) 5,75 %. Kata kunci : Agregat, Gradasi, CBR.
Faktor Risiko Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan di Kabupaten Jeneponto (Risk Factors of Stunting among Children Aged 6-23 Months in Jeneponto Regency) Hafid, Fahmi; Nasrul, Nasrul
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 3, No 1 (2016): Suplemen "Malang Current Issues On Nutrition (MCION)"
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.69 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2016. 003. Suplemen.5

Abstract

AbstrakStunting adalah retardasi pertumbuhan linier kurang dari -2 SD panjang badan menurut usia. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis faktor risiko stunting anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian analitik dengan disain cross sectional. Populasi penelitian adalah 410 Set e-files data Survei Gizi &amp; Kesehatan Ibu dan Anak Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto 2014 jumlah sampel sebanyak 350 set data dengan teknik exhaustive sampling. Analisis data dengan uji Chi Square dan regresi logistic. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor risiko stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto adalah berat badan lahir rendah OR=4,018; 95%Cl 1,714-9,420, usia anak 12-23 bulan OR=2,688; 95%Cl 1,646-4,390, tinggi badan ibu &lt;150cm dengan OR=1,948 95%Cl 1,202-3,158, pengasuh anak tidak mencuci tangan menggunakan sabun OR=1,785; 95%Cl 1,102-2,893 serta imunisasi dasar yang tidak lengkap dengan OR= 1,673; 95%Cl 1,049-2,669. Berbagai tindakan pencegahan stunting anak usia di bawah dua tahun terutama pada kelompok berisiko stunting seperti anak dengan berat lahir rendah, tinggi badan ibu&lt;150cm dengan membiasakan praktik mencuci tangan menggunakan sabun serta imunisasi dasar yang lengkap.Kata Kunci: Stunting, Anak usia 6-23 bulan, BBLR AbstractStunting is a linear growth retardation of less than -2SD body height based on age from the WHO Child Growth Standards. This study was aimed to analyze the risk factors for Stunting of children aged 6-23 months in Regency of  Bontoramba Jeneponto. This type of research is analytic research with cross sectional design. The population was 410 Set e-files Nutrition Survey data and Maternal and Child Health District of Bontoramba Jeneponto 2014 with the total sample of 350 sets of data with exhaustive sampling technique. Data were analyzed by chi square test and logistic regression. The study found that the risk factors for Stunting in children aged 6-23 months in District Bontoramba Jeneponto is due to low birth weight OR = 4,018;95%Cl 1,714-9,420, age 12-23 months OR = 2,688; 95%Cl 1,646- 4,390), maternal height &lt;150cm with OR = 1,948; 95%Cl 1,202-3,158, caregivers not washing hands with soap OR = 1,785;95%Cl 1,102-2,893) and incomplete basic immunization with OR = 1,673; 95%Cl 1,049-2,669. There are various prevention of stunting in children aged under two years especially at-risk groups such as the stunting of children with low birth weight, maternal height &lt;150cm including getting the practice of washing hands with soap and complete basic immunization.Keywords: Stunting, Children aged 6-23 months, low birth body weight