Idawati Nasution
Bagian Klinik Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBERIAN EKSTRAK VESIKULA SEMINALIS MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA TETAPI TIDAK MEMENGARUHI KONSENTRASI SPERMATOZOA DAN TESTOSTERON TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Nizwan Siregar, Tongku; Akmal, Muslim; Wahyuni, Sri; Tarigan, Hermawaty; M, Mulyadi; Nasution, Idawati
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.635 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i2.2620

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak vesikula seminalis terhadap kualitas spermatozoa dan konsentrasi testosteron tikus putih (Rattus norvegicus). Dalam penelitian ini digunakan 20 ekor tikus putih jantan dewasa, galur Wistar, berumur 3 -4 bulan, berat badan 250-300 g dan dibagi menjadi 4 kelompok (K1, K2, K3, dan K4), masing-masing kelompok berturut-turut diberikan 0,2 ml NaCl fisiologis, 25 μg cloprostenol, 0,2 ml ekstrak vesikula seminalis (EVS), dan 0,4 ml EVS secara intraperitoneal. Pada akhir perlakuan, seluruh tikus dikorbankan secara dislocatio cervicalis. Selanjutnya, kauda duktus epididimis dinekropsi untuk dikoleksi spermatozoanya. Pemeriksaan kualitas spermatozoa, meliputi motilitas dan konsentrasi spermatozoa. Pemeriksaan konsentrasi testosteron serum darah dilakukan menggunakan teknik enzymelinked immunosorbant assay (ELISA). Motilitas dan konsentrasi (x10 6 ) spermatozoa pada kelompok K1; K2; K3; dan K4 masingmasing adalah 3,00±0,00; 3,20±0,28; 2,00±0,86; dan 3,20±0,28 dan 146,60±71,90; 187,80±60,80; 124,20±64,70; dan 129,40±27,07. Konsentrasi testosteron pada kelompok K1; K2; K3; dan K4 masing-masing adalah 5,53+1,75; 4,68+4,56; 2,51+1,33; dan 2,40+1,60 ng/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EVS mampu meningkatkan motilitas spermatozoa tetapi tidak memengaruhi konsentrasi spermatozoa dan testosteron serum darah tikus putih.
Vaskularisasi Pembuluh Darah Arteri Mata (Organum visus) pada Kambing Lokal (Capra sp.) Nasution, Idawati; Rezki, Ezy Yulanda; Hamny, Hamny
Jurnal Agripet Vol 13, No 1 (2013): Volume 13, No. 1, April 2013
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.773 KB) | DOI: 10.17969/agripet.v13i1.549

Abstract

Eye (organum visus) vascular of  local goat (capra sp.)ABSTRACT. The aim of the study was to determine of eye vascular in local goat (Capra sp.)  The study used a local goat, aged 2 years old. Observation was made after specimen preparation. The observations was documented using a digital camera and analyzed descriptively. The vascular to the eye originated from externa ophthalmica artery and divides into several branched musculares arteries, lacrimalis artery, rete mirabile ophthalmicum gives off supraorbitalis artery, ethmoidalis artery, anteriores ciliares arteries and anastomoses with interna ophthalmica artery and devides into lateralis posterior longae ciliares arteries and medialis posterior longae ciliares arteries and the terminal branched into lateralis posterior shortae ciliares arteries and medialis posterior shortae ciliares arteries. Superficial temporalis artery gives off two branches lateralis inferior palpebral artery and lateralis superior palpebral artery. Malaris artery gives off two branched medial inferior palpebral artery and medial superior palpebral artery.
RASIO KETEBALAN DINDING TERHADAP DIAMETER TULANG HUMERUS AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus) DAN BURUNG MERPATI (Columba domestica) Nasution, Idawati; RM, Shinta Mutia; -, Hamny
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 1 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.349 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i1.2264

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan ketebalan dinding terhadap diameter tulang humerus pada ayam kampung (Gallus domesticus) dan burung merpati (Columba domestica). Dua puluh tulang humerus yang berasal dari 10 ekor burung merpati jantan dipisahkan dari jaringan di sekitarnya, kemudian tulang humerus tersebut direndam dalam formalin 5% dan dipotong secara melintang dengan menggunakan gergaji tulang. Ketebalan dinding terhadap tulang humerus diukur dengan menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan ketebalan dinding dan diameter tulang humerus pada ayam kampung adalah 1 : 4,94 sedangkan pada burung merpati adalah 1 : 5,80. Tulang humerus ayam kampung lebih tebal dari pada burung merpati jika dibandingkan diameter tulang dari masing-masing unggas tersebut.Kata kunci: Gallus domesticus, Columba domestica, tulang humerus, rasio, diameter, ketebalan
SEBARAN GLYCOCONJUGATE PADA SEL EPITEL OVIDUK KANCIL (Tragulus javanicus) H, Hamny; Agungpriyono, Srihadi; Djuwita, Ita; Wahyuni, Sri; Esthi Prasetyaningtyas, Wahono; Nasution, Idawati; Novelina, Savitri
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.597 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i2.2623

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi glycoconjugate yang terekspresi pada sel epitelium oviduk kancil (Tragulus javanicus). Dalam penelitian ini digunakan satu oviduk kancil yang berasal dari satu ekor kancil b etina dewasa berumur lebih dari satu tahun. Sampel difiksasi dengan larutan Bouin dan diproses menurut standar histologi sampai menjadi blok parafin dan dipotong dengan ketebalan 5 µm. Jenis lektin yang digunakan adalah biotinylated (Con A, PNA, RCA, UEA I, dan WGA) dengan dosis masing-masing sebanyak 15 µg/ml. Hasil penelitian diketahui bahwa glycoconjugate dengan residu gula galaktosa, glukosa, manosa, N-asetilgalaktosamin, N-asetilglukosamin, fukosa, dan asam sialat ditemukan pada bagian apikal sel epitel dan di dalam sitoplasma. Glycoconjugate dengan residu gula N-asetilgalaktosamin merupakan glycoconjugate yang paling banyak ditemukan di bagian apikal sel epitel dan di dalam sitoplasma dibandingkan dengan glycoconjugate dengan residu gula lainnya.
Sebaran Karbohidrat pada Kelenjar Ludah Biawak Air (Varanus salvator) (DISTRIBUTION OF CARBOHYDRATES IN THE SALIVARY GLANDS OF WATER MONITOR (VARANUS SALVATOR)) Nasution, Idawati; Saputra, Alfajri; ., Hamny; Jalaluddin, Muhammad; Wahyuni, Sri
Jurnal Veteriner Vol 15 No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.043 KB)

Abstract

The objective of this study was to determine the carbohydrate content of salivary glands lingual,sublingual, and mandibular glands of water monitor (Varanus salvator). This studywas used the lingualglands, sublingual, and mandibularof an adult male water monitor. Salivary glands were fixed by soakingin a solution of 4% paraformaldehyde for four days. Then, the tissuewas processed into routine histologicalpreparations. Salivary gland tissue was stained with alcianblue staining (AB) pH 2.5 for detecting acidiccarbohydrates and was stained with periodic acid Schiff (PAS) for detecting neutral carbohydrates. Theresults showed that the lingual and sublingual glands showed a positive reaction to AB pH 2.5 stainingand PAS with the intensity varied from weak (+) to strong intensity (+++) scattered in the cytoplasm of thecell. In the cytoplasm of cells of the mandibular glands showed negative reaction (-) to the AB pH 2.5staining but reacted positively to PAS with the intensity varied from weak (+) to strong (+++). Based onthe result of the study it can be concluded that lingual and sublingual glands of Water monitor containacidic and neutral carbohydrates while mandibular glands only contain neutral carbohydrates.
GANGLION SIMPATIS PADA KAMBING LOKAL (Capra sp.) Nasution, Idawati; Yuliansyah, Nanda; -, Hamny
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 1 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.988 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i1.2911

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur anatomi dan letak ganglion simpatis pada kambing lokal (Capra sp.).  Penelitian ini menggunakan empat ekor kambing (dua ekor jantan dan dua ekor betina), rata-rata berumur 2 tahun. Struktur anatomi ganglion dilakukan dengan cara inspeksi dan palpasi setiap ganglion yang diamati. Letak ganglion dideskripsikan berdasarkan letak ganglion terhadap buluh darah atau nervus yang berada di sekitar ganglion. Hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat ganglion dari syaraf simpatis pada kambing lokal yaitu ganglion cervicale cranial yang terletak di dorsal arteri occipitalis dan di caudo-medial nervus vagus. Ganglion cervico-thoracicum/stellatum berada di cranial ramus communicantes, di caudal arteri dan vena costocervicovertebralis, di lateral trakea dan di ventral nervus vertebralis. Ganglion celiaco-mesentericum/solare terletak di dorsal arteri mesenterica cranialis dan caudal arteri celiaca. Ganglion mesentericum caudale terletak di antara arteri umbilicalis dextra dan sinistra serta di dorsal arteri sacralis mediana.Dsimpulkan bahwa ganglion celiaco-mesentericum/solare memiliki struktur anatomi yang berbeda dibandingkan dengan ketiga ganglion simpatis lainnya pada kambing lokal
PENGARUH PEMBERIAN PMSG DAN HCG TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH KELAHIRAN HAMSTER CAMPBELL (Phodopus campbelli) (Effect of PMSG and hCG to Increase Birth Number in Campbell’s Hamsters (Phodopus campbelli)) Afriani Nur, Novi Afriani Nur; Siregar, Tongku Nizwan; Hamdan, Hamdan; Nasution, Idawati; Thasmi, Cut Nila; Dasrul, Dasrul
Jurnal Medika Veterinaria Vol 10, No 1 (2016): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.447 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v10i1.4041

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of superovulation induction through Pregnant Mare’s Serum Gonadotropin (PMSG) and Human Chorionic Gonadotropin (hCG) injection to increased birth number in Campbell’s hamsters (Phodopus campbelli). This study used 10 unpregnant female Campbell’s hamster, aged 4-6 months, weighing of 25-30 grams. Hamsters were divided into K1 and K2, each consist of five hamsters. K1 injected with 1 ml physiologic NaCl, while K2 intraperitoneally injected with PMSG and hCG in 5 IU. Mating was held after injection. Male and female hamsters were put in one box with ration of 1:1. The observation of vagina plug was done in order to confirm whether the mating successes or not. The average amount of fetus birth through superovulation on K1 and K2 were 3.40±1.3 and 7.80±1.1, respectively. In conclusion, the superovulation induction using the combination of PMSG and hCG increase birth number on Campbell’s hamsters.
INTERPRETASI UKURAN JANTUNG ORANGUTAN SUMATERA(Pongo abelii) BERDASARKAN FOTO RONTGEN TORAKS DI PUSAT KARANTINA ORANGUTAN SUMATERA UTARA Minati, Qaida; Sayuti, Arman; Nasution, Idawati
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 2 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.809 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i2.2936

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ukuran jantung orangutan sumatera (Pongo abelii) berdasarkan foto rontgen toraks dengan proyeksi posterior anterior. Foto yang digunakan adalah foto rontgen orangutan sehat sebanyak 48 ekor di Pusat Karantina Orangutan Sumatera Utara yang terdiri atas 24 ekor jantan dan 24 ekor betina yang merupakan sitaan dari Mei 2003 hingga November 2011.  Foto rontgen dikelompokkanberdasarkan jenis kelamin dan tingkatan umur. Pengukuran ukuran jantung dilakukan berdasarkan foto rontgen toraks dan selanjutnya  dilakukanperhitungan dengan cardiothoracic ratio (CTR). Nilai rata-rata CTR pada orangutan jantan dengan kelompok umur  bayi (0-2,5 tahun), anak(2,5-7 tahun), remaja (7-10 tahun) masing-masing adalah 45,2;  41,6; dan 38,8% sedangkan untuk orangutan betina masing-masing adalah 45,6;42,1; dan 40,3%.  Bayi orangutan memiliki nilai CTR yang paling besar.  Cardiothoracic ratio (CTR) menurun pada setiap peningkatan umurdari kedua jenis kelamin
GAMBARAN HISTOLOGI KELENJAR INTESTINAL PADA DUODENUM AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus), MERPATI (Columba domesticus) DAN BEBEK (Anser anser domesticus)(Histological Feature of Intestinal Glands of Native Chicken (Gallus domesticus), Pigeon (Columba domesticus), and Duck (Anser anser domesticus)) Zainuddin, Zainuddin; Masyita, Dian; Sarayulis, Sarayulis; Jalaluddin, M.; Rahmi, Erdiansyah; Nasution, Idawati
Jurnal Medika Veterinaria Vol 10, No 1 (2016): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.903 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v10i1.4028

Abstract

The aim of this research was to observe intestinal glands histology of duodenum from native chicken, pigeon, and duck. Samples used are duodenum from 3 native chickens, 3 pigeons, and 3 ducks with undifferentiated of sex and weight. Fowl was slaughtered, duodenum were taken out then proceeded for histology method using parraffination and stained with hematoxylin-eosin. Histological observation include the density and morphology of intestinal glands. Data were analyzed descriptively. The results showed that the intestinal glands histology differ among native chicken, pigeon, and duck but the morphology of intestinal gland was similar that was simple tubular. The number of intestinal glands in native chicken and pigeon almost similar and found in high density but lower than that found in pigeon. This difference assumed to be correlated with type and concentration of feed.
EFEK EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) TERHADAP PERKEMBANGAN SEL SPERMATID TIKUS (Rattus norvegicus) Sihombing, Wahyu; Akmal, Muslim; Wahyuni, Sri; Nasution, Idawati; -, Rinidar; -, Hamdan
Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.466 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v9i1.3003

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian ekstrak daun pegagan terhadap perkembangan sel spermatid tikus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola one way analysis of varian (ANOVA). Tikus yang digunakan adalah tikus jantan berumur 3,5 bulan dengan bobot badan 150-250 g sebanyak 12 ekor tikus. Tikus-tikus tersebut dikelompokkan menjadi empat kelompok perlakuan dengan masing-masing tiga ulangan. Kelompok pertama merupakan kelompok kontrol (K0) yang tidak diberi perlakuan, sedangkan kelompok K1, K2, dan K3 diberi perlakuan berupa ekstrak daun pegagan dengan dosis bertingkat, yaitu 125, 250, dan 500 mg/kg bobot badan selama 30 hari. Pada akhir perlakuan, tikus dikorbankan dengan diberi eter, lalu testis dinekropsi untuk selanjutnya dibuat preparat histologis.Preparat histologis diwarnai dengan pewarnaan periodic acid Schiff (PAS) untuk mengetahui perkembangan sel spermatid dengan cara mendeteksi karbohidrat netral pada tudung akrosom sel spermatid tersebut. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rataan jumlah sel spermatid mengalami penurunan dibandingkan kontrol (K0). K0 mempunyai rataan jumlah sel spermatid tertinggi yaitu 308,00±56,33; diikuti oleh K1 yaitu 234,38±19,81; K2 yaitu 218,50±5,48; dan K3 yaitu 208,05±27,35. Hasil uji statistikmenunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (P<0,05) antara dosis dan rataan jumlah sel spermatid antara K0 dengan K2 dan K0 dengan K3. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun pegagan dapat mengurangi laju perkembangan sel spermatid tikus.