Articles

PERANAN ILMU ARUDH DALAM MENELAAH BAHASA SYAIR Nawawi, Nawawi
Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1669.08 KB) | DOI: 10.15408/bat.v10i1.4129

Abstract

Pada zaman jahiliyah syair merupakan  sa­ lah satu  jenis seni bahasa  yang  sangat digemari bangsa  Arab. Syair didendangkan dalam berbagai  pertemuan, di pasar dan di tempat lainnya. Bangsa Arab secara naluri berkarakter sebagai penyair karena lingkungan mereka sangat kondusif. Arab baduy misalnya, hidup bebas dan tidak tunduk kepada penguasa atau peraturan­peraturan tertentu. Mereka lebih cenderung  dikuasai perasaan. Semua itu merupakan faktor potensial yang mendorong mereka untuk menggubah syair. Karena itu bukan hal yang aneh jika syair dan penyair lahir dalam setiap generasi.
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MODEL POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) MENGGUNAKAN MULTIMEDIA FLASH DAN VCD DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL DAN KREATIVITAS SISWA Nawawi, Nawawi; Sugiyarto, Sugiyarto; Sutarno, Sutarno
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 01 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

This study is intended to find the influence of the Multimedia Flash and VCD in the teaching and learning of plant movement that used POE learning model overviewed from verbal ability and student‘s creativity. The research took 2nd graders of SMP Nuris Semarang. The research took place in the beginning of the second semester of 2011/2012 academic year. There were two classes selected at Nuris junior high school as research groups. The research instruments were in the forms of lesson plan, teaching-learning materials, students activity sheets, observation sheets, tests. The influence of Multimedia Flash and VCD on the students‘ learning results and data’s were analysed by ANOVA with three way analysis of variances. The study showed that (1) there were no effect of the use of Multimedia Flash and VCD with POE learning model, (2) there were an effect of verbal ability on affective and psychomotor aspect, (3) there was no effect of creativity for achievement affective and psychomotor aspect, but there is an influence of cognitive aspect, (4) there was no interaction between Multimedia Flash and VCD with verbal ability on achievement affective and psychomotor aspect, but there is an interaction influence for cognitive aspect, (5) there was an interaction on creativity with Multimedia Flash and VCD from cognitive and affective aspect, (6) there were no interaction between verbal ability and creativity of students, (7) there were no interaction between Multimedia Flash and VCD, verbal ability and creativity for cognitive, affective and psychomotor. Keywords: Media Education, Verbal Ability, Creativity and Plants Movement
Tipologi Nalar Fiqh Wakaf dalam Bahth al-Masâ’il NU Nawawi, Nawawi
ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Vol 7, No 2 (2013): Islamica
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.172 KB) | DOI: 10.15642/islamica.2013.7.2.468-490

Abstract

Many argued that the NU discourse concerning the idea of endowment is rather static and textual. This can be seen particularly from the so-called Bahth al-Masâ’il, the discussion forum being held regularly by the NU to address various legal issues faced by the community. The forum often comes to no veil. Since 1998 however, the younger generation of the NU initiated the idea of reading the classical thought in contextual terms. This paper addresses this issue by mapping out the typology of NU thinking particularly regarding the notion of endowment. This typology is drawn up from the Bahth al-Masâ’il being held from 1926-2006, and found that there are at least four types of thinking within the organization. First, the restrictivetextual thinking, which looks at the issue of endowment by referring to the Shafi‘ite classical works; second, the electivetextual thinking, which tends to select the most preferable view on a particular issue of endowment; and third, progressive-contextual thinking, which tends to employ the method of collective ijtihâd. The paper discusses these three variants by explaining their characteristics and development.
Corpus delicti di dalam bidang ilmu kedokteran kehakiman Nawawi, Nawawi
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 5, No 03 (1973)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.676 KB)

Abstract

keywords: visum et repertum, corpus delicti
Dakwah Keluarga: Internalisasi Nilai-nilai Budi Pekerti dalam Keluarga Jawa Nawawi, Nawawi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jid.v6i2.339

Abstract

This study focused on the system of social organization, the internalization process in the family, phases of the internalization, values are internalized Java manners and internalization models used. The purpose of this study to determine the implementation process of internalization, its phases, values and manners Java internalization models used. The research was conducted in three families in Bonjokmangir Java. The interpretive techniques used to analyze the values contained in the manners of the three families of Java. This study uncovered three families in the internalization process Bonjokmangir, values and manners Java internalization models used. Character values include the principles of Java respectful, harmonious life, honesty, introspection, sincere and selfless, mindful character, manners, ngati-ati, nrima and resigned. Internalization stage there are three phases namely the unborn baby through childhood, during adolescence and adulthood period. Internalization models used a model of democracy, exemplary models, wayang model fitting and communication model using the Java language and manners in the family associate.
PENERAPAN METODE PICTURE AND PICTURE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X AP3 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) VETERAN CIREBON Sadiyah, Uun Jamilatun; nawawi, nawawi
Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan pengamatan yang penulis lakukan selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada tanggal 27 September 2016 terhadap proses belajar mengajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas X AP3 SMK Veteran Cirebon, guru sudah berusaha maksimal dalam menyampaikan materi dengan baik, tetapi keinginan atau hasil belajar siswa masih kurang pada pembelajaran PAI dikarenakan metode yang diterapkan hanya ceramah yang menyebabkan siswa hanya duduk diam, mendengar, mencatat dan menghafal dan tidak dibiasakan untuk belajar aktif, selain itu masih ditemukan siswa yang memiliki nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X AP3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Veteran Cirebon sebelum dan sesudah menggunakan Metode Picture And Picture dan apakah ada peningkatan hasil belajar pada pembelajaran PAI setelah meggunakan Metode Picture And Picture.            Metode Pembelajaran Picture And Picture siswa diperlakukan sebagai subjek pembelajaran secara aktif, pembelajaran ini merupakan suatu pembelajaran yang lebih menitik beratkan pada upaya pemberdayaan peserta didik pada saat melaksanakan proses pembelajaran. Metode Picture And Picture sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (message) merangsang pikiran, perasaan perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Sedangkan hasil belajar siswa sendiri adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar. Untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai telah sesuai dengan tujuan yang dikehendaki melalui evaluasiPenelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan Teknik pengumpulan data, dalam penelitian ini menggunakan tes, kuesioner (angket), observasi, dokumentasi dan wawncara. Teknik analisis data melalui dua tahap yaitu analisis deskriptif dan analisa product moment. Subjek penelitian adalah siswa kelas X AP3 , guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dan beberapa guru lainnya.Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil belajar siswa kelas X AP3 sebelum menggunakan Metode Picture And Picture dalam kategori sedang dengan rata-rata nilai 60. 2) hasil belajar siswa kelas X AP3 sesudah menggunakan Metode Picture And Picture terdapat peningkatan dengan rata-rata nilai 87 termasuk dalam kategori tinggi. 3) adanya korelasi atau pengaruh Metode Picture And Picture terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas X AP3 sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Veteran Cirebon.  Kata Kunci: Metode Picture And Picture Dan Hasil Belajar
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN PERILAKU KEAGAMAAN REMAJA DESA UJUNGGEBANG KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN CIREBON Nurhasanah, Nunung; Nawawi, Nawawi; Munjiat, Siti Maryam
Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2019): Inovasi Pembelajaran PAI di Era Digital
Publisher : Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah peristiwa dengan masih ditemukannya perilaku keagamaan remaja yang belum sesuai harapan seperti kurangnya melaksanakan kegiatan keagamaan seperti sholat, puasa, ngaji dan sebagainya, padahal komunikasi keluarga di desa ujunggebang kecamatan susukan bisa dikatakan cukup baik, hal ini bisa dilihat dari proses sikap orang tua yang menunjukkan keteladanan, memberikan pengarahan, memberikan motivasi, mengingatkan, memberikan nasihat, membimbing kearah yang lebih baik. Sedangkan komunikasi keluarga adalah aktivitas yang dilakukan oleh sebuah keluarga agar terjalin rasa percaya dan kejujuran serta menjaga keharmonisan keluarga tersebut. Dimana indikator dari komunikasi keluarga mencakup keterbukaan (openness), empati (emphaty), sikap mendukung (suportiveness), kesetaraan (equality), dan sikap postif (positiveness).Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh data tentang Komunikasi Keluarga di Desa Ujunggebang, Perilaku keagamaan di Desa Ujunggebang, Hubungan antara Komunikasi Keluarga di Desa Ujunggebang dengan Perilaku Keagamaan di Desa Ujunggebang Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif, dan uji korelasi.Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu, komunikasi keluarga termasuk dalam wilayah selalu dengan nilai rata-rata 2785. Perilaku keagamaan di Desa Ujunggebang Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon termasuk dalam wilayah selalu dengan nilai rata-rata 2474. Hubungan komunikasi keluarga dengan Perilaku Keagamaan di Desa Ujunggebang Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon penunjukkan nilai korelasi yang mencapai0,631 yang menunjukkan pada korelasi yang sedang atau cukupan, karena berada pada interval 0,40 – 0,70.Kata Kunci : komunikasi keluarga dan perilaku keagamaan
UPAYA PENGURUS MAJELIS TA’LIM AL-AFSHOH RIJALUL GHOD MELALUI KEGIATAN-KEGIATAN KEAGAMAAN DALAM PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA USIA 15-18 TAHUN DI KELURAHAN KENANGA KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBON Nadzir, Ibnu; Nawawi, Nawawi; Affandi, Akhmad
Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod memiliki peranan yang sangat signifikan melalui kegiatan-kegiatanya dalam penanggulangan kenakalan remaja, seperti pergaulan bebas di kalangan remaja, pacaraan bebas, tawuran, geng motor brutal dan tindakan yang tidak menyenangkan lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod dalam menanggulangi kenakalan remaja. serta hambatan-hambatan dalam menanggulangi kenakalan remaja tersebut.Dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik yaitu melakukan observasi, studi pustaka, serta wawancara dilakukan dengan mengadakan Tanya jawab langsung bersama nara sumber yaitu pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod dalam penanggulangan kenakalan remaja di Kelurahan Kenanga Kecamatan Sumber  Kabupaten Cirebon dengan cara memperbanyak Sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, Dukungan Tokoh Agama dan Shalat Berjama’ah, Dzikir, Melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan bagi remaja seperti, Tadarus Al-Qur’an, Kajian Kitab kuning, Markhabanan Keliling (Marhaling), Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), dan Kegiatan Bulan Ramadhan. Kata Kunci: Majelis Ta’lim, Kegiatan-Kegiatan Keagamaan, Penanggulangan Kenakalan Remaja. 
DIRASAH AL-AUZAAN FII AL-SYI'R AL-'ARABY Nawawi, Nawawi
Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.377 KB) | DOI: 10.15408/bat.v14i2.4384

Abstract

dalam bentuk scan
TRADISI UNGGAHAN SEBAGAI TRANSFORMASI AGAMA, SOSIAL, DAN BUDAYA (STUDI ETNOGRAFI KOMUNITAS BONOKELING DI DESA PEKUNCEN KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS) Nawawi, Nawawi
Jurnal Penelitian Agama Vol 17 No 2 (2016)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.591 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v17i2.2016.pp153-173

Abstract

Abstract: Unggahan tradition in a ritual that is unique and full of magical feel. Unggahan conducted at sites considered sacred and trusted local people can get closer to the Almighty. This ritual in understood as a form of preservation of cultural heritage. In the social and cultural context, unggahan can be used as a vehicle for social cohesion, a means of togetherness of community members. In a unggahan ritual procession, community members gathered togheter without any barriers in the class and social status. Unggahan centred in rural communities Bonokeling Pekuncen Jatilawang District of Banyumas. All members of the community, including ?child putu? of the various regions, both in the district of the Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, even in far away arears come together in Pekuncen. Unggahan also become a means of gathering the family and as well as a social, cultural, and religious transformation. Unggahan is an expression of piety society where a sense of mutual assistance, solidarity and togetherness become main patterns of this tradition. Keyword: Unggahan, Transformation, Religion, Social, Culture.