Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Penanganan dan Pengolahan Susu Kambing di Nagari Bukit Batabuh Kabupaten Agam Ismanto, Sahadi Didi; Hasbullah, Hasbullah; Kasim, Anwar; Azima, Fauzan; Sayuti, Kesuma; B., Rini; Novizar, Novizar; Neswati, Neswati; Anggraini, Tuty; Indeswari, Netty Sri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.2.2.32-39.2018

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan utama yang dihadapi kelompok saat ini adalah terbatasnya pengetahuan, teknologi dan peralatan produksi untuk mengolah susu kambing. Susu yang dihasilkan hanya diolah menjadi susu pasteurisasi di dalam kemasan kantong plastik. Dalam hal penanganan susu segar, penerapan kebersihan, praktik higiene, dan sanitasi juga masih belum baik. Dengan demikian, susu segar dan susu pasteurisasi yang mereka produksi dan pasarkan belum dapat dijamin keamanannya untuk dikonsumsi. Di samping keterbatasan penguasaan teknologi juga belum optimalnya kelembagaan kelompok yang baru berjalan sebatas bekerja sama dalam hal teknis berternak, namun belum berkembang dalam hal pengadaan bersama dan pemasaran produk secara bersama. Dengan demikian tingkat efisiensi dalam hal biaya produksi dan biaya pemasaran belum bisa diperoleh oleh kelompok. Masalah sebagaimana yang dijelaskan di atas, ditawarkan untuk diselesaikan dengan alternatif sebagai berikut :a) Memberikan pelatihan teknik kebersihan, sanitasi dan higienis pemerahan dan penanganan susu segar dan susu pasteurisasi, serta teknik pengemasan; b) Memberikan pelatihan teknik pengolahan susu menjadi berbagai produk olahan susu c) Memberikan Peningkatan wawasan dan pengetahuan kelompok mengenai pemasaran produk olahan susu kambing d) Memberikan pelatihan penguatan kelembagaan kelompok peternak kambing untuk menuju kelompok tani yang profesional.Kata kunci: Susu Kambing, Ternak Kambing, Olahan Susu Kambing, Kambing Etawa
PEMBUATAN NATA DE COCO PADA KWT BENGKE SAKATO DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN KELAPA Murtius, Wenny Surya; Novizar, Novizar; Rini, Rini; Neswati, Neswati; Permata, Deivy Andhika; Derosya, Viony
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4a (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.4.183-190.0

Abstract

KWT Bengke Sakato merupakan kelompok tani yang beranggotakan ibu ibu aktif dari Jorong Bengke Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman. KWT ini aktif bergerak dibidang pengolahan kelapa, diantara produk yang dihasilkan adalah minyak kelapa dan VCO (Virgine Coconut Oil). Sabut dan tempurung kelapa selama ini mereka jual kepada pembuat arang batok kelapa. Namun air kelapa sampai sebelum dilaksanakan IbDM ini masih menjadi limbah (dibuang begitu saja). Sehingga program IbDM ini diangkat untuk memanfaatkan limbah yang ada, agar bernilai ekonomi dan menjadi pendapatan baru bagi anggota kelompok. Program disampaikan melalui beberapa tahap, diantaranya: sosialisasi, penyuluhan, pengolahan (praktek langsung bersama mitra), pendampingan dan evaluasi. Antusiasme peserta sangat tinggi pada saat dilakukan pemograman, sehingga diharapkan kegiatan produksi bisa berlanjut.
CARA PENAMBAHAN PALA BUBUK (Myristica fragrans Houtt) PADA PROSES PENGOLAHAN GULA SEMUT TEBU BERCITA RASA PALA Neswati, Neswati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.20.1.9-16.2016

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  cara  penambahan pala bubuk  yang  terbaik  sehingga diperoleh  rendemen, sifat kimia dan sensoris gula semut tebu bercita rasa pala yang terbaik. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah  penambahan pala bubuk pada awal pemasakan nira, saat nira mendidih, sebelum penggerusan dan setelah terbentuk gula semut. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa cara penambahan pala bubuk setelah terbentuknya gula semut menghasilkan rendemen 12,03%, aktifitas antioksidan 28,5%, total fenol 19,5 mg GAE/g, warna cokat muda, bentuk serbuk dan aroma tajam khas pala.
PEMBUATAN SABUN PADAT AROMATERAPI DARI MINYAK KELAPA MURNI (Virgin Coconut Oil) DENGAN PENAMBAHAN MINYAK GUBAL GAHARU (Aquilaria malaccensis) Didi Ismanto, Sahadi; Neswati, Neswati; Amanda, Selviorizal
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.20.2.9-18.2016

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak gubal gaharu terhadap sifat fisiko kimia sabun yang dihasilkan dan untuk mengetahui persentase penambahan minyak gubal gaharu terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data dianalisa secara statistika dengan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan minyak gubal gaharu sebesar 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, 3% dan 3,5%. Pengamatan pada produk sabun padat yang dihasikan adalah uji organoleptik, uji iritasi, uji antimikroba dan sifat kimia yang meliputi kadar air, pH, total asam lemak, fraksi tak tersabunkan dan alkali bebas/asam lemak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan persentase penambahan minyak gubal gaharu pada sabun VCO berpengaruh terhadap total asam lemak, alkali bebas/asam lemak bebas dan antimikroba sabun yang dihasilkan tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air, fraksi tak tersabunkan, pH, kekerasan dan banyak busa. Pengaruh penambahan minyak gubal gaharu dalam pembuatan sabun padat aromaterapi dari minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) pada konsentrasi penambahan minyak gubal gaharu 3,5% merupakan produk terbaik dengan hasil rata-rata uji organoleptik pada tingkat suka dan sangat suka adalah warna 66,67%, aroma 73,3%, kekerasan 66,67% dan banyak busa 73,3%. Hasil analisis kimia produk dengan penambahan minyak gubal gaharu 3,5% yaitu kadar air 14,28%, jumlah asam lemak 74,92%, kadar fraksi taktersabunkan 5,78%, kadar asam lemak bebas 0,73%, nilai pH 9,97, kekerasan secara kuantitatif 2,68 N/cm2, banyak busa secara kuantitatif 90,02%, nilai uji iritasi 0 (tidak terjadi iritasi), dan daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan zona bening sebesar sebesar 32,83 mm.
STUDI PEMBUATAN FRUITY MIE MENGGUNAKAN CAMPURAN TEPUNG TERIGU, MOCAL, DAN EKSTRAK TERUNG PIRUS Nevara, Gita Addelia; Zaki, Zuraida; Neswati, Neswati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.61-72.2018

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk memperoleh tingkat substitusi MOCAL yang tepat dalam pembuatan mie basah dan mengetahui pengaruh penambahan ekstrak terung pirus terhadap karakteristik dan daya terima fruity mie. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, dimana pada tahap I dilakukan pembuatan mie basah dengan substitusi MOCAL terhadap tepung terigu sebesar 100%, 40%, 30%, 20% dan dilakukan uji organoleptik untuk mendapatkan tingkat substitusi MOCAL terbaik. Hasil penelitian tahap I kemudian digunakan dalam penelitian tahap II berupa penambahan ekstrak terung pirus dengan berbagai konsentrasi, yaitu 100%, 80%, 60%, 40% dan 0%. Selanjutnya dilakukan uji organoleptik serta analisis kimia meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar vitamin C, nilai pH dan total konsentrasi antosianin untuk produk terbaik. Dari hasil penelitian tahap I diperoleh substitusi terbaik MOCAL terhadap tepung terigu sebesar 20% dan hasil penelitian tahap II menunjukkan bahwa perlakuan pada penelitian memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar protein, kadar vitamin C, nilai pH dan warna, namun memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap kadar air, kadar abu, aroma, rasa dan tekstur fruity mie. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan ekstrak terung pirus sebesar 40% merupakan produk terbaik dengan rata-rata nilai kesukaan terhadap warna 3,45 (agak suka), aroma 3,10 (agak suka), rasa 3,35 (agak suka) dan tekstur 3,15 (agak suka), kadar air 37,49%, kadar abu 2,24%, kadar protein 9,22%, kadar vitamin C 0,04%, nilai pH 7,22 dan total konsentrasi antosianin 12,38 mg CyE/gr sampel.
EKSTRAKSI KOMPONEN BIOAKTIF SERBUK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan, L) DENGAN METODE ULTRASONIKASI Neswati, Neswati; Ismanto, Sahadi Didi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.22.2.187-194.2018

Abstract

Komponen bioaktif dari kayu secang (Caesalpinia sappan, L) dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri dan antioksidan. Komponen bioaktif tersebut dapat diekstraksi dengan menggunakan metode ultrasonikasi yang diberi perlakuan jenis pelarut (air dan etanol), suhu ekstraksi (20°C, 30°C dan 40°C) dan lama ekstraksi (20 menit, 30 menit dan 40 menit). Adapun parameter yang diuji yaitu antibakteri Staphylococcus aureus dengan metode zona bening, aktivitas antioksidan IC 50, total fenol, dan total flavanoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum ektraksi kayu secang dengan metode ultrasonikasi adalah menggunakan pelarut etanol 65% pada suhu 30°C selama 40 menit dengan parameter yaitu kadar flavonoid sebesar 0,0667±0,0053 mg QE/g sampel, kadar total fenol sebesar 38,7500±3,6534 mg GAE/g sampel, antibakteri Staphylococcus aureus sebesar 23,25±1,2021mm, dan aktivitas antioksidan IC50 sebesar 1,2978±0,0013 mg/mL.
CHARACTERISTICS OF JELLY CANDY OF PAPAYA (Carica papaya L.) WITH ADDITION OF COW GELATIN Neswati, Neswati
Jurnal Agroindustri Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroind.3.2.105-115

Abstract

Papaya is very potential to be developed as an industrial raw material candy because it contains a number of phytochemical compounds that are beneficial for the body. This study aims to investigate the characteristics of jelly candy of papaya with addition of cow gelatin by 6%, 8% , 11% and 13%. In jelly candy made observations on pH, moisture content, ash content, reducing sugar content, sucrose content, vitamin C content, total acid, antioxidant activity by DPPH, total plate count, organoleptic and the best jelly candy analysis of beta-carotene The results showed that the addition of 11% cow gelatin to produce the best characteristics of jelly candy. The parameters are pH 4.83, 17.63% moisture content, ash content of 0.98% , 19.75% reduction sugar , sucrose content of 35.48%, levels of vitamin C 59.81 mg/100gr material, total acid 2.09%, 35.33% antioxidant activity, total plate count 3.9 x 103 colonies/g, 7.9934 mg/100 g levels of beta-carotene, and organoleptic tests with a level, 95% color, scent 85%, 85% flavor, and texture of 95%.
SYNTHESIS, CHARACTERIZATION AND MODIFICATION OF FLEXIBLE POLYURETHANE FOAMS USING RAW MATERIALS FROM BIOPOLYOLS BASED ON PALM OIL AND OTHER VEGETABLE OILS: A REVIEW Neswati, Neswati; Novizar, Novizar; Arif, Syukri; Yusniwati, Yusniwati
Jurnal Agroindustri Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroindustri.9.2.11-27

Abstract

Flexible polyurethane foams is the most produced foam compared to other types of polyurethane foams. The raw material for polyurethane foams is usually derived from petroleum polyols. The availability of petroleum which is getting thinner needs to be sought alternative raw materials for polyurethane foams from vegetable polyols (biopolyols). The relatively high productivity of palm oil causes the potential of palm oil to be used as raw material for flexible polyurethane foams compared to other vegetable oils. Various formulations and modifications that have been made in synthesizing flexible polyurethane foams from various types of biopolyols are aimed at increasing the usability and to produce flexible polyurethane foams with characteristics close to polyols made from petroleum-based foams.Busa poliuretan fleksibel merupakan busa yang paling banyak diproduksi dibanding dengan jenis busa poliuretan yang lain. Bahan baku busa poliuretan biasanya berasal dari poliol minyak bumi. Semakin berkurangnya ketersediaan  minyak bumi,  maka perlu dicari alternatif  bahan baku busa poliuretan dari poliol nabati (biopoliol). Produktivitas kelapa sawit yang cukup tinggi menyebabkan minyak kelapa sawit cukup potensi digunakan sebagai bahan baku busa poliuretan dibandingkan dengan minyak nabati lain. Berbagai formulasi dan modifikasi yang telah dilakukan dalam mensintesis busa poliuretan fleksibel  dari berbagai jenis biopoliol  bertujuan untuk meningkatkan daya guna dan untuk menghasilkan busa poliuretan fleksibel dengan karakteristik mendekati busa berbahan baku poliol dari minyak  bumi.
Analisis Kimia dan Sifat Antibakteri Sabun Transparan Berbasis Minyak Kelapa Sawit dengan Penambahan Ekstrak Mikropartikel Gambir Neswati, Neswati; Ismanto, Sahadi Didi; derosya, vioni
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.379 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i2.1832

Abstract

Gambir extract microparticle is adding the value of palm oil-based transparent soap. Catechin content from extract gambir has the antibacterial activity to Staphylococcus aureus. As microparticle, extract gambir can be absorbed well into skin pore when applied as one of transparent soap contents. Thus, this research aimed for obtaining information related to the optimum concentration of extract gambir in microparticle, based on chemical characteristic and antimicrobial. Gambir was locally obtained from Pangkalan, 50 Kota District, West Sumatera. Gambir was diluted in ethanol then ultrasonified in order to get gambir as microparticle. There were 8 treatments and duplicated which were 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9% and 10% of gambir extract addition. From this study, the optimum addition of gambir extract was 5% with 26.11% of water and volatile content, 1.0823% was insoluble in ethanol, 0.96% of free fatty acid, 46.48% of fatty acid, 13.86% unsaponifiable fraction, and the inhibition zone diameter of  Staphylococcus aureus was 36.6 mm.