Articles

Found 31 Documents
Search

OKSIDASI 3-(3,4-DIMETOKSIFENIL)-PROPANOL DENGAN MENGGUNAKAN OKSIDATOR PIRIDINIUM KLOROKROMAT (PCC) Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarto, Ismiyarto; Iriany, Ayu Ratri Kartika
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 3 (2007): Volume 10 Issue 3 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.08 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.3.68-71

Abstract

3-(3,4-dimetoksfenil)-propanol mudah dioksidasi menjadi bentuk aldehida-nya menggunakan piridinium klorokromat (PCC) tanpa menimbulkan oksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. PCC telah disintesis dengan mereaksikan reacting HCl dan CrO3, diikuti dengan penambahan piridin dalam larutan pada suhu 0oC dan hasilnya 85%. Sedangkan, reaksi oksidasi dari 3-(3,4-dimetoksfenil)-propanol dengan PCC sebagai oksidator dilakukan dalam diklorometan selama 3 jam dan direfluks pada suhu 30oC dan rasio mol alkohol:PCC adalah 1:2. Produk oksidasi diekstraksi menggunakan dietileter dan diuapkan, menghasilkan 71,3% dari produk oksidasi dengan indeks refraksi sebesar 1,57. Data FT-IR menunjukkan adanya penyerapan yang kuat pada gugus karbonil (C=O) pada bilangan gelombang 1724,2 cm-1 dan penyerapan CH aldehida pada 2723,3 cm-1, diperkuat oleh data GC-MS di tR = 20.797 menit yang menunjukkan ion molekuler pada m/e = 194 dan puncak dasar pada m/e = 151 yang mewakili struktur 3-(3,4-dimetoksfenil)-propanal
SINTESIS 3-(3,4-DIMETOKSIFENIL)-PROPANAL SEBAGAI SENYAWA ANTARA DALAM PEMBUATAN TURUNAN ANTIBOITIK C-9154 DARI MINYAK DAUN CENGKEH Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarto, Ismiyarto; Jumina, Jumina; Anwar, Chairil
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2008): Volume 11 Issue 2 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.554 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.2.38-42

Abstract

Telah dilakukan sintesis senyawa antara 3-(3,4-dimetoksifenil) propanal dalam pembuatan turunan antibiotik C-9154 sebagai upaya perluasan poemanfaatan minyak kayu cengkeh. Eugenol merupakan komponen utama minyak daun cengkeh yang dapat diisolasi menggunakan pelarut natrium hidroksida. Pemanfaatan senyawa ini masih sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan upaya pengubahan eugenol menjadi senyawa turunannya yang lebih berdaya guna. Salah satunya, eugenol dapat diubah menjadi senyawa 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanal, senyawa tersebut digunakan sebagai bahan untuk mensintesis senyawa turunan antibiotik C-9154. Dalam penelitian ini digunakan bahan dasar metileugenol hasil metilasi eugenol. Reaksi hidroborasi metileugenol menggunakan reagen H3B:dietileter secara in situ dengan mereaksikan NaBH4 dan BF3:dietileterat pada suhu 0 ?aC dan kondisi inert yang dibuat dengan mengalirkan gas nitrogen ke dalam sistem. Hasil reaksi dianalisis menggunakan metode spektroskopi inframerah dan spektroskopi massa. Oksidasi 3-(3,4-dimetoksifenil)-1-propanol menjadi 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanal menggunakan oksidator piridinium klorokromat menggunakan pelarut diklorometan, dan direfluks selama 3 jam pada suhu reaksi 30 oC. Hasil reaksi dianalisis mengunakan metode spektroskopi inframerah, spektroskopi massa dan 1H-NMR. Hasil reaksi hidroborasi metileugenol merupakan cairan berwarna kekuningan dengan rendemen 81,29%, analisis spektra inframerah dan spektroskopi massa menunjukkan senyawa hasil adalah 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanol. Hasil reaksi oksidasi 3 -(3,4-dimetoksifenil)-propanol didapat cairan berwarna coklat kehitaman dengan rendemen sebesar 71,3 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa hasil adalah 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanal. Selanjutnya senyawa ini dapat digunakan sebagai bahan dasar sintesis turunan antibiotic C-9154.Kata kunci: Eugenol, 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanal dan turunan antibiotik C-9154
SINTESIS METILISOEUGENOL DARI METILEUGENOL MENGGUNAKAN KATALIS KOH DALAM ETANOL Jatika, Anjar; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarto, Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 3 (2009): Volume 12 Issue 3 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.241 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.3.76-80

Abstract

Minyak cengkeh merupakan salah satu minyak atsiri di Indonesia yang dapat diisolasi dari tanaman cengkeh (Eugenia caryophyllata Tumb.). Selama ini, minyak cengkeh diekspor ke luar negeri dalam bentuk minyak mentah sehingga harganya murah, oleh karena itu diperlukan usaha untuk meningkatkan nilai guna dari minyak cengkeh misalnya dengan mengisolasi komponen utama yaitu eugenol kemudian mengubahnya menjadi senyawa turunannya. Salah satu senyawa turunan eugenol adalah metilisoeugenol. Metilisoeugenol dapat disintesis dari metileugenol hasil reaksi metilasi eugenol. Pada struktur metileugenol terdapat gugus dimetoksi, fenil, dan alil yang memungkinkan untuk dapat diubah secara kimia menjadi senyawa lain yang lebih berdaya guna dan bernilai jual tinggi seperti metilisoeugenol. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis metilisoeugenol melalui reaksi isomerisasi metileugenol menggunakan katalis basa KOH dalam pelarut etanol. Hasil sintesis menghasilkan produk metilisoeugenol dengan rendemen sebanyak 63,56%.
SINTESIS TURUNAN AZOMETHIN SEBAGAI ZAT AKTIF INHIBITOR KOROSI PADA LOGAM MENGGUNAKAN BAHAN DASAR PIPERONAL DAN 2-AMINOPIRIDIN Rachmawati, Intan Endah; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarto, Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 3 (2017): Volume 20 Issue 3 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.167 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.3.136-139

Abstract

Sintesis senyawa turunan azomethin dilakukan melalui reaksi kondensasi antara piperonal dan 2-aminopiridin dengan variasi pelarut toluen, benzen, etanol selama 3 jam.  Karakterisasi produk sintesis melalui uji titik leleh dan diidentifikasi menggunakan spektroskopi UV-Vis, FTIR dan LC-MS. Dilakukan pengujian antikorosi pada logam besi untuk mengetahui aktivitas inhibitor korosi menggunakan metode weight loss. Identifikasi menggunakan spektroskopi UV-Vis muncul pada serapan 233 nm dan pada FTIR pada bilangan gelombang 1604,77 cm-1 yang merupakan gugus C=N, serta menggunakan LC-MS diketahui bahwa senyawa mempunyai berat molekul 226,26 gram/mol identik senyawa N-(benzo[d][1,3]dioxol-5-ylmethylene)pyridin-2-amine. Laju korosi senyawa turunan azomethin pada konsentrasi 1% sebesar 1,2 mg cm-2 hari -1 dengan perendaman selama 4 jam.
SINTESIS 3-(3,4-DIMETOKSI FENIL)-1-PROPANOL MELALUI HIDROBORASI METILEUGENOL MENGGUNAKAN H3B:DIETILETER Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarto, Ismiyarto; Fathoni, Ahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.282 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.1.9-16

Abstract

Penelitian ini merupakan usaha untuk meningkatkan nilai guna dari minyak daun cengkeh dengan memanfaatkan kandungan utamanya yaitu eugenol. Eugenol dapat diubah menjadi metileugenol lalu dikonversi menjadi 3-(3,4-dimetoksi fenil)-1-propanol melalui reaksi hidroborasi dengan menggunakan reagen H3B:dietileter. Kemudian, dioksidasi menggunakan hidrogen peroksida yang diikuti dengan hidrolisis dalam suasana basa untuk memperoleh alkohol. Produk sintesis dianalisis menggunakan spektrometer FTIR dan GC-MS. Data spektra FTIR memperlihatkan serapan kuat oleh gugus hidroksil pada bilangan gelombang 3448,5 cm-1. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa 3-(3,4-dimetoksifenil)-1-propanol telah terbentuk. Hasil ini diperkuat oleh pola fragmentasi senyawa pada data MS yang menunjukkan adanya puncak dasar dengan m/z = 151 dan ion molekul dengan m/z = 196 yang merupakan berat molekul dari senyawa 3-(3,4-dimetoksi fenil)-1-propanol. Produk sintesis yang diperoleh memiliki rendemen mencapai 81,29%. Selanjutnya, senyawa ini digunakan sebagai senyawa antara dalam sintesis turunan antibiotik C-9154
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF CINNAMIC ACID - CHITOSAN ENCAPSULATION Amaliyah, Nur; Sarjono, Purbowatiningrum Ria; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarto, Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.526 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.1.8-12

Abstract

The biggest cinnamon bark is cinnamic acid. The inhibitory activity of bacterial growth of S. aureus and E. coli and its abundance in nature becomes the superiority of cinnamic acid as antibacterial. However, the use of cinnamic acid as an antibacterial is still less than optimal because of low solubility in water. One of the latest technologies to address the problem is encapsulation in nanometer size. Encapsulation of cinnamic acid using chitosan nanoparticles as an encapsulation material was shown to increase the activity of cinnamic acid as antibacterial by protecting the active compound, as well as increasing its solubility in water through chitosan-TPP modification. Emulsion formation was performed using Corning LSE Compact at 6,000 rpm for 30 minutes. The formation of chitosan nanoparticles as encapsulation material was done using freeze dryer with freeze drying method. Chitosan was obtained from shrimp chitin with Deacetylation Degree (% DD) of 85.98%. The synthesis of chitosan nanoparticles yielded an average particle size of 330 nm with a percentage volume of 29.9% and 79.1% with an average size of 5570 nm. The morphological form of nanometer-sized chitosan was smaller and uniform than that of chitosan morphology. Encapsulation efficiency value of 67.304% makes cinnamic acid has higher activity inhibition of bacterial growth than pure cinnamic acid and chitosan nanoparticles. 
IDENTIFIKASI SENYAWA PENYUSUN MINYAK KULIT BATANG KAYU MANIS (CINNAMOMUM CASSIA) MENGGUNAKAN GC-MS Prasetya, Nor Basid Adiwibawa; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.775 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.3.81-83

Abstract

The steam-distilled volatile oil of the cinnamon bark (Cinnamomum cassia) has been analysed by gas chromatography ? mass spectrophotometer (GC-MS). It was resulted three chromatogram peaks, there were identified as cinnamaldehyde (91.18 %), eugenol (7.64 %) and cinnamyl acetate (1.18 %) respectively.Keywords: Cinnamomum cassia, GC-MS, Cinnamadehyde, eugenol, cinnamyl acetate
POLIMERISASI EUGENOL DENGAN KATALIS ASAM SULFAT PEKAT Ngadiwiyana, Ngadiwiyana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 2 (2005): Volume 8 Issue 2 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.894 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.2.43-47

Abstract

Telah dilakukan polimerisasi kationik terhadap eugenol dengan menggunakan katalis asam sulfat pekat tanpa menggunakan media pelarut. Polimerisasi ini dilakukan pada suhu kamar, diperoleh hasil berbentuk padatan yang berwarna keungu-unguan dengan titik lebur 860C. Polimer yang terbentuk tidak larut dalamk air tetapi larut dalam aseton, etanol dan benzena. Identifikasi hasil dilakukan dengan spektrofotometri Infra Merah (FTIR) dan spektroskopi 1H-NMR. Berat molekul poli(eugenol) ditentukan dengan metode viskometri, diperoleh harga Mv = 7800,75 atau DP = 48
HIDRASI METILISOEUGENOL DENGAN METODE OKSIMERKURASI-DEMERKURASI Ngadiwiyana, Ngadiwiyana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2000): Volume 3 Issue 1 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3413.323 KB) | DOI: 10.14710/jksa.3.1.153-158

Abstract

Telah dilakukan hidrasi metilisoeugenol dengan metode oksimerkurasi-demerkurasi. Metilisoeugenol merupakan hasil isomerisasi metileugenol. Reaksi oksimerkurasi-demerkurasi dilakukan pada suhu 25°C. Pada tahap oksimerkurasi digunakan campuran merkuri asetat dengan pelarut THF + H2O dengan perbandingan volume (1:1), sedangkan pada tahap demerkurasi digunakan pereduksi NaBH4, dalam NaOH. Hasil reaksi berupa cairan berwama putih. Kemurnian hasil ditentukan dengan kromatografi gas, dihasilkan senyawa l-(3,4-dimetoksifenil)-1-propanol dengan kemurnian 19,20%. Analisis struktur dilakukan dengan spektrofotometer IR dan kromatografi gas-spektrometer massa.
SINTESIS EMULSIFIER ESTER SUKROSA ASAM LEMAK (FACE) DARI MINYAK JAGUNG MENGGUNAKAN NA2CO3 Destiana, Ardhita Niken; Ismiyarto, Ismiyarto; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 3 (2009): Volume 12 Issue 3 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.059 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.3.88-92

Abstract

Telah dilakukan penelitian sintesis emulsifier ester sukrosa asam lemak (FACE) dari minyak jagung menggunakan Na2CO3. Sintesis FACE dilakukan dengan metode refluks menggunakan metil ester asam lemak (FAME), sukrosa, pelarut metanol, dan katalis Na2CO3 dengan variasi rasio berat katalis terhadap FAME 1,5%, 3%, 4,5%, 6%, dan 7,5%. Kondisi optimum FACE terjadi pada FACE dengan rasio berat Na2CO3 6% dengan derajat transesterifikasi 1,169 dan waktu pecah emulsi 347,47 detik. Hasil analisis GC-MS pada FAME menunjukkan komposisi senyawa mayor penyusun FAME adalah metil ester asam linoleat, metil ester asam oleat, metil ester asam palmitat, dan metil ester asam stearat. Banyaknya katalis mempengaruhi FACE yang dihasilkan.