Hepsi Nindiasari
Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENINGKATKAN TAHAPAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS Nindiasari, Hepsi; Novaliyosi, Novaliyosi; Pamungkas, Aan Subhan
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.856 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis (KBRM) Kemampuan tersebut mendukung keberhasilan dalam kemampuan berpikir kritis dan kemampuan lainnya seperti menyelesaikan permasalahan dalam matematika. Tahapan KBRM berguna untuk mengetahui sampai jenjang mana seseorang sudah mencapainya. Bahan ajar juga menunjang untuk peningkatan KBRM, dengan demikian pada penelitian ini akan dikembangkan bahan ajar untuk meningkatan tahapan kemampuan berpikir reflektif matematis. Dengan demikian, target khusus penelitian ini adalah mendapatkan bahan ajar yang mendukung peningkatan tahapan KBRM. Metode yang  dilakukan untuk mengembangkan bahan ajar KBRM adalah penelitian pengembangan. Kegiatan pengembangan bahan ajar tahapan KBRM meliputi 1) analisis kebutuhan, 2) pengembangan produk, 3) validasi desain dengan uji ahli, 4) revisi desain, dan 5) uji coba skala kecil. Subyek penelitian ini adalah siswa SMA di Kota Serang. Hasil yang sudah diperoleh adalah bahan ajar cetak berupa lembar kerja siswa yang sesuai 7 tahapan KBRM yang berisi judul, materi, indikator, soal KBRM, panduan pertanyaan meningkatkan  KBRM.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MAHASISWA DALAM MERANCANG MEDIA HANDS ON ACTIVITY SERTA LEMBAR KERJA EKSPLORATIF PENDAMPING Yandari, Indhira Asih Vivi; Nindiasari, Hepsi; Khaerunnisa, Etika; Pamungkas, Aan Subhan
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 11 Nomor 1 Februari 2018
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.529 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v11i1.2983

Abstract

ABSTRACTThis research is motivated by the lack of ability of student teachers of mathematics FKIP University of Sultan Ageng Tirtayasa in developing worksheets and media exploratory hands on activity. Based on observations in the course clump of learning (planning, strategies and evaluation) and the implementation of microteaching done by the students, obtained the fact that students in developing a worksheet is a collection of questions and do not require the capability of understanding the concept of the student. In addition, student teachers are still rarely use the media in learning, due to difficulties in designing and creating instructional media. Hence the need for teaching material that can be used as guides student teachers to develop explorative and media worksheet hands on activity. Thus the formulation of the problem and the purpose of this study is how to develop teaching material based worksheets and media exploratory hands on activity. The method used in this research is the development method includes preliminary studies, draft development, testing and development of the final product.The results of this research is a module consisting of four units, units of learning theory, the difference unit worksheets and job sheets, media unit hands on activity and worksheet exploratory unit. In each unit consists of several sub-units that correspond to the unit. Based on the results of expert testing and limited trials showed that the worksheet-based development modules exploratory and hands on activity worthy of media used. Keywords: Teaching Material, Worksheet Explorative, Media Hands on Activuty
Analisis Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa SMP Berdasarkan Gaya Belajar Pamungkas, Aan Subhan; Mentari, Nia; Nindiasari, Hepsi
NUMERICAL: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Maarif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.769 KB) | DOI: 10.25217/numerical.v2i1.209

Abstract

The research is a qualitative descriptive research, the purpose of this research is to analyze students reflective thinking ability in terms of learning style. learning style in this research consists of three types namely visual, auditorial, and kinestetik. The subjects of the study were class VIII in one of the middle schools in Serang district selected by purposive sampling. Based on the analysis results obtained description of students reflective mathematical thinking ability as follows: (1) Visual students have been able to provide interpretation but not yet complete and correct calculation; (2) Auditorial and kinesthetic students are able to provide correct interpretation and calculation. (3) In identifying the concept, visual students have been able to identify the formulas, auditorial and kinesthetic students have not been able to. (4) In evaluating/checking the validity of visual and auditorial students is already capable while kinestetik yet. (5) In distinguishing between relevant data visual and auditorial students have been able, and kinesthetic students have not been able. (6) In drawing the analogy of two cases, visual, auditorial, and kinesthetic students have not been able to. (7) In harmonizing with reason, visual, auditorial and kinesthetic students have not been able.  
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Jaenudin, Jaenudin; Nindiasari, Hepsi; Pamungkas, Aan Subhan
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika PRIMA, Vol. 1 No. 1, July 2017
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v1i1.256

Abstract

Kemampuan berpikir reflektif matematis merupakan kemampuan matematis berpikir tingkat tinggi. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan kemampuan ini adalah dengan mengetahui gaya belajar siswa. untuk mengetahui itu maka dilakukan penelitian dengan jenis kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir reflektif matematis siswa ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII A di  SMPN 4 Rangkasbitung yang dipilih secara purposive Sampling pada materi bangun ruang. Hasil analisis data menunjukkan, siswa visual, auditorial dan kinestetik belum mampu mengidentifikasi rumus atau konsep yang digunakan karena tidak memberikan jawaban secara keseluruhan. Siswa visual dan siswa kinestetik mampu mengevaluasi dengan benar, jelas, kurang sistematis, namun lengkap sedangkan siswa auditorial mampu mengevaluasi dengan benar, jelas, sistematis, dan lengkap. Siswa visual dan siswa auditorial memberikan jawaban kurang lengkap dan jawaban salah serta tidak memberikan analogi sedangkan siswa kinestetik memberikan jawaban lengkap namun jawaban salah serta tidak memberikan analogi. Siswa visual memberikan perhitungan kurang lengkap, jawaban akhir salah dan tidak memberikan generalisasi disertai alasan, siswa auditorial memberikan perhitungan benar, jawaban akhir benar namun tidak memberikan generalisasi disertai alasan sedangkan siswa kinestetik memberikan perhitungan benar, jawaban akhir benar dan memberikan generalisasi disertai alasan. Siswa visual menjelaskan dengan bahasannya sendiri dan jawaban benar, siswa auditorial menjelaskan dengan menjelaskannya panjang lebar dan jawaban benar sedangkan siswa kinestetik menjelaskan dengan jawaban benar. Siswa visual sudah mampu memberikan interpretasi namun belum lengkap dan perhitungan benar, siswa auditorial belum mampu memberikan interpretasi namun perhitungan benar, sedangkan siswa kinestetik sudah mampu memberikan interpretasi dengan baik dengan perhitungan yang benar.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis, Gaya Belajar, Visual, Auditorial, Kinestetik
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS LINGKUNGAN Nismawati, Nismawati; Nindiasari, Hepsi; Mutaqin, Anwar
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 12 Nomor 1 Februari 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jppm.v12i1.4856

Abstract

The ability of mathematical reflective thinking is the ability to interpret a case based on the mathematical concepts involved, can evaluate the truth of an argument, can draw analogies from two similar cases, can analyze and clarify questions and answers, can generalize, and can distinguish between relevant data and not relevant. This ability is one of the high-level thinking skills that can be optimized through integrated learning in everyday life, namely learning with Environmental Based Problem Based Learning. To find out, a quasi-experimental study was conducted which aimed to find out the improvement of mathematical reflective thinking skills in terms of the high, medium and low mathematical abilities of the group. The subject of the research was class XI in SMA Negeri 1 Cilegon which was selected by cluster random sampling in the sequence and series material. The results of the data analysis showed that the Environmental Based Problem Based Learning model was better than the expository learning in improving the achievement and improvement of students' mathematical reflective thinking skills both viewed as a whole and viewed from the initial high, medium and low mathematical abilities. Keywords: Ability Of Mathematical Reflective Thinking, Environment-Based Problem Based Learning
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN SCAFFOLDING METAKOGNITIF UNTUK KEMAMPUAN DAN DISPOSISI BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA Badri, Yusuf; Nindiasari, Hepsi; Fatah, Abdul
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 12 Nomor 1 Februari 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jppm.v12i1.4863

Abstract

The purpose of this study was to produce interactive mathematics teaching materials with metacognitive scaffolding for students' thinking and mathematical reflective dispositions. This interactive teaching material is made in exetable windows (exe) format. The use of teaching materials is flexible with exe format so that it can be used on Windows-based computers. Exe is a type of file used to install or install applications based on a Windows operating system. This research is motivated by the weakness of students 'metacognitive abilities, and the small amount of teaching materials to develop interactive teaching materials with the ability of metacognitive scaffolding aspects, students' thinking abilities and mathematical reflective dispositions. This study uses a research and development design that contains 10 potential steps and problems, combining data, product design, design validation, revision design, product testing, product revision, usage testing, product revision and mass production. The results showed that the general interactive teaching material with metacognitive scaffolding for the ability and disposition of mathematical reflective thinking students had a very good classification with a contribution of 87.5% for education experts and 85.7% for mathematicians looking at resources Introduction, eligibility, presentation , and language. While for multimedia experts have 70%. Based on the results of expert tests and limited trials conducted on 10 grade VIII junior high school students in one of the junior high schools in the attack district it is undeniably related to interactive teaching materials with metacognitive scaffolding for support and 6% mathematical reflective. Keywords:  Interactive Teaching Materials, Scaffolding, Metacognitive, Reflective Thinking, Mathematical Disposition
Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Melalui Problem Posing Ditinjau Dari Tahap Perkembangan Kognitif Siswa Romsih, Oom; Yuhana, Yuyu; Nindiasari, Hepsi
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 3, No 1 (2019): January 2019
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.15 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan pendekatan pembelajaran problem posing dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa ditinjau dari tahap perkembangan kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan dua kelas yang dijadikan sampel penelitian. Data kemampuan penalaran matematis dan tahap perkembangan kognitif siswa diperoleh melalui tes kemampuan penalaran matematis dan Tes Of Logical Thinking (TOLT). Data yang dihasilkan dianalisis untuk dilihat perbedaan rerata dari ketiga tahap kognitif pada kelas yang dijadikan sampel penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahap perkembangan kognitif formal tidak terdapat perbedaan rerata kemampuan penalaran matematis, sedangkan pada tahap perkembangan kognitif transisi dan konkret menunjukkan terdapat perbedaan rerata penalaran matematis antara siswa yang menggunakan pendekatan problem posing dengan siswa yang menggunakan pendekatan saintifik. DOI: https://doi.org/10.31235/osf.io/gu387
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN REACT TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP BERDASARKAN GENDER Nugraha, Tonnie Hari; Nindiasari, Hepsi; Syamsuri, Syamsuri
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 4 No 1 (2019): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.484 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v4i1.1631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengkaji peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa baik secara keseluruhan maupun berdasarkan gender. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMPN 1 Cikulur. Teknik pengumpulan data menggunakan pretes dan postes kemampuan komunikasi matematis. Dari data pretes dan postes diperoleh data n-gain kemudian dianalisis dengan menggunakan ANOVA dua-jalur untuk melihat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa. Hasil penelitian diperoleh bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui strategi REACT lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori ditinjau dari keseluruhan siswa, peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa laki-laki yang memperoleh pembelajaran melalui strategi REACT lebih tinggi daripada siswa laki-laki yang memperoleh pembelajaran ekspositori, peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa perempuan yang memperoleh pembelajaran melalui strategi REACT lebih tinggi daripada siswa perempuan yang memperoleh pembelajaran ekspositori, tetapi tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa perempuan dan siswa laki-laki yang memperoleh pembelajaran melalui strategi REACT.
PENGARUH PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA Mirlanda, Ela Priastuti; Nindiasari, Hepsi; Syamsuri, Syamsuri
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol 4 No 1 (2019): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.384 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v4i1.1637

Abstract

Kemandirian belajar adalah kesiapan individu untuk belajar dengan inisiatif sendiri, dengan atau tanpa bantuan pihak lain dalam hal penentuan tujuan, metode dan evaluasi hasil belajar. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam upaya meningkatkan kemandirian belajar siswa adalah flipped classroom. Disamping itu, dalam penerapan pembelajaran ini perlu diperhatikan gaya kognitif siswa, yaitu  cara khas siswa dalam memperoleh, menyusun dan menggunakan informasi untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan. Salah satu kategori gaya kognitif siswa adalah gaya kognitif siswa adalah field dependent dan field independent. Penelitian ini menguji pengaruh model pembelajaran flipped classroom terhadap kemandirian belajar siswa ditinjau berdasarkan gaya kognitif siswa tersebut. Pada penelitian ini kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran flipped classroom dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran saintifik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) peningkatan kemampuan kemandirian belajar siswa pada kelas flipped classroom lebih tinggi daripada kelas saintifik, 2) peningkatan kemampuan kemandirian belajar siswa field independent pada kelas flipped classroom lebih tinggi daripada kelas kontrol, dan 3)  peningkatan kemampuan kemandirian belajar siswa field dependent pada kelas flipped classroom lebih tinggi daripada kelas kontrol.   Kata Kunci : flipped classroom, kemandirian belajar siswa, gaya kognitif siswa, field dependent, field independent
PENERAPAN PENDEKATAN METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMA DITINJAU DARI TAHAP PERKEMBANGAN KOGNITIF Lestari, Raras Budiarti; Nindiasari, Hepsi; Fatah, Abdul
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Prima: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v3i2.1209

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendah nya kemampuan berfikir kritis matematis siswa SMA. Berdasarkan penelitian relevan sebelumnya menyatakan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru SD hanya sebesar 34,06 persen yang terdiri dari 36,26% untuk mahasiswa berlatar belakang IPA dan 26,62% calon guru berlatar belakang non IPA (Maulana, 2008:2). Pendekatan Metakognitif dipilih untuk dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa SMA ditinjau dari tahap perkembangan kognitif siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 6 Pandeglang Tahun ajaran 2017/2018 dan sampel penelitiannya ialah kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang dipilih secara acak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1. Mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis metamatis yangdiberikan pembelajaran menggunakan pendekatan metakognitif lebih tinggi daripada pembelajaran ekspositiri; 2. Mengetahui  apakah ada pengaruh interaksi antara pendekatan metakognitif dan tahapan perkembangan kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil penelitian menunjukan : 1. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang diberikan pembelajaran menggunakan pendekatan metakognitif lebih tinggi dibandingkan pembelajaran ekspositori. 2. Terdapat interaksi antara pendekatan metakognitif dan tahap perkembangan kognitif (formal, transisi. konkret) terhadap kemamapuan berpikir kritis matematis siswa.