Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Bioteknologi

EVALUASI AKTIVITAS INHIBISI XANTIN OKSIDASE DAN KANDUNGAN SENYAWA POLIFENOL DARI EKSTRAK SAPPAN Ningsih, Sri; Churiyah, .
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jbbi.v5i2.2880

Abstract

Evaluation of xanthine oxidase inhibitory activity and polyphenolic content of sappan extractABSTRACTHyperuricemia is a disease that is characterized by a high uric acid level, in which the number of patients tends to increase every year. This research was intended to evaluate the xanthine oxidase (XO) inhibitory activity and determinate the total polyphenol content of heartwood sappan (Caesalpinia sappan L.) extract. The extract was prepared by macerating the dry powder wood using 70% ethanol at room temperature. The quality of ethanolic extract obtained was evaluated based on BPOM guideline. XO inhibitory power was determined by measuring uric acid produced in the xanthine/XO system in vitro. The polyphenol content of the extract was measured using Folin-Ciocalteu reagent spectrophotometrically. The results showed that the quality of sappan semisolid extract fulfilled the required standard. Sappan extract inhibited XO activity by 98% relative to the positive control, allopurinol, at the final extract concentration of 100 µg/mL. The total polyphenol content was 26% of the crude extract. It could be concluded that sappan ethanolic extract has the potential to be developed as an ingredient for hyperuricemia treatment.Keywords: hyperuricemia, sappan, total polyphenol, xanthine, xanthine oxidase ABSTRAKHiperurisemia adalah penyakit yang dicirikan dengan kadar asam urat tinggi dimana prevalensi penderita cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas esktrak kayu sappan (Caesalpinia sappan L.) dalam menginhibisi enzim XO (xantin oksidase) secara in vitro dan penentuan kadar senyawa polifenol total yang terkandung di dalamnya. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi serbuk kayu menggunakan pelarut etanol 70% pada suhu kamar. Kualitas ekstrak dievaluasi mengacu pada parameter karakterisasi ekstrak yang ditetapkan oleh BPOM. Aktivitas inhibisi XO ditetapkan dengan mengukur kadar asam urat yang terbentuk pada sistem xantin/XO in vitro. Kadar polifenol ekstrak diukur menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu secara spektrofotometri. Hasil analisis menyatakan bahwa kualitas ekstrak kental sappan memenuhi persyaratan yang ada. Pengujian inhibisi XO dengan pembanding positif allopurinol pada konsentrasi akhir ekstrak sebesar 100 µg/mL menunjukkan bahwa ekstrak mempunyai kekuatan menginhibisi XO sebesar 98% relatif terhadap pembanding positif allopurinol. Kadar senyawa polifenol total dalam ekstrak sappan sebesar 26% dari ekstrak kasar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak sappan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai bahan untuk mengatasi hiperurisemia.Kata Kunci: hiperurisemia, polifenol total, sappan, xantin, xantin oksidase