Fifi Nirmala
Airlangga University

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS STUNTING DAN PRETASI BELAJAR PADA SISWA-SISWI KELAS 4, 5, DAN 6 DI SD NEGERI 1 MAWASANGKA KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2017 Idwan, Ismi; Yusran, Sartiah; Nirmala, Fifi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.284 KB)

Abstract

Secara keseluruhan, di Indonesia prevalensi pendek (TB/U) pada anak umur 6-12 tahun, terdapat10.896.629 kasus stunting. Prevalensi pada anak laki-laki sebanyak 5.217.225 kasus stunting dan pada wanitasebanyak 5.679.404 kasus stunting dan Indonedia menduduki peringkat kelima terbanyak kasus stunting di duniasetelah India, Tiongkok, Nigeria, dan Pakistan. Berdasarkan observasi awal di lapangan peneliti menemukan kasusstunting sebanyak 36 kasus dari 98 siswa pada tahun 2017. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitikobservasional yaitu menggunakan desain cross sectional untuk melihat apa ada hubungan antara status stuntingterhadap prestasi belajar pada siswa-siswi kelas 4,5 dan 6 SD Negeri 1 Mawasangka. Jumlah sampel 78 anak yangdiambil secara stratified random sampling serta memenuhi kriteria inklusi. Pada penelitian ini menggunakan Analisisunivariat yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel pada penelitian danAnalisis Bivariat untuk melihat hubungan yang signifkan diantara kedua variabel yang akan diteliti. Tujuan daripenelitian ini yaitu untuk melihat apa ada hubungan antara status stunting dan prestasi belajar pada anak usiasekolah dasar di sekolah tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, hasil uji statistik dengan menggunakan uji mannwhitney maka diperoleh nilai p value dengan tingkat kepercayaan 95% (p value = 0,05) diperoleh nilai p value =0,694 ( p value = 0,05), yang demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan bahwa tidak adanhubungan yang signifikan antara Status Stunting dan Prestasi Belajar pada siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri1 Mawasangka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah tahun 2017.Kata Kunci : Stunting, Prestasi Belajar, dan Anak Sekolah Dasar.
HUBUNGAN HIGIENE PERORANGAN DAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA PETUGAS PENGANGKUT SAMPAH DINAS KEBERSIHAN KOTA KENDARI TAHUN 2016 Sari, Wana Mayang; Nirmala, fifi; Ibrahim, Karma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.331 KB)

Abstract

Penyakit infeksi kecacingan merupakan salah satu penyakit yang masih banyak terjadi di masyarakat namunkurang mendapatkan perhatian. Salah satu jenis penyakit dari kelompok ini adalah penyakit kecacingan yangdiakibatkan oleh infeksi cacing kelompok Soil Transmitted Helminth (STH). Ada 3 jenis cacing STH yang terpenting,yaitu cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) dancacing cambuk (Trichuris trichura). Infeksi cacing terjadi pada orang yang dengan kebersihan pribadi yang tidakbaik disertai sering tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap saat bekerja di tempat sampah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene perorangan dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD)dengan kejadian kecacingan pada petugas pengangkut sampah Dinas Kebersihan Kota Kendari. Penelitia n inimerupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penentuan sampeldalam penelitian ini menggunakan pendekatan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 47petugas pengangkut sampah. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan mikroskopisterhadap adanya infeksi cacing dari petugas sampah untuk mengidentifikasi kejadian penyakit, serta lembarobservasi untuk mengukur sanitasi lingkungan rumah sebagai variabel confounding. Hasil yang didapat daripenelitian ini menyebutkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara higiene perorangan dengan kejadiankecacingan (p = 0,001), dan ada hubungan yang signifikan antara penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengankejadian kecacingan (p = 0,015). Masih adanya infeksi cacing yang ditemukan pada petugas pengangkut sampahdiharapakan agar petugas menggunakan APD secara lengkap, bersih dan rutin pada saat melakukan pekerjaan,selalu memperhatikan kebersihan diri, serta lebih meningkatkan sarana sanitasi lingkungan rumahKata Kunci: Higiene Perorangan, APD, Kejadian Kecacingan
HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN JAJANAN DI KANTIN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BUKE KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2016 Ramadani, Erin Rahmi; Nirmala, fifi; Mersatika, Agnes
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.704 KB)

Abstract

Higiene merupakan usaha kesehatan preventif yang menitik beratkan kegiatannya kepada usaha kesehatanindividu. Sedangkan sanitasi diartikan sebagai usaha pencegahan penyakit dengan cara mengatur faktor -faktorlingkungan yang berkaitan dengan rantai perpindahan penyakit. Faktor -faktor yang mempengaruhi higiene dansanitasi makanan jajanan, yaitu: pengetahuan, penjamah makanan, sanitasi peralatan, sanitasi penyajian dansanitasi sarana penjajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengetahuan penjamah makanan,serta untuk mengetahui gambaran higiene dan sanitasi makanan jajanan di kantin Sekolah Dasar di KecamatanBuke Kabupaten Konawe Selatan tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptif survei observasional untukmemperoleh gambaran tentang higiene dan sanitasi makanan jajanan di kantin Sekolah Dasar di KecamatanBuke Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2017. Subjek penelitian ini adalah Sekolah dasar di Kecamatan BukeKabupaten Konawe Selatan pada tahun 2017 terdiri dari 16 sekolah dasar dengan jumlah populasi 28 kantin disekolah dasar. Dalam penelitian ini memakai total sampling dimana mengambil semua sampel dari jumlahpopulasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan penjamah di kantin sekolah dasar di Kecamatan Bukesudah baik, sedangkan higiene penjamah dan sanitasi makanan jajanan di Kecamatan Buke Kabupaten KonaweSelatan belum memenuhi syarat.Kata Kunci : Higiene, Sanitasi, Kantin, Makanan Jajanan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA DERMATITIS KONTAK PADA PEKERJA BENGKEL MOTOR DI WILAYAH KOTA KENDARI TAHUN 2016 Putri, Sartika Aulia; Nirmala, Fifi; Akifah, Akifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.93 KB)

Abstract

Salah satu masalah dalam kesehatan kerja adalah penyakit akibat kerja. Penyakit Akibat Kerja yaitu penyakit yangdisebabkan oleh perkerjaan atau lingkungan kerja. Penyakit akibat kerja yang sering terjadi adalah dermatitiskontak. Dermatitis kontak adalah dermatitis disebabkan bahan atau substansi yang menempel pada kulit.Terjadinya dermatitis kontak dapat juga di sebabkan oleh tiga faktor yaitu faktor kimiawi, faktor mekanis/fisik,faktor biologis. Dari faktor-faktor tersebut, faktor yang paling banyak disebabkan karena faktor kimiawi.Dermatitits kontak pada pekerja bengkel motor diakibatkan oleh paparan penggunaan air aki ( asam sulfat), sertaproduk minyak bumi seperti minyak pelumas, bensin, serta cairan pendingin. Accu zuur (H2SO4 pekat). Tujuandalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala dermatitis kontakpada pekerja bengkel motor di Kota Kendari 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengandisain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja bengkel motor di Kota Kendaritahun 2016 yang berjumlah 459 pekerja dan sampel dalam penelitian ini adalah 58 orang. Hasil, ada hubunganantara masa kerja dengan gejala dermatitis kontak dengan ρ value = 0,004, tidak ada hubungan antara riwayatpenyakit kulit dengan gejala dermatitis kontak dengan ρ value 0,487, tidak ada hubungan antara personal hygienedengan gejala dermatitis kontak dengan ρ value 0,429, ada hubungan antara penggunaan APD dengan gejaladermatitis kontak dengan ρ value 0,007.Kata Kunci : Gejala Dermatitis, Masa Kerja, Riwayat Penyakit Kulit, Personal Higiene, Penggunaan APD
VOL. 2/NO.6/ MEI 2017; ISSN2502-731X , IDENTIFIKASI KEPADATAN LALAT DAN SANITASI LINGKUNGANSEBAGAI VEKTOR PENYAKIT KECACINGAN DI PEMUKIMAN SEKITAR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) KOTA KENDARI TAHUN 2017 Pebriyanti, Iis Ria; Nirmala, Fifi; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.128 KB)

Abstract

Kecacingan (Helminthiasis) merupakan infestasi satu atau lebih parasit usus golongan nematoda. Jeniscacing yang banyak menyerang adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (AncylostomaDuodenale dan Necator Americanus ), dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). Penelitian ini bertujuan untukmendapatkan gambaran kepadatan lalat, sanitasi lingkungan, jarak pemukiman dari RPH dan identifikasi telurcacing pada lalat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasional. Responden dalampenelitian ini berjumlah 44 rumah.Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi dan penangkapanlalat berdasarkan radius.Hasil penelitian menjelaskan bahwa untuk kategori tinggi, sedang dan rendahberturut-turut 30 (68.19%), 11 (25.00%), dan 3 (5.82%) pada rumah responden.Sanitasi perumahan 44responden (100%) tidak memenuhi syarat.Tingkat kepadatan lalat kategori tinggi dengan jarak perumahandekat (0 - ≤500 m) sebanyak 26 responden, sedangkan jarak perumahan jauh (>500 m - ≤1000 m) sebanyak 4responden. Telur cacing yang di temukan adalah telur cacing jenis Ascaris lumbricoides pada RPH sebanyak 1butir,pada radius 600 m sebanyak 1 butir, dan pada radius 800 m sebanyak 5 butir. Berdasarkan hasil tersebut,kesimpulan yang didapat yaitu kepadatan lalat sebagian besar kategori tinggi, sanitasi perumahan tidakmemenuhi syarat, kepadatan lalat tinggi pada jarak perumahan dekat dan di temukan 7 butir telur cacing jenisAscaris lumbricoides.Kata Kunci: Kecacingan, Kepadatan Lalat, Jarak Perumahan, Sanitasi Perumahan, Telur Cacing, RumahPemotongan Hewan (RPH)
Hubungan Kadar Kolesterol Total dan Trigliserida dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Daerah Pesisir Kota Kendari Kholidha, Andi Noor; Tien, Tien; Aritrina, Pranita; Nirmala, Fifi
Medula Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Medula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.62 KB)

Abstract

Background: Type 2 Diabetes mellitus is a common health problem which may result chronic complications. Risk factors such as dyslipidemia, obesity, family history, and genetics play important role in the pathogenesis of the disease. Study on total cholesterol and trygliseride have been carried out in several countries which show relations between total cholesterol and trygliseride with type 2 diabetes mellitus. Purpose: This study aims to determine the relationship between total cholesterol and trigliseride with type 2 diabetes mellitus in the coastal areas of Kendari City. Methods: This study used analytical observational method, with case control approach. The independent variables used in this research is cholesterol total and trigliseride meanwhile the dependent variable is the type2 diabetes mellitus. The location of this research is working area of Public Health Centre located in the coastal area of Kendari City. Result: total cholesterol levels show sig. p value 1,369 based on Chi Square Test, which showed there was no difference in total cholesterol levels. Meanwhile, the triglyceride levels also did not show a significant difference between case and control groups. (p = 0.101). Conclusion: There was no correlation between the increase of total cholesterol level and triglyceride levels with the incidence of DM Type 2 in Kendari City.Keyword: Total Cholesterol, Trigliseride, Type 2 Diabetes mellitus, Coastal Area.
ANALISIS DAMPAK KEPADATAN LALAT, SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HIGIENE TERHADAP KEJADIAN DEMAM TIFOID DI PEMUKIMAN UPTD RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) KOTA KENDARI TAHUN 2017 Lestari, Yunita; Nirmala, Fifi; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.522 KB)

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonellathypi. Dari hasil catatan Puskesmas Poasia Kota Kendari terdapat 354 kasus pada tahun 2016. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan lalat, sanitasi lingkungan, jarak pemukiman denganRPH dan personal higiene terhadap kejadian demam tifoid di wilayah pemukiam RPH Kota Kendari. Penelitianini menggunakan rancangan penelitian analitik dengan menggunakan metode case control. Responden padapenelitian ini berjumlah 40 orang kelompok kasus dan 40 orang kelompok kontrol. Metode pengambilan datadilakukan dengan observasi dan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi -square dengan tingkatkemaknaan 95%. Hasil penelitian menjelaskan bahwa determinan yang berhubungan dengan kejadian demamtifoid adalah kepadatan lalat dengan nilai (P=0,035, OR= 3,116, CI 95% = 1,184–8,200); dan Jarak Perumahandengan nilai (P=0,020, OR= 3,444, CI 95% = 1,310–9,058). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalahsanitasi perumahan atau lingkungan dengan nilai (P= 1.000); dan personal higiene dengan nilai (P = 1.000).Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat kita simpulkan bahwa ada hubungan antara kepadatan lalat danjarak perumahan dengan kejadian demam tifoid, sedangkan sanitasi perumahan dan personal hygiene tidakada hubungannya dengan kejadian demam tifoid.Kata Kunci : Tifoid, Kepadatan Lalat, Jarak Perumahan,Sanitasi Perumahan, Personal higiene, RumahPemotongan Hewan (RPH).
UJI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn) DENGAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI TAHUN 2018 Tina, Lymbran; Misnawati, Misnawati; Nirmala, Fifi
Preventif Journal Vol 3, No 1 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Preventif Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.418 KB)

Abstract

Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demamberdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) danchikungunya. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salahsatu upaya pemberantas DBD yaitu dengan memberantas vektornya yaitu Aedes aegypti. Daun sirih hijau (Piperbetle Linn) memiliki potensi sebagai larvasida karena mengandung fenol dan senyawa turunannya seperti kavikoldan eugenol, mengandung alkaloid, tanin, flavonoid, saponin dan minyak atsiri yang bersifat sebagai larvasidabegitupun dengan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) mengandung alkaloid, saponin, flavonoid,tanin, polifenol dan zat warna yang dapat bersifat larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandinganefektivitas ekstrak daun sirih hijau dan ekstrak daun pandan wangi sebagai larvasida terhadap kematian larvaAedes aegypti. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen quasi dengan desain post test only controlgroup design. Sampel dalam penelitian ini adalah larva Aedes aegypti instar III/IV sebanyak 25 ekor pada masingmasing4 perlakuan dan 2 kontrol yaitu kontrol negatif (0%) dan kontrol positif (Abate) dengan 4 kalipengulangan.Hasil uji one way Annova menunjukkan nilai p-value adalah <0,05 menunjukkan terdapatperbedaan signifikan jumlah larva yang mati antar kelompok yang dibandingkan. Berdasarkan uji analisis probitnilai LC50 dan LC90 ekstrak daun sirih hijau yaitu 0,19% dan 0,34% sedangkan nilai LC50 dan LC90 ekstrak daunpandan wangi yaitu 0,23% dan 0,48%. Sehingga disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau lebih efektivmematikan larva uji (nyamuk Aedes aegypty) dibandingkan dengan ekstrak daun pandan wangi.Kata kunci : Aedes aegypti, Larvasida, Sirih hijau(Piper betle Linn), Pandan Wangi (Pandanus amaryllipoliusRoxb), LC50 dan LC90
GAMBARAN KESIAPAN AKREDITASI PADA KELOMPOK KERJA ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN DI PUSKESMASMOKOAU KOTA KENDARI TAHUN 2018 Haritsha, Sitti Anna Zaid; Ahmad, La Ode Ali Imran; Nirmala, Fifi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.471 KB)

Abstract

Akreditasi Puskesmas merupakan pengakuam terhadap Puskesmas yang diberikan oleh lembagaindependen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh menteri Kesehatan setelah dinilai bahwaPuskesmas telah memenuhi standar pelayanan Puskesmas untuk meningkatkan mutu pelayanan Puskesmassecara berkesinambungan. Dalam pelaksanaannya, setiap pelaksana pelayanan kesehatan wajib untukmelakukan akreditasi guna mewujudkan jaminan kualitas pelayanan kesehatan. Puskesmas Mokoaumerupakan salah satu puskesmas di Kota Kendari yang sedang mempersiapkan diri untuk melakukanakreditasi. Puskesmas Mokoau harus mulai mempersiapkan akreditasi untuk puskesmas tingkat pertama gunamewujudkan penjaminan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kesiapanPuskesmas Mokoau dalam menghadapi penilaian akreditasi pada pokja administrasi dan manajemen.Informan pada penelitian ini yaitu Kepala Puskesmas Mokoau, Ketua Koordinator Pokja Administrasi danManajemen sebagai informan kunci serta 3 anggota Pokja Administrasi dan Manajemen serta salah satuanggota dari Pokja UKM sebagai informan biasa. Metode penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif denganjenis penelitian fenomenologi. Data diperoleh dengan melakukan telaah dokumen dan wawancara mendalamkepada semua informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan akreditasi di Puskesmas Mokoauuntuk Pokja Administrasi dan Manajemen yang ditinjau dari Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas telah siapuntuk akreditasi dan Pokja Administrasi dan Manajemen yang ditinjau dari Kepemimpinan ManajemenPuskesmas (KMP) telah siap Serta untuk Pokja Administrasi dan Manajemen Puskesmas yang ditinjau dariPeningkatan Mutu Puskesmas (PMP) telah siap untuk akreditasi berdasarkan standar dan kriteria akreditasiPuskesmas.Kata kunci : Puskesmas, Akreditasi, Administrasi dan Manajemen. 
PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN SELAMA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KONDA KECAMATAN KONDA KABUPATEN Rahmayani, Irma; Bahar, Hariati; Nirmala, Fifi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.878 KB)

Abstract

Perawatan kehamilan merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selamamasa kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencarian pengobatan oleh masyarakatkhususnya pada ibu hamil dan ibu menyusui selama kehamilan di wilayah Kerja PuskesmasPuskesmas Konda, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2016 ditinjau dari aspekpencarian pengobatan, pengetahuan, dukungan keluarga, akses, dan keyakinan. Jenis penelitianyang digunakan adalah penelitian deskriptif, selanjutnya pengumpulan dan  pengolahan datadilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamildan ibu menyusui pada Wilayah Puskesmas Konda Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2016sebanyak 293 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 74, Sampel responden diambildengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yangmencari pengobatan ke sektor profesional 63 responden (85,1%) sedangkan yang mencaripengobatan ke sektor tradisional 11 responden (14,9%) dan mengobati sendiri sebanyak 0responden (0%), berdasarkan pengetahuan menunjukkan bahwa terdapat 64 responden (86,5%)berada pada kategori cukup dan 10 responden (13,5%) berada pada kategori kurang, berdasarkandukungan keluarga menunjukkan bahwa terdapat 63 responden (85,1%) yang mendapatdukungan keluarga dan 11 responden (14,9%) tidak memiliki dukungan keluarga, berdasarkanakses menunjukan bahwa terdapat 63 responden (85,1%) mudah mengakses pelayanankesehatan di puskesmas dan 11 responden (14,9%) sulit mengakses pelayanan kesehatan dipuskesmas dari tempat tinggalnya dan berdasarkan keyakinan menunjukkan bahwa terdapat 55responden (74,3%) yang menyatakan ada keyakinannya dan 19 responden 25,7 yang tidak adakeyakinannya.Kata kunci : perilaku,  pengobatan, ibu hamil, ibu menyusui