Articles

Found 17 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBASIS KARAKTER Noorhidayati, Noorhidayati; Hartini, Sri; Suyidno, Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i1.809

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa diduga karena kurangnya karakter yang dimiliki seorang siswa selama proses pembelajaran seperti tekun, tanggung jawab, kejujuran, santun, dan ketelitian serta kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui: (1) kemampuan guru, (2) karakter siswa, (3) hasil belajar, (4) respon siswa terhadap pembelajaran. Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian: (1) kemampuan guru pada siklus I dan II berkategori sangat baik yaitu 86,3% dan 94,9%,  (2) karakter siswa mengalami peningkatan pada semua aspek pada siklus I baik menjadi sangat baik pada siklus II, (3) ketuntasan hasil belajar siswa siklus I  sebesar 82% (tidak tuntas), dan  siklus II sebesar 92,3% (tuntas), (4) respon siswa terhadap pembelajaran adalah baik. Diperoleh simpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbasis karakter efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A SMPN 1 Kertak Hanyar pada pokok bahasan tekanan. 
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Berbasis Karakter Noorhidayati, Noorhidayati; Hartini, Sri; Suyidno, Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i1.809

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa diduga karena kurangnya karakter yang dimiliki seorang siswa selama proses pembelajaran seperti tekun, tanggung jawab, kejujuran, santun, dan ketelitian serta kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui: (1) kemampuan guru, (2) karakter siswa, (3) hasil belajar, (4) respon siswa terhadap pembelajaran. Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian: (1) kemampuan guru pada siklus I dan II berkategori sangat baik yaitu 86,3% dan 94,9%,  (2) karakter siswa mengalami peningkatan pada semua aspek pada siklus I baik menjadi sangat baik pada siklus II, (3) ketuntasan hasil belajar siswa siklus I  sebesar 82% (tidak tuntas), dan  siklus II sebesar 92,3% (tuntas), (4) respon siswa terhadap pembelajaran adalah baik. Diperoleh simpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbasis karakter efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A SMPN 1 Kertak Hanyar pada pokok bahasan tekanan. 
PENGARUH PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA PEMBELAJARANSUBKONSEPPERUBAHANLINGKUNGANTERHADA P HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 BANJARMASIN Indrawati, Indrawati; Noorhidayati, Noorhidayati; Hardiansyah, Hardiansyah
Wahana Bio Vol 16, No 2-2 (2016): WAHANA-BIO EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subkonsep Perubahan Lingkungan dalam kurikulum 2013 diajarkan pada semester ganjil kelas X di SMA/MA. Pelaksanaan kurikulum 2013 menekankan pendekatan kontekstual dan scientific dengan penilaian aspek kognitif, psikomotor dan afektif secara terpadu. Berdasarkan observasi hasil belajar siswa kelas X pada UTS semester ganjil 2013/2014 terdapat nilai rata-rata 68 (tertinggi 84,terendah 62). Meskipun penerapan model pembelajaran bervariasi, namun hasilnya masih belum memuaskan. Salah satu alternatif agar proses pembelajaran lebih bermakna dan siswa aktif, guru dapat menggunakan model inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh penerapan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran Subkonsep Perubahan Lingkungan terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan kuasi eksperimen Nonequivalent control group design (Sugiyono, 2013).Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 6 Banjarmasin, yang berjumlah 134 orang. Sampel ditetapkan sebanyak dua kelas yaitu, kelas kontrol Peminatan Bio 2 sebanyak 30 orang dan kelas perlakuan X MIA 3 sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan SAS 6.04 dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran Subkonsep Perubahan Lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis. Terdapat perbedaan signifikan antara nilai hasil belajar siswa kelas kontrol dan siswa kelas perlakuan (tes tertulis F=6,18;Pr=0,0037) dan (tes unjuk kerja F=39,38;Pr=0,0001). Keterampilan berpikir kritis meningkat (2,6 menjadi 3,5) dengan kategori baik. Kata kunci : Inkuiri Terbimbing, Perubahan Lingkungan, Hasil Belajar, Keterampilan Berpikir Kritis
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBM) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 BANJARMASIN PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN Noorliani, Noorliani; Noorhidayati, Noorhidayati; Ajizah, Aulia
Wahana Bio Vol 15, No 1-2 (2016): Wahana-Bio Edisi Juni 2016
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) merupakan suatu model pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan penyelidikan autentik. Konsep Pencemaran Lingkungan merupakan materi yang diajarkan pada kelas X semester genap di SMA/MA (KTSP 2006). Berdasarkan informasi salah satu guru Biologi di SMA Negeri 10 Banjarmasin pembelajaran konsep Pencemaran Lingkungan tahun 2013/2014 masih dilakukan secara konseptual. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Biologi yang ditetapkan sekolah 70, masih ada sekitar 14% siswa dari 131 siswa yang belum mencapai standar (KKM) tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) terhadap hasil belajar (kognitif produk dan proses) siswa  kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin pada konsep Pencemaran Lingkungan. Sampel penelitian ini adalah 32 orang siswa kelas X-3 (kelas eksperimen) dan 32 orang siswa kelas X-2 (kelas kontrol). Analisis data menggunakan teknik analisis kovarian dengan menggunakan program Statistical Analysis System (Program SAS 6.04). Hasil penelitian menyatakan 1) Hasil belajar kognitif produk menunjukkan perbedaan signifikan (F= 49,13; P= 0,0001) sumbangan efektif 0,61 artinya 61% dipengaruhi model PBM dan 39% dipengaruhi oleh faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar. 2) Hasil belajar kognitif proses juga menunjukkan perbedaan signifikan (F= 25,95; P= 0,0001) sumbangan efektif 0,45 artinya 45% dipengaruhi model PBM dan 55% dipengaruhi oleh faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol.Kata kunci: Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Hasil Belajar, Konsep Pencemaran Lingkungan
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 6 BANJARMASIN PADA KONSEP EKOSISTEM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH Sahida, Umi Hidayah; Noorhidayati, Noorhidayati; Kaspul, Kaspul
Wahana Bio Vol 16, No 2-2 (2016): WAHANA-BIO EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas tentang upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X MIA-1 tahun ajaran 2013/2014 di SMA Negeri 6 Banjarmasin pada konsep ekosistem melalui model pembelajaran berdasarkan masalah (PBM). Ketuntasan klasikal siswa pada pembelajaran Biologi tahun 2012/2013 tergolong rendah yaitu sebesar 77,14%. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2014. Tujuan penelitian untuk meningkatkan aktivitas siswa, aktivitas guru, dan hasil belajar siswa; mengetahui respon siswa dan guru terhadap kegiatan pembelajaran konsep Ekosistem melalui penerapan model PBM. Penelitian ini menggunakan Kurikulum 2013, dirancang dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA-1 SMA Negeri 6 Banjarmasin dengan jumlah 35 siswa, terdiri dari 13 orang laki-laki dan 22 orang perempuan. Data hasil penelitian berupa aktivitas siswa dan guru, hasil belajar siswa, lembar observasi dan angket. Analisis data hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pada aktivitas siswa dari 8 parameter pengamatan, hanya ada 1 parameter yang mengalami penurunan, yaitu waktu siswa untuk berkelompok sesuai arahan guru. Aktivitas guru dalam proses pembelajaran sudah berkurang dominansinya, hanya 1 parameter mengalami penurunan, yaitu memantau siswa dalam menyajikan hasil karya. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan, pada siklus I dari 0% (pretes) menjadi 42,86% (postes), dan siklus II dari 10% (pretes) menjadi 87,14% (postes), dan hasil produk PBM (akuarium dan poster) tergolong kategori sangat baik. Penilaian kinerja kelompok, perilaku berkarakter, keterampilan sosial, dan psikomotor siswa selama pembelajaran menunjukkan kategori baik. Penerapan model PBM terlaksana dengan baik. Respon siswa dan guru menunjukkan respon yang positif. Kata kunci : Aktivitas, hasil belajar, ekosistem, PBM
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin Pada Materi Ajar Konsep Zat Dengan Model Pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Dan Satisfaction) Noorhidayati, Noorhidayati; Zainuddin, Zainuddin; Suyidno, Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i2.868

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa, menyebabkan perlu dilakukan penelitian dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin melalui model pembelajaran ARIAS pada materi ajar konsep zat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 3 siklus dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah 37 siswa kelas VII-A SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan angket. Sedangkan teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya: (1) keterlaksanaan RPP dengan model pembelajaran ARIAS dimana pada siklus I sebesar 76,67% (baik), pada siklus II sebesar 90,83% (sangat baik), dan pada siklus III sebesar 95,00% (sangat baik). (2) peningkatan ketuntasan hasil belajar secara klasikal setiap siklus 66,67%; 81,82%; dan 87,88%. (3) aktivitas siswa pada sikus I secara umum berkategori kurang aktif, siklus II berkategori cukup aktif, dan siklus III berkategori aktif. (4) respon siswa meliputi attention, relevance, confidance, satisfactioan  berkategori baik. 
Pengaruh Pemberian PASI Terhadap Kejadian Diare Pada Bayi Di Ruang Anak Rumah Bersalin Di Perawatan Anak (RBPA) MUTIA BANJARBARU Estiana, Ermas; Rahmadi, Agus; Noorhidayati, Noorhidayati; Husada Borneo, STIKES; Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Dinas
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2014): Juli
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.99 KB)

Abstract

Diarrhea is a liquid stools three or more times in one day (24 hours). One cause of diarrhea in infants is the process of preparation, processing, presentation, storage infant formula who do not follow the established procedure. The purpose of this study was to determine the effect of infant formula on the incidence of diarrhea in infants in the nursery Banjarbaru. Research methods using cross sectional analytic approach. The population was mothers with infants aged 1-12 months in the perinatology room of Mutia Banjarbaru. Sampling technique with Total Sample of 40 respondents. Based on the research results of infant formula 25 responders received (62.5%) and processing techniques that are less well PASI 17 responders (68%). Respondents who had diarrhea due to provision of infant formula 18 responders (72%). By chi-square statistical test P value = 0.00 is obtained. (P ≤ 0.05). Conclusion. There is a very significant influence on the incidence of diarrhea infant formula administration in infants in the nursery perinatology room of Mutia Banjarbaru in 2013. Suggestions. Mothers are expected to pay more attention to giving infant formula during lactation with rules laid down by the health department
PENERAPAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN NHT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIPA 6 SMAN 7 BANJARMASIN PADA KONSEP FUNGI Noorhidayati, Noorhidayati; Khairun Nisa, Khairun Nisa; Hardiansyah, Hardiansyah
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 9, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v9i2.5573

Abstract

Abstract. The activity of students of class X MIPA 6 of SMAN 7 Banjarmasin on the learning of the Fungi concept in the 2016/2017 school year is still relatively low, even though their learning outcomes are in accordance with the KKM (?70). The teacher has implemented various ways to increase student activity. Student activities will affect student learning outcomes. Classroom Action Reseach (CAR) as an effort to improve the quality of teaching and the learning in classroom also indirectly plays an important role in improving the quality of education. This research aimed to improve student activity and learning outcomes, as well as describe the responses of students in class X MIPA 6 of SMAN 7 Banjarmasin in the academic year 2017/2018 on the learning of the Fungi concept through the implementation of a combination of PBL and NHT learning models. Research subjects were 34 students with 14 male students and 20 female students. This research was carried out in 2 cycles with 2 meetings per cycle. This results indicated that student activities that were observed increased from cycle-I (83.5) to cycle-II (89). Cognitive learning outcomes of students assessed through posttest increased from cycle-I (80%) to cycle-II (92%). The learning outcomes of the process were assessed through LKPD, questions and answers about NHT, and the product increased from cycle-I (72.08) to cycle-II (82.70). Affective learning outcomes: 1) character behavior were observed increased from cycle-I (77.74) to cycle-II (92.64), 2) social behavior were observed increased from cycle-I (71.88) to cycle-II (91.84). Psychomotor learning outcomes were observed increased from cycle-I (74.66) to cycle-II (86.03). The response of students to these models showed a positive response (98%). The implementation of a combination of PBL and NHT learning models can improve student activity and learning outcomes on the concept of Fungi.
PENGARUH PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA PEMBELAJARANSUBKONSEPPERUBAHANLINGKUNGANTERHADA P HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 BANJARMASIN Indrawati, Indrawati; Noorhidayati, Noorhidayati; Hardiansyah, Hardiansyah
Wahana Bio Vol 16, No 2-2 (2016): WAHANA-BIO EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subkonsep Perubahan Lingkungan dalam kurikulum 2013 diajarkan pada semester ganjil kelas X di SMA/MA. Pelaksanaan kurikulum 2013 menekankan pendekatan kontekstual dan scientific dengan penilaian aspek kognitif, psikomotor dan afektif secara terpadu. Berdasarkan observasi hasil belajar siswa kelas X pada UTS semester ganjil 2013/2014 terdapat nilai rata-rata 68 (tertinggi 84,terendah 62). Meskipun penerapan model pembelajaran bervariasi, namun hasilnya masih belum memuaskan. Salah satu alternatif agar proses pembelajaran lebih bermakna dan siswa aktif, guru dapat menggunakan model inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh penerapan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran Subkonsep Perubahan Lingkungan terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan kuasi eksperimen Nonequivalent control group design (Sugiyono, 2013).Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 6 Banjarmasin, yang berjumlah 134 orang. Sampel ditetapkan sebanyak dua kelas yaitu, kelas kontrol Peminatan Bio 2 sebanyak 30 orang dan kelas perlakuan X MIA 3 sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan SAS 6.04 dengan ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran Subkonsep Perubahan Lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis. Terdapat perbedaan signifikan antara nilai hasil belajar siswa kelas kontrol dan siswa kelas perlakuan (tes tertulis F=6,18;Pr=0,0037) dan (tes unjuk kerja F=39,38;Pr=0,0001). Keterampilan berpikir kritis meningkat (2,6 menjadi 3,5) dengan kategori baik. Kata kunci : Inkuiri Terbimbing, Perubahan Lingkungan, Hasil Belajar, Keterampilan Berpikir Kritis
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBM) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 BANJARMASIN PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN Noorliani, Noorliani; Noorhidayati, Noorhidayati; Ajizah, Aulia
Wahana Bio Vol 15, No 1-2 (2016): Wahana-Bio Edisi Juni 2016
Publisher : Wahana Bio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) merupakan suatu model pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan penyelidikan autentik. Konsep Pencemaran Lingkungan merupakan materi yang diajarkan pada kelas X semester genap di SMA/MA (KTSP 2006). Berdasarkan informasi salah satu guru Biologi di SMA Negeri 10 Banjarmasin pembelajaran konsep Pencemaran Lingkungan tahun 2013/2014 masih dilakukan secara konseptual. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Biologi yang ditetapkan sekolah 70, masih ada sekitar 14% siswa dari 131 siswa yang belum mencapai standar (KKM) tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) terhadap hasil belajar (kognitif produk dan proses) siswa  kelas X SMA Negeri 10 Banjarmasin pada konsep Pencemaran Lingkungan. Sampel penelitian ini adalah 32 orang siswa kelas X-3 (kelas eksperimen) dan 32 orang siswa kelas X-2 (kelas kontrol). Analisis data menggunakan teknik analisis kovarian dengan menggunakan program Statistical Analysis System (Program SAS 6.04). Hasil penelitian menyatakan 1) Hasil belajar kognitif produk menunjukkan perbedaan signifikan (F= 49,13; P= 0,0001) sumbangan efektif 0,61 artinya 61% dipengaruhi model PBM dan 39% dipengaruhi oleh faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar. 2) Hasil belajar kognitif proses juga menunjukkan perbedaan signifikan (F= 25,95; P= 0,0001) sumbangan efektif 0,45 artinya 45% dipengaruhi model PBM dan 55% dipengaruhi oleh faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol.Kata kunci: Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Hasil Belajar, Konsep Pencemaran Lingkungan