Arief Laila Nugraha
Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 122 Documents
Articles

PEMBUATAN APLIKASI BUS TRANS SEMARANG BERBASIS MOBILE GIS PADA SMARTHPHONE ANDROID RAHMANDHANI, LUTHFI; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.753 KB)

Abstract

Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang ditandai pula dengan munculnya beberapa gedung pencakar langit di beberapa sudut kota. Sayangnya, pesatnya jumlah penduduk membuat kemacetan lalu lintas di dalam Kota Semarang semakin macet. Oleh sebab itu pada tanggal 18 September 2009 diluncurkan Bus Rapid Transit (BRT) atau yang sering dikenal dengan Trans Semarang. Trans Semarang adalah sebuah sistem transportasi bus cepat, murah, dan ber AC di seputar Kota Semarang. Trans Semarang merupakan salah satu bagian dari program penerapan Bus Rapit Transit (BRT) yang dicanangkan Departemen Perhubungan untuk meminimalisir permasalahan tersebut.Penelitian ini dilakukan untuk membuat persebaran shelter Trans Semarang yang ditampilkan di aplikasi mobile berbasis android menggunakan software Android Studio yang terintegrasi dengan Google Maps API dan Database PostgressSQL untuk pembuatan data halte dan koridor. Fungsi yang dimanfaatkan pada aplikasi ini adalah fungsi Location Based Service sehingga pengguna aplikasi dapat dengan mudah menemukan shelter terdekat dari lokasi pengguna untuk menuju lokasi shelter tersebut.Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi Trans Semarang yang dapat digunakan pada smartphone berbasis Android. Pada aplikasi ini berisi informasi mengenai persebaran shelter tiap koridor Trans Semarang, info shelter terdekat dari lokasi user dan informasi rute . Dengan aplikasi ini diharapkan dapat memudahkan pengguna untuk beralih menggunakan transportasi umum sehingga dapat mengurangi tingkat kemacetan di Kota Semarang.
ANALISIS POTENSI DESA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus: Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang) SETYAWAN, DEDI; Nugraha, Arief Laila; Sudarsono, Bambang
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.561 KB)

Abstract

Peta secara sederhana diterjemahkan sebagai gambar wilayah dimana informasi diletakkan dalam bentuk simbol-simbol. Peta disajikan untuk memberikan informasi-informasi berupa batas wilayah, sarana prasarana, bangunan, penggunaan lahan dan jalan. Desa atau kelurahan dipandang sebagai titik awal pemberdayaan potensi daerah. Dengan adanya pemetaan potensi desa/kelurahan ini dapat digunakan untuk mengetahui informasi tentang potensi-potensi yang terdapat, serta dapat digunakan sebagai bahan perencanaan pengembangan desa/kelurahan.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dari pemetaan partisipatif, citra satelit beresolusI tinggi, dan survey lapangan dengan menggunakan GPS navigasi. Pengolahan pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang.Dari hasil pengolahan diperoleh batas wilayah, administrasi jalan, dan titik-titik potensi. Potensi di Kelurahan Sumurboto ini didominasi dari sektor ekonomi. Berdasarkan hasil analisis kerapatan tidak tedapat perbedaan yang signifikan dari wilayah satu dengan  yang lainnya.
ANALISIS PENGARUH POLA PERUBAHAN LAHAN AKIBAT PERPINDAHAN RUANG PUBLIK TERHADAP ZONA NILAI TANAH DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Ikhsan, Adi Nur; Sudarsono, Bambang; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Semarang memiliki alun-alun sebagai ruang publik di Kecamatan Ungaran Timur, tepatnya di Kelurahan Sidomulyo. Namun pada tahun 2011 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Semarang, ruang publik yang semula di Kelurahan Sidomulyo, dipindahkan ke Kelurahan Kalirejo. Hal ini akan berpengaruh terhadap meningkatnya aktifitas masyarakat yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Tentu saja akibat dari perubahan penggunaan lahan tersebut adalah perubahan nilai/harga tanah, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai perubahan penggunaan lahan dan pengaruhnya terhadap perubahan nilai tanah.Penelitian ini menggunakan citra tahun 2009, citra tahun 2013, dan Peta Tata Guna Lahan Kabupaten Semarang tahun 2011. Data tersebut digunakan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan tahun 2009-2014. Selanjutnya analisis perubahan nilai tanah menggunakan peta zona nilai tanah hasil data transaksi dan penawaran survei lapangan tahun 2009 dan 2014. Dari hasil tersebut, dilakukan analisis perubahan penggunaan lahan terhadap zona nilai tanah yang dikaitkan dengan pengaruh perpindahan alun-alun di Kecamatan Ungaran Timur.Hasil analisis dalam penelitian ini yaitu, terjadi perubahan penggunaan lahan tertinggi yang terdapat pada zona 40 dengan perubahan penggunaan lahan tegalan/ladang menjadi tanah kosong sebesar 11,87 ha. Namun kenaikan harga tanah tertinggi tidak terletak pada zona tersebut melainkan terletak pada zona 28 sebesar Rp. 2.726.000 /m². Hal ini dapat dianalisis karena zona 28 merupakan lokasi perpindahan ruang publik yang baru (alun-alun baru Bung Karno), sehingga wajar jika kenaikan harga tanah tertinggi terletak pada zona tersebut. Kata Kunci : Zona Nilai Tanah, Perubahan Lahan  ABSTRACT Semarang Regency has a plaza or square as a public space in the District of East Ungaran, precisely in the Village Sidomulyo. But in 2011 according to the Medium Term Development Plan (RPJMD) of Semarang Regency, a public space that was originally in the Village Sidomulyo, moved to Village Kalirejo. This will increase the activity of the community that would result in changes in land use. As the result, there will be changes in the value or price of land, so it is necessary to research on land use changes and its effects on the value of land changes.This study used the satellite image of the year 2009 and 2013, and the map of Semarang Regency’s land use in 2011 to analyze its changes in 2009-2014. To analyse the changes in the value of land, the zone map of land values is used resulted from data transactions and field surveys offers in 2009 and 2014. From these result, an analysis of land use changes on land value zone associated with the effect of displacement of the square to East Ungaran District.The result of this these study is the location of maximum changes in land use is zone 40 with changes in land use fields into a wasteland of 11.87 ha. However, the highest increase in the price of land is not located in the same zone. It lies in zone 28 with the change of value by Rp. 2,726,000 /m². It can be concluded that zone 28 is the new location of the public space (Bung Karno New Square), so it is rational that the zone has the highest price of land increase. Keywords : Value of Land Zones, Land Changes *) Penulis, Penanggung Jawab
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI STASIUN KERETA API JALUR SEMARANG - BANDUNG BERBASIS ANDROID Julian, Handoko Dwi; Sudarsono, Bambang; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.873 KB)

Abstract

Abstrak Kereta Api merupakan salah satu jenis moda transportasi massal yang efisien untuk jumlah penumpang yang tinggi. Pada era sekarang ini, peranan Transportasi Kereta Api sangatlah penting bagi masyarakat luas dan pengaplikasian Sistem Informasi Geografis semakin populer dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan analisis spasial. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran koordinat lapangan menggunakan Global Positioning System (GPS) sebagai data utama dan data atribut sebagai data pendukung serta Google Maps yang berguna untuk menampilkan jalur kereta api Semarang-Bandung. Pada penelitian ini dikembangkan sebuah aplikasi yang dibangun dengan bahasa pemrograman java menggunakan software Eclipse dan ADT ( Android Development Tool). Hasil akhir dari penelitian ini berupa Aplikasi Harina Train Online berbasis mobile GIS yang dioperasikan dengan sistem Android dan memiliki beberapa fitur utama seperti visualisasi jalur kereta api Semarang-Bandung, informasi setiap stasiun kereta yang dilewati, tarif tiket kereta api, jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api, serta informasi alternatif transportasi. Kata Kunci : Jalur Kereta Api, GPS, Mobile GIS, Aplikasi, Android. Abstract Train is one kind of efficient mass transportation for the high number of passengers. In this era, the role of transport is very important for the society and the Application of geographic information system utilized increasingly popular for various interest of spatial. In this research, the coordinates of the field were taken by Global Positioning System (GPS) as the main data and attribute data as supporting data and visualize railway on Google Maps. In this study who later became an application built with the Java programming language using the Eclipse software and ADT ( Android Development Tool). The end result of this research is Harina Train Online Application based mobile GIS that operate on the android system has several key features such as visualization of railroad Semarang-Bandung, any information that is passed the train station, train ticket fares, schedules train departure and arrival, as well as alternative transportation information. Keyword: Railway, GPS, Mobile GIS, Applications, Android.
ANALISIS PENENTUAN LAHAN KRITIS DENGAN METODE FUZZY LOGIC BERBASIS PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kabupaten Semarang) Oktaviani, Andini Riski; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.798 KB)

Abstract

ABSTRAKLahan kritis merupakan lahan yang telah mengalami kerusakan fisik, kimia dan biologi yang pada akhirnya membahayakan fungsi hidrologis, orologis, produksi pertanian, pemukiman dan kehidupan sosial ekonomi. Luas lahan kritis Kabupaten Semarang dari tahun ke tahun semakin menurun dan tercatat pada tahun 2015 sebesar 7.383,50 Ha. Daerah studi yang dianalisis dalam penelitian ini terdiri dari tiga kawasan yaitu kawasan hutan lindung, kawasan budidaya untuk pertanian, dan kawasan lindung di luar kawasan hutan. Pemilihan area studi penelitian didasarkan dari Permenhut No. 32/Menhut-II/2009.Penelitian ini berbasis penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk memetakan dan menganalisis lahan kritis. Metode yang digunakan adalah metode fuzzy logic dan dalam proses pengolahan menggunakan perangkat lunak Matlab. Parameter yang digunakan untuk menganalisis lahan kritis yaitu penutupan lahan (kerapatan vegetasi), erosi, lereng, produktivitas dan manajemen. Parameter penutupan lahan (kerapatan vegetasi) dalam penelitian ini didasarkan dari pengolahan algoritma NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) di citra landsat 8 tahun 2016. Sedangkan untuk mendapatkan derajat kemiringan lereng didasarkan dari pengolahan DEM SRTM.Lahan kritis berdasarkan metode scoring dan pembobotan sesuai Permenhut No. 32/Menhut-II/2009 menunjukkan bahwa kawasan budidaya pertanian didominasi dengan kriteria tingkat potensi kritis seluas 2.747, 720 Ha di Kecamatan Jambu. Hasil pengolahan metode fuzzy logic didapatkan kawasan budidaya pertanian didominasi dengan kriteria tingkat potensi kritis seluas 2.948,205 Ha di Kecamatan Getasan. Kriteria tingkat kritis dari hasil pengolahan metode scoring dan pembobotan sesuai Permenhut serta fuzzy logic terdapat di kawasan hutan lindung seluas 0,909 Ha di Kecamatan Bandungan. Tingkat keakuratan hasil pengolahan divalidasi dengan pengambilan 25 titik sampel acak berdasarkan survei lapangan dan interpretasi di Google Earth. Hasil uji signifikan dengan uji t sample berpasangan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil metode scoring dan pembobotan dengan nilai validasi lapangan dan hasil fuzzy logic. Presentase kesesuaian metode scoring dan pembobotan dengan hasil validasi lapangan sebesar 56% sedangkan fuzzy logic sebesar 64%.
PEMANFAATAN SIG UNTUK MENENTUKAN LOKASI POTENSIAL PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN (Studi Kasus Kabupaten Boyolali) Nugraha, Yoga Kencana; Nugraha, Arief Laila; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2725.654 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Boyolali yang berada pada jalur strategis Semarang - Surakarta menyebabkan terjadinya perkembangan kota yang dapat memicu konversi lahan non-mukim menjadi permukiman. Penggunaan lahan yang tidak terencana akan menimbulkan kerusakan lahan dan lingkungan. Dalam hal tersebut SIG (Sistem Informasi Geografis) mempunyai peran yang cukup strategis, karena SIG mampu menyajikan aspek spasial (keruangan). Dalam rangka perwujudan manfaat SIG tersebut, yang kemudian dapat digunakan untuk mengetahui tingkat potensi lahan di Kabupaten Boyolali untuk pengembangan kawasan perumahan dan permukiman. Penelitian ini mempertimbangkan tujuh parameter untuk menentukan lokasi potensial pengembangan perumahan dan permukiman, yaitu parameter kemiringan lereng, ketersedian air tanah dan pdam, kerawanan bencana, Aksesbilitas, jarak terhadap pusat perdagangan dan fasilitas pelayanan umum, kemampuan tanah dan perubahan lahan.Dari analaisis dengan metode metode AHP (Analytic Hierarchy Process) menujukan bobot pengaruh untuk masing masing parameter sebesar 27,5 % untuk kerawanan bencana; 19,4 % kemiringan lereng; 17,0 % Perubahan Lahan; 15,0 % Aksesbilitas; 7,2 % Ketersediaan Air; 7,0 % daya dukung tanah; 6,9 % jarak terhadap pusat perdagangan dan fasilitas pelayanan umum. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan dan analisis dengan skoring, tingkat potensi untuk perumahan dan permukiman di Kabupaten Boyolali dibagi menjadi 4 kelas, yaitu Kelas Sangat berpotensi dengan luas 1944,92 Ha, cukup berpotensi dengan luas 63127,89 Ha, kurang berpotensi dengan luas 21302,52 Ha dan tidak berpotensi dengan luas 5216,20 Ha.Untuk Kecamatan yang memiliki kawasan sangat berpotensi dan menjadi prioritas daerah pengembangan kawasan perumahan dan permukiman yang sesuai RTRW Kabupaten Boyolali tahun 2010-2030 paling luas berada di Kecamatan Andong dengan luas 1645,82 Ha, Kemudian Kecamatan Boyolali dengan luas 1259,23 Ha, dan Kecamatan Nogosari seluas 1578,40  Ha.Kata Kunci :Potensi LahanPerumahan, SIG, AHP ABSTRACTBoyolali district which is strategically located at Semarang - Surakarta intercity road led to the development of the city which can trigger the conversion of non-settlements area into settlements area. Unplanned land usage will cause damages to the land and environment. In this case, GIS (Geographic Information System) have a strategic role, because GIS is able to present the spatial aspect. In order to realize the benefits of GIS, which can then be used to determine the level of land potential in Boyolali for real estate and housing development. This study considers seven parameters to determine the potential sites for housing and settlement development, that are the slope parameter, groundwater and PDAM availability, disaster vulnerability, Accessibility, distance to the center of commerce and public service facilities, land capability and land transformations.From the analysis using AHP method (Analytic Hierarchy Process) addressed the weights influence for each parameter is 27.5% for disaster vulnerability; 19.4% for slope; 17.0% for  land transformation; 15.0% for accessibility; 7.2% for water availability; 7.0% for land capability; 6.9% for the distance to the center of commerce and public service facilities. While based on the calculation and analysis by scoring, the level of potential for housing and settlements in Boyolali divided into 4 classes: Highly potential class with an area of 1944.92 hectare, enough potential with an area of 63127.89 hectare, less potential with an area of 21302.52 hectare, and no potential with an area of 5216.20 hectare.For the Districts with highly potential area and become a priority area of real estate and settlement development that appropriate to Boyolali district RTRW years 2010-2030 were most widespreaded in the Andong sub-district with an area of 1645.82 hectare, then the Boyolali sub-district with an area of 1259.23 hectare, and the Nogosari sub-district with an area of 1578,40 hectare.Keywords : Land potential forReal estate, GIS, AHP
ANALISIS TINGKAT DAERAH RAWAN KRIMINALITAS MENGGUNAKAN METODE KERNEL DENSITY DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES KOTA SEMARANG Nanda, Chairunisa Afnidya; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.164 KB)

Abstract

ABSTRAK Tindak kriminalitas merupakan suatu permasalahan yang terjadi di setiap wilayah termasuk di Kota Semarang, namun di Polrestabes Kota Semarang belum dapat memvisualisasikan kejadian kriminalitas ke dalam bentuk peta sehingga diperlukan suatu metode untuk menganalisis dan menentukan daerah rawan kriminalitas. Pada penelitian ini, dilakukan pemetaan daerah rawan kriminalitas di Kota Semarang. Metode Clustering yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kernel Density. Metode Kernel Density adalah pengelompokan data berdasarkan kerapatan TKP dari tindak kejahatan berdasarkan radius tertentu. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 1965 kasus kriminalitas selama tahun 2016-2018. Daerah tingkat kerawanan untuk seluruh kasus dan setiap kasus di 16 Kecamatan Kota Semarang  terbagi menjadi 5 kelas, yaitu daerah rawan sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Berdasarkan hasil verifikasi menggunakan metode Kernel Density berdasarkan data kriminalitas tahun 2019, nilai rata-rata yang di peroleh sebesar 49,13%Kata Kunci : Kernel Density, Kriminalitas, Sistem Informasi Geografis.   ABSTRACT Crime is a problem that occurs in every region including in the city of Semarang, but in Polrestabes city of Semarang has not been able to visualize the incidence of crime into the form of map so it is needed a method to Analyzing and determining areas of crime prone. In this research, conducted mapping of crime prone areas criminality in Semarang. The Clustering method used in this study is Kernel Density. The Kernel Density method is a grouping of data based on crime SCENE density from a specific radius. The results of this study showed 1965 cases of criminality during the year 2016-2018. Areas of insecurity for all cases and each case in 16 districts of Semarang is divided into 5 classes, namely the area is very high, high, medium, low and very low. Based on the verification results using Kernel Density method based on the crime data of 2019, the average value gained by 49,13%Keywords : Criminality, Geographic Information Systems, Kernel Density.
STUDI PERUBAHAN NILAI TANAH DAN PENGGUNAAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN GENANGAN BANJIR ROB DI KECAMATAN SEMARANG UTARA Kurniawan, Fanni; Nugraha, Arief Laila; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.153 KB)

Abstract

North Semarang sub-district has a topography with a slope of 0-2%. The lower area of sea surface will be flooded if the sea surface keep increase with landsubsidence, and also caused by optimallyzation landuse around the coastal area.This research using some secondary data. From the process of merging spotheight with the landsubsidence value every year and then classified by the highest tides, the average of sea level and the lowest tides so obtained the form of tidal inudation area. The fix tidal inudation area model will be overlay with the map of landuse and the land value of North Semarang sub-district. The method used is analysis data based on Geographic Information System with seeing the real condition of the field.The research result shows that the safe area has decrease by 35,5 acres within a period of 7 years. It caused by land use changes such as increase of industry area by 45,3 acres within a period of 5 years. The selling price of land in subcript tidal inudation area such as Tanjung Mas village has increased by Rp. 28.000,00 with AD ground code within a period of 5 years whereas the safe area with AD ground code such as Plombokan village has increased by Rp. 559.000,00 within a period of 5 years.Keywords : tidal inundation, land value, Geographic Information System, landuse
KAJIAN SEBARAN DAN POTENSI MINIMARKET BERBASIS SIG ( Studi Kasus : Kota Semarang ) Putra, Febrian Pramana; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.961 KB)

Abstract

AbstrakPertumbuhan minimarket kini semakin tak terkendali, begitu banyak gerai toko minimarket baru yang dibuka pada tiap tahunnya. Banyak pemerintah kabupaten / kota cenderung mengobral ijin pendirian minimarket yang kini menjamur di pelosok desa. Walaupun Kota Semarang sudah memiliki peraturan daerah yang mengatur tentang pasar modern, namun pelaksanaannya masih membutuhkan pengawasan baik dari masyarakat sendiri. Pengawasan dilakukan untuk mendukung peraturan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Semarang.Pada penelitian ini memanfaatkan data koordinat yang didapat dari survey lapangan dengan menggunakan GPS handheld. Langkah selanjutnya adalah membuat peta persebaran minimarket dengan menggunakan software SIG. Sedangkan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah buffer dan clip.Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah peta persebaran minimarket yang mengacu pada peraturan pemerintah Kota Semarang, yang diharapkan dapat membantu pemerintah Kota Semarang dalam mengontrol pertumbuhan minimarket dan dapat menjadi pertimbangan pemerintah Kota Semarang dalam  memberikan ijin terhadap pembangunan minimarket baru.. Kata Kunci : Minimarket, Buffer, GPS, SIG AbstractNowadays, the growth of minimarket is going to uncontrolled. There are many new outlet stores build every year. Many regency governments tend to ease construction license which are at present scattered until rustic villages. Even though, Semarang city has owned local regulation that control about modern market, nevertheless, it still needs people’s good control for the implementation. The supervision is used to support the regulation that did by Semarang’s City Government.This research is use coordinate data that collected from field survey by using handheld GPS. Next step is draw minimarket spread map applied by GIS software. Whereas, the method that used in this research is buffer and clip.The Final research task’s result is a minimarket’s spread map that appropriate with local regulation of Semarang city, in which hopefully could accommodate Semarang’s government to control the growth of the minimarket. Moreover, it could be a consideration to Semarang’s government to provide the license for builds new minimarket. Key words : Minimarket, Buffer, GPS, SIG
ANALISIS ANCAMAN BENCANA EROSI PADA KAWASAN DAS BERINGIN KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Santoso, Avianta Anggoro; Nugraha, Arief Laila; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.245 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah Aliran Sungai Beringin merupakan salah satu daerah aliran sungai terbesar di Kota Semarang dengan curah hujan tertinggi. Wilayah hulu adalah daerah yang berfungsi sebagai daerah konservasi, tangkapan  hujan, dan pengelolaan  lingkungan DAS. Tujuan pengelolaan DAS antara lain mengendalikan dan mencegah erosi tanah, mengoptimalkan air tanah, dan menjaga lingkungan hidup. Faktanya lahan konservasi  pada wilayah hulu telah banyak yang beralih fungsi. Hal itu akan memicu kejadian bencana salah satunya disebut erosi.Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi pada wilayah DAS Beringin pada tahun 2013 dan mengkaji parameter yang mempengaruhi besarnya tingkat erosi. Perhitungan erosi menggunakan metode RUSLE (Revised Soil Lost Equation) dan indeks topografi dihasilkan dengan menghitung faktor kemiringan dan panjang lereng. Tutupan  lahan terbaru dihasilkan dari digitasi on screen citra google earth  tahun  perekaman 2012. Perhitungan erosi dan pengolahan parameter erosi dilakukan dengan teknologi Sistem Informasi Geografis.Hasil dari penelitian ini berupa peta tingkat bahaya erosi yang dibagi menjadi 5 kelas, yaitu : sangat ringan, ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Dari hasil perhitungan dihasilkan tingkat bahaya erosi dengan tingkat sangat ringan sebesar 20,39 km2 (68%), ringan sebesar 3,83 km2 (13%), sedang sebesar 3,77 km2 (12%), berat sebesar 1,68 km2 (6%), sangat berat sebesar 0.19 km2 (0,6%).Kata kunci : Erosi, RUSLE, DAS Beringin, SIG ABSTRACTBeringin watershed is one of the largest watersheds in the Semarang City with the highest rainfall in Semarang City. The upstream area is an area that served as conservation area, rain catchment, and watershed environmental management. The purposes of watershed management is controling and preventing soil erosion, optimizing groundwater, and  protecting  the environment. The fact is land conservation in the upstream area has switched into others function. It will trigger one of catastrophic incident which is called erosion.The purpose of this study is  to determine the danger level of erosion in Beringin watershed area in 2013 and to  review the parameters that affect the level of erosion. Erosion calculation is using RUSLE (Revised Soil Lost Equation) method and  the topography index was  generated from  the slope value and slope length factors. Latest land  cover was generated from  on-screen digitized image from 2012 google earth image. The erosion level calculation and  the erosion parameter  are using  Geographic Information System technology.The results of this study is erosion potential maps that  is divided into five classes, namely: very mild, mild, moderate, severe, and highly severe. From the calculation result of erosion hazard  potential, as a very mild level at 20,39 km2 (68%), mild at 3,83 km2 (13%), moderate at 3,77 km2 (12%), severe at 1,68 km2 (6%), very severe at 1,9 km2 (0,6%).Keywords : Erosion , RUSLE, Beringin Watershed, GIS
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi ABDILLAH, LUKMAN MAULANA Adhelina Rinta Iswari, Adhelina Rinta Adi Nur Ikhsan, Adi Nur Aditya Dharmawan, Aditya Afriyanto Afriyanto agung setiawan Alfien Rahmenda, Alfien Amalia Permata Dewi, Amalia Permata Andri Suprayogi Anggoro, Irfan Tri Anggoro, Johan Wisma Anisa Rachmawati, Anisa Annisaa Cahyaningsih Arga Fondra Oksaping Arliandy Pratama Arofah, Tiara Toyyibatul Arwan Putra Wijaya ASTIANINGRUM, HARDIAN Avianta Anggoro Santoso Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi BASYIROH, NOVAYA NURUL Bondan Arum Kusumahati Brammadi, Sendy Briandana Januar Aji Gunadi, Briandana Januar Aji Daniyal, Ahmad Denafiar, Fadhilla Shara Dhuha Ginanjar Bayuaji, Dhuha Ginanjar Dian Triandini Nurcahyo, Dian Triandini Dyah Widyaningrum, Dyah Elceria Susanti Exactanaya, Tri Afiebbawa Fanni Kurniawan Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrian Pramana Putra Fina Faizana Habib Azka Ramadhani, Habib Azka Hadi Winoto Haeriah, Siti Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handoko Dwi Julian Handoko, Dede Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hartomo Haryo Kuncoro, Hartomo Haryo Hartri, Nastiti Asrining Huda, Ahmad Shofiyul Hukama, Cahya Wisuda Ika Rahayu Wulansari, Ika Rahayu Ikhwandito, Anang Ilhami, Mohammad Faiz Imam Mudita, Imam Inessia Umi Putri Irawan, Rintyas Chandra Irfana, Wildan Ryan Isdiantoro, Yovi Adyuta Istiaji, Fida Wulan Kemas Abdul Fatah, Kemas Abdul Kindy Ibrahim Hari, Kindy Ibrahim Latifah Rahmadany Lazuardi, Muhammad Sandhi Lestari, Sabda Levitasari, Wiwik Lingga Hascarya Prabandaru, Lingga Hascarya Maldini, Kevin Dio Manshur, Naufal Humam Meiska Firstiara Maudi Mia Anggorowati Karomah Moehammad Awaluddin Nanda Dewi Arumsari, Nanda Dewi Nanda, Chairunisa Afnidya Naryoko, Naryoko Nisa, Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisrina Niwar Hisanah, Nisrina Niwar Nugroho, Diqja Yudho Nur Fajar Nafiah, Nur Fajar Nurrahmawati Nurrahmawati Nyoman Winda Novitasari, Nyoman Winda Oktaviani, Andini Riski PITALOKA, INNEKE ASTRID PRADIPTA, ARGNES DIONANDA RESZA Pradipta, Carlo Purnomo, Stella Putri Auliya, Putri Qomaruddin Qomaruddin, Qomaruddin Qossam, Izzudin Al Raditya Wahyu Utomo, Raditya Wahyu RAHMANDHANI, LUTHFI Rahmawati, Rizqi Umi Ramadhan, Fajri Resti Winda Ratriana Ridwan Ageng Ashari Rifqi Najib Muzaka Rizqie Anarullah, Rizqie Rosika Dyah Pratiwi, Rosika Dyah Rr. Yossia Herlin A. Sabri, LM Salim, Muhammad Bagus Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira Sauda, Rida Hilyati Sawitri Subiyanto Septifany, Dewi Shinta Setiaji, Krisna SETYAWAN, DEDI Shiddiq, Ibrohim Shindy Mariska Zulkarnain, Shindy Mariska Sinaga, Olivia Sitorus, Brinton Patuan Sutomo Kahar Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka Tri Adi Hermawan Ujung, Arco Triady Ulya Novita Sari Uman Kertanegara Utomo, Ramadhan Susilo Valdika, Rahmat Randy Vinsensia Hutagaol Viradhea Gita R. L. Wahyu Adi Yuliyanto, Wahyu Adi Wisnu Wahyu Wijonarko, Wisnu Wahyu Yanies Meiyanti Yashinta, Viona Yesi Monika Manik Yoga Kencana Nugraha Yose Rinaldy N Yudo Prasetyo Yuliansyah Rachman Nur Rizky Zuraidha, Riza Nur