Articles

Found 36 Documents
Search

RASIO DAN KEJENUHAN HARA K, CA, MG DI DALAM TANAH UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) Ginting, Eko Noviandi; Sutandi, Atang; Nugroho, Budi; Indriyati, Lilik Tri
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.561 KB) | DOI: 10.29244/jitl.15.2.60-65

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu komponen kegiatan pemeliharaan yang menghabiskan biaya yang cukup tinggi sekaligus memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pencapaian produksi tanaman kelapa sawit. Penambahan salah satu unsur hara melalui pemupukan akan menyebabkan terjadinya pergeseran keseimbangan hara di dalam tanah, oleh sebab itu kegiatan pemupukan perlu memperhatikan keseimbangan hara agar pemupukan yang dilakukan dapat lebih efisien dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari nilai kisaran keseimbangan K, Ca, Mg di dalam tanah untuk tanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan dengan metode survei lapangan dengan menggunakan data hasil analisis tanah dan data produksi yang dikumpulkan dari perkebunan kelapa sawit yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan asumsi nilai sekat produktivitas 25.96 ton TBS ha-1tahun-1 kisaran nilai rasio hara yang seimbang untuk tanaman kelapa sawit masing-masing 5.6 ? 10.1 untuk rasio Ca/K, 2.1 ? 2.5 untuk rasio Ca/Mg dan 2.1 ? 4.5 untuk rasio Mg/K. Sementara nilai kecukupan kejenuhan K, Ca, Mg masing-masing sebesar 2.5%; 11.8% dan 3.7%.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH BLOTONG UNTUK PENINGKATAN SERAPAN HARA TANAMAN PADA FORMULASI PRODUKSI PUPUK MAJEMUK GRANUL Kasmadi, Kasmadi; Nugroho, Budi; Sutandi, Atang; Anwar, Syaiful
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.1.1-7

Abstract

Blotong merupakan limbah yang paling dianggap mencemari lingkungan dan menjadi masalah bagi pabrik gula dan masyarakat. Terdapat pula anggapan blotong merupakan limbah yang tidak bernilai bahkan dianggap sebagai limbah B3. Blotong salah satu bahan organik yang ketersediannya melimpah dan belum dimanfaatkan dengan optimal. Blotong mangandung hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, sehingga sangat bagus untuk meningkatkan komposisi kandungan hara pada pupuk majemuk granul. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini yaitu: mengkaji pengaruh penambahan blotong pada proses produksi pupuk majemuk granul terhadap serapan hara tanaman. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu granulasi pembuatan pupuk dan pengujian serapan hara tanaman. Tahap granulasi dilakukan menggunakan metode granulasi basah pada formula pupuk majemuk 15-15-15+5S dengan variasi filler blotong (0%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%) dan sumber K (KCl dan SOP). Sedangkan uji serapan hara dilakukan untuk mengetahui efektifitas pupuk dengan menggunakan tanaman uji jagung manis. Uji tahap kedua dilakukan dengan melakukan pengukuran tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang pada 2MST sampai 8 MST serta pengukuran hasil produksi dan serapan hara N, P, K tanaman. Hasil penelitian diperoleh, penambahan filler blotong 60%-90% pada perlakuan menggunakan SOP dapat meningkatkan serapan N sebesar 84,93-384,18 mg, serapan P sebesar 2,65-11,62 mg, dan serapan K sebesar 25,04-82,38 mg. Sedangkan perlakuan menggunaan KCl memberikan pengaruh positif pada penambahan filler blotong 70%, dengan peningkatan serapan hara N, P dan K berturut-turut 45,62 mg, 3,87 mg dan 4,89 mg. Hasil produksi tongkol berkelobot tertinggi diperoleh pada perlakuan K2B1 sebesar 1,23 kg sedangkan analisa serapan hara tanaman N dan P tertinggi dihasilkan pada perlakuan K2B4 sekaligus menghasilkan peningkatan hasil tanaman 4,7% dibanding pupuk standar.
TATALAKSANA PERIOPERATIF VENTILASI MEKANIK PADA PASIEN DENGAN GAGAL JANTUNG KIRI Nugroho, Budi; hadinata, yudi
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.093 KB) | DOI: 10.14710/jai.v11i2.24450

Abstract

Penyakit gagal jantung merupakan suatu kondisi kelainan pada pasien dimana kemampuan pengisian dan fungsi pompa jantung mengalami gangguan.  Gagal jantung sendiri dapat terjadi secara akut atau kronis serta berpotensi mengancam jiwa.  Ketika kondisi tersebut memburuk maka dapat menyebabkan gangguan fungsi pernapasan dan perburukan kondisi hingga berakibat kematian.  Kondisi gagal jantung dapat terjadi selama tindakan perawatan perioperatif pembedahan yang membutuhkan terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Salah satu modalitas terapi non farmakologi yang dapat membantu fungsi pompa jantung dalam kondisi gagal jantung adalah ventilasi mekanik. Tinjauan pustaka ini akan mengulas tentang terapi perioperatif ventilasi mekanik pada pasien dengan gagal jantung.
PEMBUATAN SOFTWARE SISTEM PEMBELAJARAN MATA KULIAH PRAKTEK PAKET PROGRAM TERAPAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 Setyo, Oki Dwi Endras; Rahayu, Cicilia Puji; Nugroho, Budi
Siscode Vol 1, No 1 (2012): Siscode 2012
Publisher : Siscode

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSIKomputer bisa  menjadi  media pembelajaran  yang efektif  dan paling dipergunakan secara luas.  Khusus  untuk  pembelajaran  pengenalan  komputer  berbasis  multimedia  akan  sangat membantu.  Untuk  membuat  software  sistem  pembelajaran  praktek  paket  program  terapan menggunakan visual basic 6.0, serta memberikan suatu alternatif sistem pembelajaran yang  lebih efektif dan efisien. Software  sistem  pembelajaran  praktek  paket  program  terapan  ini  terdapat  3  menu  yang terdiri dari pengenalan komputer, pengenalan perangkat keras, pengenalan perangkat lunak. Pada perangkat  keras  terdapat  10  pilihan  yaitu  cassing,  RAM  atau  memori,  motherboard,  mouse, keyboard, power supply, processor, monitor, video card, CD RW. Pada perangkat lunak terdapat video tutorial pengenalan Microsoft Word 2007, pengenalan Microsoft Excel 2007, dan pengenalan Microsoft Power Point 2007.ABSTRACTComputer  is  an  effective  media  learning,  and  has  been  widely  used.  Computer  is  very helpful  for  the introduction to  computer multimedia  based  learning.  To  create a  learning  system software  using  visual basic 6.0 for practical applied  program  course  and  provides an alternativeway to more effective and efficient learning.This learning system software of practical applied  program  course consisted of computer, hardware and software introductions. Regarding the hardware there were 10 options : cassing, RAM or memory, motherboard, mouse, keyboard, power supply, processor, monitor, video card, CD RW.Regarding  the  software,  there  was  tutorial  video  of  Microsoft  Word  2007  introduction, Microsoft Excel 2007 introduction, and Microsoft Power Point 2007 introduction.
KUNCI ELEKTRONIK BERBASIS AT89S51 ., Sugimin; Rahayu, Cicilia Puji; Nugroho, Budi
Siscode Vol 1, No 1 (2012): Siscode 2012
Publisher : Siscode

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSIPada  saat  sekarang  ini  mikrokontroler  telah  banyak  digunakan  di  berbagai  peralatan elektronik, mulai dari berbagai peralatan rumah tangga, peralatan  audio atau video dan pengendali mesin-mesin industri.Naskah  publikasi  ini  membahas  perancangan  dan  pembuatan  kunci  elektronik  berbasis AT89S51  yang  dapat  digunakan  sebagai  alat  untuk  mempermudah  pengguna  dalam  mengunci secara  elektronik  dan  meningkatkan  keamanan  pintu  dengan  menggunakan  metode  kode  yang berupa enam digit angka.Sistem dari kunci elektronik ini menggunakan motor DC sebagai pemutar kunci pintu yang dikendalikan oleh mikrokontroler jenis AT89S51.Kata Kunci : AT89S51, Elektronik, Kunci, Kode, Motor DC, Pintu.ABSTRACTAt this present time the  microcontroller has been widely used in many electronic devices, from a variety of household appliances, audio video and control of industrial machines.This  text  publication  discusses  the  design  and  manufacture  of  AT89S51  based  electronic key that can be  used as a tool to facilitate the user in an electronic lock and increase security by using a code in the form of a six digit number.The electronic lock system uses a DC motor to rotate door locks controlled by AT89S51 microcontroller.Keyword : AT89S51, Electronic, Key, Code, DC Motor, Door.
OTOMATISASI TIRAI KAMAR BERBASIS AT89S51 Yulianto, Arif Agus; Rahayu, Cicilia Puji; Nugroho, Budi
Siscode Vol 1, No 2 (2013): SISCODE
Publisher : Siscode

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Design of curtain control system using AT89S51 microcontroller based light sensor is an idea that arises to meet the needs of the home automation system using the sensor as decision makers in the system. The problem is a system need something that can assist humans in performing activities for can be more efficient. To solve the above problems needed designed of a system that can be run automatically, in this case the system design based on microcontroller AT89S51 curtain with the help of light as a source of information. Design of curtain design automation tools using IC AT89S51 as the main controller, DC motor as curtain and assembly language as a programming language that has been loaded on the IC AT89S51. The workings of this tool design starts from the microcontroller to obtain information from the incoming light and the light received by the sensor to interrupt the action. In no light conditions, the sensor will work automatically closed curtain, and vice versa if the incoming light curtain will open automatically. Manufacturing automation tool based AT89S51 curtain can be run automatically with interrupts received by the microcontroller to open and close the curtains. However, using of a DC motor to drive rotation curtain less stable, for it is advisable for readers who want to develop this tool can use reducers to obtain a more stable rotation Keywords:  AT89S51 Microcontroller, Assembly Language, Light Sensor, Curtain Room.
HUBUNGAN KEDALAMAN PIRIT DENGAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT (ELAIS GUINEENSIS) Sutandi, Atang; Nugroho, Budi; Sejati, Bayu
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.723 KB) | DOI: 10.29244/jitl.13.1.21-24

Abstract

Pekebunan kelapa sawit di Indonesia telah berkembang secara signifikan dalam 20 tahun terakhir. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit telah mengarah ke lahan-lahan marjinal seperti lahan sulfat masam dan gambut. Lahan marjinal untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit bukanlah suatu pilihan, tetapi karena keterbatasan lahan semata. Reklamasi lahan sulfat masam dengan mendrain lahan rawa akan membuat kemasaman tanah meningkat drastis dan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Selain itu drainase juga dapat membuat sejumlah besar hara ikut tercuci. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman pirit terhadap beberapa sifat kimia tanah serta produksi kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan melalui survei lapangan di perkebunan kelapa sawit PTPN VII, unit usaha Bentayan, Sumatera Selatan. Analisis contoh tanah dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB. Pengamatan dilakukan pada blok-blok dengan kedalaman pirit < 30 cm, 30-60 cm, dan > 60 cm, produksi dikumpulkan pada blok-blok tersebut dan diambil contoh tanahnya. Selain itu juga diambil contoh tanah berpirit yang belum dan telah mengalami drainase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman pirit < 30 cm memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap meningkatnya kemasaman tanah, Al yang dapat dipertukarkan, berkurangnya N-total, K dan Zn serta penurunan produksi tanaman kelapa sawit. Drainase menyebabkan kecenderungan terjadinya penurunan kadar P, Ca, Mg, dan Cu, serta kejenuhan basa.
APLIKASI MONITORING BERAT MASSA KIMIA BERBASIS ARDUINO MENGGUNAKAN MODEL EXTREME PROGRAMMING Sugiarto, Sugiarto; Nugroho, Budi; Nassrullah, Ahmad Adi
Jurnal Sistem Informasi dan Bisnis Cerdas Vol 12, No 1 (2019): Sistem Informasi dan Bisnis Cerdas
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah Perusahan XYZ sebagai salah satu perusahaan agribisnis sebagai produsen pakan ternak di Indonesia. Untuk menunjang produksi tersebut divisi atau bagian departemen regional laboratory akan melakukan proses produksi dan quality control, diaman tugasnya untuk melakukan percobaan berat pada suatu sample bahan kimia, yang nantinya bahan tersebut akan dibagi menjadi 2 (dua) yaitu barang jadi dan bahan baku. Kondisi saat ini sering melakukan kesalahan dalam mencatat hasil timbangan diantara bahan tersebut, sehingga harus melakukan proses pengulangan pekerjaan kembali, pada penelitian ini dilakukan pembuatan aplikasi monitoring untuk mencatat berat massa dari bahan-bahan kimia yang akan diproduksi untuk proses bahan jadi. Mikrokontroller Arduino ini akan dilakukan koneksi ke mesin penimbang dengan kabel RS32, sehingga penyajian dan hasil laporan dari semua kegiatan penimbangan itu akan tepat dan tercatat untuk jangka yang panjang.
MANAJEMEN ANESTESI PROSEDUR FONTAN Ridconi, Akhmad; Nugroho, Budi
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 9, No 3 (2017): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.687 KB) | DOI: 10.14710/jai.v9i3.19841

Abstract

PendahuluanSingle ventricle merupakan kelainan jantung kongenital kompleks, dan seseorang yang hidup dengan kelainan ini akan disertai dengan sejumlah keterbatasan. Tanpa terapi bedah, univentrikel akan menjadi malapetaka. Prosedur Fontan merupakan teknik pembedahan terpilih yang dapat diterapkan pada pasien dengan single ventricle. Hasil prosedur Fontan dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk faktor, prosedur, pengelolaan, dan tekanan vena sisi kanan berangsur-angsur akan meningkat. Seiring dengan berjalannya waktu gagal jantung kanan akan mengalami penurunan fungsi sistem, meliputi peningkatan resistensi pembuluh darah pulmoner (PVR), peningkatan tekanan vena sistemik (SVR), low-cardiac output kronis, disfungsi ventrikel kanan, dan kegagalan prosedur perbaikan single ventricle. Presentasi KasusWanita 19 tahun dengan Double Outlet Right Ventricle, Ventricular Septal Defect, Pulmonal Stenosis, Patent Ductus Arteriosus, Bilateral Superior Vena Cava yang akan menjalani prosedur Fontan. KesimpulanProsedur Fontan akan meningkatkan usia harapan hidup pasien. Keberhasilan jangka panjang ditentukan oleh banyaknya komplikasi. Dalam kondisi tidak adanya ketaatan.
PEGEMBANGAN HOME AUTOMATION BERBASIS JARINGAN SENSOR NIRKABEL IQRF TR-52B UNTUK LAMPU PENERANGAN Nugroho, Budi; Widyawan, Widyawan; Firmansyah, Eka
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan Sensor Nirkabel (JSN) dapat menerima informasi untuk mengatur kerja aktuator, juga dapat mengirimkan informasi yang dihasilkan oleh sensornya. JSN melakukan komunikasi menggunakan jaringan nirkabel dengan jangkaun terbatas. Untuk meningkatkan jangkauannya, komunikasi dilakukan secara multi hop. Penelitian ini mengembangkan sebuah coordinator dengan 9 node untuk membangun home automation yang digunakan untuk menyalakan atau mematikan lampu penerangan. Node dan coordinator dibangun menggunakan JSN IQRF TR-52B dengan metode komunikasi Discovery Optimized Mesh. Setiap node harus didaftar (bonding) oleh coordinator. Coordinator juga harus membangun Virtual Routing Structure dengan cara memberikan Virtual Routing Number pada setiap node. Mekanisme tersebut dilakukan dengan fungsi  bonding dan discovery yang telah disediakan oleh sistem operasi IQRF disamping fungsi-fungsi lainya. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem telah berjalan sesuai rancangan dengan tingkat keberhasilan sebesar 87% untuk On/Off manual menggunakan saklar dan 100% untuk On/Off terjadwal. Dari pengukuran delay dapat disimpulkan bahwa waktu tunda berbanding lurus dengan jarak antara node dengan coordinator. Kata Kunci— Home automation, JSN, multi hop.