Fajar Ari Nugroho
Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran,Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang 65145

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

ASUPAN PROTEIN NABATI DAN KEJADIAN ANEMIA WANITA USIA SUBUR VEGAN Nugroho, Fajar Ari; Handayani, Dian; Apriani, Yosi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.89 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.3.%p

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determined the role of vegetable protein intake and anaemia incidence among vegan reproductive aged women. This study was observational research with cross-sectional study design. Sixty-five subjects were selected by simple random sampling method. Data collection for intake was done by 24-hours recall technique, and haemoglobin levels was measured by cyanmethemogloblin method. The results showed that 26.1% from 31-anaemia vegan subjects classified as less vegetable protein intake individuals, and 43% from 34-non anaemia vegan subjects known as enough vegetable protein intake individuals. Chi-square test authenticate that there was a significant relationship between the vegetable protein intakes with anaemia incidence among vegan reproductive aged women (p=0.002). The conclusion showed that vegetable protein intake has a role to the risk of anaemia incidence among vegan reproductive aged women.Keywords: anaemia, reproductive aged women, vegan, vegetable proteinABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui peran asupan protein nabati terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS) vegan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 65 subjek WUS dipilih menggunakan metode simple random sampling. Pengambilan data asupan dilakukan menggunakan metode 24-hours recall, sedangkan kadar hemoglobin dianalisis menggunakan metode cyanmethemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan 31 WUS vegan yang anemia sebesar 26,1% diantaranya menunjukkan memiliki asupan protein kurang, sedangkan 34 WUS vegan yang tidak anemia (43%), memiliki asupan protein nabati cukup. Analisis chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein nabati dengan kejadian anemia (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini adalah asupan protein nabati berperan terhadap risiko anemia pada WUS vegan.Kata kunci: anemia, protein nabati, vegan, WUS
Non-pharmacological Randomised Control Trial: Green Coconut (Cocos nucifera L.) Water to Reduce Dysmenorrhea Pain Nugroho, Fajar Ari; Putri, Oktaviana Manda; Sariati, Yuseva
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 31, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2020.031.01.11

Abstract

Dysmenorrhea is a common cause of pain in young women. The discomfort of dysmenorrhea causes unstable emotions, sleep disturbances, diet changes, and increased stress and depression that can degrade women quality of life. This non-pharmacological Randomized Controlled Trial aimed to obtain the optimal dose of green coconut water as a magnesium source for reducing dysmenorrhea pain. Twenty-one participants divided into three groups. Treatment group 1 obtained 330 ml of green coconut water, treated group 2 obtained 165 ml of green coconut water, and the control group obtained 330 ml of mineral water where each dose repeated three times every 4 hours. VAS questionnaire used to measure the value of pain intensity before and after administration. The 330 ml green coconut water dose is the effective dose compared to control (VAS=4.14, p=0.000), while another dose has a weak effect (VAS=1.86, p=0.124). This finding proves that green coconut water can be a non-pharmacological alternative in handling dysmenorrhea pain.
EFEK PEMBERIAN SUSU SAPI BUBUK TERHADAP KADAR SERUM HDL (HIGH DENSITY LIPOPROTEIN) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2 Umami, Zakia; Nurdiana, Nurdiana; Nugroho, Fajar Ari
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.01 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the cow’s milk powder to increased serum levels of High Density Lipoprotein (HDL) of white male rat model with diabetes mellitus type 2. The design of this study was a post-test control group study conducted in 30 male rats which randomly divided into five groups. Negative control group was the group of rats which fed normally, the positive control group was induced by streptozotocin (STZ) without given cow’s milk, group P1, P2, P3 were given a normal diet and cow’s milk 0.9; 1.8, and 2.7 g orally every day. The results of this study were the levels of HDL in K(-)=44.22 mg/dl, K(+)=47.45 mg/dl, P1=56.56 mg/dl, P2=51.82 mg/dl, and P3=59.45 mg/dl. The conclusion was the milk powder was not significantly increase levels of HDL (p>0.05). More longer intervention was suggested for further research to get more significant of HDL level on type 2 diabetes mellitus.Keywords: HDL serum level, high fat diet, milk powder, streptozotocinABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian susu sapi bubuk terhadap peningkatan kadar serum High Density Lipoprotein (HDL) tikus putih (Rattus norvegicus) berjenis kelamin jantan model diabetes melitus (DM) tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian post test control group dengan 30 ekor tikus dibagi secara acak menjadi lima kelompok. Kelompok K(-) adalah tikus yang diberi pakan normal, kelompok K(+) diinduksi dengan streptozotocin (STZ) tanpa diberi susu, kelompok P1 sampai P3 diberi diet normal dan susu 0,9; 1,8, dan 2,7 g secara oral setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan kadar HDL pada K(-)=44,22 mg/dl, K(+)=47,45 mg/dl, P1=56,56 mg/dl, P2=51,82 mg/dl, dan P3=59,45 mg/dl. Susu sapi bubuk mampu meningkatkan kadar HDL tikus model DM tipe 2 akan tetapi tidak signifikan (p>0,05). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan waktu lama penelitian yang berbeda sehingga bisa berdampak yang lebih signifikan untuk kadar HDL pada DM tipe 2.Kata kunci: diet tinggi lemak, kadar HDL serum, streptozotocin, susu sapi bubuk
KONSUMSI JUNK FOOD DAN SERAT PADA REMAJA PUTRI OVERWEIGHT DAN OBESITAS YANG INDEKOS Septiana, Pipit; Nugroho, Fajar Ari; Wilujeng, Catur Saptaning
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.11

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman angka kejadian overweight dan obesitas remaja semakin meningkat. Remaja dengan obesitas memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi kalori dan rendah serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsumsi junk food dan serat pada remaja putri dengan overweight dan obesitas yang indekos. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di wilayah Sumber Sari dan Kerto, Malang. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling yang terdiri dari 9 orang informan kunci dan 14 orang teman informan kunci sebagai triangulasi untuk menjamin validitas data. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dan observasi dibantu dengan catatan, tape recorder, dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi junk food pada informan tergolong tinggi dengan jenis junk food yang sering dikonsumsi fried chicken. Alasan tingginya konsumsi junk food paling utama adalah alasan rasa. Frekuensi konsumsi serat informan juga masih rendah dengan jenis serat yang sering dikonsumsi adalah lalapan. Alasan utama rendahnya konsumsi serat karena keterbatasan ketersediaan makanan sumber serat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi junk food pada remaja putri indekos dengan overweight dan obesitas masih tinggi dan konsumsi serat informan masih begitu rendah. 
Kadar NF- Kβ Pankreas Tikus Model Type 2 Diabetes Mellitus dengan Pemberian Tepung Susu Sapi Nugroho, Fajar Ari; Ginting, Rizka Mayang Saputri; Diana, Nur
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.489 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2015.002.02.4

Abstract

AbstrakType 2 Diabetes Mellitus dihubungkan dengan kerusakan sel pankreas yang mempengaruhi jumlah dan fungsi insulin penderitanya. NF-Kb merupakan golongan protein dalam faktor transkripsi yang diduga memiliki peran penting dalam pro-apoptosis sel pankreas. NF-Kb merupakan pemicu pro- dan anti-apotosis sel beta pankreas dengan kecenderungan pro-apoptosis lebih besar dibandingkan peran anti-apoptosisnya. Vitamin D dari susu sapi bubuk adalah vitamin dengan kemampuan menghambat aktifitas NF-Kβ, melalui proses perbaikan sensitivitas dan produksi insulin, serta peningkatan pertahanan sel pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kekuatan efek pemberian susu sapi bubuk terhadap penurunan NF-Kb pankreas tikus model type 2 diabetes. Selama 90 hari penelitian, tikus dibagi menjadi 5 kelompok, terdiri dari 2 kelompok kontrol (negative = non-diabetic rat dan positive = diabetic rat) dan 3 kelompok perlakuan (P1, P2 dan P3) dengan dosis pemberian tepung susu sapi adalah 0,9 g/hr, 1,8 g/hr dan 2,7 g/hr. Pada akhir penelitian kadar NF-Kb pankreas tikus diukur menggunakan metode Elisa. Hasil uji Mann Whitney U terhadap kadar NF-Kb kelompok perlakuan dibandingkan kontrol positif  menunjukkan tidak ditemukan perbedaan (p value = 1,000; 0,086; 0,248). Efek penurunan kadar NF-Kb yang diharapkan dari pemberian susu sapi bubuk pada keadaan diabetes tidak terbukti. Sehingga disimpulkan pemberian susu sapi bubuk tidak dapat digunakan untuk mencegah kerusakan sel pankreas melalui mekanisme penurunan NF-Kb.Kata Kunci: Type 2 Diabetes Mellitus, NF-Kβ, vitamin D, susu sapi bubuk AbstractType 2 Diabetes mellitus starts with the damage of pancreas cells and the loss of insulin sensitivity. Furthermore, it will lead to continuously progressive damage of pancreatic cells and worsening loss of insulin sensitivity. NF-Kb is discovered as protein transcription marker that is assumed to have a vital role in pancreatic cell apoptosis. NF-Kb has two different functions in apoptosis process. However, despite its anti-apoptosis function that it could protect the pancreas damage, NF-Kb tends to lead pancreas’s cells death. On the other hand, vitamin D from cow’s milk powder is known as a substance that can inhibit NF-Kb activity by improving insulin sensitivity, and it can rise the protection of pancreatic cells from death. This research aims to know the effect of cow’s milk powder vitamin D to NF-Kb rate on type 2 diabetes rat models. For 90 days, the rats were divided into 5 groups of experiment, two groups of control, (negative = non diabetic non treatment rats and positive = diabetic non treatment rats) and three groups of treatment that they were administrated cow’s milk powder with different doses (0,9 g/day, 1,8 g/day and 2,7 g/day). At the end, all groups were measured to know the rate of NF-Kb by Elisa method. The final result showed that there was no difference of NF-Kb rates between positive control and treatment groups (p value = 1,000; 0,086; 0,248). The reduction NF-Kb effect expected from cow’s milk powder administration was not proven. The conclusion was that cow’s milk powder could not be used to protect pancreatic damage by the mechanism of lowering NF-Kb rates.Keywords: type 2 diabetes mellitus, NF-Kβ, vitamin D, cow’s milk powder
Asupan Sayur dan Buah dengan Variasi Warnanya pada Siswa SD Insan Permata Malang Rizkyana, Okky; Nugroho, Fajar Ari; Anggraeny, Olivia
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.42 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2017.004.01.2

Abstract

AbstrakCapaian konsumsi sayur dan buah masih menjadi masalah yang disoroti di Indonesia. Penyajian variasi warna sayur dan buah di sekolah yang memiliki fasilitas penyediaan makan pada anak merupakan salah satu cara untuk meningkatkan asupan sayur dan buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan asupan sayur dan buah berdasarkan variasi warnanya pada siswa SD Insan Permata Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain pra experimental dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel 45 orang yang dibagi dalam 3 kelompok, masing–masing berjumlah 15 orang, setiap kelompok mendapatkan sayur dan buah satu warna, dua variasi warna, dan tiga variasi warna yang berbeda pada 6 hari yang tidak berurutan. Hasil berdasarkan uji statistik yang dilakukan pada setiap kelompok menunjukkan bahwa terdapat perbedaan asupan sayur pada penyajian satu warna (kembang kol) dan tiga variasi warna (wortel, brokoli, kembang kol) (p=0,036). Hasil berbeda ditemukan apabila dilakukan uji pada setiap perlakuan, tidak terdapat perbedaan asupan sayur (p=0,622) dan asupan buah (p=0,368) antar perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan asupan sayur dan buah pada penyajian satu warna, dua variasi warna, dan tiga variasi warna.Kata kunci: Asupan, Anak, Buah, Sayur, Warna AbstractVegetable and fruit consumption remains a highlighted issue in Indonesia. Presenting variations of vegetable and fruit colors in schools that have meal provision facilities is one way to increase vegetable and fruit intake. The purpose of this research is to know the difference of vegetable and fruit intake based on color variation on the students of Insan Permata Elementary School Malang. This research used pre experimental design with purposive sampling method. A sample size of 45 students was divided into 3 groups, each of which amounted to 15 students. Each group received one color of vegetable and fruit, two color variations, and three different color variations on 6 non-consecutive days. The statistical test results conducted on each group showed vegetable intake differences in one color presentation (cauliflower) and three color variations (carrot, broccoli, cauliflower) (p = 0.036). Different results were found when tests were conducted on each treatment, but there was no difference of vegetable intake (p=0.622) and fruit intake (p=0.368) between treatments. This research concludes that there is no difference of vegetable and fruit intake on one color presentation, two color variations, and three color variations.Keywords: intake, children, fruit, vegetables, color
Pengaruh Pemberian Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas Lam) terhadap Kadar TNF-Α, Il-6 dan Nf-Κb pada Tikus yang Dipapar Asap Rokok Kusumastuty, Inggita; Adi, Prasetyo; Harti, Leny Budhi; Nugroho, Fajar Ari
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.12

Abstract

Peningkatan stres oksidatif dapat memicu inflamasi yang berperan dalam perkembangan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Daun ubijalarungu/Purple Sweet Potato Leaves (PSPL) memiliki kandungan polifenol yang tinggi yaitu sebesar 1805mg GEA (gallic acid eguivalent) dalam 100 gram tepung PSPL. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh pemberian daun ketela ungu terhadap perbaikan marker inflamasi yaitu TNF-α, IL-6, dan NF-κB pada tikus yang dipapar asap rokok. Hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu tidak dipapar asap rokok, dipapar asap rokok, dan dipapar asap rokok dengan penambahan PSPL sebesar 0,07g, 0,14g, dan 0,28g selama 30 hari dalam bentuk tepung. Pengukuran TNF-α, IL-6, dan NF-κB dilakukan dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus yang dipapar asap rokok dan ditambahkan tepung PSPL sebesar 0,14 g memiliki kadar TNF-α, IL-6, dan NF-κB paling rendah jika dibandingkan dengan kelompok yang terpapar asap rokok dengan dua dosis PSPL lainnya.Kata Kunci: Daun ubi jalar ungu, IL-6, NF-κB, paparan asap rokok, TNF-α
Gambaran Masalah Gizi pada 1000 HPK di Kota dan Kabupaten Malang (Illustration of Nutritional Problem in the First 1000 Days of Life in Both City and District of Malang, Indonesia) Rahmawati, Widya; Wirawan, Nia Novita; Wilujeng, Catur Saptaning; Fadhilah, Eriza; Nugroho, Fajar Ari; Habibie, Intan Yusuf; Fahmi, Ilmia; Ventyaningsih, Agustiana Dwi Indiah
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 3, No 1 (2016): Suplemen "Malang Current Issues On Nutrition (MCION)"
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.412 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2016.003.Suplemen.3

Abstract

AbstrakMasa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan masa terpenting dalam daur kehidupan manusia.  Status gizi pada 1000 HPK akan mempengaruhi terhadap  kualitas kesehatan, intelektual dan produktivitas pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran status gizi pada 1000 HPK di wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Penelitian ini menganalisis database dan laporan kegiatan survey gizi (Pre Dietetics Internship, Program Studi Ilmu Gizi-Universitas Brawijaya) di wilayah Kota dan Kabupaten Malang dalam kurun waktu Februari 2012-Februari 2016 dengan sasaran ibu hamil (n 777), ibu menyusui (n 718), bayi (n 638) dan baduta (n 554). Status gizi diukur menggunakan metode antropometri, indikator status gizi ibu hamil: IMT sebelum hamil, LILA dan peningkatan BB/minggu; ibu menyusui: IMT dan LILA; bayi dan baduta: z-score BB/PB, PB/U dan BB/U. Asupan zat gizi diperoleh melalui metode 24h recall. Pola pemberian ASI, MP ASI dan faktor yang mempengaruhi status gizi dikaji menggunakan kuesioner terstruktur. Seluruh data disajikan dalam statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi masalah gizi pada subyek ibu hamil, menyusui, bayi dan baduta masih tergolong tinggi dan sedang. Sebanyak 18,9% ibu hamil kurus dan 30,3% gemuk di awal kehamilan, serta penambahan BB/minggu kurang=49,3%. Status gizi kurang pada ibu menyusui=8,4%. Kurus dan pendek termasuk kategori “masalah sedang” pada bayi dan baduta (kurus: 7,5% vs. 7,8%; pendek: 21,0% vs. 21,2%). Prosentase pemberian ASI termasuk tinggi (94,4%), namun pemberian prelakteal dan MP ASI dini tinggi (52,8% dan 66,5%), dan ASI Eksklusif rendah (28,8%). Masalah gizi di Kota dan Kabupaten Malang masih merupakan tantangan untuk diatasi.Kata Kunci: status gizi, ibu hamil, ibu menyusui, baduta, ASI Eksklusif AbstractThe first 1000 day of life is the most important period in human life. Nutritional status during this period highly influences the quality of health, cognitive and productivity in the future. This research aims to assess the nutritional status of the first 1000 days in City and District of Malang. This research analyses the database and report of nutritional survey (Pre Dietetics Internship, Nutritional Study Program University of Brawijaya) in area of City and District Malang from February 2012-February 2016. The research subjects included pregnant women (n 777), lactating mother (n 718), infant (n 638) and children under two year (n 554). Nutritional status was measured by using anthropometry method, with indicators for pregnant women: BMI pre pregnancy, MUAC and pregnancy weight gain; for lactating mother: BMI and MUAC; infant and under two year children: z-score weight-for-length, length-for-age dan weight-for-age. Nutrient intake was obtained by using 24h recall. Breastfeeding pattern, complementary feeding practice, and factors associated with nutritional status were collected by using structured questionnaire. All data was presented using descriptive statistics. Result shows that nutritional problem among pregnant women, lactating mother, infant and children under two year children was categorized into high and medium. There were 18,9% and 30,3% of pregnant women entering their pregnancy with underweight and overweight problem; and 49,3% low pregnancy weight gain. The percentage of underweight in lactating mother was  8,4%. Wasting and stunting in infant and children under two year were categorized as “medium problem” (wasting: 7,5% vs. 7,8%; stunting: 21,0% vs. 21.2%). There was 94,4% of infant receiving breastmilk. However exclussive breastfeeding practice only accounted for  28,8%, since there were 52,8% dan 66,5% of them received prelacteal and early complementary food. Nutritional problems in City and District Malang are still a challange and need to resolve.Keyword:  nutritional status, pregnant women, lactating mother, children under two year old, exclusive brestfeeding 
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RESPON KLINIS KEMORADIASI PASIEN KANKER SERVIKS STADIUM III DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Werestandina, Adys; Nurseta, Tatit; Nugroho, Fajar Ari
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.048 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.01.4

Abstract

Kanker serviks merupakan gangguan yang terjadi pada sel somatik, ketika perubahan materi genetik menyebabkan sel normal berperilaku abnormal. Pada kanker serviks stadium III dilakukan pengobatan standar yaitu kemoradiasi. Respons klinis kemoradiasi dipengaruhi beberapa faktor salah satunya yaitu indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan respons klinis kemoradiasi pasien kanker serviks stadium III. Desain penelitian yaitu observasi dengan pendekatan cohort retrospective menggunakan data rekam medis pasien kanker serviks di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Data rekam medis yang digunakan sebanyak 27 pasien. Analisis data dengan uji korelasi Spearman’s rho, didapatkan hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh terhadap respons klinis kemoradiasi dengan nilai P = 0,001 (0.001 < α=0.05). Uji hubungan keeratan dengan correlation coefficient didapatkan hasil -0,594, yang berarti bahwa ada hubungan yang kuat namun berkebalikan antara IMT dengan respons klinis. Kata kunci: IMT, kanker serviks, kemoradiasi.
Pengaruh Pemberian Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) terhadap Pencegahan Peningkatan Kadar Glukosa Darah pada Tikus (Rattus novergicus) Galur Wistar Bunting Briliansari, Debby Amalia; Prijadi, Bambang; Nugroho, Fajar Ari
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.292 KB)

Abstract

Selama kehamilan terjadi peningkatan kadar glukosa darah seiring bertambahnya usia kehamilan. Pilihan sumber karbohidrat yang tepat diperlukan agar kadar glukosa darah terkontrol selama kehamilan, sehingga dapat mencegah terjadinya diabetes melitus gestasional. Kacang hijau mengandung serat larut tinggi dan memiliki indeks glikemik rendah. Kandungan tersebut dapat mengurangi penyerapan karbohidrat dalam tubuh, sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kacang hijau terhadap pencegahan peningkatan kadar glukosa darah pada tikus putih Wistar yang bunting. Penelitian ini bersifat true experimental in vivo dengan rancangan post test only with control group design. Sampel yang digunakan adalah tikus Wistar usia 2-3 bulan yang bunting. Tikus dibagi dalam empat kelompok yaitu kelompok normal tidak diberi kacang hijau (P0), perlakuan 1 diberi kacang hijau 0,3 g/hari (P1), perlakuan 2 diberi kacang hijau 0,6 g/hari (P2), dan perlakuan 3 diberi kacang hijau 1,2 g/hari (P3). Diketahui bahwa kacang hijau mampu mencegah peningkatan kadar glukosa darah pada tikus Wistar bunting, meski tidak signifikan (p = 0,494). Dosis efektif kacang hijau adalah 0,6 g/ekor/hariyang mampu mengontrol kadar glukosa darah sebesar 88,60 + 8,17 mg/dl. Kata kunci: Glukosa darah, Kacang hijau, Kehamilan.