Articles

Found 34 Documents
Search

EFEKTIVITAS COLD WATER IMMERSION SUHU 15° C DAN 25° C TERHADAP PERBAIKAN DAYA TAHAN DAN PERSEPSI NYERI OTOT TUNGKAI PADA PEMAIN SEPAK BOLA USIA DINI Fatoni, Muhammad Rifqi; Nugroho, Sigit
MEDIKORA Vol 18, No 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.617 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i1.29191

Abstract

Akumulasi pertandingan dengan masa pemulihan yang singkat menyebabkan kelelahan, kerusakan dan inflamasi otot yang dapat menurunkan daya tahan otot dan meningkatkan resiko cedera. Pada keadaan cedera akut, penggunaan terapi dingin dapat mencegah kerusakan jaringan yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Cold Water Immersion (CWI) suhu 15°C dan 25°C terhadap daya tahan dan persepsi nyeri otot tungkai pada pemain sepak bola usia dini. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pola Two Group Pretest-Posttest. Instrumen yang digunakan adalah tes dan pengukuran nyeri dan daya tahan otot tungkai. Subjek penelitian ini adalah atlet sepak bola Sekolah Sepak Bola (SSB) KKK Klajuaran usia 9-11 tahun. Teknik sampel menggunakan quota sampling dengan subyek sebanyak 14 orang. Subyek dibagi menjadi dua kelompok yaitu, perlakuan CWI 15°C (G15) dan CWI suhu 25°C (G25). Data pretest pada kedua perlakuan dan data post test kedua perlakuan diuji dengan uji Mann Whitney. Daya tahan otot dan persepsi nyeri sebelum dan sesudah perlakuan pada masing masing kelompok terkumpul dianalisis secara deskriptif dan diuji dengan analisis Wilcoxon Signed Rank Test. Uji efektivitas dihitung dengan membandingkan selisih data post test dan pretest terhadap data pretest. Tidak ditemukan perbedaan daya tahan otot dan persepsi nyeri sebelum dan sesudah perlakuan antara kedua kelompok perlakuan. Pada kelompok G15 terjadi penurunan persepsi nyeri sebesar 55% dengan uji wilcoxon dengan nilai p = 0,018, akan tetapi tidak ditemukan perubahan daya tahan otot setelah perlakuan. Hasil yang sama ditemukan pada kelompok G25 dimana terdapat penurunan persepsi nyeri sebesar 58% dengan uji wilcoxon dengan p = 0,018 serta tidak ditemukan perubahan daya tahan otot tungkai. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan CWI 15°C dan 25°C dapat menurunkan nyeri tapi tidak mempengaruhi daya tahan otot. Tidak terdapat perbedaan efektivitas kedua jenis perlakuan tersebut dalam menurunkan persepsi nyeri dan meningkatkan daya tahan otot. EFFECTIVENESS OF COLD WATER IMMERSION TEMPERATURE OF 15 ° C AND 25° C AGAINST IMPROVEMENT IN ENDURANCE AND PERCEPTION OF LEG MUSCLE PAIN IN EARLY AGE FOOTBALL PLAYERSAbstractAccumulation of matches with a short recovery period causes fatigue, damage and inflammation of the muscles which can reduce muscle endurance and increase the risk of injury. In the case of acute injury, the use of cold therapy can prevent damage to broader tissue. This study aims to determine the effectiveness of Cold Water Immersion (CWI) temperatures of 15 ° C and 25 ° C on the endurance and perception of leg muscle pain in early age soccer players.The design used in this study was quasi-experimental with Two Group Pretest-Posttest patterns. The instrument used was a test and measurement of pain and endurance of leg muscles. The subjects of this study were the soccer athletes of Klajuaran KKK Soccer School (SSB) aged 9-11 years. The sampling technique uses quota sampling with subjects as many as 14 people. The subjects were divided into two groups namely, 15 ° C (G15) CWI treatment and 25 ° C (G25) CWI treatment. Pretest data on both treatments and post-test data on both treatments were tested with the Mann Whitney test. Muscle endurance and pain perception before and after treatment in each group collected were analyzed descriptively and tested with the Wilcoxon Signed Rank Test analysis. The effectiveness test is calculated by comparing the difference between the post test and pretest data against the pretest data. There were no differences in muscle endurance and pain perception before and after treatment between the two treatment groups. In the G15 group there was a decrease in pain perception by 55% with the Wilcoxon test with a value of p = 0.018, but there was no change in muscle endurance after treatment. Similar results were found in the G25 group where there was a decrease in pain perception by 58% with the Wilcoxon test with p = 0.018 and no changes in endurance of leg muscles were found. It can be concluded that the CWI treatment of 15 ° C and 25 ° C can reduce pain but does not affect muscular endurance. There is no difference in the effectiveness of the two types of treatment in reducing pain perception and increasing muscle endurance.
NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM SERAT TRIPAMA KARYA MANGKUNEGARA IV SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER Nugroho, Sigit
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai nasionalisme yang terkandung di dalam Serat Tripama. Sumber data yang dipakai sebagai bahan penelitian adalah naskah Serat Tripama karya KGPAA Mangkunegara IV koleksi Musium Sana Budaya kode P28 Kempalan Serat Warni-Warni, SK 20 397. Naskah menggunakan bahasa Jawa disajikan dalam bentuk tembang macapat dhandhanggula berjumlah tujuh bait beraksara Jawa carik Rol 111 no.2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Transliterasi teks dilakukan untuk mengkaji, mengetahui, dan menjabarkan isi teks. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode baca catat. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Triangulasi sumber digunakan untuk validasi data, sedangkan reliabilitas menggunakan intrarater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serat Tripama memuat nilai-nilai nasionalisme yang masih relevan diterapkan pada masa sekarang terutama sebagai sarana pendidikan karakter. Nilai-nilai nasionalisme dalam Serat Tripama tercermin melalui tiga tokoh pewayangan; Patih Suwanda, Raden Kumbakarna, dan Adipati Karna.Adapun nilai-nilai nasionalisme yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan karakter di dalam Serat Tripama adalah cinta tanah air, semangat kebangsaan dan menghargai perbedaan.NATIONALISM VALUES IN ?SERAT TRIPAMA?, BY MANGKUNEGARA IV, AS A MEANS OF CHARACTER EDUCATIONThis study attempts to uncover the nationalism values contained in Serat Tripama. The manuscript of ?Serat Tripama? by KGPAA Mangkunegara IV was the main data source and it was a collection of Sana Budaya Museum, coded P28 Kempalan Warna-warni, SK 20 397. This manuscript was written in Javanese  in the form of Macapat songs (Dhandhanggula) with a total of 7 stanzas, using Javanese Carik alphabets Rol 111 number 2.  A qualitative method was employed in this study. The transliteration of the text was carried out to examine, identify, and describe the contents of the manuscript. The data were collected using the note-taking method which were then analysed using descriptive analysis technique. Triangulation of sources was used for data validation, while intrarater was carried out to ensure the reliability of the data. The results presented that ?Serat Tripama? contained a number of nationalism values which are still relevant and can be applied in today?s circumstances, especially as a means of character education. The values which comprise love towards motherland, spirit of nationalism, and respect for differences were reflected through the three puppet figures: Patih Suwanda, Raden Kumbakarna, and Adipati Karna which can be used as a means of character education.
PERAN NUTRISI BAGI OLAHRAGAWAN Nugroho, Sigit
MEDIKORA Vol. IV,No. 1, April 2008
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3216.044 KB)

Abstract

-
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DIABETES MELITUS MELALUI OLAHRAGA Nugroho, Sigit
MEDIKORA Vol. IX No. 1 Oktober 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.414 KB)

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu sindroma yang ditandai dengan hiperglikemiakronik dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang berhubungandengan defisiensi absolut atau relatif pada sekresi insulin dan aksi insulin. Ada empatsyarat untuk mencegah dan mengendalikan diabetes melitus yaitu edukasi, perencanaanmakan, olahraga dan intervensi farmakologis. Salah satu syarat pengelolaan diabetesmelitus yaitu dengan berolahraga. Olahraga merupakan suatu kegiatan yang murah,mudah dan dapat dikerjakan setiap waktu serta aman selama dipersiapkan dan dimonitordengan baik. Olahraga bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan memperbaikisensitivitas terhadap insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah.Sekalipun tidak terjadi penurunan berat badan, peningkatan sensitivitas insulin sertapenurunan kadar glukosa darah tetap terjadi. Walaupun demikian, penderita diabetesmelitus yang mengalami penurunan berat badan akan mendapat manfaat yang lebihbesar. Sebelum melakukan olahraga, penderita diabetes harus memperhatikan persiapanpersiapan khusus, memilih jenis-jenis olahraga yang cocok, berserta intensitas danfrekuensinya yang tepat sehingga olahraga tersebut dapat memberikan manfaat yanglebih besar, aman, nyaman dan memperbaiki kualitas hidup penderita diabetes melitus. Kata Kunci: diabetes melitus dan olahraga
ANALISIS KEJADIAN GEMPA BUMI TEKTONIK DI WILAYAH PULAU SUMATERA Rizal, Jose; Nugroho, Sigit; Irwanto, Adi; Debora, ,
Jurnal Matematika Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Mathematics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.736 KB) | DOI: 10.24843/JMAT.2016.v06.i01.p63

Abstract

The purpose of this study to get an overview of the earthquakes in Sumatra. The method used is descriptive statistics and models Autoregressive Fractionally Integrated Moving Average (ARFIMA). The result from analysis data yielded a mathematical model to predict the amount of tectonic earthquakes that occur every month in Sumatra is ARFIMA (4,0.350,3) with a value of RMSE is 0,040??. While the best model for the average magnitude of the many tectonic earthquakes that occur every month in Sumatra is ARFIMA (1,0.310,3) with a value of RMSE is 0.013. Based on the model results obtained forecast frequency earthquake and the average magnitude for the three periods ahead, namely the first period 21 times with an average magnitude is 4,91 SR , the second period will occur 14 times with an average magnitude is 4.94 SR and the third period will occur 20 times with an average magnitude is 4,96 SR.
MODEL LESSON STUDY UNTUK PENINGKATAN PRESTASI MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA PERKULIAHAN KINESIOLOGI Nugroho, Sigit
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 1 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2011, Th. XXX, No. 1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.53 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.4190

Abstract

Abstract: Lesson Study Model to Improve Students? Achievement in the Instructions Process of Kinesiology Classes. This study aims to improve the quality of students? kinesiology achievement in the Faculty of Sports Sciences, the Yogyakarta State University. The participants were 43 students attending Sports Science Courses. This study was an action research study consisting of two cycles. The data were analyzed using the descriptive technique, consisting of (1) description, (2) validation, and (3) interpretation. The first cycle showed that the quality of learning was still low. In the second cycle, there was an improvement after the CD with audio visual media was played. The learning process through kinesiology lesson study with a sports analysis increased students' understanding. Based on the results of the reflection and discussion on the action, learning through lesson study by preparing materials using audio visual media can improve the quality of kinesiology learning. Keywords: lesson study, kinesiology, quality of learning
KEBERKESANAN PEMBELAJARAN KIMIA MATERI IKATAN KIMIA BERVISI SETS PADA HASIL BELAJAR SISWA Binadja, Achmad; Wardani, Sri; Nugroho, Sigit
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 2 (2008): July 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran bervisi SETS dapatmenimbulkan kesan positif dan apakah kesan yang timbul akibat pembelajaran bervisi SETSberpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Pati pada kelasX. Desain penelitian adalah control group pretest-postest, sehingga terdapat dua kelompoksampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pada kelas eksperimen terjadi peningkatan kesan lebih baik daripada kelas kontroldengan ditunjukkan oleh hasil perhitungan hipotesis pertama menggunakan perhitunganT-tes. Teramati pula adanya hubungan antara kesan positif yang timbul dengan hasil belajarsiswa ditunjukkan oleh hasil perhitungan korelasi antara peningkatan kesan dengan hasilbelajar. Untuk kelas eksperimen didapatkan harga rxy sebesar 0,53 dan thitung 3,41 sedangkanuntuk kelas kontrol harga rxy 0,42 dan thitung 2,49. Kedua harga thitung ini ternyata leih besardaripada ttabel 2,04. Hal ini berarti terdapat hubungan antara kesan positif yang timbul denganhasil belajar siswa. Dari hasil perhitungan dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaranbervisi SETS membentuk kesan positif dalam diri siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati dankesan positif yang timbul akibat pembelajaran bervisi SETS berpengaruh positif terhadaphasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati.Kata Kunci: Keberkesanan, pembelajaran bervisi SETS, hasil belajar
KAJIAN METODE DETEKSI DEGRADASI HUTAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT DI HUTAN LAHAN KERING TAMAN NASIONAL HALIMUN SALAK Nugroho, Sigit; Jaya, I Nengah Surati; Saleh, M. Buce; Wijanarto, Antonius B
Jurnal Teknosains Vol. 1 No. 1 tahun 2011
Publisher : Sekolah Pascasarjana UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.537 KB)

Abstract

The study examined detection method of forest degradation using forest canopy density (FCD), maximum likelihood, fuzzy and belief dempster shafer classification method. Accuracy evaluation of classification and detection were based on overall accuracy which obtained from 51 ground sample plot. Canopy density, LAI, crown indicator, trees density and basal area (Lbds) were conducted   as field indicators. Accuracy of classification among forest density (trees/Ha) with four classification methods were FCD 61%, maximum likelihood 57%, fuzzy 51% and belief dempster shafer 49%. Based on temporal detection accuracy from 2003 until 2008, FCD had overall accuracy 68 %.  The result of research, FCD  is  the best method to detect of forest degradation.    
Kajian Hubungan Koefisien Korelasi Pearson (r), Spearman-rho (?), Kendall-Tau (?), Gamma (G) , dan Somers Nugroho, Sigit; Akbar, Syahrul; Vusvitasari, Resi
GRADIEN Vol 4, No 2 (2008): (Juli 2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.678 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang hubungan koefisien korelasi Pearson (r), Spearman-rho (?), Kendall-tau (?), Gamma (G) dan Somers  serta mempelajari penggunaan dari masing-masing koefisien korelasi untuk skala ordinal. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur dan data yang digunakan  adalah data simulasi yang dibuat menggunakan program komputer Microsoft EXCEL. Data simulasi terdiri dari dua, yaitu data tidak normal (seragam) dan data normal yang dibangkitkan dari data seragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk data seragam, koefisien korelasi yang diberikan oleh koefisien korelasi Spearman-rho (?) dan Kendall-tau (?) lebih besar dibandingkan dengan Koefisien korelasi Pearson (r). Dan untuk data normal, koefisien korelasi yang diberikan oleh koefisien korelasi Pearson (r) lebih besar dibandingkan koefisien korelasi Spearman-rho (?) dan Kendall-tau (?). Ini membuktikan bahwa koefisien korelasi Pearson sesuai digunakan untuk data yang berdistribusi normal, sedangkan koefisien korelasi   Spearman-rho (?) dan Kendall-tau (?) digunakan untuk data yang tidak normal. Penelitian juga menunjukan adanya hubungan yang linier antara koefisien korelasi Gamma dan Somers.   
Uji Median Pengaruh Utama dan Interaksi dalam Percobaan Berfaktor Nugroho, Sigit
GRADIEN Vol 3, No 2 (2007): (Juli 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.261 KB)

Abstract

Factorial experiments with fixed effects in randomized complete block design can be modeled as Yijk = ? + ?i +? j +?k + (?? ) jk +? ijk i =1, 2,...,b j = 1, 2,...,t k = 1, 2,...,m . To test main effects and its interaction when basic assumptions are met is using the F test (ANOVA). Nonparametric alternative testing for maineffects median and interaction median is discussed in this paper.