Sri Nugroho
Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 38 Documents
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH PARAMETER LAS DAN KETEBALAN PELAT PADA PENGELASAN TITIK BAJA KARBON RENDAH TERHADAP KEKUATAN GESER Sisworo, .; Bayuseno, .; Nugroho, Sri
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk industri karoseri mobil, box dan bak angkut motor roda tiga kebanyakan menggunakan pelat baja karbon rendah. Perakitan komponen ini menggunakan las titik dengan parameter – parameter yang mempengaruhi kualitas pengelasan dianataranya : arus, waktu, gaya penekanan dan tebal pelat. Penelitian ini bertujuan mengetahui kombinasi variabel lasan terbaik terhadap kekuatan geser. Dalam melakukan eksperimen menggunakan desain Taguchi dengan 4 faktor sebagai variable bebas yaitu : waktu las (WT), arus las (WC), gaya penekanan (WF), tebal pelat (ST) dan 3 level untuk setiap factor sebagai variable terikat yaitu : level 1 terdiri dari 9 cycles; 7,8 kA; 1,8 kN; 0,9 mm, level 2 terdiri dari 10 cycles; 8,8 kA; 2,2 kN; 1 mm, level 3 terdiri dari 11 cycles; 9,8 kA; 2,6 kN; 1,1 mm, sehingga dipilih matriks orthogonal L9(34). Hasil pengujian tarik geser memperlihatkan bahwa untuk pengelasan pelat 0,9 mm dengan arus 9,8 kA, waktu 11 cycles, gaya penekanan 2,2 kN dicapai kekuatan geser terbesar 348 N/mm2 dan untuk pelat 1 mm dengan arus 9,8 kA, waktu 10 cycles, gaya penekanan 1,8 kN dicapai kekuatan geser terbesar 349 N/mm2 serta untuk 1,1 mm dengan arus 9,8 kA, waktu 9 cycles, gaya penekanan 2,6 kN dicapai kekuatan geser terbesar 351 N/mm2. Kondisi patahan geser terbesar ketiganya terjadi pada daerah pengaruh panas HAZ menjalar ke pelat induk, hal ini akibat pengaruh peningkatan arus las sedangkan pemakaian arus dibawah 9,8 kA yaitu 8,8 kA kondisi patahan geser pada HAZ dan 7,8 kA kondisi patahan geser pada manik las (nugget). Ranking pengaruh faktor yang signifikan adalah parameter : 1) arus las, 2) tebal pelat, 3) gaya penekanan, 4) waktu  las  dengan prediksi kuat geser pada kondisi optimal 351 N/mm2.
ANALISIS KEBOCORAN PIPA REFORMER DI SEBUAH PERUSAHAAN PETROKIMIA Nugroho, sri; Rusnaldy, Rusnaldy
ROTASI Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.971 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.16.2.27-31

Abstract

Primary Reformer adalah suatu alat yang dioperasikan pada suhu 600-800oC dan tekanan 30-40 kg/cm2. Alat ini berbentuk tube yang berfungsi untuk memecahkan gas hidrokarbon menjadi hidrogen. Primary reformer dibuat material yang berbeda, pada flange menggunakan material baja karbon dan pada top tube menggunakan material baja tahan karat. Kedua material tersebut disambung dengan menggunakan las GTAW (Gas Tungsten arc Welding) dengan filler metal inconel 82. Namun ditemukan kobocoran antara sambungan flange dengan material baja karbon dan weld metal yang menggunakan filler metal inconel 82. Hal ini diduga karena adanya dark band pada weld metal di batas fusi material baja karbon yang terbentuk akibat temperatur operasi. Masalah yang terjadi ini mengakibatkan terjadinya disbonding atau lepasnya weld metal pada base metal.
ANALISIS PENGARUH MODIFIKASI GERAKAN PAHAT PADA PROSES PERMESINAN RUMAH POCI KOMPONEN DIES DRAWING PEDAL BRAKE DENGAN SOFTWARE INVENTOR CAM Iskandar, Norman; Raharjo, Fuad Arief; Nugroho, Sri
ROTASI Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.845 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.3.173-180

Abstract

Pedal Brake adalah komponen otomotif untuk pijakan kaki pada sistem pengereman pada kendaraan roda tiga. Untuk membuat pedal brake diperlukan adanya dies berupa dies drawing pedal brake. Salah satu komponen dari dies tersebut adalah yang dinamakan komponen rumah poci. Rumah Poci terbuat dari material baja ST-42 yang berfungsi sebagai landasan utama dan wadah dari semua komponen die bawah pada dies drawing pedal brake. Proses permesinan yang dapat dilakukan untuk membuat rumah poci adalah proses milling dimana terdapat tiga proses permesinan yaitu proses pembuatan profil, pembuatan pocket dan pembuatan lubang (drill). Salah satu tipe mesin yang digunakan untuk memproduksi rumah poci adalah mesin CNC Hermle UWF 721H. Proses permesinan yang efektif dan efisien diperlukan untuk menjamin produk yang berkualitas dengan biaya produksi beserta waktu produksi yang minimal. Penelitian ini mengkaji proses pembuatan rumah poci menggunakan software InventorCAM untuk mengetahui waktu permesinan, plotting dan kode pemrograman (G-Code) mesin CNC yang selama ini digunakan apakah sudah optimal secara biaya dan perhitungan waktu. Selanjutnya dilakukan proses optimasi dengan memodifikasi tahapan pemrograman untuk mencari program yang lebih efisien dan efektif. Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa hasil modifikasi proses permesinan CNC rumah poci dengan mengubah gerakan pembuatan profil dan pembuatan lubang (drill) diperoleh waktu yang lebih singkat yaitu menjadi 209,44 menit dimana sebelum dimodifikasi sebesar 240,41 menit. Dari sudut pembiayaan dengan mengambil tarif jasa dari salah satu perusahaan di Kota Semarang dimana tarifnya adalah sebesar Rp. 200.000/jam maka, rumah poci yang diproduksi sebelum dilakukan modifikasi program memerlukan biaya jasa sebesar Rp. 801.400,- dan setelah dilakukan modifikasi biaya yang diperlukan berkurang menjadi sebesar Rp. 698.150,-.
ANALISIS KEGAGALAN IMPELLER SLURRY PUMP DI SEBUAH INDUSTRI KAOLIN Nugroho, Sri
ROTASI Volume 11, Nomor 3, Juli 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.204 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.3.23-27

Abstract

Pompa sentrifugal di sebuah industri kaolin direncanakan mempunyai umur antara 1-2 tahun operasi. Pompa ini berfungsi untuk memindahkan slurry sebagai bahan dasar kaolin yang memiliki pH 3-4. Ditemukan kasus di mana beberapa pompa mempunyai umur hanya sampai 6 bulan operasi. Kemungkinan penyebab kasus ini antara lain kesalahan pemilihan material impeller pompa, kesalahan spesifikasi pompa, kesalahan operasi, dan sebagainya. Belum ada upaya dari perusahaan tersebut untuk mencari penyebab kegagalan ini. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengamatan pada kondisi lingkungan kerja dari pompa slurry, pengujian terhadap slurry, pengamatan secara visual pada kondisi impeller yang mengalami kegagalan serta melakukan pengujian pada material impeller yang mengalami kegagalan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesalahan pemilihan material impeller menjadi penyebab kegagalan impeller pada industri kaolin ini.
KARAKTERISTIK AISI 304 SEBAGAI MATERIAL FRICTION WELDING Fawaid, Moh; Ismail, Rifky; Jamari, .; Nugroho, Sri
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stainless steel tipe austenitic dipilih sebagai material untuk sebuah produk   karena sifat tahan korosi,  non magnetic dan weldability yang baik.  Beberapa peneliti menggunakan AISI 304 sebagai material riset yang disambung dengan material lain seperti alumunium dan copper dengan metode friction welding. Pengelasan gesek menggunakan parameter seperti friction time, friction pressure, upset time, upset pressure dan putaran spindle.  Untuk memudahkan analisa struktur mikro, Sathiya membagi spesimen menjadi 3 region, sedangkan Ozdemir membagi zona  menjadi fully plastic deformed zone (FPDZ), partial deformed zone (PDZ) dan deformed zone (DZ). Nilai kekerasan daerah sekitar sambungan AISI 304 menurut Paventhan adalah 490HV, Mumin Sahin nilai Hardness 225-250HV. Nilai kekerasan AISI 304-AISI 202 yang disambung dengan  friction time 30 dan 40 detik mempunya nilai kekerasan pada AISI 304 kekerasan HAZ sebesar  686 HV dan 567 HV. Nilai kekerasan yang berbeda didipengaruhi oleh friction time serta prosentase Cr didalam komposisi kimia material Kata kunci: friction welding, austenitic, hardness
ANALISIS KEGAGALAN CLAMP U PADA SEPEDA MOTOR 200 CC Fauzi, M. Aziz; Nugroho, Sri
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kegagalan merupakan metode investigasi secara sistematis untuk mencari penyebab dan mekanisme kegagalan suatu komponen atau peralatan. Penelitian ini menjelaskan tentang analisis kegagalan Clamp U pada sepeda motor 200 CC di sebuah pabrikan sepeda motor (PT. X). Dari data tahun 2014, PT. X membeli Clamp U sebanyak 9228 buah. Dari jumlah tersebut yang reject 451 buah (4,9%) di mana 292 buah (3,2%) dapat direpair dan 159 buah (1,7%) mengalami patah. Perpatahan tersebut saat proses pemasangan Nut Hex M10 ke Clamp U. Clamp U memiliki dimensi panjang 150 mm, diameter luar (d) 9,000 mm, diameter efektif (d2) 8,188 mm, jarak bagi (p) 1,25 mm dan jumlah ulir 35. Torsi pengencangan mur ke Clamp U sebesar 55 Nm. Pengujian yang dilakukan antara lain pengamatan visual bentuk patahan, analisis tegangan, uji komposisi, uji metalografi, uji kekerasan dan uji tarik. Pengamatan menunjukkan Clamp U mengalami patah ulet. Bidang patah terjadi pada bidang dimana tegangan gesernya maksimum. Permukaan patah menunjukkan ciri deformasi plastis. Hasil perhitungan torsi pengencangan maksimum yang diperkenankan adalah 53 Nm. Hasil pengujian komposisi kimia, kekerasan, dan metalografi menunjukkan Clamp U terbuat dari baja AISI 1060 yang mana sesuai standar material Clamp U. Hasil metalografi menunjukkan adanya retakan di kaki ulir  yang kemungkinan terjadi saat pembuatan ulir menggunakan metode thread rolling. Dapat disimpulkan patahan disebabkan oleh adanya retakan saat proses pembuatan ulir pada Clamp U dan torsi pengencangan yang terlalu besar
KARAKTERISASI SIFAT KEAUSAN DAN KETAHANAN KOROSI MATERIAL DISC REFINER WHITE CAST IRON DAN STAINLESS STEEL Andrianto, Novi; Nugroho, Sri
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi sifat keausan dan ketahanan korosi material disc refiner. Material yang digunakan dalam penelitian hanya pada material stainless steel dan white cast iron yang diperoleh dari PT. Pura Barutama PM.8. Material disc refiner dilakukan pengujian laju korosi dengan metode weight lost test dan melakukan uji keausan dengan metode reiken ogoshi. Kemudian untuk pengujian dengan metode weight lost test diberikan variasi fluida berupa HCl dengan kadar molaritasnya dari 1M, 2M, dan 3M selama 120 jam. Dan pengujian keausan yang dilakukan dengan metode ogoshi diberikan pembebanan sebesar 2,12 kg sejauh 100 m untuk kemudian dilakukan variasi pengukuran lebar keausan material. Untuk mengetahui sifat mekanis dari disc refiner dilakukan pengujian densitas, pengujian kekerasan, pengujian metalografi. Hasil dari pengujian didapat data dari kedua material yaitu stainless steel dan white cast iron sebagai berikut, nilai densitas stainless steel lebih tinggi sebsesar 1,15 % dari nilai densitas white cast iron. Nilai kekerasan sampel material stainless steel lebih rendah 28,96 % dari nilai kekerasan white cast iron. Pada pengujian laju korosi dengan metode weight lost test diketahui material stainless steel terlihat mengalami peningkatan sebesar 2,46 % dan laju korosi material white cast iron mngalami penurunan laju korosi terhadap larutan HCl dengan kadar molaritas HCl 1M, 2M, dan 3M. Selanjutnya untuk ketahanan aus spesifik untuk material stainless steel didapatkan data sebsesar 1.9946 x 10-7 mm2/kg dan untuk ketahanan aus spesifik material white cast iron sebesar 2.4754 x 10-7 mm2/kg.
ANALISIS KERUSAKAN PROSES PLATING PART FORK PIPE Akbarsyah, Haidar; Nugroho, Sri
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nickel hard chrome plating merupakan teknik pelapisan dengan menggunakan dua jenis pelapisan yaitu nickel plating dan hard chrome plating. Teknik pelapisan ini akan menghasilkan daya tahan terhadapat karat ataupun keausan yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme cacat pada permukaan fork pipe serta memberikan rekomendasi untuk mengurangi timbulnya cacat. Penelitian ini menggunakan 30 sampel fork pipe yang mengalami cacat pada saat proses nickel hard chrome plating. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan pengujian SEM  (Scanning Electron Microscope) dan EDS (Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy). SEM digunakan untuk mengetahui bentuk dari cacat dan pengotor yang ada, sedangkan EDS untuk mengetahui kandungan apa yang menjadi penyebab timbulnya cacat. Hasil penelitian menggunakan SEM dan EDS menunjukkan bahwa terdapat empat macam penyebab timbulnya cacat yaitu  pengotor nikel, pengotor ferro, pengotor krom, dan base metal itu sendiri. Dari keseluruhan hasil, kemungkinan besar untuk pengotor ferro dan krom terdapat dalam lapisan semi bright nickel. Bentuk cacat yang dihasilkan dari masing masing pengotor terdapat kecenderugan dan memiliki range ukuran tertentu
PHYSICAL CHARACTERIZATION OF ALUMINA (AL2O3) BASED REFRACTORY APPLIED ON INDUCTION FURNACE LINING Sabtendra, Ronald; Nugroho, Sri; Umardani, Yusuf
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The broad variety of pyro-processing applications across industry demands great diversity in the supply of refractory materials. In fact, many of these materials have been developed specifically to meet the service conditions of a particular process. The characteristic properties of each refractory class are a function of both their raw materials base and the methods used to manufacture the refractory products. This study aims to characterize alumina (Al2O3) based refractory materials applied on induction furnace lining based on its physical properties such as: the shape and grain size; chemical composition; and density of the specimens which sintered at various temperature. From the X-ray Diffraction Test compared with specification data from the manufacturer, the main composition of the base refractory material used in this study is alumina (Al2O3) with a low amount (less than 10%) of magnesia (MgO) and silica (SiO2). Alumina refractory material consists of coarse grains (with its size larger than 0,85mm) and fine grains (size is equal to 0,15mm or smaller). Grains shape of the  aggregates are mostly angular with its sharp edges. Values of density at temperature 1100C, 10000C, 13000C, 15000C in sequence are 2,92 g/cm3; 2,66 g/cm3;  2,80 g/cm3; 2,98 g/cm3. Density of the refractory will increase as the increase of sintering temperature.
ANALISIS KEGAGALAN COIL SPRING ATV-1A Atmaja, Alfian Hakim Dwi; Nugroho, Sri
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa kegagalan adalah salah satu ilmu yang digunakan untuk menganalisa suatu komponen yang mengalami kegagalan atau failure dengan mencari akar penyebab kegagalannya (root causes of problems) dengan tujuan untuk memberikan rekomendasi penyebab kegagalan sehingga tidak terjadi kesalahan yang berulang. Pada penelitian ini telah dilakukan penelitian mengenai analisis kegagalan  pada sebuah coil spring  ATV-1A yang menggunakan material spring steel SAE 9254 M, coil spring  mengalami kegagalan pada saat dilakukan uji endurance pada 157000 siklus sebelum dilakukan assembly dengan komponen shock absorber lainya. Pada penelitian ini untuk mengetahui hasil penelitian dilakukan pengujian(a) uji visual dan uji mikroskop optic,(b) uji komposisi kimia, (c) uji kekerasan,dan (d) uji struktur mikro. Dari hasil eksperimental yang telah dilakukan,diketahui coil spring ATV-1A mengalami patah getas yang ditunjukkan dengan adanya permukaan patahan yang membentuk sudut 45° dan adanya v-mark ?chevron? pada permukaan patahan. Sifat getas yang timbul pada material diakibatkan oleh kandungan karbon yang melebihi standar yang telah di tentukan. Sehingga menyebabkan material mempunyai sifat kuat namun lebih getas dari standar yang di tentukan