M. Nur
Program Studi Pendidikan Sains Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

ASAS KESEIMBANGAN DALAM PERJANJIAN PENERBITAN LETTER OF CREDIT SEBAGAI TRANSAKSI BISNIS INTERNASIONAL Lubis, Zaned Zihan Sosa Elsera; Nur, M.; Sanusi, Sanusi
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMHU.2019.v08.i02.p09

Abstract

Letter of Credit is one of the payment instruments in international business transactions. Based on the agreement to issue a Letter of Credit, the Letter of Credit is issued by the issuing bank at the request of the applicant as the importer. The Letter of Credit agreement that is used by banks, in general, is a standard agreement that the clause has been prepared in advance by the bank. The imbalance in the standard agreement can be used by parties whose bargaining position is stronger to abuse the situation. The purpose of this study is to analyze national law and international law related to the issuance of the Letter of Credit. The next objective is to analyze the application of the principle of balance in the agreement to issue the Letter of Credit as an international business transaction. The type of research used is normative legal research using a statutory approach, the sources of legal materials used based on library research are analyzed qualitatively. The results of the study revealed that whether the principle of balance in the Letter of Credit issuance agreement had been realized in the practice of international business transactions. Letter of Credit adalah salah satu instrumen pembayaran dalam transaksi bisnis internasional. Atas dasar perjanjian penerbitan Letter of Credit maka Letter of Credit  diterbitkan oleh bank penerbit atas permintaan pemohon selaku importir. Perjanjian penerbitan Letter of Credit yang dipakai perbankan pada umumnya adalah perjanjian baku yang klausulanya telah disusun sebelumnya oleh bank. Ketidakseimbangan dalam perjanjian baku dapat dimanfaatkan oleh pihak yang bargaining position-nya lebih kuat untuk melakukan penyalahgunaan keadaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hukum nasional dan hukum internasional yang terkait dengan penerbitan Letter of Credit. Tujuan selanjutnya adalah untuk menganalisis penerapan asas keseimbangan dalam perjanjian penerbitan Letter of Credit sebagai transaksi bisnis internasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan memakai pendekatan perundang-undangan, sumber bahan hukum yang digunakan berdasarkan penelitian kepustakaan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa apakah asas keseimbangan dalam perjanjian penerbitan Letter of Credit telah terwujud dalam praktik transaksi bisnis internasional.
PENGAYAAN YODIUM DAN KADAR NACL PADA GARAM KROSOK MENJADI GARAM KONSUMSI STANDAR SNI ENRICHMENT OF IODIUM AND SODIUM CLORIDE IN THE TRADITIONAL SALT BECOME CONSUMTION SALT INS STANDARD Nur, M.; Marhaendrajaya, I.; Sugito, Sugito; Windarti, T.; Arnelli, Arnelli; Hastuti, R.; Haris, A.; Rahmanto, W. H.; Widodo, Didik Setiyo; Ariyanto, F.; Muhlisin, Z.; Suseno, J. E.; Setiawati, E.; Sutanto, H.; Priyono, Priyono; Izzati, M.; Hariyati, R.; Tana, S.; Raharjo, B.; Ispriyanti, D.; Farikhin, Farikhin; Rusgiyono, A.; Suhartono, Suhartono
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 1 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3994.464 KB)

Abstract

This research has been carried out in the quality improvement of traditional salt (krosok salt) into salt consumption for the Indonesian National Standard. This report is devoted to the elevated levels of NaCl and KIO3. Increased levels of NaCl and Iodine (represented by KIO3) is done by washing the salt with the traditional clothes washer with two rounds and by using water with saline solution at 22-24 Be (known as the old water). Traditional salt taken from three districts, such as Pati District, Jepara District, and Rembang District. We found that the concentration of NaCl in the treatment salt maximum is  96 % and Iodium or present of KIO3 is 40 ppm.   Key words: Salt,  traditional, INS, Consumtion, NaCl, KIO3
MODEL PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS PROSES KREATIF-INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP Panjaitan, M. B.; Nur, M.; Jatmiko, B.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.3999

Abstract

The purpose of this research is to develop and describe science characteristics learning model based on Creative-Inquiry process to increase students’ creative thinking and understanding in SMPN Pematangsiantar. The learning model used Borg & Gall with One-Group Pretest Posttest Design. The data collection used validation method, observation, test, and questionnaire. The technique of data analysis used descriptive quantitative, qualitative, and non-parametric statistic. The research results are: 1)The learning material has valid category, 2) Learning material from lesson plan implementation has practical category, 3)The effectiveness of learning material is seen from Improving students’ learning achievement and Creative thinking ability through N-gain has high category. Result of non-parametric statistic analysis, namely: There isn’t difference and improvement of students’ creative thinking ability in SMPN P.siantar. Students’ responds in learning material implementation are very positive. The conclusion is science learning materials based on Creative-Inquiry process are valid, practical, and effective in SMPN Pematangsiantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan dan mendeskripsikan karakteristik model pembelajaran sains berbasis proses kreatif-inkuiri untuk meningkatkan pemahaman dan berpikir kreatif siswa di SMPN. Model pembelajaran menggunakan model Borg & Gall dengan One-Group Pretest Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, kualitatif, uji statistik non-parametrik. Hasil penelitian adalah: 1) perangkat pembelajaran berkategori tinggi, 2) perangkat pembelajaran ditinjau dari pelaksaan RPP berkategori tinggi, 3) keefektifan perangkat pembelajaran dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui N-gain berkategori tinggi. Hasil dari analisa uji statistik non-parametrik adalah tidak terdapat perbedaan dan peningkatan dari kemampuan berpikir kreatif siswa di SMPN Pematangsiantar. Respon siswa terhadap pelaksanaan perangkat pembelajaran sangat positif. Kesimpulannya adalah perangkat pembelajaran sains berbasis proses kreatif-inkuiri adalah valid, praktis, dan efektif di SMPN Pematangsiantar.
PEACE (PROSPEK IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE) DALAM NATURAL SCIENCE LEARNING (NSL) BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) DI SEKOLAH Nur, M.; Zulfa, Arina; Muna, Kholida Nailil
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial Intelligence merupakan terobosan suatu teknologi yang berkembang pesat di era revolusi industri 4.0. AI mengacu pada simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berfikir seperti manusia dan meniru tindakannya. Salah satu kebermanfaatan AI adalah di bidang pendidikan seperti penggunaan teknologi untuk kegiatan pembelajaran di sekolah. Teknologi computer vision merupakan cabang dari artificial intelligence dengan memanfaatkan komputer agar menghasilkan produk berbasis teknologi. Salah satu bentuk produk yang dihasilkan dari perkembangan tersebut ialah Augmented Reality (AR). AR adalah salah satu upaya teknologi yang dapat menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual seolah-olah tidak ada batas antar keduanya. Dengan kemampuan tersebut, AR memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Tujuan dari kajian ini adalah menentukan potensi augmented reality dalam natural science learning di sekolah, ditinjau dari tingkat validasi oleh ahli materi dan ahli media, mengidentifikasi penerapannya di berbagai materi dalam IPA, serta menentukan dampaknya. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan meta-analisis. Kajian awal yang dilakukan yaitu pengumpulan berbagai data dari peneliti sebelumnya, menganilis potensinya dengan perhitungan persentase sesuai hasil kajian pustaka kemudian dituangkan dalam bentuk tabel dan diagram. Kesimpulan yang dihasilkan ialah tingkat kelayakan teknologi augmented reality berturut-turut dibidang Fisika, Biologi, Kimia, dan IPA adalah 85,92%, 86,64%, 90,23%, dan 88,83%. Sehingga rata-rata secara keseluruhan 87,90%. Implementasi AR dalam natural science learning memberikan dampak yang positif dan layak digunakan di sekolah.Kata Kunci: Artificial Intelligence, Natural Science Learning, Augmented Reality.
MODEL PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS PROSES KREATIF-INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP Panjaitan, M. B.; Nur, M.; Jatmiko, B.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.3999

Abstract

The purpose of this research is to develop and describe science characteristics learning model based on Creative-Inquiry process to increase students creative thinking and understanding in SMPN Pematangsiantar. The learning model used Borg & Gall with One-Group Pretest Posttest Design. The data collection used validation method, observation, test, and questionnaire. The technique of data analysis used descriptive quantitative, qualitative, and non-parametric statistic. The research results are: 1)The learning material has valid category, 2) Learning material from lesson plan implementation has practical category, 3)The effectiveness of learning material is seen from Improving students learning achievement and Creative thinking ability through N-gain has high category. Result of non-parametric statistic analysis, namely: There isnt difference and improvement of students creative thinking ability in SMPN P.siantar. Students responds in learning material implementation are very positive. The conclusion is science learning materials based on Creative-Inquiry process are valid, practical, and effective in SMPN Pematangsiantar.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan dan mendeskripsikan karakteristik model pembelajaran sains berbasis proses kreatif-inkuiri untuk meningkatkan pemahaman dan berpikir kreatif siswa di SMPN. Model pembelajaran menggunakan model Borg & Gall dengan One-Group Pretest Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, kualitatif, uji statistik non-parametrik. Hasil penelitian adalah: 1) perangkat pembelajaran berkategori tinggi, 2) perangkat pembelajaran ditinjau dari pelaksaan RPP berkategori tinggi, 3) keefektifan perangkat pembelajaran dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui N-gain berkategori tinggi. Hasil dari analisa uji statistik non-parametrik adalah tidak terdapat perbedaan dan peningkatan dari kemampuan berpikir kreatif siswa di SMPN Pematangsiantar. Respon siswa terhadap pelaksanaan perangkat pembelajaran sangat positif. Kesimpulannya adalah perangkat pembelajaran sains berbasis proses kreatif-inkuiri adalah valid, praktis, dan efektif di SMPN Pematangsiantar.
MASYARAKAT IDEAL DALAM PANDANGAN AKBAR S. AHMED Nur, M.
JURNAL TAPIS Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Tapis
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tapis.v8i2.1566

Abstract

AbstrakKonsep Islam mengenai masyarakat, sejarah, dan politik diterapkan dalam struktur dan organisasi masyarakat. Kadangkala konsep tersebut berjalan mulus, tetapi kadang kala bertentangan dengan sistem sosial budaya tertentu. Di pelbagai tempat yang jauh dari pusat pengembangan Islam, seringkali terjadi konflik antara cara pandang makro Islam dengan nilai-nilai dengan kehidupan sehari-hari. Dalam menganalisa berbagai persoalan atau permasalahan Islam dan masyarakat muslim, Akbar menggunakan metode historis-interpretatif. Dalam Islam yang dijadikan acuan dalam berbagai aspek kehidupan adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Akbar menggunakan landasan teori muslim ideal dan masyarakat muslim ideal yang dirujukkan pada Nabi Muhammad dan kehidupan masyarakat muslim abad ke-7. Titik tolak ini akan membantu upaya memahami masyarakat dan sejarah muslim dari masa lahirnya Islam hingga masa kini.Kata Kunci: AbstrakKonsep Islam mengenai masyarakat, sejarah, dan politik diterapkan dalam struktur dan organisasi masyarakat. Kadangkala konsep tersebut berjalan mulus, tetapi kadang kala bertentangan dengan sistem sosial budaya tertentu. Di pelbagai tempat yang jauh dari pusat pengembangan Islam, seringkali terjadi konflik antara cara pandang makro Islam dengan nilai-nilai dengan kehidupan sehari-hari. Dalam menganalisa berbagai persoalan atau permasalahan Islam dan masyarakat muslim, Akbar menggunakan metode historis-interpretatif. Dalam Islam yang dijadikan acuan dalam berbagai aspek kehidupan adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Akbar menggunakan landasan teori muslim ideal dan masyarakat muslim ideal yang dirujukkan pada Nabi Muhammad dan kehidupan masyarakat muslim abad ke-7. Titik tolak ini akan membantu upaya memahami masyarakat dan sejarah muslim dari masa lahirnya Islam hingga masa kini.Kata Kunci: Islam, Masyarakat Ideal, Akbar S. Ahmed
Menigkatkan Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascolanicum L) pada Media Gambut dengan Pupuk Kompos Serasah Jagung dan Frekuensi NPK 16:16:16 Nur, M.; Sutriana, Selvia
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal "Tantangan dan Solusi Pengembangan PAJALE dan Kel
Publisher : Seminar Nasional Lahan Suboptimal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nue et al, 2019. Increasing Growth and Production of Onion (Allium ascolanicum L) in Peat Media with Corn Litter Compost Fertilizer and NPK Frequency 16:16:16. pp. 110-119.Sumatras widest peatland in Riau Province, but development of Horticultural crops, one of which is onion, has not been utilized to the maximum, is due to the nutrient-poor and acidic peatlands. The use of compost and correct frequency of NPK fertilization can improve the nature of the peatland and increase crop yields. the study was to determine the effect of interaction and the growth and production of onion in media with the addition of corn litter compost and the frequency of NPK 16:16:16. The study was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Universitas Islam Riau from April to August 2018. Completely randomized design study used, the first factor was corn litter compost 10, 20 and 30 tons / ha, the second factor was NPK fertilization frequency 16:16:16 namely 1 and 2 times the fertilization dose of 150, 300 and 450 kg / ha. Parameters observed were plant height, number of leaves, age of tuber formation, age of harvest, weight of tubers per tuber, production per hectare. The results show that there is a significant interaction effect on tuber weight per tuber and production per hectare with the best treatment of compost 30 tons / ha and 2 times fertilization dose 150 kg / ha per once (300 kg / ha). The main effect is real compost fertilizer on tuber weight per tuber and production per hectare, with the best treatment of 30 tons / ha and the main effect of real fertilization frequency on tuber weight per tuber, with the best treatment 2 times of 150 kg / ha per once (300 kg / ha).
Orientasi Manajemen Sumberdaya Arkeologi di Indonesia Nur, M.
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol 1, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3860.572 KB)

Abstract

The archaeological resources distribute almost in the whole area of Indonesia. The condition of archaeological resources management in our country still under standard. Good concept, theory and the operational at archaeological resources management in a country must have a good relation with the progress at conflict management and its partipatoris approach. Basicly, the state determination to archaeological resources management could be done right as long as all the public interest can be accommodate. The effective way to make it is how to involve the public into the activities.
Pergeseran Pola Pemberian Nama Anak pada Generasi Millenial dan Post-Millenial Bakti, Indra Setia; Hamdi, Emir; Nur, M.
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 12, No 1 (2018): Konstruksi dan Evolusi Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.826 KB)

Abstract

 For the Acehnese, "self-name" refers to the self-image of the Acehnese as Muslims. Then the naming of Acehnese is generally inspired by islamic word, or Arabic word. This study tried to describe the change of naming a baby in Acehnese, especially in network society era, where Generation X as the main actor, while Millennial (Generation Y) and Post-Millennial Generation as the object. The research conducted at Faculty of Social and Political Science University of Malikussaleh through documentary studies and unstructured interviews. The results of this study showed that the change of naming a baby in Acehnese occurred through a fairly long process, across time and generation, within the circle of externalization, objectification, and internalization, that ultimately forced a generation to follow the current naming trend. Keywords : Reconstruction, Generation, Knowledge, AcehAbstrakBagi masyarakat Aceh, “nama diri” tidak dapat dilepaskan dari citra diri orang Aceh sebagai pemeluk agama Islam. Maka pemberian nama anak pada masyarakat Aceh pada umumnya terinspirasi dari Al-Qur’an, bahasa Arab, atau nama diri orang Arab. Penelitian ini mencoba menunjukkan adanya pergeseran dalam pola pemberian nama anak pada masyarakat Aceh, terutama pada era masyarakat jaringan dimana generasi X sebagai aktor utamanya serta generasi Millenial (Gen-Y) dan Post-Millenial sebagai objeknya. Penelitian dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh melalui studi dokumentasi dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran pola pemberian nama anak pada masyarakat Aceh terjadi melalui proses yang cukup panjang, lintas waktu dan lintas generasi, yang pada akhirnya “memaksa” suatu generasi untuk mengikuti trend penamaan anak masa kini.Kata Kunci : Rekonstruksi, Generasi, Pengetahuan, Aceh
MASYARAKAT IDEAL DALAM PANDANGAN AKBAR S. AHMED Nur, M.
JURNAL TAPIS Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Tapis
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v8i2.1566

Abstract

AbstrakKonsep Islam mengenai masyarakat, sejarah, dan politik diterapkan dalam struktur dan organisasi masyarakat. Kadangkala konsep tersebut berjalan mulus, tetapi kadang kala bertentangan dengan sistem sosial budaya tertentu. Di pelbagai tempat yang jauh dari pusat pengembangan Islam, seringkali terjadi konflik antara cara pandang makro Islam dengan nilai-nilai dengan kehidupan sehari-hari. Dalam menganalisa berbagai persoalan atau permasalahan Islam dan masyarakat muslim, Akbar menggunakan metode historis-interpretatif. Dalam Islam yang dijadikan acuan dalam berbagai aspek kehidupan adalah al-Qur?an dan as-Sunnah. Akbar menggunakan landasan teori muslim ideal dan masyarakat muslim ideal yang dirujukkan pada Nabi Muhammad dan kehidupan masyarakat muslim abad ke-7. Titik tolak ini akan membantu upaya memahami masyarakat dan sejarah muslim dari masa lahirnya Islam hingga masa kini.Kata Kunci: AbstrakKonsep Islam mengenai masyarakat, sejarah, dan politik diterapkan dalam struktur dan organisasi masyarakat. Kadangkala konsep tersebut berjalan mulus, tetapi kadang kala bertentangan dengan sistem sosial budaya tertentu. Di pelbagai tempat yang jauh dari pusat pengembangan Islam, seringkali terjadi konflik antara cara pandang makro Islam dengan nilai-nilai dengan kehidupan sehari-hari. Dalam menganalisa berbagai persoalan atau permasalahan Islam dan masyarakat muslim, Akbar menggunakan metode historis-interpretatif. Dalam Islam yang dijadikan acuan dalam berbagai aspek kehidupan adalah al-Qur?an dan as-Sunnah. Akbar menggunakan landasan teori muslim ideal dan masyarakat muslim ideal yang dirujukkan pada Nabi Muhammad dan kehidupan masyarakat muslim abad ke-7. Titik tolak ini akan membantu upaya memahami masyarakat dan sejarah muslim dari masa lahirnya Islam hingga masa kini.Kata Kunci: Islam, Masyarakat Ideal, Akbar S. Ahmed