Didik Nurhadiyanto
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PAHAT INSERT BERMATA POTONG GANDA UNTUK MENGURANGI KEAUSAN PAHAT PADA MESIN BUBUT Nurhadiyanto, Didik
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan analisis ini, adalah memunculkan ide penggunaan pahat insert bermata potong ganda guna mengurangi keausan pahat pada mesin bubut berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, baik yang dilakukan oleh penulis maupun peneliti yang lain, penulis menganalisis penggunaan pahat insert bermata potong ganda. Sebagai bahan referensi, penulis menggunakan bahan pustaka yang ada untuk dijadikan acuan. Analisis ini dibatasi pada modifikasi pahat menjadi bermata potong ganda, kekentalan pendingin, pemampatan tebal geram, dan keausan pahat bermata potong ganda bila dibandingkan dengan pahat bermata potong tunggal. Beberapa penelitian yang dilakukan menggunakan bahan benda kerja yang dibubut adalah VCN 150 ø 1,75 inchi dengan panjang penyayatan 200 mm. Karena diameter awal benda kerja tetap maka putaran spindel dibuat konstan sebesar 265 RPM. Untuk kedua jenis pahat menggunakan pendingin dan semua sudut- sudut pahat yang sama. Variabel yang diubah-ubah adalah kedalaman potong. Kedalaman potong untuk pahat bermata potong tunggal dirumuskan diameter awal dikurangi diameter akhir dibagi dua, demikian juga kedalaman potong untuk bermata potong ganda sama dengan pahat bermata potong tunggal. Keausan pahat modifikasi diambil keausan yang terbesar dari masing-masing mata potong untuk dibandingkan dengan pahat bermata potong tunggal. Masing-masing pengamatan dilakukan sebanyak 3 kali yang kemudian diambil rata-ratanya. Membandingkan keausan yang diperoleh pada pembubutan menggunakan pahat bermata potong tunggal dan ganda. Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan terjadi pengurangan keausan pada pahat bermata potong ganda bila dibandingkan dengan pahat bermata potong tunggal. Hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan pahat insert bermata potong ganda memang layak digunakan untuk mengurangi keausan pahat. Kata kunci : pahat insert, mata potong ganda, dan keausan pahat
Manufacture of Nickel Collimator for BNCT: Smelting of Nickel Using Electrical Arc Furnace and Centrifugal Casting Preparation Mujiyono, Mujiyono; Suharto, Suharto; Mukhammad, Alaya Fadllu Hadi; Nurhadiyanto, Didik; Sumowidagdo, Arianto Leman
Indonesian Journal of Physics and Nuclear Applications Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/ijpna.v3i1.21-28

Abstract

Collimator is a tube that functions to direct neutrons generated by a nuclear reactor for BNCT (Boron Neutron Capture Therapy Cancer). Appropriate design of the collimator for BNCT application is a tube with an inner diameter of 16 cm, an outer diameter of 19 cm and a length of 13 cm total with 12 pieces with nickel purity above 95%. Manufacturing of the BNCT collimator will be planned using centrifugal casting method and smelting of nickel with electrical arc (EA) furnace. This article reports on the smelting process of nickel, setting the parameters of the electrical arc furnace, and the chemical composition of the nickel. Results of the study show that nickel with purity 98% can be melted perfectly using the EA Furnace with a current of 600-800 A and a pouring temperature of 1600°C. The fluidity of nickel can hold up to 1 minute at a 35°C environment that allows for the centrifugal casting process. The chemical composition of the nickel before being melted is Ni (98.89%), Si (0.79%), S (0.17%), and Fe (0.15%) and after being melted is Ni (97.89%), Si (0.92%), S (0.26%), and Fe (0.90%). The chemical composition of the nickel after smelting in an EA Furnace meets the requirements of BNCT collimator.