Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Riset Akuakultur

PRODUKSI MASSAL BENIH IKAN HIAS BOTIA (Chromobotia macracanthus) MELALUI PENDEKATAN PADAT TEBAR DAN KETINGGIAN AIR MEDIA PEMELIHARAAN Priyadi, Agus; Permana, Asep; Nurhidayat, Nurhidayat
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.069 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.1.2013.65-75

Abstract

Ikan botia (Chromobotia macracanthus) merupakan ikan hias asli dari perairan Sumatera dan Kalimantan yang memiliki potensi besar sebagai komoditas ekspor karena bentuk yang unik dan mempunyai warna yang indah. Permasalahan utama sampai saat ini adalah masih rendahnya sintasan larva hingga benih pada tahap pendederan (umur dua bulan). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respons tingkat padat tebar larva (5, 10, dan 15 ekor/L) pada dua tingkat ketinggian air media pemeliharaan (16 dan 32 cm) dengan empat ulangan. Wadah pemeliharaan berupa akuarium ukuran 80 cm x 40 cm x 40 cm dengan sistem resirkulasi. Selama pemeliharaan, larva diberi pakan berupa nauplii Artemia di bulan pertama, sedangkan di bulan kedua diberi pakan nauplii Artemia dan bloodworm (cacing darah/larva Chironomus sp.) beku, serta diberikan secara sekenyangnya (ad satiation). Parameter yang diamati meliputi sintasan, pertumbuhan (pertambahan panjang total dan bobot mutlak), dan data kualitas air. Data yang diperoleh akan diolah dan dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS versi 17.0. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa padat tebar dan ketinggian air media pemeliharaan larva hingga benih sampai umur 2 bulan berpengaruh nyata terhadap sintasan, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang total dan bobot mutlak. Perlakuan dengan padat tebar 15 ekor/L dan ketinggian air media pemeliharaan 16 cm dapat direkomendasikan untuk pemeliharaan larva hingga benih sampai ukuran 0,5 cm.
EFEKTIVITAS KINERJA MEDIA BIOFILTER DALAM SISTEM RESIRKULASI TERHADAP KUALITAS AIR UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN RED RAINBOW (Glossolepis incisus Weber) Nurhidayat, Nurhidayat; Nirmala, Kukuh; Djokosetyanto, D.
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 2 (2012): (Agustus 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.075 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.2.2012.279-292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kinerja media biofilter zeolit dan bioball dalam perbaikan kualitas air yang akan meningkatkan pertumbuhan dan sintasan ikan red rainbow (Glossolepis incisus Weber) pada sistem resirkulasi. Wadah percobaan berupa akuarium dengan ukuran 100 cm x 60 cm x 40 cm sebanyak 24 buah, masing-masing ditebar ikan sebanyak 60 ekor/akuarium. Ikan uji yang digunakan dengan bobot awal 0,71 g dan panjang 3,51 cm. Perlakuan yang digunakan dalam percobaan adalah media biofilter: A. zeolit 100%, B. zeolit 75% + bioball 25%, C. zeolit 50% + bioball 50%, D. zeolit 25% + bioball 75%, E. bioball 100%, dan F. kontrol. Pakan yang digunakan adalah pelet komersial, diberikan 5% dari bobot total ikan yang diberikan sebanyak tiga kali (pagi, siang, dan sore). Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan enam perlakuan yang diulang sebanyak empat kali. Hasil pengamatan perlakuan media biofilter zeolit 75% + bioball 25% memberikan kualitas air terbaik dengan kualitas baik (kategori IV), dengan efektivitas oksidasi amonia sebesar 95,03±0,31% dan biomassa bakteri non patogen (nitrifikasi) dengan jumlah koloni (8,6±1,91) x 106. Pertumbuhan panjang total dan sintasan yang diperoleh 66,67% (2,34 cm) dan 96,67%.
PENINGKATAN SINTASAN LARVA IKAN RAINBOW KURUMOI (Melanotaenia parva) DENGAN APLIKASI PROBIOTIK Sholichah, Lili; Murniasih, Siti; Nurhidayat, Nurhidayat
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 2 (2013): (Agustus 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.741 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.2.2013.265-276

Abstract

Pembenihan ikan rainbow kurumoi sudah dilakukan di Balai Penelitian danPengembangan Budidaya Ikan Hias (BPPBIH) sejak tahun 2010. Dalam perkembangannya ada beberapa kendala terutama rendahnya sintasan benih yang dapat memengaruhi proses produksi massal yang sedang dan terus akan dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah uji efektivitas probiotik dan tahap kedua adalah penentuan dosis optimal. Tujuan penelitian tahap I adalah untuk menentukan jenis probiotik yang paling efektif digunakan untuk pemeliharaan benih ikan rainbow. Penelitian ini terdiri atas lima perlakuan yaitu: probiotik komersil jenis pertama (P1), jenis kedua (P2), jenis ketiga (P3), jenis keempat (P4), dan kontrol tanpa menggunakan probiotik (P0) masing-masing diulang sebanyak tiga kali menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Benih yang digunakan berumur satu bulan dengan ukuran badan yang seragam dan dihasilkan dari batch yang sama pula. Benih dipelihara menggunakan akuarium berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm dengan sistem resirkulasi menggunakan filter batu karang. Masing-masing akuarium diisi 100 ekor benih ikan rainbow kurumoi yang diberi pakan nauplii Artemia. Jenis-jenis probiotik komersil yang telah diuji pada tahap I akan dipilih satu jenis probiotik yang paling efektif berdasarkan hasil uji statistik yang menunjukkan nilai sintasan tertinggi. Selanjutnya probiotik terpilih (P2) akan diuji untuk menentukan dosis yang tepat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan yaitu berupa dosis yang akan diujikan terdiri atas 0,5x dosis kemasan (perlakuan TB1), 1x dosis kemasan (perlakuan TB2), 2x dosis kemasan (perlakuan TB3), dan 4x dosis kemasan (perlakuan TB4), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Dengan lama pemeliharaan dua bulan. Pengamatan yang dilakukan berupa sintasan, pertumbuhan, identifikasi plankton dan bakteri, dan analisis kualitas air. Kedua tahap penelitian dianalisis dengan ANOVA (analisis sidik ragam) dan jika terdapat beda nyata maka dilanjutkan dengan uji Tukey. Tahap pertama diperoleh hasil berturut-turut dari sintasan (%) tertinggi yang dicapai oleh P2 (56,5); P3 (50,0); P1 (46,5); P4 (34,5); dan terendah kontrol P0 (15,0). Sedangkan nilai sintasan (%) tahap dua berturut-turut dari yang tertinggi yaitu dicapai oleh perlakuan: TB3 (63,0); TB2 (58,0); TB4 (55,0); dan yang terendah perlakuan TB1 (34,0).