. Nurjanah
Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jln. Lingkar Akademik, Kampus IPB Dramaga-Bogor 16680

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

SKREENING ALGA HIJAU HALIMEDA OPUNTIA (LINNAEUS) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DARI PESISIR ACEH BARAT Gazali, Mohamad; Nurjanah, .; Zamani, Neviaty Putri
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 24 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.849 KB) | DOI: 10.18343/jipi.24.3.267

Abstract

H. opuntia is one of the green algae that distributes sufficiently dominant at the coastal of West Aceh. This research aims to screen the green algae H. opuntia that is potentia as an antioxidant agent. Extraction method in this research used mono maceration. The solvents that are used including ethanol (polar), ethyl acetate (semi-polar), and n-hexane (non-polar). With those three solvents it was obtained three crude extracts including ethanol crude extract, ethyl acetate crude extract, and n-hexane crude extract. Subsequently, the crude extracts were used to conduct the assay including phytochemical assay and the antioxidant activity with DPPH method. The results of phytochemical assay showed that ethanol crude extract of H. opuntia was detected to have active compounds including alkaloids, flavonoid, phenol, tannin, and steroids whereas ethyl acetate extract of H. opuntia was detected to contain phenol compound. Total phenol content of ethanolic extract of H. opuntia = 2460.25 mg GAE/g and ethyl acetate extract = 972.68 mg GAE/g. Antioxidant activity of ethanolic extract has IC50 value = 143.63 mg/L whereas ethyl acetate extract has IC50 value = 75.51 mg/L with Vitamin C as a positive control. This results show that extract of H. opuntia possesses a vital potency as an antioxidant agent that give value added in pharmacy industries.
PERUBAHAN KOMPONEN SERAT RUMPUT LAUT CAULERPA SP. (DARI TUAL, MALUKU) AKIBAT PROSES PEREBUSAN Nurjanah, .; Jacoeb, Agoes Mardiono; Hidayat, Taufik; Chrystiawan, Rudy
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.11 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.21545

Abstract

Rumput laut Caulerpa sp. dikenal sebagai sumber serat. Rumput laut Caulerpa sp. banyak ditemukan di pesisir pantai Indonesia, salah satunya di perairan Tual, Maluku Tenggara. Rumput laut ini sering dikonsumsi segar oleh masyarakat pesisir ataupun direbus terlebih dahulu. Perebusan bertujuan untuk menginaktifkan enzim dan menurunkan jumlah mikroba, namun dikhawatirkan dapat mempengaruhi komponen serat yang terkandung pada rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perubahan kadar serat pangan (serat pangan larut dan tak larut), serat kasar, dan komponen serat (selulosa, hemiselulosa, lignin) akibat proses perebusan pada suhu 90ºC selama 5 menit. Analisis uji yang dilakukan, diantaranya analisis proksimat, kadar karbohidrat metode Luff schoorl, serat pangan metode enzimatis, serat kasar, dan komponen serat (selulosa, hemiselulosa, lignin). Hasil penelitian menunjukkan perebusan tidak mempengaruhi kadar lignin. Perebusan meningkatkan kadar serat pangan tak larut 1,25%, selulosa 13,91%, hemiselulosa 11,4%, dan menurunkan kadar serat pangan total 3,8%, serat pangan larut 5,05%, dan serat kasar 0,85%.
KANDUNGAN ASAM AMINO, TAURIN, MINERAL MAKRO-MIKRO, DAN VITAMIN B12 UBUR-UBUR (AURELIA AURITA) SEGAR DAN KERING Nurjanah, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v16i2.8043

Abstract

Tujuan penelitian adalah menentukan komposisi gizi, asam amino, taurin, mineral makro dan mikro,dan vitamin B12 pada ubur-ubur (Aurelia aurita) segar dan kering. Asam amino esensial pada ubur-ubur,yaitu arginin, leusin, valin, treonin, lisin, isoleusin, fenilalanin, metionin, dan histidin, sedangkan asamamino non esensial, yaitu asam glutamat, glisin, asam aspartat, serin, alanin, dan tirosin. Asam aminoesensial tertinggi segar dan kering adalah arginin sebesar 1,72% (bk) dan 1,44% (bk) dan terendah histidin,yaitu sebesar 0,19% (bk) dan 0,13% (bk). Asam amino non esensial segar dan kering tertinggi adalah asamglutamat dan glisin, yaitu sebesar 3,26% (bk) dan 2,62% (bk) dan terkecil tirosin sebesar 0,38% (bk) dan0,41% (bk). Taurin segar sebesar 2,68% (bk) dan kering sebesar 0,67% (bk). Mineral makro tertinggi segardan kering adalah natrium, yaitu 180.092,1 ppm (bk) dan 111.209,4 ppm (bk), terkecil adalah kalsium, yaitu5.750,2 ppm (bk) dan 11,1 ppm (bk). Mineral mikro tertinggi segar dan kering adalah iodium, yaitu 8.291,5 ppm (bk)dan 1.800 ppm (bk) dan yang terkecil adalah tembaga yaitu 1,1 ppm (bk) dan 0,6 ppm (bk). Vitamin B12segar adalah 396,6 ?m/100 g (bk) dan kering 63,5 ?m/100 g (bk).
AUTENTIKASI TUNA STEAK KOMERSIAL DENGAN METODE PCR-SEQUENCING Abdullah, Asadatun; Nurjanah, .; Kurnia, Nanang
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.178 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v14i1.3418

Abstract

Tuna is one of the ? shery commodities which are susceptible to mislabeling and substituted with similarspecies, but lower price. Consumer as a purchaser will incur a loss (economical fraud) so it is needed a way toovercome these problems. This study aimed to optimized extraction of DNA obtained from the tuna and tunaexporter companies of modern markets, identi? cation of DNA-based species-speci? c primers with a target genecyt b, and characterization of DNA tuna authentication results. This study consisted of several steps beginning with the characterization of tuna, DNA extraction using CTAB method and Vivantis kit, ampli? cation by PCR, electrophoresis, and nucleotide sequencing. The samples tested were successfully extracted and ampli? ed with the appropriate size of 750 base pairs. PCR sequencing using cyt b gene targets resulted in the identi? cation of tuna raw material. PCR sequencing of the nucleotide sequence of results which have been ? tted to the NCBI data, which does not show any fraud in the form of substitution with other species. Species of yellow ? n (Thunnus albacore), Albacore (Thunnus alalunga), big eye (Thunnus obesus) and blue ? n (Thunnus macoyyi) has the highest homology i.e 99%, 99%, 99%, 100%, respectively.Keywords: authentication, cyt b, mt-DNA, PCR, tuna’s steaks
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KOMPONEN BIOAKTIF KEONG IPONG-IPONG (FASCIOLARIA SALMO) Nurjanah, .; Abdullah, Asadatun; Apriandi, Azwin
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.656 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v14i1.3425

Abstract

Ipong-ipong snail (Fasciolaria salmo) is one of sea water gastropods that have not been utilized optimally. People believe that the snail has the ef? cacies for increasing stamina and vitality. However, scienti? c data supporting the ef? cacy of this snail has not been elucidated yet. The purposes of this research was determined the yield, chemical content (water, protein, fat, ash, acid insoluble ash and carbohydrates), bioactive components and antioxidant activity. The yield of shells, meat, and viscera were 69.69%, 22.08% and 8.22%, respectively. Watercontent, protein, fat, ash, acid insoluble ash and carbohydrates were 73.075%, 18.28%, 0.575%, 2.77%, 0.15% and 5.2%, respecitevely. Six bioactive components were detected i.e alkaloids, steroids, reducing sugars, carbohydrates, peptides and amino acids. Antioxidant activity using DPPH method obtained the result IC50 of the meat extract with chloroform, ethyl acetate and methanol solvent were 9210 ppm, 6825 ppm, 1513.8 ppm, respectively. Meanwhile for viscera extract were. 2825 ppm, 4600 ppm and 994,47 ppm, respectively.Keywords: antioxidants, bioactives, Fasciolaria salmo, proximate, yield.
KEMUNDURAN MUTU IKAN NILA MERAH (OREOCHROMIS SP.) SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RUANG Nurjanah, .; Setyaningsih, I.; Soekarno, .; Muldani, M.
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 7 No. 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.721 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v7i1.1056

Abstract

Penelitian tentang kemunduran mutu ikan nila merah telah dilakukan dengan tujuan untuk menggetahui rigor mortis dan daya simpan ikan nila merah (Oreochromis sp.) segar pada suhu ruang. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah uji organoleptik, TPC, TVB, dan Nilai K. Hasil penelitian menunjukan bahwa tahap pre rigor ikan nila merah berlangsung selama 2 jam setelah ikan dimatikan, rigor mortis berlangsung selama 10 jam setelah ikan mengalami pre rigor (2-12) setelah ikan dimatikan. Sedangkan post rigor terjadi pada jam 12 setelah ikan di matikan.Kata kunci: Nila merah, Nilai K, organoleptik, post rigor, pre rigor, rigor, TPC, dan TVB.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN PENGIKAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK OTAK-OTAK IKAN SAPU-SAPU Nurjanah, .; Nitibaskara, RR; Madiah, E.
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 8 No. 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.783 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v8i1.1021

Abstract

Otak-otak merupakan modifikasi produk olahan antara baso dan kamaboko yang sudah populer di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi maizena dan formula yang terbaik pada pembuatan otak-otak dari ikan sapu-sapu. Jenis bahan pengikat yang digunakan adalah tepung terigu, tapioka, dan campuran dengan maizena dengan konsentrasi total 2,5 %. Karakteristik produk diuji secara indrawi dengan skala hedonik dan komposisi gizi. Konsentrasi maizena yang paling disukai adalah ¼ bagian dan formula yang dipilih adalah bahan pengikat tapioka yang dicampur maizena. Nilai uji proksimat formula terpilih adalah kadar protein 15,49 %; abu 3,11 %; lemak 0,34 % dan karbohidrat 10,665 %.Kata Kunci: ikan sapu-sapu, maizena, organoleptik, otak-otak, proksimat.
KANDUNGAN MINERAL DAN PROKSIMAT KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) YANG DIAMBIL DARI KABUPATEN BOALEMO, GORONTALO Nurjanah, .; Zulhamsyah, .; Kustiyariyah, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 8 No. 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.152 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v8i2.1012

Abstract

Mineral kalsium sebagai pembentuk tulang dan mineral (Cu, Fe, Zn, dan Se) yang berfungsi sebagai antioksidan serta proksimat dari kerang darah (Anadara granosa) yang diambil dari Teluk Tomini Boalemo Gorontalo telah diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan dan pengolahan kerang darah di Boalemo serta menentukan komposisi kimia (proksimat, mineral Cu, Ca, Fe, dan Zn). Penentuan mineral dilakukan dengan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Kerang darah di Boalemo hanya dipanen jika ada pesanan dan pada saat nelayan tidak melaut untuk menangkap ikan. Kerang darah hanya sebagai substitusi ikan. Bentuk produk yang diperjual belikan adalah segar hidup, kupas rebus, dan sate. Hasil analisis mineral untuk kerang segar adalah: Cu 3,17 ppm, Ca 698, 49 ppm, Fe 93,91 ppm dan Zn 13,91 ppm. Sedangkan untuk kerang darah rebus diperoleh nilai Cu 3,15 ppm, Ca 1320,76 ppm, Fe 52,38 ppm dan Zn 12,99 ppm. Hasil proksimat kerang segar adalah: protein 19,48 %, lemak 2,50 %, air 74,37 % dan abu 2,24 %. Untuk kerang darah rebus diperoleh nilai proksimat sebagai berikut: protein 23,23 %, lemak 7,01 %, air 65,69 % dan abu 2,57 %.Kata kunci: AAS, antioksidan, kerang darah, mineral, proksimat
PEMANFAATAN GELEMBUNG RENANG IKAN PATIN (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) SEBAGAI BAHAN BAKU ISINGLASS Trilaksani, Wini; Nurjanah, .; Utama, Herlan Widya
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 9 No. 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.337 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v9i1.998

Abstract

Isinglass merupakan produk berbasis protein kolagen yang dihasilkan dengan memanfaatkan bagian gelembung renang atau kulit ikan. Isinglass memiliki beberapa fungsi, salah satunya yaitu sebagai bahan pengklarifikasi pada produk minuman fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari cara pembuatan isinglass dengan memanfaatkan gelembung renang ikan patin (Pangasius hypophthalmus) dan mengkaji karakteristik isinglass melalui peninjauan protein, protein larut air, kadar aw, pH dan efektivitasnya sebagai penjernih dengan pengukuran komponen warna dalam skala value yang diujikan pada produk jus/sari buah jeruk. Kandungan terbesar dari isinglass ini adalah protein sedangkan kandungan protein larut airnya rendah. Jumlah protein yang terkandung dalam sampel A (3 % larutan isinglass) sebesar 94,61 %, sampel B (1,5 % larutan isinglass) sebesar 94,38 %, dan sampel C (1 % larutan isinglass) sebesar 94,63 %. Jumlah protein larut air yang terkandung dalam sampel isinglass kering untuk sampel A sebesar 17,07 %, sampel B sebesar 15,01 %, dan sampel C sebesar 12,52 %. Semakin tinggi protein dan semakin rendah protein larut air yang dikandung oleh isinglass, semakin baik isinglass tersebut dalam aktvitasnya sebagai pengklarifikasi (fining agent).Kata kunci: Gelembung renang, protein kolagen, isinglass, ikan patin (Pangasius hypophthalmus),fining agent,
PENAMBAHAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) DALAM MEMPERTAHANKAN WAKTU HIDUP IKAN KERAPU LUMPUR Nurjanah, .; Komari, .; Susanto, E.
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.143 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v9i2.976

Abstract

Penambahan hidrogen peroksida pada media air untuk mempertahankan hidup ikan kerapu lumpur (Epinephelus suillus) telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh hidrogen peroksida terhadap kualitas air media ikan kerapu lumpur. Penelitian ini terdiri atas 2 tahap. Tahap 1 yaitu penggunaan berbagai konsentrasi hidrogen peroksida dengan volume 0,5 ml. Pada penelitian tahap 2 menggunakan konsentrasi hidrogen peroksida terpilih dengan perlakuan volume hidrogen peroksida. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan konsentrasi hidrogen peroksida terpilih adalah 13,6 %. Untuk ikan ukuran 60-80 gram yang mampu mempertahankan ikan hidup lebih lama adalah 1ml selama 953 menit, sedangkan untuk ikan ukuran 100-150 gram yang paling lama hidupnya pada volume 1,5 ml yaitu 3107 menit. Penambahan hidrogen peroksida pada berbagai konsentrasi dan volume tidak menyebabkan perubahan kualitas air secara bermakna, kecuali untuk oksigen terlarut yang semakin meningkat.Kata kunci: hidrogen peroksida, kerapu lumpur, kualitas air