Articles

Found 31 Documents
Search

KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK BIJI KEMIRI SUNAN (REUTEALIS TRISPERMA BLANCO) NURJANAH, SARIFAH
Bionatura Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiri sunan contains vegetable oil which can be used as raw material of biodiesel. The oil can be extracted from the kemiri sunan kernel. In designing of oil press machine, physical and mechanical characteristics of kemiri sunan are needed. This study aims to examine the physical and mechanical characteristics of kemiri sunan kernel in some moisture content. Experimental method used in this research with t test. Physical and mechanical characteristics of kemiri sunan shell and kernel were studied on 5 levels of water content ie 3%, 5%, 7%, 9% and 11% with 7 replication. Physical and mechanical characteristics were roundness, spericity, density, volume, porosity, angle of repose and compressive strength. The results showed that increasing water content increased shell roundness from 0.886 - 0.905 and kernel roundness from 0.852 - 0.865; the shell spericity increased from 0.838 - 0.865 and the kernel spericity from 0.768 - 0.846; shell volume increased from 4.506 ? 5.686 cm3 and kernel volume from 2.224 ? 2.764 cm3; shell mass density decreased from 1.002 - 0.999 g / cm3 and kernel mass density from 1.003 to 0.998 g / cm3; shell bulk density increased from 0.299 - 0.342 g / cm3 and kernel bulk density from 0.385 - 0.441 g / cm3; shell porosity increased from 46.03 - 47.57% and kernel porosity from 46.00 - 46.60%; the shell angle of repose increased from 31.29 - 35.29o and the kernel angle of repose from 37.86 - 42.00o; increased shell compressive strength from 21.95 - 27.24 N and kernel compressive strength from 8.89 - 26.95 N.
KAJIAN PROSES PENGERINGAN PEMBUSAAN TOMAT APEL (LYCOPERSICUM PYRIFORME) DENGAN FOAM-MAT DRYING BERBANTU OVEN GELOMBANG MIKRO Muchtarina, Nedia Cahyati; Widyasanti, Asri; Nurjanah, Sarifah
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/agroinfo galuh.v7i1.2690

Abstract

Pada saat panen raya kebutuhan tomat tidak sebanding dengan hasil produksi yang melimpah sehingga terjadi kelebihan penawaran dan harga tomat di tingkat petani rendah. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai jual tomat adalah mengolah tomat menjadi bubuk tomat. Bubuk dapat dibuat dengan metode pengeringan pembusaan berbantu oven gelombang mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daya yang digunakan pada pengeringan pembusaan menggunakan oven gelombang mikro terhadap rendemen bubuk tomat, laju pengeringan serta efisiensi oven gelombang mikro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan tiga kali ulangan yang terdiri dari 3 perlakuan berdasarkan penggunaan daya pengeringan (30%, 50% dan 70%). Parameter yang dianalis adalah rendemen, laju pengeringan dan efisiensi pengeringan oven gelombang mikro. Hasil terbaik dari penelitian ini terdapat pada bubuk tomat dengan perlakuan penggunaan daya 70% tanpa penambahan putih telur untuk menghasilkan rendemen 0,58%; laju pengeringan 4,19 g/menit dan efisiensi pengeringan sebesar 48,27%.
PENGARUH PENINGKATAN KAPASITAS TAHAP ESTERIFIKASI MINYAK KEMIRI SUNAN (REUTALIS TRISPERMA) SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUKSI BIODIESEL Saputra, Eki Dwiyan; Nurjanah, Sarifah; Haryono, Haryono; Kramadibrata, Ade Moetangad; Mardawati, Efri; Daradjat, Wahyu; Handarto, Handarto; Herwanto, Totok; Rosalinda, S.; Saukat, Muhammad; Prijatna, Dedy
TEKNOTAN Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.784 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol13n2.4

Abstract

Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil menjadi permasalahan utama yang sedang terjadi. Biodiesel merupakan energi terbarukan berasal dari minyak nabati yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kemiri sunan (Reutalis trisperma) merupakan salah satu tanaman yang bisa digunakan menjadi bahan baku pembuatan biodiesel. Karena nilai FFA yang tinggi menyebabkan reaksi esterifikasi harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan kapasitas terhadap mutu dan rendemen dari minyak kemiri sunan hasil esterifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan korelasi regresi dengan nilai determinan terbaik. Esterifikasi dilakukan dengan menggunakan lima perlakuan kapasitas yaitu A = 200 mL; B = 400 mL; C = 600 mL; D = 800 mL; dan E = 1000 mL. Parameter mutu yang diuji pada penelitian ini adalah rendemen, densitas, viskositas kinematik, bilangan asam dan FFA, kadar air, indeks bias, dan warna. Hasil penelitian menunjukan peningkatan kapasitas pada proses esterifikasi mempengaruhi mutu minyak. Perlakuan E merupakan hasil terbaik yang diperoleh, karena memiliki nilai terbaik pada 5 parameter dari 8 parameter keseluruhan. Perolehan nilai rendemen, bilangan asam, FFA, densitas, viskositas kinematik, indeks bias dan warna (oHUE) pada perlakuan E secara berturut adalah 82,04%, 2,9702 mg-KOH/g-minyak, 4,61%, 0,9486 g/cm3, 4,94 mm2/s, 0,9939%, 0,0008951, dan 87,47991 (Yellow Red).
PENGARUH LAMA EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU MINYAK BUNGA MELATI PUTIH MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PELARUT MENGUAP (SOLVENT EXTRACTION) Kristian, Jeremia; Zain, Sudaryanto; Nurjanah, Sarifah; Widyasanti, Asri; Putri, Selly Harnesa
TEKNOTAN Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.838 KB)

Abstract

Melati merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi. Namun, permasalahannya adalah bunga melati tidak terjual ke pasar pada saat melimpah ketika panen tiba. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan proses pengolahan terhadap bunga melati yaitu menjadi minyak bunga melati. Salah satu metode pengambilan minyak bunga melati adalah ekstraksi dengan pelarut menguap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari lama ekstraksi terhadap rendemen dan mutu minyak bunga melati putih dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut menguap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan analisis deskriptif. Lama ekstraksi yang digunakan yaitu 8 jam, 12 jam, dan 16 jam dengan perbandingan massa  bunga dan pelarut yaitu 1:2. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen pada perlakuan lama ekstraksi 16 jam yang paling tinggi yaitu 0,18% dengan aroma agak wangi dan warna minyak bunga melati kuning. Untuk nilai hasil uji parameter mutu yaitu rata-rata bobot jenis sebesar 0,8675, indeks bias 1,3677, bilangan asam 6,6611 mg KOH/g, kelarutan dalam alkohol 1:1, dan kadar sisa pelarut 28%. Dengan komponen minyaknya adalah eicosanol (39,10%) dan linalool (10,94%), pentacosanol (7,20%), farnasense (4,01%), tetracontane (3,58%), ethyl linoleolate (2,76%), dan acetic acid/benzyl acetate (2,02%).Kata Kunci: bunga melati, minyak bunga melati, pelarut menguap.
KAJIAN PROSES DESTILASI FRAKSINASI BIODIESEL KEMIRI SUNAN (REUTEALIS TRISPERMA) Emmaputri, Fathia Salsabila; Nurjanah, Sarifah; Mardawati, Efri; Kramadibrata, M. Ade Moetangad; Muhaemin, Mimin; Daradjat, Wahyu; Handarto, Handarto; Herwanto, Totok; Rosalinda, S.
TEKNOTAN Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.187 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol12n2.5

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari minyak nabati. Kemiri sunan (Reutealis trisperma) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai bahan baku biodiesel. Untuk mendapatkan mutu biodiesel yang optimal, perlu dilakukan peningkatan asam lemak ester yang relevan melalui proses destilasi fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur destilasi fraksinasi terhadap mutu biodiesel, mengetahui fraksi biodiesel dengan rendemen dan mutu terbaik, serta mengetahui mutu biodiesel kemiri sunan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan analisis deskriptif. Destilasi fraksinasi dilakukan dengan tiga perlakuan suhu yaitu A = 260-330°C; B = 330-348°C; dan C = 348-360°C. Percobaan dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biodiesel terdestilasi pada perlakuan A dan B. Fraksi biodiesel terbaik apabila ditinjau dari kebutuhan mesin dan kebutuhan proses merupakan fraksi biodiesel hasil perlakuan A dengan perolehan nilai terbaik dari rendemen, viskositas kinematik, densitas, kadar air, bilangan asam, bilangan iod, titik nyala, serta angka setana secara berturut-turut adalah 16,08%; 2,69 mm2/s; 872,27 g/cm3; 0,22%; 0,27 mg KOH/g minyak; 17,83 g-I2/100 g minyak; 288,33°C; dan 71,50.Kata Kunci: Biodiesel, kemiri sunan, destilasi fraksinasi
IMPACT OF DIFFERENT EXTRACTION METHODS ON PHYSICAL CHEMISTRY PROPERTIES OF PALM KERNEL OIL (ELAEISGUINEENSIS) A. I., Ibrahim; Nurjanah, Sarifah; Kramadibrata, M. Ade Moetangad
TEKNOTAN Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.946 KB)

Abstract

This study was conducted to assess the impact of oil extraction from kernel palm by two methods of extraction they are, mechanical press and solvent (hexane) extraction. The aim of this study was to determine the impact of extraction methods on physical chemistry properties of palm Elaeisguineensis kernel oil. Methods were used for extracting oil from palm kernel according to the method of Mandal and Lee, moreover physical chemistry analysis for oils was conducted by AOAC and AOCS methods. These results showed significant differences (P<0.05) of the extraction method between five physical chemistry parameters. In these results number of saponification, peroxide, and iodine of oil that was extracted by hexane, while density was extracted mechanically and the results showed significant difference with the standards of FAO and WHO. The results showed that the number of each parameter from solvent (hexane) and mechanical press are Saponification 194.29±0.20 mgKOH/g and 215.74±1.29 mgKOH/g, Peroxide 3.72±0.25 mgKOH/g and 3.39±0.31 mgKOH/g, Iodine 18.28±0.13 mgKOH/g and 22.8±0.23 mgKOH/g, Density 0.87±0.01 g/cm3 and 0.91±0.00 g/cm3, Viscosity 27.66±1.15 mm2/s and 40.66±2.08 mm2/s, FFA 1.33±0.17% and 1.83±0.04%, respectively. The color of the oil were clear yellow by hexane extract and brown by mechanical extract. These results showed that the extraction methods of palm kernel oil by hexane is better than mechanical extraction.Keywords: Palm kernel oil, Extraction, physic-chemical properties
ANALISIS ENERGI PADA PROSES PENGOLAHAN TEH HITAM ORTODOKS (STUDI KASUS PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII KEBUN GEDEH, DESA SUKAMULYA, KECAMATAN CUGENANG, KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT) Herwanto, Totok; Nurjanah, Sarifah; Saukat, Muhammad; Hafidz, Salman
TEKNOTAN Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3057.313 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol12n1.7

Abstract

Pada proses pengolahan teh membutuhkan energi yang cukup besar sehingga diperlukan suatu analisis sebagai upaya dalam menentukan strategi yang tepat terkait dengan penghematan energi pada rangkaian proses produksi teh hitam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif menggunakan kuesioner, dimana analisis energi dihitung berdasarkan penggunaan energi pada setiap kegiatan dan menghitung konsumsi energi tenaga manusia dan energi sarana produksi lalu dideskripsikan melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi teh hitam khususnya pada proses pengolahan dengan sistem ortodoks menggunakan masukan energi (tanpa energi tak langsung) 26.223,772 MJ/ton dan 73.034,359 MJ/ton (dengan energi tak langsung). Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa perusahaan masuk dalam kuadran I yaitu kondisi dimana perlunya strategi memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kekuatan. Strategi dan peluang penghematan energi yang dapat dilakukan dalam proses pengolahan teh hitam ini adalah dengan cara memelihara dan memperbaiki sarana-prasarana pendukung proses pengolahan teh hitam ortodoks terutama pada mesin Heat Exchanger dan penggunaan listrik yang lebih bijak untuk dapat menekan jumlah penggunaan bahan bakar dan waktu proses pengolahan.Kata kunci: Analisis energi, pengolahan teh, ortodoks
KAJIAN PENGARUH RASIO REFLUKS TERHADAP KARAKTERISTIK MINYAK NILAM HASIL DISTILASI FRAKSINASI Amrullah, Rifki; Nurjanah, Sarifah; Widyasanti, Asri; Muhaemin, Mimin
TEKNOTAN Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.094 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol11n2.8

Abstract

Minyak nilam yang diproduksi oleh petani lokal umumnya masih memiliki mutu rendah yang disebabkan oleh proses penyulingan yang relatif singkat serta masih menggunakan metode dan peralatan yang sederhana. Rasio refluks pada distilasi fraksinasi dapat digunakan sebagai perlakuan untuk meningkatkan mutu minyak nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari rasio refluks terhadap mutu dan karakteristik minyak nilam hasil distilasi fraksinasi serta kondisi proses yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan tiga variabel penelitian yaitu rasio refluks (20:1), (30:1), dan (40:1) dengan pengulangan sebanyak tiga kali, serta diatur untuk menghasilkan 3 fraksi (cut) pada masing-masing variabel penelitian. Parameter yang diukur meliputi rendemen proses, kadar patchouli alcohol, warna, bobot jenis, indeks bias, bilangan asam, dan kelarutan dalam etanol 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio refluks tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik minyak nilam yang dihasilkan pada cut yang sama, kecuali pada nilai bilangan asam. Rasio refluks (20:1) sudah cukup baik dalam menghasilkan mutu minyak nilam, khususnya pada cut 3 karena memiliki kadar patchouli alcohol yang tinggi sebesar 85,39%, serta serta memiliki kondisi proses paling efisien karena memiliki waktu proses paling singkat, yaitu 13,28 jam serta menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 95%.Kata Kunci: distilasi fraksinasi, minyak nilam, rasio refluks
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR PADA MINYAK NILAM HASIL DESTILASI DAN FRAKSINASI TERHADAP JAMUR C. ALBICANS DAN T. MENTAGROPHYTES Setyaningrum, Prisilia Ratna; Nurjanah, Sarifah; Widyasanti, Asri; Zain, Sudaryanto
TEKNOTAN Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.722 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol11n1.9

Abstract

Senyawa patchouli alcohol (PA) pada minyak nilam diduga memiliki fungsi sebagai agen antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksinasi pada aktivitas antijamur miyak nilam. Minyak nilam yang diujikan: minyak nilam tanpa fraksinasi (100; Kadar PA: 35,28%), minyak nilam fraksi 2 (F2; Kadar PA: 25,62%), minyak nilam fraksi 7 (F7; Kadar PA: 34,86%), dan minyak nilam fraksi 8 (F8; Kadar PA: 54,59%). Minyak nilam ini diujikan pada Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan metode difusi agar yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil kemudian dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dan diuji lanjut dengan Uji Dunnet dan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan keempat jenis minyak nilam memiliki aktivitas antijamur terhadap kedua jenis jamur. Pada jamur C. albicans, DDH (diameter daya hambat) terluas pada ukuran 9,24 mm (F8) dan DDH terkecil senilai 5,89 mm (F2). Pada jamur T. mentagrophytes, DDH terluasnya adalah 7,70 mm (F8). DDH terkecilnya senilai 6,18 mm (F2). Dari hasil dapat dilihat bahwa fraksinasi minyak memengaruhi aktivitas antijamur, dimana ukuran DDH yang dihasilkan berbanding lurus dengan kadar patchouli alcohol dari minyak tersebut. Sehingga, minyak nilam dengan aktivitas antijamur terbaik adalah minyak nilam dengan kadar PA tertinggi, yaitu minyak nilam fraksi 8.Kata kunci : antijamur, fraksinasi, minyak nilam, patchouli alcohol.
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK TEH PUTIH (CAMELIA SINENSIS) TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS Widyasanti, Asri; Marpaung, David S.; Nurjanah, Sarifah
TEKNOTAN Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.568 KB)

Abstract

Teh putih merupakan jenis teh yang masih terdengar asing, terutama apabila dibandingkan dengan popularitas teh hitam dan teh hijau. Hal tersebut mendasari perlunya dilakukan penggalian potensi teh putih agar dapat dimanfaatkan menjadi produk olahan selain minuman di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi antijamur dari ekstrak teh putih terhadap jamur Candida albicans. Teh putih didapatkan di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Ciwidey, Jawa Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan analisis deksriptif. Uji potensi antijamur ekstrak teh putih dilakukan dengan metode difusi agar pada medium Potatos Dexstrose Agar (PDA) dengan menggunakan paper disc. Setiap paper disc direndam pada ekstrak teh putih dengan konsentrasi 22%, 24%, 26% dan 28% (b/v). Diameter daya hambat yang dihasilkan pada ekstrak teh putih pelarut n-heksana adalah sebesar 0,83 - 2,83 mm, ekstrak teh putih dengan pelarut etil asetat adalah 6,16 - 11,33 mm, sedangkan pada ekstrak teh putih dengan pelarut etanol 96% adalah 10,00-16,16 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teh putih dengan pelarut etanol memiliki daya hambat terbaik sebesar 16,16 mm pada konsentrasi 28% (b/v). Konsentrasi hambat minimum yang diuji menggunakan ekstrak teh putih dengan pelarut n-heksana tidak ditemukan, ekstrak teh putih pelarut etil asetat ditemukan pada konsentrasi 22% (b/v) sebesar 11,33 mm dan pada ekstrak teh putih dengan pelarut  etanol 96% ditemukan pada konsentrasi 22%  (b/v) sebesar 11,50 mm.Kata kunci: aktivitas antijamur, Candida albicans, ekstrak teh putih.