Denny Nurkertamanda
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik,Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H – Semarang 50239

Published : 43 Documents
Articles

ANALISA PENYEBAB KERUSAKAN PADA SPROCKET VOEDING ROLL DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) Herwindo, Arif Bayu; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Madu Baru PG.Madukismo  merupakan pabrik gula di propinsi DIY. Dari hasil studi pendahuluan Kegagalan proses produksi, Kerusakan yang paling sering terjadi adalah pada bagian unit gilingan  sproket voeding roll. Dalam proses penggilingan sproket voiding roll merupakan as rol tebu yang prinsip kerjanya ikut berputar sesuai dengan putaran mesin untuk untuk memeras atau mengeluarkan nira sebanyak mungkin dari sel-sel tebu. Roll-roll karet yang selama ini digunakan pada sproket voeding roll merupakan roll-roll karet yang sudah pernah mengalami kerusakan. Penyebab kerusakan yang terjadi pada sprocket voeding roll karena kurang memperhatikan kondisi dan kualitas roll karet yang di gunakan pada ruber tube sehingga menyebabkan putaran roll mesin mati. Maka untuk meminimalkan masalah yang terjadi,  dilakukan analisa akar permasalahan dengan menggunakan metode RCA (Root Cause Analysis) Pada tahap ini dilakukan identifikasi root cause dengan mengunakan Causal Factor Charting dan Root cause Map. Causal factor charting merupakan sebuah struktur untuk mengorganisasikan dan menganalisa informasi yang dikumpulkan selama tahap investigasi dan identifikasi. Causal factor chart adalah diagram sederhana yang berisi tentang pemikiran logis yang menggambarkan kejadian yang dihubungkan dengan garis ke atas dan kondisi yang terjadi selama kejadian itu. Setelah semua causal factor berhasil diidentifikasi, investigator mulai mengidentifikasi root cause. Tahap ini menggunakan diagram keputusan yang dinamakan Root Cause Map yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab yang terjadi untuk setiap causal factor. cara dan Analisis Faktor kausal terdiri dari identifikasi serangkaian tugas atau tindakan dalam urutan waktu, serta kondisi lingkungan tugas yang mengarah ke suatu kejadian insiden cara yang dihasilkan dan grafik Faktor kausal memberikan representasi grafis dari hubungan peristiwa dan faktor-faktor kausal. Untuk membuat suatu rekomendasi perawatan mesin pada stasiun gilingan Perlunya penyusunan suatu  checklist untuk melakukan pengontrolan terhadap roll-roll yang selama ini digunakan. Karet yang digunakan pada rubber tube selama ini menggunakan karet yang sudah rusak yaitu karet yang sudah mengalami kebocoran, Sebaiknya perusahaan menggunakan karet baru yang memiliki daya tahan lebih baik. Selain itu, perlunya dilakukan pemeliharaan pada rubber tube setelah digunakan, Peningkatan terhadap pengawasan dan pengecekan program maintenance pada mesin ini ABSTRAK PT. Madu Baru PG.Madukismo a sugar mill in the province of Yogyakarta. From the results of a preliminary study of the production process station failure sugarcane mill that occurred due to several factors that affect engine damage. The most common damage is on the sprocket units voeding roll mill. In the process of voiding sprocket grinding roll is a roll of sugar cane as a principle of work involved in accordance with the rotary engine spinning to to squeeze as much as possible or remove sap from sugar cane cells. Roll-roll rubber which has been used on the sprocket voeding roll-roll is a roll of rubber that had been damaged. Causes damage to the sprocket voeding roll due to lack of attention to the condition and quality of rubber roll that is in use at ruber tube, causing the engine to die round roll. So to minimize the problems that occur, the root cause analysis performed using the RCA (Root CauseAnalysis) At this stage to identify the root cause by using Causal Factor Charting and Root Cause Map. Causal factor charting is a structure for organizing and analyzing information gathered during the investigation and identification. Causal factor chart is a simple diagram that contains the logical thinking that describes the events connected with the line up and the conditions that occurred during the incident. After all the causal factors were identified, investigators began to identify the root cause. This stage uses decision diagrams called Root Cause Map that is used to identify the causes that occur for each causal factor. ways and causal factor analysis consists of identifying a series of tasks or actions in the order of time, task and environmental conditions that lead to an incident scene and how the resulting causal factor charts provide a graphical representation of therelationshipsofeventsandcausalfactors. To make a recommendation engine maintenance on the station mill Need for preparation of a checklist for controlling the roll-roll which has been used. Rubber used in rubber using the rubber tube has been damaged the rubber that has been leaking, the company should use a new rubber that has a better durability. In addition, the need to do maintenance on the rubber tube after use, improvement of supervision and checking of maintenance programs Of Thismachine.
ANALISIS DESIGN FOR ASSEMBLY PADA PROSES PERAKITAN LCD TV/MONITOR MERK VETRO TIPE LT-1571 MENGGUNAKAN METODE THE BOOTHROYD DEWHURST DI PT INTECH ANUGRAH INDONESIA Yuliati, Afi; Nurkertamanda, Denny; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini, semakin banyak perusahaan berlomba-lomba untuk menarik perhatian konsumen dengan cara menciptakan produk yang berkualitas namun dengan waktu perakitan dan biaya produksi yang seminimal mungkin. Pada proses produksi VETRO LT-1571, perlu dilakukan minimasi waktu produksi, sehingga biaya produksi pun dapat seminimal mungkin. Untuk dapat mempersingkat waktu dan memangkas biaya perakitan, suatu perusahaan perlu melakukan redesign produk yang telah ada.Metode DFA digunakan untuk mengetahui waktu perakitan standar dari suatu produk. Salah satu metode DFA yang akan digunakan dalam penelitian kali ini adalah The Boothroyd Dewhurst. Metode ini dipilih untuk digunakan karena dalam proses perhitungannya lebih detail, dimana penentuan waktu berdasar tabel memperhitungkan sudut-sudut insertion, ketebalan benda, dan ukuran benda.Melalui penelitian yang telah dilakukan dilakukan perbaikan desain dengan mengubah adjustment knob, area pemasangan loudspeaker, desain front cover dan back cover, serta perubahan desain trigger stand. Sehingga diperoleh perbandingan hasil jumlah waktu yang diperlukan untuk memproduksi satu unit produk LCD TV/ Monitor LT-1571 sebelum redesign sebesar 646,41 detik dengan efisiensi 13% dan biaya perakitan sebesar Rp 11.651,30. Sedangkan setelah dilakukan perbaikan desain, diperoleh waktu perakitan yang dibutuhkan adalah 550,16 detik dengan efisiensi 13% dan jumlah biaya perakitan Rp 8.785,52. Today, there are many companies vying for consumer attention by creating a quality product, with the assembly time and production costs to a minimum. This is one way of companies to be able to achieve profit maximization with the aim to promote the company. In the production process of VETRO LT-1571, most of the required production time spent on assembling activities. So the production time should be minimized in case the production cost can be minimized. In order to shorten the assembly time and reduce costs, a company needs to do a redesign of existing products. One method that can be used is Design for Assembly DFA).DFA method used to determine the standard assembly time of a product. One of the DFA method to be used in the present study is the Boothroyd Dewhurst. This method was chosen for use because the process is more detailed calculation, which takes into account the timing based on table insertion angles, the thickness of the object, and the object size. Moreover, in this method there is also the selection and manipulation of material factors which aims to shorten assembly times and show the result of a decrease in production cost.Through the research, there are repaired by changing the adjustment knob design, loudspeaker mounting area, design of front cover and back cover, as well as design changes of trigger stand. In order to obtain comparative results the amount of time required to produce one unit of product LCD TV/ Monitor LT-1571 before redesign for 646.41 seconds with 13% efficiency and assembly costs of Rp 11651.30. Meanwhile, after the improvement of design, obtained the required assembly time was 550.16 seconds with an efficiency of 13% and the number of assembly cost Rp 8785.52.
PENGARUH BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN FISIK TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA OPERATOR PENJAHIT PT. DPM Fara, Nanda; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. DPM merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang konveksi pakaian. Dalam kegiatan usahanya, PT. DPM membuat pakaian sesuai jumlah dan waktu yang telah ditargetkan oleh pemilik perusahaan sehingga memberikan tekanan dikarenakan kondisi lingkungan kerja yang tidak baik serta tuntutan target produksi yang sering kali tidak tercapai sehingga mengakibatkan kelelahan kerja pada operator penjahit DPM. Sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja PT. DPM. Penelitian ini menggunakan sample sebanyak 55 responden. Untuk mengetahui pengaruh beban kerja, lingkungan fisik kerja dan kelelahan kerja maka dilakukan uji statistik dengan uji regresi linier majemuk dengan menggunakan software spss. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kebisingan merupakan variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja dengan koefisien nilai R sebesar 0.637. hal ini berarti bahwa tingkat kebisingan yang dialami oleh operator penjahit PT. DPM melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan. Selain itu berdasarkan kuesioner dan wawancara yang dilakukan tidak sedikit operator penjahit yang merasa sulit berkomunikasi dalam keadaan bising. Sehingga perbaikan kondisi lingkungan kerja dan penerapan APD diperlukan untuk mengurangi kelelahan kerja pada operator penjahit PT. DPM.ABSTRACTPT . DPM is company specialized in garment. PT. DPM makes clothes fit and the amount of time that has been targeted by the owners of the company so as to provide pressure due to working conditions are not good and the demands of the production targets that result in fatigue on the operator tailor DPM. Therefore, the research aimed to determine the factors that most influence on fatique of tailor PT. DPM. This study uses a sample of 55 respondents. To determine the relationship of workload, work ensvironment and physical fatigue then performed statistical tests with multiple linear regression using SPSS software. The test results showed that the noise is the variable most significantly influence the fatigue coefficient R value of 0.637. This means that the noise levels experienced by operators tailor PT. DPM value exceeds a predetermined threshold. Also based on questionnaires and interviews, operators tailor who find it difficult to communicate in noisy circumstances. Efforts should be maintenance work environment and to obey use hearing conservation. Thus, noise received by the operator tailor PT. DPM doesn?t exceed the predetermined threshold.
OPTIMASI PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROGRAM LINIER (STUDI KASUS CV PIRANTI WORKS TEMANGGUNG) putra, Farid Prawira; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada CV Piranti works ditemukan permasalahan yaitu perusahaan belum dapat merealisasikan rencana produksi yang optimal. Produksi yang dilakukan hanya berdasarkan permintaan tanpa mempertimbangkan kapasitas produksi. Hal itu dapat mempengaruhi perusahaan dalam menentukan bauran jumlah produksi yang menentukan keuntungan optimal perusahaan. Oleh karena itu penelitian membahas optimasi penentuan jumlah produksi dengan metode program linier. Diharapkan dengan metode tersebut dapat mengatasi permasalahan yang ada.   From the observation that was done on CV Piranti Works, the problem indicated that the company had not been able to make an optimal production plan. The company only produce based on demand without considering its production capacity. Consequently it affected the company to determine production amount of each product type and it influenced the companay to get optimum benefit. Therefore, reaserch discussed optimization of production amount using linear programming. Hopefully with this method the company will able to solve the problem.
PERENCANAAN JADWAL PRODUKSI DAN KEBUTUHAN PERALATAN SERTA BIAYA PADA PROSES PRODUKSI TABLET TABLET SALUT DAN KAPSUL (TTSK) PADA PT PHAPROS TBK Wiedilaksono, Ardian; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Phapros, Tbk merupakan perusahaan farmasi yang merupakan anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Dalam melaksanakan produksinya. Bidang tablet, tablet salut, dan kapsul (TTSK) mulai melaksanakan Tooling Management untuk mengurangi biaya investasi mengenai peralatan. Prinsip dari Tooling Management adalah Flexible Manufacturing System (FMS) dimana sistem produksi yang dijadwalkan akan mengikuti produk yang dibutuhkan pada saat itu. Pertama tama dilakukan analisis mesin untuk mengetahui apakah mesin sanggup untuk melakukan proses produksi berdasarkan anggaran penjualan yang telah ditetapkan. Setelah itu dilakukan perencanan kebutuhan alat agar rencana produksi dapat berjalan dengan lancar. Salah satu cara untuk menentukan perencanaan kebutuhan peralatan adalah dengan menggunakan metode Materials Requirement Planning (MRP). MRP merupakan suatu metode untuk melakukan perencanaan kebutuhan material agar sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan pada waktu yang tepat. Perhitungan dengan menggunakan MRP digunakan untuk tools yang membutuhkan pergantian lebih dari satu kali selama satu tahun. Sehingga dapat diltentukan bagaimana pembelian yang optimal terhadap tools yang membutuhkan pergantian lebih dari satu kali dalam satu tahun. Hasil akhir dari penelitian ini didapatkan bahwa metode MRP dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan peralatan, serta dari hasil perhitungan terdapat beberapa alat yang membutuhkan pengadaan lebih dari satu kali dalam satu tahun. Abstract [Production Schedule, Tools, and Cost Planning in Tablet, Coated Tablet, and Capsule Departement in PT Phapros, Tbk] PT Phapros, Tbk is a pharmaceutical company which is a subsidiary of PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). In carrying out its production, Tablet, Coated Tablet, and Capsule Departement (TTSK)  begin to implement Tools Management to reduce the investment cost of equipment. The principle of Tools Management is the Flexible Manufacturing System (FMS) where the production system is scheduled to follow the required product at that time. The first step to implementing those system is analyze the machine to determine if the machine is able to perform the production process based on a predetermined sales budget or not. The second step is planning the tools that needed for productiony. One way to determine equipment requirements planning is to use the Materials Requirement Planning (MRP) method. MRP is a method for planning material needs to match the required amount and at the right time. Calculations using MRP are used for tools that require replacement more than once for one year. So it can diltentukan how optimal purchases of tools that require turnover more than once a year. The final result of this research is obtained that MRP method can be used to calculate equipment requirement, and from calculation result there are some tools that need procurement more than once in one year.
ANALISIS EFEKTIFITAS DYNAMIC IN-GAME ADVERTISING PADA GAME ANDROID DENGAN METODE EYE-TRACKING Aulia, Edosmitha Galuh; Nurkertamanda, Denny; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan media advertising  pada game adalah awal mula In-game Advertising, sehingga perusahaan tertarik untuk memasang advertising produk mereka ke dalam IGA. Yang akan diteliti  adalah untuk membahas efektifitas In-game Advertising yang terdapat pada game Android berjenis dynamic. Keberhasilan penyampaian IGA akan diteliti pada penelitian ini dengan melihat hasil atensi dari beberapa responden. Hasil atensi yang dimasksud adalah jumlah interest area dan fixation map yang dihasilkan oleh perangkat eye-tracking. Penelitian ini menggunakan metode eye-tracking untuk pengolahan dan menganalisa untuk menghasilkan output berupa data interset area responden dan area atensi yang disebut fixation map. Hasil pada penelitian ini menghasilkan jumlah atensi yang ditunjukkan oleh besar jumlah total waktu yang dihabiskan responden pada suatu interest area pada satuan mili second sebesar 3,14% dan persentase dari trial time yang dihabiskan responden pada suatu interest area sebesar 3,38% yang berarti IGA pada game android tidak efektif. Ketidakefektifan IGA didalam game android ini juga ditunjukkan oleh hasil fixation map yang menunjukkan tidak adanya daerah warna merah, kuning atau hijau yang menunjukkan atensi responden ketika IGA muncul pada saat game berlangsung. Sehingga pada usulan penelitian ini penyampaian IGA pada game android disarankan ditampilkan secara utuh pada setiap jeda tampilan game bukan pada posisi di pojok bawah kiri atau kanan atau pada posisi di atas pojok kanan, tengah atau kiri. The emergence of advertising media in game is the beginning of the in game, so the company is interested in attaching their advertising product  to the IGA. An object that will be researched is to discuss the effectiveness of the in game advertising in android game typed dynamic. In this research, the success of the delivery will be discussed that is based on the result of the attention from several respondents. The result of attention in this research is the interest area and the fixation map resulted by eye tracking tool. To get the output data such as interest area and fixation map, this research used the eye tracking method in processing and analyzing data. This research resulted the amount of the attention showed by the number of total time spent by the respondents in an interest area in a mile second is 3,14% and the percentage of trial time spent by the respondents in an interest area is 3,38%. Based on that result, the using of IGA is not effective. The ineffectiveness of the using of IGA is also showed by the result of fixation map that shows that  there is no red color area, yellow color area, and green color area which shows the respondent?s attention when the IGA appearance and the game is running in the same time. In summary, the delivery of the IGA recommended be appeared as a whole in each of the pause of the game not in bottom left corner,  bottom right corner, or in the top left corner, top right corner or also in the middle.
PERANCANGAN KURSI BAMBU LAMINASI DENGAN KONSEP DFE (DESIGN FOR ENVIRONMENT) MENUJU SUSTAINABLE PRODUCT Sinaga, Rian; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jaman selalu diiringi dengan perkembangan peningkatan pengetahuan manusia sendiri. Salah satu contoh seperti desain produk mempunyai karakteristik dimana selalu berusaha menciptakan kreasi sesuatu, baik alat atau benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Memungkinkan juga dengan desain suatu perlengkapan rumah yang terbuat dari bahan lokal yang terbarukan dengan cepat misalnya pandan, eceng gondok, dan bambu membantu mengurangi transportasi, membantu masyarakat dan meningkatkan keberlanjutan suatu produk secara keseluruhan. Perumusan masalah jelas membicarakan pengunaan kayu meningkat, tetapi sumber alam semakin lama semakin menipis, karena penebangan kayu liar dihutan dan juga masa tumbuh dari jenis kayu tersebut sangatlah lama. Untuk itu penelitian ini memiliki tujuan perancangan kursi laminasi bambu menggunakan konsep dari peduli lingkungan atau Design for Environment. Metode perancangan yang digunakan adalah Pahl Beitz, mengingat sebuah desain tidak ada langkah-langkah yang harus di definisikan maka dalam penggunaan di modifikasi sesuai dengan hasil yang ingin dicapai dalam penelitian untuk desain kursi bambu lamina. Langkah ini dimulai dari Konseptual desain, Perancangan bentuk dan Desain Detail. Hasil penelitian ini berupa perancangan produk kursi laminasi bambu dengan konsep Design for Environment sehingga dari rancangan kursi bambu tersebut menciptakan Sustainable Production karena mendefinisikan material bambu dapat menggantikan bahan dasar penggunaan kayu menjadi sebuah produk yaitu kursi laminasi bambu.
PERANCANGAN WORKPLACE PADA LABORATORIUM SISTEM PRODUKSI (LSP) UNTUK MEMENUHI SAFETY AT WORK Aeni, Nur; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium Sistem Produksi (LSP) yang berada di bawah naungan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro merupakan laboratorium yang melaksanakan praktikum yang memerlukan kecermatan dan kewaspadaan dalam pelaksanaannya. Banyak keluhan yang dirasakan oleh praktikan dikarenakan fasilitas kerja yang kurang mendukung, sehingga perlu adanya usulan perbaikan fasilitas kerja yang sesuai dengan prinsip anthropometri. Dalam perancangan fasilitas ini digunakan metode QUAD untuk menghasilkan desain produk yang aman, mudah dan efektif. Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah metode kerja belum tersusun dengan baik. LSP menggunakan berbagai mesin yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Metode yang digunakan untuk menganalisis potensi bahaya pada penelitian ini adalah JHA  dan Task Analysis .Selain melakukan perbaikan fasilitas untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, perlu dilakukan juga penataan tata letak mesin produksi. LSP saat ini memiliki keterbatasan dalam luas ruangan, lebar jalan atau jarak antar mesin sangat sempit. Dengan pembangunan gedung Teknik Industri dan bantuan pengadaan alat laboratorium dan furniture oleh Djarum Foundation, dibutuhkan perancangan tata letak fasilitas untuk LSP. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah perancangan meja kerja dan alas meja mesin, instruksi kerja, dan tata letak. Dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja pada setiap penggunaan fasilitas Laboratorium Sistem Produksi.  ABSTRACTLaboratorium Sistem Produksi (LSP) under the auspices of Diponegoro University?s Industrial Engineering Department is  a laboratory that requires high level of austerity and vigilance in doing its practicums. There are a lot of complaints received from the practicum participants caused by less-supported facilities, therefore an anthropometry-based improvement for this issue is required. QUAD method for designing  a safe, easy-to-use, and effective products design is used in designing the facilites. One of the main cause of work accidents is the improper designed work method. LSP uses various machines that have a high risk of danger in its usage. JHA and Task Analysis method are used in this research to analyze various potential danger. Beside the facility improvements to increase occupational health and safety, a proper layout of engines production placement is also required. Now LSP has a limitation of room space and the narrow distance between each machine. With the new Industrial Engineering Department building being constructed now, alongside the procurement of laboratory equipment and furniture funded by Djarum Foundation been completed, a proper facility layout design is required. Results achieved in this research is to design the work bench and the machine bed, work instructions, and layout. This research is expected to increase occupational safety and health in the usage of each facilities in LSP. 
PEMILIHAN PARAMETER PRETREATMENT PEMBUATAN SERAT BAMBU SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF SERAT ALAMI DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Hadi, Angga Hasmoro; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan bambu sebagai pengganti kayu dalam konstruksi bangunan sudah banyak di jumpai di Indonesia. Bambu memiliki struktur serat yang kuat sehingga dapat menjadi alternatif pengganti kayu. Model penelitian yang dilakukan Metode Taguchi untuk mengetahui pengaruh suhu, konsentrasi NaOH dan lama perebusan didalam proses degumming. NaOH dicampurkan kedalam air untuk menghasilkan variabel konsentrasi 3%, 4%, dan 5%. Pada penelitian ini, bambu direbus dalam larutan konsentrasi NaOH dengan lama perebusan 60, 90, dan 120 menit dengan suhu perebusan 60o, 80o, dan 100o celcius.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas yang dihasilkan dari proses degumming terbaik terjadi pada suhu 60o celcius, dengan konsentrasi NaOH 4% selama 60 menit dengan hasil kuat tarik rata ? rata sebesar 7,87 kg.   ABSTRACT The role of bamboo as a substitute for wood in construction a building has been often able to be found in Indonesia. Bamboo has structure a strong fiber construction so that it can be alternative for substituting wood.Model study conducted to determine the influence of Taguchi method, temperature, concentration of NaOH and length of time of boiling in the degumming process. NaOH get mixed into water to produce concentration variable 3%, 4%, and 5 %. On the research, bamboo boiled in solution concentration NaOH with duration of boiling 60, 90, and 120 minutes with boiling temperature 60o, 80o, and 100o celcius.The result showed that quality resulted from the process degumming best occurs in temperature 60o celcius, by concentration NaOH 4 % for 60 minutes  with tensile test flattened of 7,87 kg.
PENERAPAN BAMBOO BENT LAMINATION PADA PEMBUATAN KURSI DENGAN METODE TOHNET AS, Cintantya Anindita; Nurkertamanda, Denny
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya isu-isu dunia mengenai global warming serta sustainable production, tengah mempengaruhi para designer furnitur untuk berlomba-lomba menciptakan produk inovatif yakni menciptakan produk dengan memanfaatkan bahan-bahan terbarukan, yaitu dengan menggunakan material bambu. Namun pengetahuan akan cara pengolahan bambu untuk dapat dimanfaatkan sebagai produk masih terbilang kurang, khususnya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah trial and error dengan menerapkan metode Tohnet, yaitu dengan menganalisis langkah-langkah, alat dan bahan yang tepat untuk diterapkan dalam bamboo bent lamination pada pembuatan kursi. Langkah awal dalam penelitian ini adalah merancang desain kursi yang memiliki kelengkungan yang berbeda-beda sebagai batasan penelitian itu sendiri. Perancangan desain kursi menggunakan software Solidworks. Selanjutnya melakukan proses pembuatan kursi dengan menerapkan metode Tohnet terebut yang dibagi menjadi 3 bagian yakni, sandaran, kaki bagian atas, dan kaki bagian bawah. Setelah prototype kursi jadi dilakukan pengujian untuk mengetahui kekuatan dari kursi tersebut. Hasil penelitian bamboo bent lamination yang menerapkan metode Tohnet ini diantaranya memiliki keuntungan, yakni proses bending dan laminasi dapat dilakukan bersamaan dengan lama pencekaman bagian sandaran sekitar 4 jam dan bagian kaki sekitar 2 jam karena tingkat kelengkungan yang berbeda, memberikan keuletan terhadap material sehingga dapat meminimalisasi kerusakan material pada saat proses bending dilakukan, hasil kursi yang melalui proses bamboo bent lamination ini mampu menahan beban statis 110 kg dan dinamis 70 kg yang memenuhi standar uji SNI. Namun, terdapat kelemahan dari bent lamination ini yakni biaya produksi yang cenderung mahal dan proses yang cukup lama, serta tingkat keberhasilan yang rendah terjadi pada radius 80,5 mm.