Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH METODE SOCRATIC CIRCLES DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Nurmala, Nurmala; Achmad, Arwin; Yolida, Berti
Jurnal Bioterdidik Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to know the effect of socratic circles method with picture media to students activity and critical thingking skill at SMA N 1 Ngambur. Samples were X.1 and X.2 that was chosen by purposive sampling. This research design was pretest-postest non equivalent group. The quantitative data were obtained from the average value of test that were analyzed using t-test and U-test. The qualitative data were student learning activities and responses that were analyzed descriptively. The result showed that the socratic circles method were observed in experiment class was increase with the average score of all aspect was high criteria (72,8%). Critical thingking skill students was proof by N-gain average 59,4. Beside that, most of the student (98%) gave positive responses towards socratic circles method. Thus, using socratic circles method was significant to improve students activity and critical thingking skill.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode socratic circles disertai media gambar terhadap aktivitas dan kemampuan berpikir kritis siswa pada SMA N 1 Ngambur. Sampel penelitian adalah siswa kelas X.1 dan X.2 yang dipilih dari populasi secara purposive sampling. Desain penelitian ini adalah pretes postes kelompok tak ekuivalen. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-t dan uji-U. Data kualitatif berupa data aktivitas siswa dan tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode socratic circles pada kelas eksperimen mengalami peningkatan untuk semua aspek dengan rata-rata aktivitas berkriteria tinggi (72,8%). Kemampuan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan dengan rata-rata N-gain 59,4. Sejalan dengan hal itu, sebagian besar siswa (98%) memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan metode socratic circles. Dengan demikian, penggunaan metode socratic circles berpengaruh signifikan terhadap peningkatan aktivitas dan kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci : aktivitas, berpikir kritis, media gambar, metode socratic circles, pencemaran
Penerapan Model Pembelajaran Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 20 Toli-Toli Pada Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat Nurmala, Nurmala; Sukayasa, Sukayasa; Paloloang, Baharuddin
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 9 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tolitoli dalam menyelesaikan operasi hitung campuran bilangan bulat. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: “Bagaimana pembelajaran Tutor Sebaya dapat meningkat hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tolitoli pada Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat?”. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa tersebut, maka peneliti menggunakan Pembelajaran Tutor Sebaya dalam menyelesaikan operasi hitung campuran bilangan bulat. Pembelajaran Tutor Sebaya adalah salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Dimana pembelajaran tutor sebaya, teman sebaya yang lebih pandai memberikan bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya di sekolah, sehingga diharapkan yang kurang paham tidak segan-segan untuk mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya. Dalam penerapan pembelajaran tutor sebaya langkah-langkah yang digunakan yaitu 1) pilih materi yang memungkinkan, materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri, 2) bagilah para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, Para siswa yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya, 3) masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari sub-sub materi. Setiap kelompok dipandu oleh siswa yang pandai sebagai tutor sebaya, 4) beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, 5) setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai tugasnya yang telah diberikan, 6) setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara berurutan sesuai dengan urutan sub materi, beri kesimpulan dan klarifikasi. Peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 4 komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi, data hasil catatan lapangan, data hasil wawancara dengan beberapa siswa, data hasil belajar siswa yang diperoleh dengan memberikan tes individu kepada siswa serta lembar penilaian diri, sikap dan minat. Hasil secara keseluruhan dari penelitian yang telah dilaksanakan adalah peningkatan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung campuran bilangan bulat. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I yang hanya mencapai 74,30 % kemudian pada siklus II, persentase ketuntasan belajar klasikal mencapai hasil 84,71 %. Hasil observasi, penelitian sikap dan minat rata-rata berada dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 20 Tolitoli pada operasi hitung campuran bilangan bulat. Kata Kunci: Hasil Belajar, Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat, Tutor Sebaya
Perubahan asupan zat gizi tidak berpengaruh terhadap lama rawat inap pada pasien dewasa di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Nurmala, Nurmala; Susetyowati, Susetyowati; Budiningsari, R. Dwi
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.115 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2014.2(1).14-22

Abstract

ABSTRACTBackground: Adequate nutrient intake for in patients is much required in efforts to prevent declining nutrition status during hospitalization. Malnutrition may occur before hospitalization due to the disease or inadequate nutrient intake; however malnutrition may also occur during hospitalization. The result of a preliminary study shows that 75% of patients undergo declining nutrition status during hospitalization. Nutrition is an integral part of medication or recovery process and shortens length of stay.Objectives: To identify effect of changes in nutrient intake to nutrition status and length of stay of adult in patients.Methods: The study was observational with prospective cohort approach using subject that got inadequate intake (<80%) in the beginning of hospitalization as exposed group and those that got adequate intake (≥80%) in the beginning of hospitalization as non exposed group. Assessment of inpatients was made after three days in hospital and then comparison was made to average intake prior to discharge.Results: Changes in intake and nutritional status did not significantly (p>0.05) affect length of stay of adult inpatients at internal medicine and neurology wards of Dr.Sardjito Hospital Yogyakarta. Nutrition therapy significantly (p=0.04) affected change in nutritional status of in patients with RR=2.24.Conclusions: Changes in intake and nutritional status did not affect length of stay. Nutrition therapy affected as much as 2.24 times to changes in nutritional status of adult inpatients at internal medicine and neurology wards of Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta.KEYWORDS: length of stay, nutritional status, nutrient intake, nutrition therapyABSTRAKLatar belakang: Asupan zat gizi yang cukup bagi pasien sangat diperlukan untuk mencegah penurunan status gizi selama dirawat di rumah sakit. Malnutrisi juga dapat terjadi sejak sebelum masuk rumah sakit karena penyakit yang diderita maupun asupan zat gizi yang tidak adekuat, namun malnutrisi juga dapat terjadi setelah dirawat di rumah sakit. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa 75% pasien mengalami penurunan status gizi selama dirawat di rumah sakit. Terapi gizi merupakan bagian penting dari proses pengobatan dan pemulihan serta dapat mempersingkat lama rawat inap.Tujuan: Untuk mengidentifikasi efek perubahan asupan zat gizi terhadap status gizi dan lama rawat inap pada pasien dewasa.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain kohort prospektif. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang memiliki asupan zat gizi tidak adekuat (<80%) pada awal masa rawat inap di rumah sakit sebagai kelompok terpapar dan kelompok yang memiliki asupan zat gizi adekuat (≥80%) pada awal masa rawat inap di rumah sakit sebagai kelompok tidak terpapar. Pengukuran asupan makan dilakukan setelah pasien tiga hari dirawat di rumah sakit untuk selanjutnya dibandingkan dengan rata–rata pengukuran asupan pasien sebelum pulang.Hasil: Perubahan pada asupan dan status gizi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap lama rawat inap pasien dewasa di bangsal penyakit dalam dan saraf RSUP Dr.Sardjito. Terapi gizi secara signifikan mempengaruhi perubahan status gizi pasien dengan RR = 2,24.Kesimpulan: Perubahan pada asupan dan status gizi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap lama rawat inap. Terapi gizi yang diberikan dapat memiliki pengaruh sebesar 2,24 kali untuk mengubah status gizi pasien.KATA KUNCI: lama rawat inap, status gizi, asupan zat gizi, terapi gizi
TEAM-BASED LEARNING TO IMPROVE STUDENTS’ UNDERSTANDING OF STATISTICS Dwirahayu, Gelar; Kustiawati, Dedek; Nurmala, Nurmala
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 23, No 1 (2018): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2018
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v23i1.11139

Abstract

Cooperative approach has been proven to be one of successful learning strategies to improve learning. We investigated team-based learning (TBL) as a means to improve students’ understanding of statistics. Samples were 40 junior high schools students in West Java. Improvement after treatment was evaluated by an individual written test. Results suggested that students learning with TBL achieved better test results than control class. Description of team dynamics and its contribution to learning achievement is discussed.
The Effect of Teaching Methods and Linguistic Competence on the Students’ Writing Achievement Nurmala, Nurmala; Santoso, Didik; Murni, Sri Minda
LINGUISTIK TERAPAN Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : LINGUISTIK TERAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of the research were to investigate: 1) the students’ achievement in writing narrative text taught by using task-based learning higher than those taught by direct instruction, 2) the students’ achievement in writing narrative text with high linguistic competence is higher than those with low linguistic competence, 3) there is interaction between teaching methods and linguistic competence on students’ achievement in writing narrative text. It was an experimental research with the population of students at State Senior High School (SMAN) 2 Kisaran 2012/2013 academic year. The sample was selected by applying multistage cluster random sampling. The data collected were analyzed by applying two-way analysis of variance (2x2 ANOVA). The findings indicated that: 1) the students’ achievement in writing narrative text taught by using task-based learning is higher using direct instruction (80 > 67), 2) the students’ achievement in writing narrative text with high linguistic competence is higher than students with low linguistic competence, (80 > 65), 3) there is interaction between teaching methods and linguistic competence on students’ achievement in writing narrative text (sig. = 0.00 < 0.05). Based on the findings, it is suggested that task-based learning method should be applied in English teaching to develop the students’ writing achievement. Key words: writing; task-based learning; direct instruction; linguistic competence.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI USAHATANI CENGKEH DI KECAMATAN DAKO PEMEAN KABUPATEN TOLITOLI Nurmala, Nurmala; Antara, Made; Hadayani, Hj
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.561 KB)

Abstract

This research was conducted at Dungingis and Kapas Villages, Dako Pemean Sub District, Tolitoli Regency. The objective of the research is to determine the influence of production input uses and their efficiency in clove farming.  The inputs included number of productive trees, urea fertilizer, ZA fertilizer, phonska fertilizer, and labor. This research use Slovin equation in determining the number of respondents. The number of respondents was 75 clove farmers. Data was analyzed using multi linier function analysis of Cobb Douglas. The results of the research showed that the independent variables (Xi) such as the number of productive trees (X1), urea fertilizer (X2), ZA fertilizer (X3), phonska fertilizer (X4), and labour (X5) simultaneously had significant effect on the production as the dependent variable (Y). The coefficient of determination was 0.975 indicating that the fluctuation in the clove production can be explained by its independent variables by 97.5% while the other variables not including in the model was by 2.5%.  The efficiency analysis showed that the k value of the variable of the productive tree number (X1)was < 1 suggesting that this variable is not efficient from the point of price view. By contrast the other variable such as urea fertilizer (X2), ZA fertilizer (X3), phonska fertilizer (X4) and labor (X5) had k values> 1 indicating that the use of these inputs is not efficient yet from the point of price view, as well. Keywords :Clove production, efficiency, and production input.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJARIPS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) SISWA KELAS IX.5 SMP NEGERI 2 METRO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Nurmala, Nurmala
PROMOSI (Jurnal Pendidikan Ekonomi) Vol 4, No 1 (2016): PROMOSI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di SMP Negeri 2 Metro, guru dalam proses pembelajaran kurang memodivikasi metode pembelajaran IPS Terpadu. Hal ini terjadi karena pola pikir belajar diartikan sebagai perolehan pengetahuan, dan mengajar adalah memindahkan pengetahuan kepada siswa, disamping itu pembelajaran ditekankan pada hasil, bukan pada proses. Akibatnya proses pembelajaran di kelas menjadi monoton karena guru hanya menungunan metode konvensional dan aktivitas siswa di kelas hanya mencatat lebih dominan dengan menghafal. Pembelajaran IPS Terpadu di kelas ditekankan pada keterkaitan antara konsep-konsep IPS Terpadu dengan pengalaman anak sehari-hari. Selain itu, perlu menerapkan kembali konsep IPS Terpadu yang telah dimiliki anak pada kehidupan sehari-hari atau pada bidang lain sangat penting dilakukan. Untuk memudahkan pemahaman siswa tentang hal tersebut, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Metro.Penelitian direncanakan selama 3 (tiga) bulan dimulai pada bulan September sampai dengan bulan November 2013. Subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa Kelas IX.5 dengan jumlah siswa 28 orang, yang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Penelitian dilaksanakan pada saat mata pelajaran IPS Terpadu berlangsung dengan Standar Kompetensi “Memahami usaha persiapan kemerdekaan,”. Dipilihnya kelas ini yang menjadi subjek dalam penelitian karena kelas ini termasuk yang menjadi tugas penulissebagai guru IPS Terpadu dan dari segi prestasi cukup refresentatif dijadikan subjek dalam penelitian. Pada siklus I Pada siklus-1 ini terdapat 4 siswa yang memperoleh hasil belajar diatas penguasaan minimal, 18 siswa memperoleh hasil belajar sesuai dengan batas minimal, dan 6 siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. Hasil belajar siswa pada siklus - 2 terdapat 15 siswa yang memperoleh hasil belajar diatas penguasaan minimal dan 13 siswa yang memperoleh hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan. Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS Terpadu melalui Model pembelajaran Numbered Head Together sudah ada peningkatan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJARIPS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) SISWA KELAS IX.5 SMP NEGERI 2 METRO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Nurmala, Nurmala
PROMOSI: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 4, No 1 (2016): PROMOSI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ja.v4i1.478

Abstract

Di SMP Negeri 2 Metro, guru dalam proses pembelajaran kurang memodivikasi metode pembelajaran IPS Terpadu. Hal ini terjadi karena pola pikir belajar diartikan sebagai perolehan pengetahuan, dan mengajar adalah memindahkan pengetahuan kepada siswa, disamping itu pembelajaran ditekankan pada hasil, bukan pada proses. Akibatnya proses pembelajaran di kelas menjadi monoton karena guru hanya menungunan metode konvensional dan aktivitas siswa di kelas hanya mencatat lebih dominan dengan menghafal. Pembelajaran IPS Terpadu di kelas ditekankan pada keterkaitan antara konsep-konsep IPS Terpadu dengan pengalaman anak sehari-hari. Selain itu, perlu menerapkan kembali konsep IPS Terpadu yang telah dimiliki anak pada kehidupan sehari-hari atau pada bidang lain sangat penting dilakukan. Untuk memudahkan pemahaman siswa tentang hal tersebut, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Metro.Penelitian direncanakan selama 3 (tiga) bulan dimulai pada bulan September sampai dengan bulan November 2013. Subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa Kelas IX.5 dengan jumlah siswa 28 orang, yang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Penelitian dilaksanakan pada saat mata pelajaran IPS Terpadu berlangsung dengan Standar Kompetensi “Memahami usaha persiapan kemerdekaan,”. Dipilihnya kelas ini yang menjadi subjek dalam penelitian karena kelas ini termasuk yang menjadi tugas penulissebagai guru IPS Terpadu dan dari segi prestasi cukup refresentatif dijadikan subjek dalam penelitian. Pada siklus I Pada siklus-1 ini terdapat 4 siswa yang memperoleh hasil belajar diatas penguasaan minimal, 18 siswa memperoleh hasil belajar sesuai dengan batas minimal, dan 6 siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. Hasil belajar siswa pada siklus - 2 terdapat 15 siswa yang memperoleh hasil belajar diatas penguasaan minimal dan 13 siswa yang memperoleh hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan. Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS Terpadu melalui Model pembelajaran Numbered Head Together sudah ada peningkatan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BERAS MISKIN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK MASYARAKAT MISKIN DIKELURAHAN KESSILAMPE KECAMATAN KENDARI KOTA KENDARI Nurmala, Nurmala
REZ PUBLICA Vol 3, No 1 (2017): March - May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.96 KB)

Abstract

ABSTRAKBahwasanya penelitian ini mendiskripsikan tentang Implementasi program beras miskin dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat miskin di Kelurahan Kessilampe Kecamatan Kendari Kota Kendari dan faktor-faktor yang mempengaruhi tidak berhasilnya Implementasi program tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitan Kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Kendari dengan mengambil Objek diKelurahan Kessilampe. Informan dalam penelitian ini adalah Masyarakat miskin di Kelurahan Kessilampe yang terlibat dalam program Raskin, camat dan staff di Kecamatan Kendari serta Penanggung jawab Raskin tingkat Kelurahan. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan cara observasi, wawancara, dan tinjauan dokumen. Data yang didapat kemudian dianalisa dengan melibatkan penyajian pengerjaan reduksi data dan penyajian data sampai tahap penerikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Implementasi program Raskin dilokasi penelitian dalam rangka mencapai tujuan program belum optimal, ditandai dengan pendataan terkait masyarakat penerima manfaat adalah data yang tidak akurat, kurangnya sosialisasi dalam rangka penyaluran Raskin, sumber daya yang dimiliki oleh para pelaksana pendistribusian program raskin tidak memadai, Kurangnya pengawasan dari pejabat yang berwenang terhadap proses penyaluran Raskin. Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Program Raskin, Kemiskinan
KENDALA-KENDALA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNSYIAH DALAM KULIAH SEMINAR FISIKA Farhan, Ahmad; AR, Marwan; Nurmala, Nurmala
JURNAL FISIKA EDUKASI Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Fisika Edukasi
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.5 KB)

Abstract

Seminar fisika lecture is a compulsory subject in education Prodi FKIP Unsyiah programmed in the VII Periodic half years. The fact graduat students often late to plane this, due to several constraints. The focus of discussion in this paper is to discuss whether the constraints and causes occurred the lecture program the students?.  Research conducted in the physical education study program, with the subject as much as 28 graduat student that have passed through the Periodic half years VIII, but has not been programmed lecture Physics Seminar. adopt this type of qualitative descriptive with a non-parametric statistical analysts, using percentages. Concluded, largely students suffered internal constraints, among others: phisiologis, psychological, determining research problems, and lack of confidence. These constraints caused randahnya analysis capabilities, sintesis and evaluation of the concept of student. Eksteren constraints experienced by students include: lack of available funds, differences of opinion with the faculty trustee, has not been able to meet the pre-requisites Lecture, lack of available reference and academic climate and society are less supportive. This relates to the lack of scientific knowledge of the students, rarely visited the library and the scientific culture has not been properly socialized in an academic environment and a place to stay.