I Putu Sutha Nurmawan
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PENAMBAHAN BALLISTIC STRETCHING PADA LATIHAN KNEE TUCK JUMP LEBIH EFEKTIF DIBANDINGKAN LATIHAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA PEMAIN VOLI LAKI-LAKI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Pramana, I Made Dwi Apri; Nurmawan, I Putu Sutha; Griadhi, I Putu Adiartha; Wiryanthini, Ida Ayu Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya ledak otot didefinisikan sebagai kombinasi antara kecepatan dan kekuatan kontraksi otot serta masuk didalam komponen kebugaran. Latihan pliometrik dapat digunakan untuk memperbaiki kemampuan para pemain voli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian Pre Test and Post TestControl Group Design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 20 orang sehingga dalam dalam satu kelompok terdiri dari 10 orang. Kelompok pertama diberikan penambahan ballistic stretching pada latihan knee tuck jump. Kelompok kedua diberikan pelatihan knee tuck jump. Pengukuran daya ledak otot tungkai menggunakan vertical jump test. Uji normalitas p > 0,05 serta uji homogenitas p >0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan daya ledak otot tungkai pada kelompok 1 sebesar 14,30 cm dan pada kelompok 2 terjadi peningkatan sebesar 7,70 cm. Uji paired sample t-test didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) pada kelompok 1 dan nilai p = 0,000 (p < 0,05) pada kelompok 2. Uji peningkatan daya ledak otot tungkai sesudah latihan pada kedua kelompok menggunakan independent sample t-test didapat kelompok 1 dan kelompok 2 dimana p = 0,000 (p < 0,05) dengan peningkatan dalam persentase sebesar 30,95 % pada kelompok pertama dan 16,73 % pada kelompok kedua. Dari penelitian yang dilakukan tersebut dapat diperoleh simpulan penambahan ballistic stretchingpada latihan knee tuck jump lebih efektif daripada latihan knee tuck jump dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai pada pemain voli laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata kunci : Daya ledak otot, ballistic stretching, knee tuck jump, vertical jump test.
INTERVENSI ULTRASOUND DAN PERTURBATION TRAINING LEBIH EFEKTIF DIBANDINGKAN DENGAN ULTRASOUND DAN CLOSED KINEMATIC CHAIN EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS GENU GRADE 2 Kinandana, Gede Parta; Nurmawan, I Putu Sutha; Adiputra, I Nyoman
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 1 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis Genu merupakan suatu kondisi degeneratif pada sendi yang menyebabkan penurunan kemampuan fungsional. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan perbedaan efektivitas antara intervensi ultrasound dan perturbation training dengan ultrasound dan closed kinematic chain exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis genu grade 2. Pengukuran kemampuan fungsional menggunakan indeks WOMAC. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre dan post test control group design. Jumlah sampel sebanyak 22 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 diberikan intervensi ultrasound dan perturbation training dan Kelompok 2 diberikan ultrasound dan closed kinematic chain exercise. Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test didapatkan hasil p=0,000 dengan beda rerata 21,45±4,132 pada Kelompok 1, sedangkan pada Kelompok 2 didapatkan hasil p=0.000 dengan beda rerata 11,55±1,368. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan fungsional yang signifikan pada setiap kelompok. Uji perbandingan dengan independent sample t-test didapatkan beda selisih p=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil uji statistik, dapat disimpulkan bahwa intervensi ultrasound dan perturbation training lebih baik dibandingkan dengan ultrasound dan closed kinematic chain exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis genu grade 2.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Habut, Martha Yuliani; Nurmawan, I Putu Sutha; Wiryanthini, Ida Ayu Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 2 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa yang sibuk identik dengan rendahnya tingkat aktivitas fisik dan peningkatan pola konsumsi khususnya fast food menyebabkan penumpukan energi sebagai lemak sehingga terjadi peningkatan indeks massa tubuh (IMT). IMT dan aktivitas fisik merupakan salah satu faktor pendukung keseimbangan tubuh. Keseimbangan yang baik, khususnya keseimbangan dinamis yang baik sangat bermanfaat bagi kelancaran aktivitas harian dan mengurangi resiko jatuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dan aktivitas fisik terhadap keseimbangan dinamis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Rancangan penelitian ini study potong lintang, dilakukan Mei 2015 dengan populasi seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang memenuhi kriteria penelitian, terdiri dari 107 mahasiswa yang berusia 18-22 tahun dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire, pengukuran keseimbangan dinamis dengan Modified Bass Test. Analisis data menggunakan metode Chi Square Test dengan p < 0,05 adalah bermakna.Hasil penelitian ini didapatkan kelompok seimbang paling banyak pada kategori normal yaitu 17 responden dan tidak seimbang paling banyak pada kategori obes II yaitu 19 responden. Dari hasil analisis hubungan antara IMT terhadap keseimbangan dinamis, didapatkan hasil p=0,000 (p<0,05). Hasil penelitian ini juga didapatkan kelompok seimbang paling banyak pada kategori aktivitas fisik berat yaitu 25 responden dan tidak seimbang paling banyak pada kategori aktivitas fisik rendah yaitu 40 responden. Dari hasil analisis hubungan antara aktivitas fisik terhadap keseimbangan dinamis, didapatkan hasil p=0,000 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan keseimbangan dinamis dan terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan keseimbangan dinamis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.  
INTERVENSI BALANCE STRATEGY EXERCISE LEBIH BAIK DALAM MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS DARIPADA ISOTONIC QUADRICEPS EXERCISE DENGAN BEBAN 1 KILOGRAM PADA LANSIA Wintara, Gusti Agung Gede Rama; Nurmawan, I Putu Sutha; Muliarta, I Made; Griadhi, I Putu Adiartha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan pusat gravitasi saat diam maupun bergerak. Penelitian eksperimental dilakukan dengan Pre and Post Two Group Design untuk membandingkan Balance Strategy Exercise dan Isotonic Quadriceps Exercise dengan beban 1 kilogram dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia diatas 60 tahun. Sampel sebanyak 26 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Uji Independent Samples T-test didapatkan selisih rerata peningkatan keseimbangan pada kelompok Balance Strategy 6,00 dan Isotonic Quadriceps 2,69 dan nilai p=0,000 (p<0,05). Dapat disimpulkan intervensi Balance Strategy lebih baik dalam meningkatkan keseimbangan dinamis daripada pemberian Isotonic Quadriceps dengan beban 1 kilogram pada lansia diatas 60 tahun di Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Kata kunci: Keseimbangan Dinamis, Balance Strategy Exercise, Isotonic Quadriceps Exercise, Functional GaitAssessment.
PENAMBAHAN CONTRAX RELAX STRETCHING LEBIH EFEKTIF DARIPADA BALLISTIC STRETCHING PADA LATIHAN DEPTH JUMP TERHADAP PENINGKATAN VERTICAL JUMP ATLET BASKET SMA (SLUA) SARASWATI 1 DENPASAR Widyaratni, A.A.Istri Firasti; Wahyuni, Nila; Muliarta, I Made; Nurmawan, I Putu Sutha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 3 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKVertical jump adalah gerakan meloncat setinggi-tingginya dengan fokus kekuatan otot tungkai untuk mencapai loncatan lurus keatas dengan maksimal. Teknik dasar ini dominan dilakukan dalam permainan bola basket terutama saat melakukan shooting,dimana pemain harus melakukan jump shoot untuk memasukan bola ke dalam ring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penambahan contrax relax stretching lebih efektif dalam meningkatkan vertical jump daripada ballistic stretching pada latihan depth jump. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan vertical jump pada kelompok 1 (ballistic stretching)sebesar 4,55 dan pada kelompok 2 (contrax relax stretching) terjadi peningkatan sebesar 8,36. Hasil uji paired sample t-test didapatkan perbedaan yang signifikan dengan nilaip=0,000 (p<0,05) pada kelompok 1 dan nilai p=0,000 (p<0,05) pada kelompok 2. Uji beda selisih dengan independent t-test menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok 1 dan kelompok 2 dimana p=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan contrax relax stretchinglebih efektif dalam meningkatkan vertical jump daripada ballistic stretching pada latihan depth jump. Kata kunci :Vertical jump, contrax relax stretching, ballistic stretching, depth jump.
PELATIHAN PROPRIOSEPTIF EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA PEMAIN SEPAK BOLA DENGAN FUNCTIONAL ANKLE INSTABILITY DI SSB PEGOK Swandari, Ni Made Lidia; Nurmawan, I Putu Sutha; Sundari, Luh Putu Ratna
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 1 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang pemain sepak bola sangat beresiko mengalami functional ankle instability. Functional ankle instability akan mempengaruhi keseimbangan pemain sepak bola. Pelatihan proprioseptif merupakan salah satu metode untuk meningkatkan keseimbangan dinamis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pelatihan proprioseptif terhadap peningkatan keseimbangan dinamis. Penelitian ini adalah penelitian praeksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest posttest design. Penelitian ini terdiri dari 20 sampel. Pelatihan dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Uji statistik menggunakan wilcoxon sign rank test menunjukan nilai p=0.000 (p<0.05), yang berarti ada perbedaan yang bermakna pada nilai rerata keseimbangan dinamis sebelum dan sesudah pelatihan. Artinya pelatihan proprioseptif memberikan peningkatan yang bermakna terhadap keseimbangan dinamis pada pemain sepak bola dengan functional ankle instability di SSB Pegok.
PENGARUH SENAM JANTUNG SEHAT TERHADAP DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI PADA MAHASISWI DENGAN KELEBIHAN BERAT BADAN DI PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Vittala, Govinda; Nurmawan, I Putu Sutha; Silakarma, Dedi; Sutadarma, I Wayan Gede
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 3 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDaya tahan kardiorespirasi adalah kemampuan dari jantung, pembuluh darah dan paru-paru saat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Setiap penambahan 1 kg/m2 indeks massa tubuh akan menurunkan nilai daya tahan kardiorespirasi sebesar 1,349 mlO2/kg/menit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Senam Jantung Sehat terhadap daya tahan kardiorespirasi pada mahasiswi dengan kelebihan berat badan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan Pre and Post Test Control Group Design dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Sampel berjumlah 20 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan diberikan pelatihan Senam Jantung Sehat dan kelompok kontrol tidakdiberikan pelatihan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur daya tahan kardiorespirasi menggunakan Cooper 12 minute run test sebelum dan sesudah pelatihan. Uji normalitas dan homogenitas data diuji dengan menggunakan Saphiro-Wilk Test dan Levene?s Test. Hasil uji paired sample t-test didapatkan perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan dengan nilai p=0,000 (p<0,05) sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan dimana nilai p=0,799 (p>0,05). Uji beda selisih dengan independent t-test menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dimana p=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan Senam Jantung Sehat efektif dalammeningkatkan daya tahan kardiorespirasi. Kata kunci : daya tahan kardiorespirasi, Senam Jantung Sehat, kelebihan berat badan