Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Kelayakan Teknis Dan Finansial Produksi Maltodekstrin Dari Pati Hipokotil Bruguiera gymnorrhiza Di Kabupaten Seram Bagian Barat. Pentury, Melkhianus H.; Nursyam, Happy; Harahap, Nuddin; Soemarno, Soemarno
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.361 KB)

Abstract

Pemanfaatan pati dari hipokotil Bruguiera gymnorrhiza sebagai bahan baku dalam produksi maltodekstrin dapat meningkatkan nilai ekonomis Bruguiera gymnorrhiza. Penelitian ini bertujuan untuk analisis kelayakan teknis dan finansial dalam memproduksi maltodekstrin dari hipokotil Bruguiera gymnorrhiza di Kabupaten Seram Barat. Skala industri maltodekstrin dirancang pada kapasitas produksi 100kg per hari, atau 27.000kg maltodekstrin per tahun. Lokasi produksi dilakukan di desa pesisir Kotania, Kabupaten Seram Barat, daerah tersebut merupakan Zona Ekonomi Khusus (ZEK) di Kabupaten Seram Barat, wilayah tersebut merupakan penghasil hipokotil Bruguiera gymnorrhiza. Metode hidrolisis enzimatik merupakan teknologi dalam produksi ini. Neraca kesetimbangan menunjukkan hasil produksi sebesar 94%. Perhitungan keuangan menunjukkan perlu invertasi Rp. 113.355.000. berdasarkan analisis kriteria investasi, industri ini layak untuk dikembangkan di Kabupaten Seram Barat. Nilai Net Present Value (NVP) 303 635 357 ; IPP 64,6%. Nilai Playback Period (PP) investasi pengembangan usaha adalah 5 tahun. B/C rasio sebesar 2,68. Analisis sensitifitas menunjukkan toleransi produksi mengalami penurunan sebesar 20%, produksi maltodekstrin masih cukup layak meskipun keuntungan bersih mengalami penurunan secara signifikan. Produksi maltodekstrin dipengaruhi oleh perubahan pada produksi, dan tidak dipengaruhi oleh harga enzim. Kata kunci: analisis kelayakan, Bruguiera gymnorhiza, maltodekstrin, pati
Pengaruh Sipermetrin Pada Jambal Rotiterhadap Kadaru Reum dan Kreatinin Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Amir, Nursinah; Suprayitno, Eddy; Hardoko, Hardoko; Nursyam, Happy
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sipermetrin pada dasarnya digunakan untuk mengendalikan hama, penyakit dan gulma pengganggu pada kegiatan pertanian.  Tetapi oleh pengolah Jambal Roti digunakan untuk mencegah pembusukan sehingga daya simpan produk lebih lama dan kerugian bisa dikurangi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sipermetrin terhadap kadar ureum dan kreatininTikus Wistar (Rattus norvegicus). Tikus diberi perlakuan paparan sipermetrin dengan dosis 0.00 mg/kg (K-), 0.05 mg/kg, 0.60 mg/kg, 1.10 mg/kg, 1.60 mg/kg, 2.15 mg/kg dan daging ikan yang mengandung sipermetrin 1.73 mg/kg (kontrol positif : K+). Kadar ureum dan kreatinin darah tikus ditetapkan berdasarkan metode Enzymatic Photometric.  Hasil menunjukkan bahwa sipermetrin berpengaruh terhadap peningkatan kadar ureum dan kreatinin Tikus Wistar.  Kadar ureum sudah melewati normal pada hari ke-7 pemeliharaan untuk perlakuan sipermetrin dosis 2.15 mg/kg.  Rata-rata kadar kreatinin pada hari ke-14 semua perlakuan sudah melewati batas kadar normal, kecuali pada perlakuan K- dan 0.05 mg/kg. Kadar ureum dan kreatinin tertinggi yaitu 27.7±0.98 mg/dL dan 1.03±0.018 mg/dL diperoleh pada perlakuan sipermetrin dosis 2,15 mg/kg. 
Pengolahan Sosis Fermentasi Ikan Tuna (Thunnus abacares) Menggunakan Kultur Starter Lactobacillus plantarum Terhadap Nilai Ph, Total Asam, N-Total, Dan Namino [Tuna Fish (Thunnus albacares) Fermented Sausage Processing Using Lactobacillus plantarum Starter Culture Against Ph, Total Acid, N-Total, And N-Amino] Nursyam, Happy
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.85 KB) | DOI: 10.20473/jipk.v3i2.11609

Abstract

Abstract This study was aimed to know the changes of the character of tuna fish (Thunnus sp.) which fermented by Lactobacillus plantarum starter culture. Factorand variable used was the time of ripening, namely: 0, 2, 4, 6, 8, and 10 days. The parameters observed included: pH, Total Acid, N-Total, and NAmino. The results showed that ripening time of 6 days was the best make processing of sausage against pH, N-Total, and N-Amino value were 4.200±0.177, 3.6472±0.0386, and 0.684±0.0390 respectively, while the higher of Total acid showed that ripening time that 8 days was 3.973±0.064
Survey of Hawksbill Turtle (Eretmochelys imbricate) Health Condition in Terms of Parasites and Microbes in Alas Purwo National Park, Indonesia A'yunin, Qurrota; Nursyam, Happy; Andayani, Sri; Maftuch, Maftuch; Maftuchah, Lukluk Intan
Research Journal of Life Science Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.704 KB) | DOI: 10.21776/ub.rjls.2017.004.01.5

Abstract

Indonesian waters have six types of turtles that can live, spawn and breed. Sea turtle conservation becomes an important and urgent program to be done in order to protect and save sea turtle population in Indonesia. One of the factors that most affect the turtle population is the cause of degradation of pathogenic factors. Alas Purwo National Park, East Java, there is some communities that have activities turtle conservation. Conservation is done by securing and protecting turtle eggs. Turtle eggs that have hatched are released into the sea once it is ready. This study aims was to determine the type of bacteria and fungi that infect hatchlings and environmental factors that influence. This research is descriptive method to Hawksbill turtle (Eretmochelys imbricate) is by way of random sampling. Sampling of microbes in sea turtle was conducted using cotton swab method and then microbes was cultured and indentified in laboratory. The results showed The kind of parasites and microbes which were indentified in hatching and adult Hawksbill sea turtles were fungus with genus Aspergillus sp., Geotrichum sp., Fusarium sp., and Gliocladium sp. ; bacteria are Pseudomonas aeruginosa and Enterobacter cloaceae; and parasite is Chelonibia testudinaria barnacles.  The parameter average value of water in pond indicated 28.1 – 29.2°C for temperature, 32 - 34 ‰ for salinity, 7.78 – 8.2 for pH, and 3.86 – 4.21 mg/L for DO. 
KADAR ENZIM KOLINESTERASE TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) YANG TERPAPAR SIPERMETRIN Amir, Nursinah; Suprayitno, Eddy; Hardoko, Hardoko; Nursyam, Happy; Fahrul, Fahrul
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 5 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sipermetrin  bersifat  neurotoksin  dan  dapat  mempengaruhi  kadar  enzim kolinesterase. Sipermetrin ditemukan terdapat pada produk Jambal Roti dengan kadar yang melebihi batas maksimum residu yang diperkenankan SNI dan CAC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sipermetrin terhadap kadar enzim kolinesterase Tikus Wistar (Rattus norvegicus). Tikus diberi perlakuan paparan sipermetrin dengan dosis 0,00 mg/kg (K-), 0,05 mg/kg, 0,60 mg/kg, 1,10 mg/kg, 1,60 mg/kg, 2,15 mg/kg dan daging ikan yangmengandung sipermetrin 1,73 mg/kg (kontrol positif : K+). Kadar enzim kolinesterase darah tikus ditetapkan berdasarkan metode Enzymatic Photometric.  Hasil menunjukkan bahwa sipermetrin berpengaruh terhadap penurunan kadar enzim kolinesterase Tikus Wistar.  Kadar enzim kolinesterase terendah pada perlakuan paparan sipermetrin dosis 2,15 mg/kg yaitu 4059.9 U/L.
PENGGUNAAN BAHAN PENGEMULSI ALGINAT DAN SUBSTITUSI TEPUNG KENTANG PADA PEMBUATAN BAKSO IKAN GABUS (Channa striata) Yufidasari, Hefti Salis; Nursyam, Happy; Ardianti, Belinda Putri
JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol 2, No 3 (2018): JFMR VOL 2 NO 3
Publisher : JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.263 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.03.6

Abstract

Bakso ikan merupakan salah satu produk olahan yang menggunakan daging ikan sebagai bahan baku utama produk. Bahan baku yang dapat digunakan adalah ikan gabus (Channa striata). Ikan gabus memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, akan tetapi memiliki kandungan air yang tinggi pula, sehingga jika diolah menjadi bakso, dibutuhkan bahan tambahan lain yang dapat memperbaiki tekstrur dari bakso ikan tersebut. Penggunaan Alginat dapat berperan sebagai emulsifier, sedangkan tepung kentang dapat berperan untuk memperbaki tekstur bakso yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bakso ikan gabus (Channa striata) yang ditambahkan alginat dan substitusi tepung kentang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan 2 faktor, yaitu faktor pertama penambahan alginate (0%; 0.75%; 1%) dan faktor kedua substitusi tepung kentang (0%; 5%; 7.5%; 10%; 12.5%) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian terbaik ditunjukkan pada bakso ikan gabus dengan penambahan 1% alginat dan 7,5% tepung kentang; dengan hasil analisis karakteristik yaitu kekerasan 1,28 N, kekenyalan sebesar 0,005 kg/mm2, kadar protein 20,24%; kadar air 61,01%, kadar lemak 1,22%, kadar abu 1,43%, kadar karbohidrat 16,10%, aw 0,84. Dan untuk nilai karakteristik organoleptik yaitu rasa 6,3 warna 6,77 tekstur 6,3 dan aroma 6,3. Selanjutnya, perlu diketahui berapa lama masa simpan dari bakso tersebut.Keywords: Alginat, Bakso ikan, ikan gabus (Channa striata), Tepung Kentang.
PEMANFAATAN TEPUNG SOSIS KADALUARSA SEBAGAI SUMBER PROTEIN DALAM FORMULASI PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis sp.) Fitriadi, Ren; Ekawati, Arning Wilujeng; Nursyam, Happy
Intek Akuakultur Vol 1 No 2 (2017): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.446 KB) | DOI: 10.31629/intek.v1i2.263

Abstract

Telah diteliti pengeringan sosis kadaluarsa dengan menggunakan pengeringan oven untuk dijadikan bahan dalam formulasi pakan ikan nila (Oreochromis sp.) dengan tujuan untuk mengkaji suhu dan waktu yang optimal untuk menghasilkan pengeringan terbaik dilihat dari karakteristik kimia, kandungan asam amino dan nilai TBA (Thiobarbituric acid ). Selain itu, dikaji penggunaan tepung sosis kadaluarsa dalam formulasi pakan ikan nila (Oreochromis sp.) untuk menghasilkan kelulushidupan, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, rasio efisiensi protein, retensi protein, retensi energi dan daya cerna protein.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor suhu dan waktu. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu Tahap 1 (Suhu dan waktu pengeringan sosis kadaluarsa) suhu (40, 60 dan 80 0C) waktu (20, 25 dan 30 jam) dan 3 kali ulangan. Tahap II adalah pemberian dosis tepung sosis kadaluarsa yaitu A(0%), B(10%), C(20%), D(30%), dan E(40%) dan tiga kali ulangan.Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah karakteristik kimia, kandungan asam amino, bilangan TBA (Thiobarbituric acid) kelulushidupan, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, rasio efisiensi protein, retensi protein, retensi energi, daya cerna protein dan kualitas air. Data yang diperoleh dari hasil penelitian, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan analisis keragaman ANOVA. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengeringan terbaik dengan suhu 600C dan waktu 20 jam memberikan pengaruh terbaik pada penurunan kadar air 10,80%, kadar protein 10,33%, kadar lemak 13,22%, kadar abu 6,79%, nilai bilangan TBA(Thiobarbituric acid) 0,613 mg malonadehida/kg. Dosis tepung sosis kadaluarsa terbaik yang dapat yaitu sebesar 14,07% untuk laju perumbuhan spesifik 1,47%BB/hari; 14,20% untuk rasio konversi pakan 1,60, 14,27% untuk rasio efisiensi protein 2,24%; 14,17% untuk retensi  protein 20,96%; 13,59 untuk retensi energi 17,28; 14,48% untuk daya cerna protein 73,74%. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa tepung sosis kadaluarsa dapat digunakan sebagai sumber protein untuk pertumbuhan ikan nila(Oreochromis sp.) dan menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi yang baik dibandingkan dengan tanpa penggunaan tepung sosis kadaluarsa.
FORMULASI AUKSIN (INDOLE ACETIC ACID) DAN SITOKININ (KINETIN, ZEATIN) UNTUK MORFOGENESIS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN, SINTASAN DAN LAJU REGENERASI KALUS RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii Mulyaningrum, Sri Redjeki Hesti; Parenrengi, Andi; Risjani, Yenny; Nursyam, Happy
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.25 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.1.2013.31-41

Abstract

Interaksi auksin dan sitokinin dianggap penting untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan dalam kultur jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi auksin dan sitokinin yang optimum untuk morfogenesis kalus rumput laut K. alvarezii, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan, sintasan, dan laju regenerasi kalus. Kultur kalus dilakukan pada media cair dengan formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT) indole acetic acid (IAA) : kinetin : zeatin, dengan komposisi konsentrasi sebagai berikut: A) 0,4:0:1 mg/L; B) 0,4:0,25:0,75 mg/L; C) 0,4:0,5:0,5 mg/L; D) 0,4:0,75: 0,25 mg/L; E) 0,4:1:0 mg/L; kontrol (tanpa ZPT). Desain penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan pengulangan tiga kali untuk masing-masing perlakuan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan harian, sintasan, laju regenerasi, panjang tunas, dan morfologi tunas. Analisis data dilakukan dengan uji keragaman (ANOVA) dan hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum untuk morfogenesis rumput laut K. alvarezii adalah formula A dengan komposisi IAA : zeatin = 0,4:1 mg/L. Penggunaan formula zat pengatur tumbuh yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan harian, laju regenerasi dan panjang tunas yang dihasilkan, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap sintasan kalus. Tunas rumput laut K. alvarezii mulai terbentuk pada hari ke-15 masa kultur.
KAJIAN PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii HASIL KULTUR JARINGAN PADA PERLAKUAN SUHU YANG BERBEDA Arisandi, Apri; Marsoedi, M; Nursyam, Happy; Sartimbul, Aida
Jurnal Kelautan Vol 4, No 1: April (2011)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v4i1.893

Abstract

Saat ini awal dan akhir periode budidaya rumput laut sudah tidak dapat dipastikan lagi karena mengalami pergeseran yang diduga akibat perubahan iklim global.  Hal tersebut mengakibatkan gagal panen dan rendahnya rendemen karaginan.  Salah satu cara untuk mengetahui dampak perubahan iklim terhadap budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) adalah dengan mengkaji parameter kualitas air yang mempengaruhi pertumbuhannya yaitu suhu.  Melalui penelitian ini diharapkan diperoleh temuan baru mengenai pengaruh suhu terhadap pertumbuhan rumput laut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kappaphycus alvarezii yang diberi perlakuan suhu 200C, 250C, 300C, 350C dan 400C tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap rata-rata pertumbuhan hariannya. Kata kunci: suhu, pertumbuhan, Kappaphycus alvarezii
PENGARUH SALINITAS YANG BERBEDA TERHADAP MORFOLOGI, UKURAN DAN JUMLAH SEL, PERTUMBUHAN SERTA RENDEMEN KARAGINAN KAPPAPHYCUS ALVAREZII Arisandi, Apri; Marsoedi, Marsoedi; Nursyam, Happy; Sartimbul, Aida
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 16, No 3 (2011): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.325 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.16.3.143-150

Abstract

Curah  hujan  mempengaruhi  salinitas  air  laut,  yang  pada  gilirannya  dapat  menyebabkan  rendahnya pertumbuhan Kappaphycus alvarezii.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan morfologi, ukuran dan jumlah sel, pertumbuhan serta rendemen karaginan K. alvarezii pada salinitas yang berbeda.  Penelitian dilakukan  menggunakan  metode  kultur  jaringan,  selanjutnya  thallus  yang  telah  tumbuh  diekstraksi karaginannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas yang berbeda berpengaruh nyata terhadap jumlah sel K. alvarezii (p<0,05), tetapi tidak terhadap rata-rata pertumbuhan harian (p>0,05). Rendemen karaginan pada semua perlakuan salinitas relatif tinggi dan sesuai dengan persyaratan untuk ekspor. Kata kunci:  salinitas, sel, pertumbuhan, karaginan, K. alvarezii Rainfall affects the salinity of sea water, which in turn can lead to the low growth of Kappaphycus alvarezii. This research aimed to determine changes in the morphology, size and number of cells, growth and carrageenan yield of K. alvarezii at different salinitity levels. The research was conducted using tissue culture method, furthermore, from the grown thallus then the carageenan was extracted. The results showed that different of salinity levels significantly influenced the number of cells K. alvarezii (p<0.05), but not against the average daily gain (p>0.05). The carrageenan yields at all salinity treatment were relatively high and eligible for export.  Key words: salinity, cell, growth, carrageenan, K. alvarezii