Articles

PERGESERAN PEKERJAAN MIGRAN DI WILAYAH PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT (BIJB) Santoso, Meilanny Budiarti; Nurwati, Nunung; Apsari, Nurliana Cipta
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v9i2.25553

Abstract

Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah menjadi faktor pendorong terjadinya perubahan sosial dan perubahan ekonomi pada masyarakat sekitar, sehingga perhatian semua pihak tidak cukup hanya diberikan pada kondisi fisik kewilayahannya saja, dinamika demografi pada masyarakat sekitar pembangunan BIJB pun harus diperhatikan. Salah satu bentuknya adalah terjadinya pergeseran mata pencaharian warga masyarakat sekitar, namun faktanya sangat sulit bagi masyarakat untuk berpindah pola dari kultur masyarakat agraris ke bidang pekerjaan lainnya. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan in-depth interview dan studi litelatur sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah pembangunan BIJB telah berupaya untuk melakukan berbagai bentuk usaha dalam menyikapi pergeseran mata pencaharian yang terjadi, salah satu pilihan pekerjaan baru yang banyak diminati dan dipandang sesuai dengan keadaan kapasitas masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah dan tidak memiliki keahlian khusus dalam bekerja adalah menjadi pekerja migran ke luar negeri pada sektor informal. Berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah, pengelola BIJB beserta berbagai pihak terkait lainnya dalam menyikapi dinamika pada masyarakat sekitar pembangunan BIJB tersebut adalah dengan: menciptakan peluang usaha, melakukan opportunity job dengan adanya bantuan modal dan pelatihan, serta melakukan upaya penyediaan lahan pertanian baru oleh pemerintah (tukar guling lahan), sehingga petani dapat membeli lahan tersebut dengan harga yang sesuai dengan kemampuan petani.
Pengaruh Kondisi Sosial dan Ekonomi Keluarga Terhadap Motivasi Pekerja Anak dalam Membantu Keluarga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat Nurwati, Nunung
Padjadjaran Journal of Population Studies Vol 10, No 2 (2008)
Publisher : Padjadjaran Journal of Population Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.513 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kontribusi yang diberikan oleh pekerja anak kepada keluarga, dan seberapa besar pengaruh variabel kondisi sosial dan ekonomi terhadap motivasi pekerja anak dalam membantu keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang berumur <18 tahun yang bekerja di sektor Industri (sektor formal). Jumlah sampel yang diambil sebanyak 165 pekerja anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kondisi ekonomi keluarga lebih dominan dibandingkan dengan pengaruh kondisi sosial keluarga terhadap motivasi pekerja anak dalam memberikan bantuan bagi keluarga. Kata Kuci : Keluarga, motivasi, pekerja anak, Indonesia.
Kemiskinan : Model Pengukuran, Permasalahan dan Alternatif Kebijakan Nurwati, Nunung
Padjadjaran Journal of Population Studies Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Padjadjaran Journal of Population Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.545 KB)

Abstract

Kemiskinan merukan masalah multidimensi karena berkaitan dengan ketidakmampuan akses secara ekonomi, sosial budaya, politik dan partisipasi dalam masyarakat.Bentuk-bentuk kemiskinan yang ada di Indonesia serta berbagai ragam faktor penyebabnya, tentunya sangat mempengaruhi rumusan kebijakan yang dibuat. Berbagai kebijakan dan program yang ada dirasakan masih kurang efektif dalam upaya menurunkan jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, hal ini terbukti dengan adanya kecenderungan peningkatan jumlah penduduk miskin dari masa ke masa. Tentunya rumusan kebijakan dan program perlu dibenahi dan dilakukan rumusan kebijakan sesuai dengan pentahapan, dalam merumuskan kebijakan tersebut harus diperhatikan dan dipahami karakteristik kemiskinan di masing-masing daerah.Kata kunci :           kemiskinan, model pengukuran, permasalahan, alternative kebijakan, Indonesia
PERANAN PERPUSTAKAAN KOMUNITAS DALAM MINAT BACA ANAK (STUDI KASUS DI RUMAH BACA ZHAFFA MANGGARAI) Indra, Hafizal; Nurwati, Nunung
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.115 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15686

Abstract

ABSTRAKPeranan yang dilaksanakan Rumah Baca Zhaffa diadaptasi dari peranan perpustakaan komunitas yang tidak lain juga sebagai peran dari perpustakaan. Sebagai tempat penyedia fasilitas pendidikan, menjadikan rumah baca juga dapat menjadi peralihan masyarakat dalam mengakses sumber bahan bacaan dan segala informasi. Adanya rumah baca disekitar masyarakat dapat diharapkan ada pemberian minat kepada masyarakat dan khususnya anak-anak dalam membaca. Peranan perpustakaan dalam rumah baca seperti sebagai tempat pendidikan, penyedia informasi, pengembangan kegiatan positif, dan agen kbudayaan menjadi aspek yang diteliti dalam penelitian ini.Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus, untuk mendapatkan data/Informasi digunakan dengan wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi kepustakaan. Informan yaitu pemilik rumah baca, tokoh masyarakat, dan pengguna rumah baca.Hasil penelitian ini menunjukkan, perlu dilakukannya upaya untuk meningkatkan publikasi dan kerja sama. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan peningkatan pada rumah baca dalam melaksanakan peranannya. Melihat kurangnya sumber daya dalam hal materil dan manusia, maka rumah baca perlu mendatangkan relawan secara berkala dan mencari donatur atau sponsor tetap dalam hal pendanaan untuk kepentingan peningkatan fasilitas rumah baca. ABSTRACTThis thesis is a research on the role of a library called Rumah Baca Zhaffa, Manggarai, South Jakarta.The role that Rumah Baca Zhaffa takes part is adapted from the role of community library serves as well as a functioning as a facilitator in education, such literacy shelter functions as well as an alternative in accessing literary and information in general.With the existence of this literacy shelter among the people hopefully it gains interest to read especially for children.The traits of library in literacy shelters that serve the kind of education source, information provider, development of positive acts and cultural agent are the main objectives of this reaearch.Researcher works with the method of qualitative in combination with case studies. Whereas the instrument used in collecting data is interview as guidance. The technique used is in-depth interview, non-participative observation, and literary study. Informant selected for this research are namely, the owner of literacy shelter, public figure, and two of their returning visitors.This research shows that it is essential to increase publication and partnership.This is necessary for the reading shelter to continue to serve its roles.Owing to the lack of resources both material and human, therefore this literacy shelter needs regular volunteers and seek for patrons to fund its facilitation upgrade.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU REMAJA Putri, Wilga Secsio Ratsja; Nurwati, Nunung; S., Meilanny Budiarti
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.13625

Abstract

Era globalisasi ini teknologi semakin maju, tidak dapat dipungkiri hadirnya internet semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, bisnis, dsb. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang awalnya kecil bisa menjadi besar dengan media sosial, atau sebaliknya. Bagi masyarakat khususnya kalangan remaja, media sosial sudah menjadi candu yang membuat penggunanya tiada hari tanpa membuka media sosial.Padahal dalam masa perkembangannya, di sekolah remaja berusaha mencari identitasnya dengan bergaul bersama teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Menjelaskan mengenai apa saja pengaruh media sosial bagi remaja dimasa perkembangannya kemudian untuk mengetahui apa saja pengaruh terhadap perilaku remaja yang disebabkan oleh media sosial saat ini.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif karena ingin mendalami suatu fakta, gejala dan peristiwa pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja di lapangan sebagaimana adanya dalam konteks ruang dan waktu serta situasi lingkungan remaja secara alami. Peneliti menginginkan hasil penelitian berupa rincian data yang lebih kompleks tentang fenomena yang sulit diungkapkan oleh metode kuantitatif dan tidak memerlukan pengolahan data secara statistika. Hasil dari penelitian kualitatif yang dibutuhkan peneliti adalah berupa informasi yang mendalam mengenai pengaruh media sosial bagi remaja itu sendiri.
KONDISI KETENAGAKERJAAN DI JAWA BARAT DAN MEA Nurwati, Nunung
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14218

Abstract

Tulisan ini menyajikan kondisi ketenagakerjaan di Jawa Barat tahun 2013-2015, dengan menggunakan data utama hasil Sakernas 2013-2015. Beberapa temuan adalah sebagai berikut; tenaga kerja yang bekerja mayoritas berpendidikan SD dan SMP, sebagian besar dari mereka terserap di sektor informal.Begitu pula dengan penganggur sebagian besar berpendidikan SD dan SMP. Dengan kondisi tenaga kerja seperti itu, akan sulit bersaing dipasaran bebas. Munculnya pengangguran dikarenakan tidak tersedia kesempatan kerja, pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi tidak dibarengi dengan pertumbuhan kesempatan kerja.Dampak diberlakukannya MEA, memberi kesempatan kepada para tenaga kerja untuk bekerja di negara manapun, sebaliknya tenaga kerja yang berasal dari Jawab Barat memiliki kesempatan untuk bekerja di luar negri. MEA memiliki dampak positif bagi ketenaga kerja di Jawa Barat yaitu sektor pariwisata dapat berkembang sehingga dapat menyediakan peluang kerja bagi gtenaga kerja lokal,akan kebanjiran barang-barang atau produk luar dengan harga yang lebih murah daripada produk lokal. Dampak negatif seperti adanya barang-barang selundupan, pendatang gelap.Untuk menghadapi MEA Jawa Barat berupaya untuk fokus dalam meningkatakna kualitas SDM.
PENGARUH INTERAKSI TEMAN SEBAYA TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI SMAN 1 CICALENGKA , KECAMATAN CICALENGKA, KABUPATEN BANDUNG DARMAWAN, TRESNA; Nurwati, Nunung; Gutama, Arie Surya
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.13624

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke masa dewasa. Secara umum dapat di ketahui pada masa transisi tidak menutup kemungkinan akan terjadi pergolakan-pergolakan fisik, psikis dan sosial. Keluarga merupakan fondasi primer bagi pekerkembangan remaja. Persepsi remaja terhadap keharmonisan keluarga yang diwujudkan dalam hubungan keluarga yang baik dan suasana rumah yang menyokong perkembangan remaja, sehingga remaja menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan terhindar dari perbuatan anti sosial/ amoral. Selain sersosialisasi di lingkungan keluagam remaja melakukan salah satu bentuk sosialisasi yang dengan taman sebaya. Remaja memiliki teman sebaya yang melakukan kenakalan meningkatkan resiko untuk enjadi pelaku kenakalan. Teman yang dipilih akan sangat menentukan remaja untuk berbuat.Populasi penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Cicalengka, Kab.Bandung. sampel penelitian ini berjumlah 80 orang yang diperoleh dengan teknik Cluster ramdom sampling dengan meramdom lima kelas didapat dua kelas yang masing masing-masing berjumlah 40 siswa. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Konformitas Teman Sebaya yang dengan menggunakan metode Skala Linkert. Penelitian ini untuk melihat apakah ada hubungan kenakalan remaja dengan interaksi teman sebaya.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENANGANI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Kurniawan, Rifdah Arifah; Nurwati, Nunung; Krisnani, Hetty
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i1.21801

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran pekerja sosial dalam menangani anak korban kekerasan seksual. Pembahasan artikel ini diperoleh melalui  studi literatur dari berbagai sumber bacaan seperti jurnal dan buku yang digunakan untuk menjabarkan teori yang berkaitan dengan perkembangan anak, mengeksplor dampak kekerasan seksual pada korban, dan menggambarkan peran pekerja sosial dalam menangani masalah kekerasan seksual pada anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran dominan dari pekerja sosial dalam menangani masalah anak korban kekerasan, yaitu sebagai pemungkin (enabler). Peranan tersebut dimaksud untuk membantu iklien mengakses sistem sumber, mengidentifikasi masalah, dan meningkatkan kakapasitas diri untuk mengatasi masalah. Dengan adanya peranan pekerja sosial maka anak korban kekerasan seksual dapat kembali berfungsi secara sosial. Dikarenakan pentingnya peran pekerja sosial terhadap penanganan masalah kekerasan seksual terhadap anak maka harus adanya upaya dalam meningkatkan peran pekerja sosial. This article aims to describe the role of social workers in dealing with children victims of sexual violence. The discussion of this article was obtained through literature studies from various reading sources such as journals and books used to describe theories relating to child development, explore the impact of sexual violence on victims, and describe the role of social workers in dealing with problems of sexual violence in children. The results of the analysis show that the dominant role of social workers in dealing with children victims of sexual violence is as an enabler. The role is intended to help clients access the source system, identify problems, and improve their capacity to overcome problems. With the role of social workers, children who are victims of sexual violence can return to social functioning. Due to the importance of the role of social workers in handling the problem of sexual violence against children, efforts must be made to increase the role of social workers. 
EKSISTENSI PEKERJA SOSIAL DI INDONESIA, MALAYSIA DAN AMERIKA SERIKAT Rahma, Adetya Nuzuliani; Nurwati, Nunung; Taftazani, Budi M.
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.13528

Abstract

Dengan masyarakat sejahtera di dalam suatu negara, dapat dijadikan indikator negara tersebut maju atau berkembang. Sehingga kesejahteraan sosial menjadi salah satu indikator yang penting dalam pembangunan suatu negara.Berbicara mengenai kesejahteraan sosial, sangat erat kaitannya dengan profesi pekerjaan sosial. Pekerja sosial dengan keterampilan, nilai-nilai, dan metode serta pendekatan yang dimilikinya mampu meningkatkan keberfungsian sosial individu, keluarga, masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial suatu negara. Dengan demikian keberadaan profesi pekerjaan sosial penting dan berpengaruh terhadap kesejahteraan suatu negara.Dalam tulisan ini, penulis menggambarkan profesi pekerjaan sosial di beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat dengan tujuan untuk memberikan informasi, gambaran umum dan pengetahuan mengenai eksistensi pekerja sosial di masing-masing negara. Selain itu, dari informasi-informasi tersebut dapat dijadikan rujukan untuk meningkatkan eksistensi pekerja sosial di Indonesia.
STRATEGI KOPING IBU DENGAN ANAK GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME : (STUDI KASUS: ORANGTUA MURID TAMAN KANAN-KANAK MUTIARA BUNDA) Rahmania, Rahmania; Nurwati, Nunung; Taftazani, Budi M.
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i3.13775

Abstract

Kasus anak dengan gangguan spektrum autisme semakin hari semakin bertambah setiap harinya. Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, Diah Setia mengatakan, diperkirakan terdapat 112.000 anak di Indonesia menyandang autisme, pada rentang usia sekitar 5-19 tahun. Gangguan spektrum autisme adalah gangguan perkembangan yang mengakibatkan anak (sejak lahir atau beberapa bulan setelah lahir) mengalami kelambatan dan penyimpangan dari pola perilaku normal pada area hubungan sosial dan interaksi, bahasa dan komunikasi, dan kegiatan lainnya. Keluarga dengana anak GSA dituntut untuk beradaptasi dengan keadaan, kebutuhan, dan penanganan khusus bagi anak GSA yang cukup rumit. orangtua dengan anak gangguan spektrum autisme dilaporkan memiliki tingkat stress yang lebih tinggi dibanding orangtua dengan anak disabilitas lainnya contohnya seperti down syndrome. Sedangkan bagi ibu, efek yang dihasilkan dari memiliki anak GSA cenderung lebih besar. Seorang ibu dengan anak gangguan spectrum autisme akan menghadapi banyak tantangan yang sulit untuk dilewati. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Marsha Mailick Seltzer, Ph.D. pada University of Wisconsin-Madison, ternyata ibu dengan anak autisme mengalami stress kronis yang jika disamakan, stress tersebut akan sama seperti stress yang dialami oleh pejuang pertempuran atau tentara. Terdapat apa yang dinamakan dengan coping strategy, atau cara seorang manusia dalam menghadapi permasalahan yang ada. Lazarus dan Folkman (2006) mengatakan, metode coping dibagi atas dua model, yaitu coping yang berfokus pada permasalahan (problem-focused coping) dan coping yang berfokus pada emosi (emotion-focused coping). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif.