Articles

Eksistensi Pendidikan Pondok Pesantren Terhadap Perubahan Akhlak Santri Nuryanto, Nuryanto
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 10 No 02 (2013): Jurnal Tarbawiyah
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.479 KB)

Abstract

In the first time, the education of Boarding School is the institution that concern in attitude and religion in around of society. Every students in Boarding School have rule from their teacher, because of that every people belive that they can get good serve in that place. The rule in the Boarding School to make a control system in the attitude to every students, so the students that out of the rule can be controled by the teacher and get the treatment that make the students back to the rule and change the bad attitude to be a good attitude.
PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK Yustiana, Kurnia; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4602

Abstract

Latar Belakang : Status gizi ibu selama masa kehamilan mempunyai peranan penting terhadap panjang badan bayi yang akan dilahirkan. Bayi baru lahir tergolong stunting apabila memiliki panjang badan < 46,1 cm untuk laki ? laki dan < 45,4 cm untuk perempuan. Stunting merupakan keadaan tubuh pendek sebagai akibat dari malnutrisi knonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan panjang badan bayi baru lahir antara ibu hamil KEK dan tidak KEK.Metode : Penelitian observasional dengan pendekatan cohort prospective. Sampel penelitian ini adalah 18 ibu hamil dengan usia kehamilan 36 ? 40 minggu untuk tiap kelompok. Sampel diambil dari dua Puskesmas di Semarang Timur yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan pengukuran antropometri. Panjang badan bayi baru lahir diukur menggunakan infantometer, LILA ibu hamil diukur menggunakan pita LILA, tinggi badan orangtua diukur menggunakan microtoise, asupan energi dan protein diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), jenis kelamin dan status ekonomi diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney.Hasil : Terdapat 8,3% bayi lahir stunting pada penelitian ini dengan 5,5% bayi lahir dari ibu KEK dan 2,8% bayi lahir dari ibu tidak KEK. Tidak ada perbedaan panjang badan bayi baru lahir antara ibu hamil KEK dan tidak KEK (p>0,05). Panjang badan bayi baru lahir juga tidak menunjukkan perbedaan antara tiap kategori tinggi badan ibu dan ayah, jenis kelamin bayi, asupan energi dan protein serta status ekonomi keluarga (p>0,05).Kesimpulan :Panjang badan bayi baru lahir menunjukkan tidak ada perbedaan antara ibu hamil KEK dan tidak KEK. Panjang badan bayi baru lahir juga menunjukkan tidak ada perbedaan antara  tiap kategori tinggi badan ibu dan ayah, jenis kelamin bayi, asupan energi dan protein serta status ekonomi keluarga.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR LEPTIN DAN ADIPONEKTIN Subarjati, Asri; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10121

Abstract

Latar Belakang: Leptin dan adiponektin merupakan dua hormon yang disekresikan jaringan adiposa. Peningkatan dan penurunan kadar leptin dan adiponektin berkaitan dengan penyakit-penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan indeks massa tubuh dengan kadar leptin dan adiponektin dengan persen lemak tubuh dan lingkar pinggang sebagai variabel perancu.Metode: Penelitian  menggunakan desain crossectional pada 75  remaja  usia 15-18 tahun. Data IMT diambil dengan mengukur tinggi badan dan berat badan, sedangkan data leptin dan adiponektin dilihat dari kadar serum darah yang diambil menggunakan metode ELISA. Data persen lemak tubuh diambil dengan BIA, sedangkan lingkar pinggang denngan metlin. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson dan Rank Spearman. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar leptin dan adiponektin (p<0,01). IMT berkorelasi negatif dengan kadar adiponektin Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar leptin dengan lingkar pinggang (p>0,01), tetapi  ada hubungan kadar leptin dengan persen lemak tubuh. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kadar leptin dan adiponektin
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA HIBRIDA TERHADAP STATUS HIDRASI ATLET SEPAKBOLA Sari, Dini Dewi Purnama; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v5i1.16348

Abstract

Latar Belakang: Status hidrasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja fisik atlet sepakbola. Konsumsi cairan elektrolit dengan komposisi seimbang dan jumlah yang optimal dapat menjaga status hidrasi atlet. Air kelapa hibrida merupakan minuman elektrolit alami yang dapat menjaga status hidrasi. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian air kelapa hibrida terhadap status hidrasi atlet sepakbola.Metode: Studi eksperimental dengan pendekatan randomized pre test and post test design with a control group pada 28 atlet sepakbola usia 14-18 tahun di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Jawa Tengah. Kelompok perlakuan mengkonsumsi air kelapa hibrida sedangkan kelompok  kontrol mengkonsumsi air putih. Air kelapa dan air putih diberikan sebanyak 200 ml setiap 15 menit selama latihan 75 menit. Pengukuran status hidrasi dilakukan dengan menghitung persentase kehilangan berat badan setelah latihan. Uji statistik yang digunakan untuk melihat perbedaan status hidrasi antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol adalah uji Independent t test dan Mann Whitney.Hasil: Kelompok perlakuan memiliki persen kehilangan berat badan sebesar -0.3±1.8 % sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 0.12±1.5 %. Tidak ada perbedaan yang bermakna pada berat badan sebelum dan sesudah latihan pada kelompok perlakuan (t=-0.643, p=0.532) dan kelompok kontrol (t=0.323, p= 0.752). Tidak ada perbedaan yang bermakna pada persen kehilangan berat badan antara kelompok yang mengkonsumsi air kelapa hibrida dengan kelompok yang mengkonsumsi air putih (t=0.768,p=0.504). Kesimpulan: Pemberian air kelapa hibrida dibandingkan air putih sebanyak 200 ml setiap 15 menit selama latihan  75 menit tidak memberikan perbedaan yang bermakna terhadap status hidrasi berdasarkan persentasi kehilangan berat badan.
HUBUNGAN KEJADIAN KARIES GIGI DENGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR (STUDI PADA ANAK KELAS III DAN IV SDN KADIPATEN I DAN II BOJONEGORO) Kartikasari, Hana Yuwan; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 3, No 3 (2014): Juli 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v3i3.6605

Abstract

Latar Belakang :  Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai di masyarakat, dimana diantaranya adalah golongan anak. Mengkonsumsi makanan kariogenik berlebih dapat meningkatkan risiko karies gigi. Anak yang mengalami karies gigi dalam kurun waktu yang lama akan berpengaruh terhadap asupan zat gizi dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian karies gigi dengan konsumsi makanan kariogenik dan status gizi pada anak sekolah dasar Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Besar subjek yang dibutuhkan sebanyak 63 responden. Subjek diambil secara random sampling.  Data yang dikumpulkan meliputi tingkat karies gigi menggunakan indeks DMF-T, asupan makanan kariogenik diperoleh menggunakan Food Frekuensi Question (FFQ) dan kuesioner, dan status gizi dengan cara antropometri. Analisis data menggunakan uji korelasi rank Spearman.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tingkat karies gigi sedang 23.8% dengan indeks DMF-T rata-rata 4.0 . Frekuensi konsumsi makanan kariogenik sebanyak 73% mengkonsumsi 3-6x sehari. Terdapat 15.8% anak memiliki status gizi sangat kurang. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa: ada hubungan antara kejadian karies gigi dengan konsumsi makanan karieogenik (p=0.009 ; r=0.298) ,ada hubungan antara karies gigi dengan status gizi (p=0.008 ; r=0.303).Simpulan : Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan antara kejadian karies gigi dengan konsumsi makanan karieogenik, dan ada hubungan antara karies gigi dengan status gizi 
HUBUNGAN KECACINGAN DENGAN STATUS GIZI DAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS IV DAN V DI KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG Kamila, Annida Dini; Margawati, Ani; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v7i2.20826

Abstract

Latar Belakang : Kecacingan merupakan salah satu dari 10 besar penyakit anak di Indonesia. Kejadian kecacingan terbanyak disebabkan oleh infeksi cacing STH (Soil Transmitted Helminths). Dampak kecacingan yang terjadi pada anak usia sekolah yaitu dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas penderitanya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kecacingan dengan status gizi dan prestasi belajar pada anak sekolah dasar kelas IV dan V di Kelurahan Bandarharjo Semarang.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di seluruh sekolah dasar di Kelurahan Bandarharjo Semarang dengan jumlah subjek 68 siswa. Pemeriksaan STH dilakukan dengan metode Koato-Katz, penilaian status gizi dengan pengukuran antropometri IMT/U, dan prestasi belajar menggunakan nilai rapor. Data dianalisis menggunakan Uji Chi Square dan  Uji Fisher?s Exact.Hasil : Terdapat 2 anak (2,9%) positif terinfeksi Ascaris lumbricoides dengan kategori ringan, persentase anak dengan status gizi kurang (30,9%) dan (50%) anak memiliki prestasi belajar kurang. Berdasarkan uji statistik tidak terdapat hubungan antara kecacingan dengan status gizi (p=1,00) dan prestasi belajar siswa (p=0,49) serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan prestasi belajar (p=0,431).Simpulan : Tidak ada hubungan antara kecacingan dengan status gizi maupun dengan prestasi belajar. Serta tidak ada hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar pada anak SD di Kelurahan Bandarharjo Semarang.
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS) TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL DAN HDL PADA TIKUS DISLIPIDEMIA Naufalina, Mira Dian; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6827

Abstract

Latar Belakang: Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) telah diketahui kemampuannya menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler dengan menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL karena kandungan zat hipokolesterolemiknya. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pemberian kacang koro pedang yang diolah menjadi susu terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL pada tikus dislipidemia. Metode: Penelitian true experimental dengan randomized control group ini dilakukan pada tikus jantan galur Sprague Dawley. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok dengan 7 ekor tiap kelompok. Tikus diinduksi dislipidemia selama 14 hari, kemudian diberi perlakuan susu kacang koro pedang. Pemberian selama 14 hari melalui sonde dengan kadar konversi kacang koro pedang 0 g (Kontrol), 2,25 g (P1), 4,5 g (P2) dan 9 g (P3). Pemeriksaan kadar LDL dan HDL diperiksa dengan metode kolorimetri enzimatik. Hasil pengukuran diuji dengan paired t-test, wilcoxon, One Way ANOVA dan uji lanjutan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Apabila dibandingkan kelompok K, Kelompok P1 menunjukkan penurunan kadar kolesterol LDL 11,28±5,39 mg/dl (p=0,028) dan peningkatan kadar kolesterol HDL 8,30±1.94 mg/dl (p=0.342). Kelompok P2 mengalami penurunan kadar kolesterol LDL 22.65 ± 1.20 mg/dl (p=0,006) dan peningkatan kadar koelsterol HDL 18.07 ± 1.27 mg/dl (p=0,028) . Kelompok P3 juga mengalami penurunan kadar kolesterol LDL 27,97 ± 2.65 mg/dl (p=0,028)  dan peningkatan kolesterol HDL 24.17 ± 1.01 mg/dl (p=0,002). Simpulan: Pemberian susu kacang koro pedang selama 14 hari dapat menurunkan kadar kolesterol LDL secara bermakna, tetapi tidak dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL secara bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan bermakna secara statistik kadar kolesterol LDL antar kelompok perlakuan namun semakin besar kadar konversi susu kacang koro pedang semakin besar pula penurunan kadar kolesterol LDL.
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SANTRIWATI DENGAN PUASA DAUD, NGROWOT DAN TIDAK BERPUASA DI PONDOK PESANTREN TEMANGGUNG JAWA TENGAH Chairunnisa, Otty; Nuryanto, Nuryanto; Probosari, Enny
Journal of Nutrition College Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v8i2.23814

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah keadaan kadar hemoglobin dalam darah kurang dari angka normal. Kadar hemoglobin dapat dipengaruhi oleh asupan dan pola makan salah satunya adalah puasa. Jenis puasa Daud, Ngrowot, dan tidak puasa memiliki aturan makan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kadar hemoglobin pada santriwati dengan puasa Daud, Ngrowot, dan Tidak berpuasa.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah santriwati berusia 15-19 tahun di pondok pesantren Temanggung Jawa Tengah. Subjek terbagi atas kelompok puasa Daud (n = 16), kelompok Ngrowot (n = 11), dan kelompok tidak puasa (n=16). Kadar hemoglobin diuji dengan metode cyanmethemoglobin. Uji One way ANOVA untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin.Hasil: Kadar hemoglobin pada kelompok puasa Daud sebesar 12.58 ± 1.22 g/dl, Ngrowot sebesar 12.31 ± 1.19 g/dl, dan tidak puasa sebesar 12.78 ± 1.34 g/dl. Kelompok Ngrowot memiliki rerata kadar hemoglobin lebih rendah dibanding dengan puasa Daud dan tidak puasa.  Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok.Simpulan: Tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin antar kelompok dengan puasa daud, ngrowot dan tidak berpuasa.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN LINGKAR KEPALA DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 1-2 TAHUN DI KECAMATAN BRATI KABUPATEN GROBOGAN Indrawati, Dwi Rizki; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16460

Abstract

Latar belakang: Anak usia 1-2 tahun memiliki ciri terjadinya penurunan laju pertumbuhan dan percepatan perkembangan motorik kasar anak. Anak yang bertumbuh kembang secara normal akan memiliki kemampuan motorik yang sesuai dengan usianya. Gangguan pada perkembangan motorik anak, dapat mempengaruhi tumbuh kembang berikutnya. Status gizi yang kurang dapat mempengaruhi perkembangan otak dan lebih lanjut dapat mempengaruhi kemampuan motorik kasar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi dan lingkar kepala dengan kemampuan motorik kasar anak.Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan subjek 41 anak usia 1-2 tahun di Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan. Data kemampuan motorik kasar diperoleh dengan menilai kemampuan motorik kasar anak dengan menggunakan Denver II. Data status gizi diperoleh dengan pengukuran antropometri dan dikategorikan berdasarkan SK Menkes tahun 2010 untuk BB/U, PB/U, BB/PB dan WHO child growth standards tahun 2007 untuk LK/U. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji fisher exact.Hasil: Pada penelitian ini ditemukan 12 dari 41 subjek diduga mengalami keterlambatan kemampuan motorik kasar. Nilai median untuk z-score BB/U, PB/U, BB/PB dan LK/U secara berturut-turut adalah -1,10, -1,92, -0,54 dan -1,07. Uji statistik menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi berdasarkan BB/U, PB/U, BB/PB dan LK/U dengan kemampuan motorik kasar anak (p value? 0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara 
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN DAN KADAR PROTEIN AIR SUSU IBU Prastiyani, Lien Meilya Muriasti; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25838

Abstract

Latar Belakang: ASI merupakan makanan terbaik bayi 0-6 bulan karena mengandung  semua  unsur  zat  gizi yang dibutuhkan bayi serta mengandung antibodi untuk melindungi bayi dari penyakit. Kandungan zat gizi ASI salah satunya dipengaruhi oleh asupan zat gizi. Protein merupakan salah satu zat gizi yang berperan dalam pertumbuhan, pembentukan jaringan dan organ penting dan pertahanan tubuh bayi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dengan kadar  protein  air susu ibu (ASI).Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 33 orang ibu menyusui bayi 0-6 bulan di wilayah Kecamatan Candisari dan Kecamatan Tembalang yang dipilih secara acak. Asupan protein diperoleh melalui recall 3x24 jam melalui wawancara dengan metode food recall dengan hari yang berbeda. Kadar protein ASI dianalisis dengan metode Kjeldahl. Hubungan antara asupan protein dengan kadar protein ASI diuji menggunakan uji korelasi Rank Spearman.Hasil: Rerata asupan protein ibu menyusui 58,06±10,51gram dan rerata tingkat asupan protein 49,74±9,29%.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan protein dengan kadar protein ASI dengan nilai p= 0,029 (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara asupan protein dengan kadar protein ASI.
Co-Authors Abdurrahman, Akhmad Adriyan Pramono Ahmad Shokibi, Ahmad Ahmad Syauqy Andi Widiyanto Ani Margawati Aryu Candra Aryu Candra Kusumastuti Asri Subarjati, Asri Binar Panunggal Burhanuddin, Auliya Chairunnisa, Otty Dewisita, Nurprastia Amanda Eka Dewi Nurjayanti Enggok, Murakhman Sayuti Enny Probosari Fajarini, Tio Fatikhu Yatuni Asmara Febrindari, Ayu Puspita Firman Wirakusumah, Firman Fitriana Yuliastuti Hana Yuwan Kartikasari Hartanti Sandi Wijayanti, Hartanti Sandi Heni Lutfiyati, Heni Hertanto Wahyu Subagio Hidayati, Ulfah Nur Husein Al-Anshori Indrawati, Dwi Rizki Kamal, Muhammad Jamaludin Kamila, Annida Dini Karina S, Else Kasmui Kasmui, Kasmui Khusna, Nur Atmilati Kukuh Eka Kusuma Kurnia Yustiana Kurniangga, Diananda Rizki Linda Apriaty, Linda Loya, Risani Rambu Podu Lutfi Aris Sasongko Ma'ruf, Umar Mahendra, Yonny Danies Marisa Marisa MARTHA ARDIARIA Maryasti Rambu Sabati, Maryasti Rambu Mira Dian Naufalina Muhammad Badaruddin Niken Puruhita Ninik Rustanti Noor Eddy, Noor Nugraheni, Dini Nugroho Agung Prabowo Nurkomala, Siti Prabewi, Nur Prastiyani, Lien Meilya Muriasti Puteri P, Pradipta Rahadiyanti, Ayu Ramadhan, Rahmawati Renty Anugerah Mahaji Puteri Rossa Kurnia Ethasari Roziqo, Ikhfina Oktokenia Sari, Dini Dewi Purnama Setyawan, Fajar Siti Fatimah Muis Sri Susilogati Sumarti Sri Wulandari SUDARYANTO SUDARYANTO Sumaryanto Sumaryanto, Sumaryanto Sundari, Ermawati Suprobo, Imam Tri Nur Kristina Ulfa, Viny Rosaliana Vaozia, Syifa Wawan Kurniawan Wildana, Maula Najikh Winarto, Sofian Yoni Syukriani, Yoni Zenita Novarinda, Zenita