Rahmad Nuryanto
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Published : 31 Documents
Articles

Found 31 Documents
Search

PIROLISIS KULIT BIJI JAMBU METE (CASHEW NUT SHELL) DENGAN KATALIS AG/ZEOLIT Astuti, Rimby Puji; Suyati, Linda; Nuryanto, Rahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.818 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.3.100-104

Abstract

Tanaman jambu mete, Anacardium occidentale L. merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Kulit biji jambu mete mengandung 50% minyak yang terdiri dari senyawa fenolat berupa 90% asam anakardat dan 10% berupa kardol dan kardanol. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi katalis Ag/zeolit, melakukan pirolisis kulit jambu mete, mengetahui pengaruh temperatur pirolisis terhadap produk cair pirolisis dan membandingkan produk cair hasil pirolisis yang menggunakan katalis zeolit dan Ag/zeolit. Penelitian dilakukan beberapa tahap yaitu pembuatan katalis Ag/Zeolit dan pirolisis kulit biji jambu mete. Pirolisis dilakukan dengan katalis Ag/zeolit pada temperatur 200, 250, 300, 350, dan 400°C. Karakterisasi katalis menggunakan Surface Area Analyzer, AAS, uji keasaman dan GC-MS untuk produk cair pirolisis. Hasil penelitian diperoleh katalis Ag/zeolit yang mengalami penurunan luas permukaan spesifik sebesar 70,28%, volume total pori sebesar 70,19%. Nilai keasaman katalis Ag/zeolit mengalami kenaikan sebesar 50%, mengandung logam Ag sebesar 0,6326%. Hasil analisis GC-MS produk cair pirolisis pada temperatur 400°C dengan katalis Ag/zeolit diperoleh senyawa 3-octylphenol dengan kelimpahan sebesar 72,28%, dengan katalis zeolit alam teraktivasi dihasilkan senyawa 3-(pentadec-8-enyl)phenol dengan kelimpahan sebesar 77,04%.
SYNTHESIS, CHARACTERIZATION OF CU, S DOPED TIO2 AND ITS PHOTOCATALYTIC ACTIVITY FOR DEGRADATION OF REMAZOL BLACK B Haris, Abdul; Gunawan, Gunawan; Widodo, Didik Setiyo; Nuryanto, Rahmad; Lusiana, Retno Ariadi; Viantikasari, Mei
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 2 (2019): Volume 22 Issue 2 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2592.974 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.2.47-51

Abstract

Copper and sulfur modified TiO2(Cu-S-TiO2) photocatalyst was successfully synthesized using TiCl4, Cu(NO3)2.3H2O and H2SO4 as precursors by the sol-gel method andcalcination at 450°C for 4 hours. The synthesized photocatalyst was characterized by X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS), Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS), Brunauer Emmett Teller (BET) method. The XRD results showed that the Cu-S-TiO2 photocatalyst had an anatase phase with a crystal grain size of 17.54 nm. However, the SEM image of the modified TiO2 showed inhomogeneous phase due to the crystal clustering of imperfect homogenization during the synthesis and sintering processes. The patterns of EDSof Cu-S-TiO2depicted the elements of Ti, O, Cu and S with doping of Cu and S c.a. 7 and 1%, respectively. Analysis using DRS UV-Vis showed Cu-S-TiO2 was able to shift the absorption of the TiO2 photocatalyst wavelength to the visible region with a band energy gap of 1.9 eV. The BET analysis results showed that the specific surface area (SBET), pore volume (Vp) and average pore volume radius (Dp) were measured from large Cu-S-TiO2, therefore Cu-S-TiO2 had good physicochemical and photocatalytic properties. The photocatalytic activity of 0.1 g Cu-S-TiO2 with 15 Watt tungsten light irradiation for 4 h was able to degrade 50 mL remazol black B 10 mg/L c.a. 92.60 %.
PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN KRISTALINITAS ELEKTROLIT PADAT NAMN2-XMGXO4 Indriati, Medina; Nuryanto, Rahmad; Suyati, Linda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.633 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.2.46-49

Abstract

Telah dilakukan pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 melalui metode sol-gel dengan variasi suhu kalsinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu kalsinasi optimum dalam pembuatan elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dan karakterisasi elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 menggunakan FTIR dan XRD. Elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dibuat dengan mencampurkan larutan natrium asetat, mangan asetat, magnesium asetat, dan asam sitrat, kemudian dilakukan pengadukan, penguapan pada suhu 80°C, pengeringan gel pada suhu 180°C, dan kalsinasi pada berbagai variasi suhu, yaitu 700, 750, 800, 850, dan 900°C. Uji konduktivitas elektrolit padat dilakukan melalui pengukuran tahanan menggunakan multimeter, kemudian elektrolit padat dengan nilai konduktivitas tertinggi dan terendah dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk menentukan interaksi antar atom-atom dalam elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dan XRD untuk menentukan kristalinitas elektrolit padat NaMn2-xMgxO4. Data konduktivitas menunjukkan bahwa suhu 800°C merupakan suhu kalsinasi yang optimum, sedangkan data FTIR dan XRD menunjukkan bahwa elektrolit padat yang terbentuk adalah padatan kristal NaMn2-xMgxO4 dan kristalinitas sampel 900°C lebih tinggi dari sampel 800°C.
PEMANFAATAN MONTMORILLONIT TERPILAR AL-CR PADA ADSORPSI ZAT WARNA RHODAMIN B DENGAN VARIASI MASSA ADSORBEN DAN WAKTU ADSORPSI Geraldina, Geraldina; Taslimah, Taslimah; Nuryanto, Rahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.896 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.3.99-106

Abstract

Rhodamin B merupakan salah satu zat warna yang umumnya banyak digunakan pada proses industri tekstil di Indonesia dan menghasilkan limbah cair yang mencemari lingkungan. Bentonit alam adalah material berpori yang kelimpahannya cukup banyak di alam dan dapat menangani masalah limbah cair melalui proses adsorpsi. Namun kapasitas bentonite dalam mengadsorpsi terbatas sehingga diperlukan modifikasi agar kemampuan adsorpsinya meningkat. Proses aktivasi menggunakan asam klorida dan pilarisasi menggunakan pemilar Al dan Cr digunakan sebagai cara untuk memodifikasi bentonit, sehingga diharapkan menghasilkan luas permukaan yang lebih besar. Hasil GSA pada montmorillonit teraktivasi menunjukkan basal spacing sebesar 15,68 Å dan luas permukaan sebesar 75,312 m2/g. Pemilaran menghasilkan montmorillonit terpilar Al25Cr75 dengan basal spacing paling tinggi dan luas permukaan secara berturut-turut sebesar 16,55 Å dan 41,804 m2/g. Adsorpsi rhodamin B menggunakan montmorillonit terpilar Al25Cr75 menghasilkan efektivitas adsorpsi sebesar 99,85% dari konsentrasi rhodamin B sebesar 50 ppm dengan kondisi optimum massa adsorben sebesar 0,1 gram dan waktu adsorpsi selama 75 menit, yang dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 523 nm.
PENGARUH VARIASI PH SOL TERHADAP KARAKTERISTIK PRODUK PADA PEMBUATAN ELEKTROLIT PADAT NAMN2−XCOXO4 DENGAN METODE SOL-GEL Azizah, Sapta Nur; Nuryanto, Rahmad; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.84 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.2.39-43

Abstract

Penelitian tentang pengaruh variasi pH sol terhadap karakteristik elektrolit padat NaMn2?xCoxO4 telah dilakukan. Keuntungan penggunaan elektrolit padat adalah material ini tidak menyebabkan kebocoran elektrolit sebagaimana elektrolit cair yang digunakan pada baterai, sehingga dapat meningkatkan keselamatan baterai. Pembuatan elektrolit padat dilakukan dengan metode sol-gel, yaitu dengan mencampurkan larutan natrium asetat, mangan asetat, kobalt asetat dan polivinil alkohol (PVA), pengadukan larutan selama 1 jam, penambahan NH4OH 0,5 M untuk mengkondisikan pH sol mejadi 8,3; 9,3 dan 10,3. Lalu, sol diaduk kembali selama 2 jam dan selanjutnya diuapkan pada suhu 60°C selama 40 jam. Gel yang diperoleh dikeringkan pada suhu 175°C selama 12 jam dan dikalsinasi pada suhu 800°C selama 4 jam. Hasil yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan difraktrometer sinar-X (XRD), mikroskop elektron (SEM-EDS) dan LCR meter. Disimpulkan bahwa senyawa komponen penyusun elektrolit padat terdiri dari NaMnO2, Co2O3 dan Co3O4. Variasi pH sol mempengaruhi konduktivitas listrik elektrolit padat, peningkatan pH meningkatkan nilai konduktivitas listrik. pH 9,3 merupakan pH optimum untuk menghasilkan produk, dengan nilai konduktivitas listrik tertinggi yaitu 373 × 10-8 Scm-1, dengan formula NaMn1,557Co0,443O4 dan ukuran aglomerat 1,591 ?m.
POTENTIAL OXIDATIVE TREATMENT USING PB-PBO2 ELECTRODE IN ELECTRODECOLORIZING BATIK WASTEWATER Widodo, Didik Setiyo; Nuryanto, Rahmad; Haris, Abdul; Dewi, Prihastuti Santini Laksmi; Apipah, Lutfia
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2657.392 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.3.118-123

Abstract

Electrodecolorization of batik wastewater has been done. Study was performed to remediate aquatic environment containing dyes of batik industry by electrolysis, decreasing COD and some metal ions as well. Research was conducted by electrolyzing sample from Buaran Pekalongan and Semarang using Pb and PbO2 as electrodes at a constant applied potential. Solution after treating were analysed, zeolite sieving treatment, and final analysis by UV-Vis spectrophotometer for measuring decolorization percentages, atomic absorption spectrophotometerer (AAS) for evaluating metal ions of Cu2+, total Fe and Na+, and COD analysis. Results show that electrolysis of batik wastewater using PbO2 as anode effectively decolorize and decreasing COD values. Sample containing indigozol and remazol black B (RBB) were decolorized up to 100%. CODs were reduced to 98.6% and 95.4%, respectively. Zeolite treatment enhancing water quality by reducing ion concentration of Cu2+, total Fe ions and Na+.
SINTESIS ELEKTROLIT PADAT NAMN2-XCOXO4 DENGAN VARIASI SUHU KALSINASI MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL DAN KARAKTERISASINYA Mufida, Indah Ilmiyatul; Nuryanto, Rahmad; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 1 (2015): Volume 18 Issue 1 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.419 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.1.13-17

Abstract

Elektrolit padat NaMn2-xCoxO4 telah disintesis menggunakan metode sol-gel dengan pelarut air deionisasi. Tahapan reaksi yang terjadi adalah hidrolisis, substitusi, polimerisasi, pembentukan oksida dan penyusunan spinel. Bahan yang digunakan antara lain CH3COONa (0,4 M), (CH3COO)2Mn (0,6 M), (CH3COO)2Co (0,2 M) dan Polivinil Alkohol (PVA) 8 % (w/v). Variasi suhu kalsinasi yang diterapkan masing-masing adalah 750°, 850°, 900° dan 950°C dan menghasilkan kristal serbuk berwarna hitam dengan berat masing-masing 1,64, 1,57, 1,60 dan 1,48 gram. Kristal yang dihasilkan dikarakterisasi menggunaknan X-Ray Diffraction (XRD), LCR Meter, dan SEM-EDS. Dengan meningkatnya suhu kalsinasi, aglomerat yang terbentuk menjadi lebih padat dan berkumpul menjadi aglomerat yang besar. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan nilai konduktivitas. Spinel dengan nilai konduktivitas terendah dan tertinggi masing-masing adalah 2.01 x 10-7 S/cm dan 1.28 x 10-6 S/cm yang diperoleh pada suhu kalsinasi 750°C dan 850°C. Spinel elektrolit padat pada suhu kalsinasi terendah dan tertinggi adalah NaMn1,52Co0.48O4 dan NaMn1,51Co0.49O4.
PENGARUH PH LARUTAN PADA PENGENDAPAN KOBAL (CO) DENGAN ADANYA PENGOTOR SENG (ZN) MELALUI METODE ELEKTROLISIS Purnamasari, Indah; Suyati, Linda; Nuryanto, Rahmad
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.592 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.2.59-62

Abstract

Kobal merupakan logam yang mempunyai banyak kegunaan dalam bidang industry maupun elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemurnian kobal dengan adanya pengotor seng (Zn) yang dipengaruhi oleh variasi konsentrasi H2SO4 dan mengetahui morfologi hasil endapan kobal (Co). Pengendapan kobal ini dilakukan dengan menggunakan metode elektrolisis pada potensial terpasang 3,3 Volt selama 4 jam dengan menggunakan elektroda grafit-grafit. Penelitian ini dilakukan penambahan konsentrasi H2SO4 0,001; 0,01; 0,1 M dan tanpa penambahan H2SO4 sebagai pengaruh konsentrasi elektrolit. Hasil penelitian diperoleh dari Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Enegy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS) yang menujukkan bahwa kemurnian kobal dengan adanya pengotor Zn tanpa penambahan H2SO4 sebesar 97,87% dan dengan penambahan H2SO4 berturut-turut 0,001; 0,01 dan 0,1 M sebesar ; dan . Bentuk morfologi hasil endapan elektrolisis cenderung berbentuk pori yang kasar, endapan banyak dikonsumsi oleh karbon dan logam kobal terserap masuk ke dalam pori-pori sehingga tidak terlihat.
PENGARUH VARIASI CHELATING AGENT TERHADAP KARAKTERISTIK PRODUK PADA SINTESIS ELEKTROLIT PADAT NAMN2-XMGXO4 DENGAN METODE SOL-GEL Sefthymaria, Sefthymaria; Nuryanto, Rahmad; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.426 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.79-84

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi chelating agent pada sintesis elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 dengan metode sol-gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi asam (asam askorbat, asam sitrat dan asam maleat) sebagai chelating agent terhadap kristalinitas, ukuran kristal, konduktivitas dan morfologi dari material yang dihasilkan. Tahapan penelitian ini meliputi pencampuran reagen, evaporasi, pengeringan dan kalsinasi. Produk kalsinasi dikarakterisasi menggunakan XRD, multimeter dan SEM-EDS. Mineral penyusun elektrolit padat meliputi NaMnO2, MnO2 MgO dan Na2O. Kristalinitas terendah dan konduktivitas tertinggi dimiliki oleh produk yang menggunakan asam askorbat sebagai chelating agent, dengan nilai konduktivitas 1,91 x 10-4 Scm-1; ukuran kristal 26,09 nm dan ukuran aglomerasi 0,66 ?m. Elektrolit padat NaMn2-xMgxO4 yang dihasilkan untuk variasi chelating agent asam askorbat memiliki formula spinel NaMn1,32Mg0,68O4.
PENAMBAHAN EDTA SEBAGAI INHIBITOR PADA LAJU KOROSI LOGAM TEMBAGA Nuryanto, Rahmad; Lusiana, Retno Ariadi; Khabibi, Khabibi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 2 (2007): Volume 10 Issue 2 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.391 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.2.45-49

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan agen chelat EDTA untuk menghambat laju korosi pada logam tembaga. Penelitian ini menggunakan metoda penentuan korosi melalui pengukuran resistansi logam, di mana kenaikan resistansi pada logam tersebut menandai bahwa logam yang terkorosi semakin meningkat. Pengukuran korosi dilakukan terhadap kawat tembaga dan kawat tembaga yang dichelat dengan media pengkorosi H2SO4 1M. Hasil penelitian terhadap kawat tembaga dengan panjang 3 m dan diameter 0,5 mm yang dichelat dengan EDTA 1 M menunjukkan penurunan korosi sebesar 20,6%Kata kunci: inhibitor, korosi, EDTA, tembaga