Articles

KINETICS AND BALANCE ADSORPSI ION KROMIUM (III) IN SOLUTIONS ON SILICA AND COMPOUND MODIFICATION OF SILICA RESULTS SYNTHESIS FROM GREEN RICE DRINKS Sulastri, Siti; Nuryono, Nuryono; Kartini, Indriana; Kunarti, Eko Sri
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.736 KB) | DOI: 10.21831/jps.v19i2.3501

Abstract

This study will examine the nature of silica and modified silica in the interaction with Cr (III) ion as an adsorbate. Properties that will be studied are kinetics and equilibrium of Cr (III) adsorption in solution. Studies begins with determining the existence of Cr (III) ion in solution at various pH values, the presence of adsorbent at various pH values, and the adsorption of Cr (III) ion in solution by the adsorbent at various pH values. Based on this data set also can determined some values, e.g the maximum adsorption capacity (notated as Qmax), and the equilibrium constant, the RL value that determined the nature of adsorption were favorable or not favorable. Similarly to the Freundlich isotherm. Adsorption kinetic and equilibrium were performed at pH 5. Each adsorbent has a different kinetic model. All of adsorbents has compatibility with Langmuir 2 isotherm model, and on these condition had favorable adsorption of Cr (III) ion. The highest Qmax value is at HSSN. In the Freundlich isotherm model can be stated that all of the adsorbent is favorable for the adsorption process of Cr (III) ion in solution..
ADSORPTION OF CA(II), PB(II) AND AG(I) ON SULFONATO-SILICA HYBRID PREPARED FROM RICE HULL ASH Sulastri, Siti; Nuryono, Nuryono; Kartini, Indriana; Kunarti, Eko Sri
Indonesian Journal of Chemistry Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.023 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21392

Abstract

In this research, adsorption of Ca(II), Pb(II) and Ag(I) in aqueous solution onto sulfonato-silica hybrid (SSH) prepared from rice hull ash (RHA) has been studied. The preparation of SSH adsorbent was carried out by oxidation of mercapto-silica hybrid (MSH) with hydrogen peroxide (H2O2) solution 33%. MSH was prepared, via sol-gel process, by adding 3 M hydrochloric acid solution to mixture of sodium silicate (Na2SiO3) solution and 3(trimethoxysilyl)-1-propanthiol (MPTS) to reach pH of 7.0. Solution of Na2SiO3 was generated from destruction of RHA with sodium hydroxide solution followed with heating at 500 °C for 30 min. The SSH produced was characterized with Fourier transform infrared (FTIR) spectroscopy, X-ray diffraction (XRD) analyzer, energy dispersive X-ray (EDX) spectroscopy and determination of ion-exchange capacity for sodium ion (Na+). The adsorption of Ag(I) and Ca(II) were conducted in a batch system in various concentrations for one hour. The adsorbent ion was calculated based on difference of concentrations before and after adsorption process determined using atomic absorbance spectrophotometric (AAS) method. The adsorption character was evaluated using model of isotherm Langmuir and Freundlich adsorption to calculate the capacity, constants and energy of adsorption. Result of characterization by EDX and FTIR showed qualitatively that SSH has been successfully synthesized which were indicated by appearance of characteristic absorbance of functional group namely silanol (Si-OH), siloxane (Si-O-Si), methylene (-CH2-) and disappearance of mercapto group (SH). The XRD data showed amorphous structure of SSH, similar to silica gel (SG) and MSH. The study of adsorption thermodynamics showed that oxidation of MSH into SSH increases the ion-exchange capacity for Na+ from 0.123 to 0.575 mmol/g. The change in functional group from silanol to mercapto and from mercapto to sulfonato increases the adsorption capacity of Ca(II). However, the capacity order of adsorbents for both ions of Pb(II) and Ag(I) in aqueous solution is MSH > SG > SSH.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILIKA GEL DARI ABU SEKAM PADI YANG DIIMOBILISASI DENGAN 3-(TRIMETOKSISILIL)-1-PROPANTIOL Mujiyanti, Dwi Rasy; Nuryono, Nuryono; Kunarti, Eko Sri
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi hibrida merkapto silika (HMS) yangdiperoleh dari hasil pengolahan abu sekam padi(ASP) dari daerah Jambidan,Banguntapan, Bantul.HMS dibuat dengan menambahkan HCl 3M pada campuran senyawa 3-(trimetoksilil)-1-propantiol (TMSP) dan larutan Na2SiO3 yang dihasilkan dari peleburanASP dengan NaOH hingga pH 7 (netral). Karakterisasi hasil dilakukan denganspektroskopi inframerah (FTIR) dan difraktometer sinar-X (XRD).Hasil karakterisasi dengan FTIR mengindikasikan keberhasilan pembuatan HMSdengan munculnya serapan dari gugus-gugus fungsional seperti : gugus metilen (-CH2-),silanol (Si-OH) dan siloksan (Si-O-Si). Dari data XRD diketahui bahwa HMS yangterbentuk mempunyai struktur amorf.Kata kunci : Adsorben, hibrida merkapto-silika (HMS), abu sekam padi (ASP)
KARAKTERISTIK PENGIKATAN ION Cd(II) dan Cu(II) DALAM PEMBUATAN HIBRIDA AMINO-SILIKA IMPRINTED IONIK Buhani, Buhani; Narsito, Narsito; Nuryono, Nuryono; Kunarti, Eko Sri
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik pengikatan ion Cd(II) dan Cu(II) pada polimer imprinted ionik (PII)dari hibrida amino-silika (HAS) yang disintesis menggunakan senyawa 3-aminopropiltrimetoksisilan (3-APTMS) dengan tetraetil ortosilkat (TEOS)sebagai prekursor telah dipelajari. Kontribusi pengikatan ion Cd(II) dan Cu(II)pada sintesis material HAS imprinted ionik Cd(II) dan Cu(II) didominasi olehinteraksi kimia melalui interaksi elekstrotatik sebesar 43,06 ± 0,42 % untukCd-HAS dan 40,96 ± 0,21% untuk Cu-HAS, sedangkan pembentukan ikatankovalen sebesar 50,91 ± 0,25 % untuk Cd-HAS dan 54,87 ± 0,20 % untuk Cu-HAS.Kata kunci : Imprinted ionik, hibrida amino-silika, 3-aminopropiltrimetoksisilan
SINTESIS BAHAN HIBRIDA AMINO-SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MELALUI PROSES SOL-GEL Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah; Nuryono, Nuryono; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.238 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.1.1-8

Abstract

Silika dengan imobilisasi gugus amino dengan bahan dasar abu sekam padi telah dibuat melaluiproses sol-gel. Sebagai perbandingan, dibuat pula silika gel tanpa gugus organik.Larutan mendidih natriumsilikat (1,5 N) ditambahkan pada abu sekam padi, kemudian filtratnya dipisahkan sebagai larutan natriumsilikat. Selanjutnya , kedua filtrat digunakan untuk sintesis silika gel dengan dan tanpa gugus organik. 3-Aminopropiltrimetoksisilan (APTS) ditambahkan ke dalam larutan natrium silikat, dilanjutkan denganpenambahan asam klorida perlahan-lahan sampai pH 7 dan pH 3. Gel yang terbentuk diperam selama 18jam dengan temperatur 80oC, dicuci dengan air kemudian dikeringkan pada temperatur 80oC selama 9 jam.Silika gel dibuat dengan cara yang sama. Kedua produk dikarakterisasi dengan FTIR dan XRD, serta diujikemampuan adsorpsinya terhadap logam Ni(II). Hasil menunjukkan bahwa silika gel hasil mempunyai polayang sama dengan silika Kiesel Gel 60 dari Merck, baik spektra FTIR maupun defraktogram XRDnya,sedangkan bahan hibrida amino-silika mempunyai puncak-puncak serapan yang menunjukkan adanyagugus amin (-NH2) dan rantai alifatik (-CH2-) di samping kesamaan pola dengan silika standar. Dalam ujiadsorpsi, amino-silika mengadsorpsi Ni(II) lebih tinggi dibanding silika gel dengan kapasitas adsorpsimasing-masing 0, 106 mol/g adsorben dan 0,0088 mol/g adsorben.
PENGARUH PERLAKUAN ASAM DAN KALIUM PERMANGANAT TERHADAP KARAKTER ZEOLIT TASIK Pardoyo, Pardoyo; Narsito, Narsito; Nuryono, Nuryono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.84 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.1.28-32

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh perlakuan asam dan kalium permanganatterhadap karakter zeolit alam Tasik. Perlakuan pertama menggunakan KMnO4 dan H2SO4, zeolit denganperlakuan ini disebut Z-22. Perlakuan kedua menggunakan KMnO4, H2SO4 dan HCl selanjutnya disebut Z-33.Sebagai pembanding, dilakukan pencucian dengan akuabides terhadap zeolit alam Tasik selanjutnya disebut Z-11. Karakter yang diuji meliputi perubahan nilai kapasitas tukar kation (KTK), rasio Si/Al, keasaman, hilang padapemijaran dan kristalinitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai KTK, rasio Si/Al, keasaman, hilang padapemijaran dan kristalinitas Z-22 meningkat terhadap Z-11. Pada Z-33, hanya nilai hilang pada pemijaran yangmenunjukkan peningkatan sedangkan karakter uji yang lain relatif menurun.
PENGARUH KEASAMAN MEDIUM DAN IMOBILISASI GUGUS ORGANIK PADA KARAKTER SILIKA GEL DARI ABU SEKAM PADI Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah; Nuryono, Nuryono; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.605 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.3.74-80

Abstract

Silica gel is well known as a material that may be used as adsorbent, host matrix for catalyst, etc. Hence, synthesis of silica gel from rice hull ash has been done by evaluation of the effect of medium acidity and organic group immobilized in the snythesis of silica gel.Synthesis of silica gel was done by adding sodium silicate solution from rice hull ash to hydrochloric acid until pH 3, 5 and 7. Immobilization of thiol group and amino group in silica was done by adding 3-mercaptopropyltrimethoxysilane or 3-aminopropyl-trimethoxysilane to sodium silicate solution and hydrochloride acid solution until pH: 7. The products were characterized by X-ray deffractometer and FTIR Spectroscopy.Results showed that porousitas of silica increased with increasing medium acidity ( decreasing pH medium).Immobilization thiol or amino group in silica added a functional group on silica but did not destroy primary structure of silica gel.Key Words: Silica Gel, Rice Hull Ash, 3-mercaptopropyltrimethoxysilane, 3-aminopropyl-trimethoxysilane.
PENGARUH PEMANASAN TERHADAP KEMAMPUAN TANAH DIATOMIT SEBAGAI ADSORBEN LOGAM KROM (III) DAN KADMIUM (II) Nuryono, Nuryono; Kunarti, Eko Sri; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2000): Volume 3 Issue 2 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2838.951 KB) | DOI: 10.14710/jksa.3.2.41-51

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji pengaruh pemanasan terhadap kemampuan tanah diatomit Sangiran, Sragen, Jawa Tengah terhadap kemampuannya mengadsorbsi logam Cr(III) dan Cd(II) dalam larutan. Sebelum proses adsorpsi dilakukan tanah diatomit dikarakterisasi keberadaan situs aktifnya dengan menggunakan spektrofotometri infra merah (IR) dan analisis termogravimetri (TGA). Adsorpsi dilakukan melalui sistem bath dengan mencampurkan sejumlah sampel tanah dengan larutan logam pada temperatur kamar, 30°C, pH 4,0- 6,0 (tanpa pengaturan) untuk Cr(lll), dan 5.0 - 7,0 untuk Cd(II). Proses serupa dilakukan terhadap tanah diatomit yang telah dipanaskan pada temperatur yang berbeda (300°C, 500°C dan 900°C). Pengaruh lama kontak dan konsentrasi awal logam terhadap adsorpsi dievaluasi untuk menentukan kapasitas, tetapan adsorpsi, dan energi adorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah diatomit melepaskan semua molekul air pada pemanasan 580°C, dan kondensasi gugus silanol menjadi siloksan terjadi pada pemanasan 700°C. Pemanasan tanah diatomit sampai 500°C dapat meningkatkan kemampuan mengadsorpsi ion Cr(III), sedangkan untuk adsorpsi ion Cd(ll) tidak berubah secara signifikan. Sebaliknya, pemanasan sampai 900°C mengakibatkan penurunan yang tajam terhadap kemampuannya mengadsorpsi baik ion Cr(III) maupun Cd(II). Kapasitas adsorpsi tertinggi untuk Cr(III), 205,3 mg/g, terjadi pada tanah setelah pemanasan 500°C, sedangkan untuk Cd(II), 14.93 mg/g, terjadi pada tanah setelah pemanasan 300°C. Tetapan adsorpsi berkisar 6.93 - 11,51 x 103 untuk Cd(II) dan 0,94- 1,58 x 103 untuk Cr(III), sedangkan energi adsorpsi berkisar 17,30- 18,55 kJ/mol untuk Cr(III) dan 21,49- 23,56 kJ/mol untuk Cd(ll).
ADSORPSI Cd(II), Ni(II) DAN Mg(II) PADA SILICA GEL YANG TERIMOBILISASI DENGAN 2-MERKAPTOBENZIMIDAZOL Nuryono, Nuryono; Nuzula, Firdausi; Narsito, Narsito
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan imobilisasi 2-merkaptobenzimidasol (MBI) pada permukaan silika gel menggunakan ?-glisidoksipropiltrimetoksisilan (?-GPS) sebagai senyawa penghubung. Hasil imobilisasi (Si-MBI) kemudian digunakan untuk mengadsorpsi Cd(II), Ni(II), dan Mg(II) dalam medium air. Penelitian meliputi studi pengikatan  ?-GPS pada silika gel dalam medium air yang diikuti imobilisasi larutan MBI dalam dimetilformamida  (DMF) pada silika epoksi (Si-Ep) yang terbentuk. Karakterisasi hasil imobilisasi larutan MBI meliputi penentuan MBI yang terikat , parameter kinetika, dan termodinamika adsorpsi terhadap Cd(II), Ni(II), dan Mg(II). Gugus-gugus fungsional Si-MBI yang berperan pada adsorpsi ion logam diidentifikasi menggunakan spektroskopi inframerah (IR) dan secara kuantitatif kandungan MBI dalam Si-MBI ditentukan dengan metode Kjeldahl. Adsorpsi Cd(II), Ni(II), dan Mg(II) dilakukan dalam sistem batch. Ion logam yang teradsorpsi secara kuantitatif dihitung dari selisih logam sebelum dan sesudah adsorpsi hasil pengukuran menggunakan metode spektroskopi serapan atom. Berdasarkan data yang diperoleh, kesetimbangan adsorpsi, energi adsorpsi, dan kapasitas adsorpsi ditentuka menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan MBI dalam Si-MBI sebesar 584 µmol/g. Adsorpsi ion logam pada Si-MBI berlangsung melalui dua tahap yaitu cepat dan lambat dengan urutan konstanta laju adsorpsi masing-masing Cd(II) > Mg(II) > Ni(II) > Cd(II). Kapasitas adsorpsi Si-MBI terhadap Cd(II), Ni(II), dan Mg(II) berturut-turut sebesar 13,26 µmol/g, 107,53 µmol/g, dan 123,46 µmol/g. Adsorpsi Cd(II) diduga sebagian besar merupakan kemisorpsi dengan energy adsorpsi 23,67 kJ/mol, sedangkan Ni(II) dan Mg(II) kemungkinan besar didominasi fisisorpsi dengan energi adsorpsi masing-masing sebesar 15,26 kJ/mold an 15,82 kJ/mol.
PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF THE MONOMETAL CATALYST Mo/ USY Nugrahaningtyas, Khoirina Dwi; Trisunaryanti, Wega; Triyono, Triyono; Nuryono, Nuryono; Widjonarko, Dian Maruto; Mulyani, Mulyani
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research deals with preparing and characterizing the metal based-catalyst of Mo supported on Ultra Stable Y-zeolite (USY) and, is aimed to ascertain the best produced catalyst for hydrotreatment reaction in standpoint of its capabilities on removing the unwanted-heteroatom compounds.Procedure of catalyst treatment was preparation, activation and characterization. Monometal catalyst Mo/USY was prepared under variation concentrations of salt metal precursor (concentrations), i.e 2, 6, 10 and 14% wt. The activation steps were carried out by calcination, oxidation, and reduction. Characterization of catalysts were determined by data of XRD, AAS, acidity, surface area and its porosity. The result shows that these catalysts have several good characters that supporting their usefulness in hydrotreatment-catalytic reaction. In addition, catalyst Mo10/USY performs many ideal criteria as the best functional catalyst.