Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan

DEFRAGMENTING STRUKTUR BERPIKIR SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERTIDAKSAMAAN EKSPONEN Kumalasari, Fitri; Nusantara, Toto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.846 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6129

Abstract

The aim of this study is to describe the thinking structure students’ error related to solve inequality exponent problem and the effort of defragmenting. The subject of this study is student of X class SMAN 6 Malang which learned this material. The subject choose considered procedural error and their communication skill. The thinking structure students’ error found from think out loud result in a process to solve inequality exponent problem. The obtained data will code and be based to describe defragmenting process. The founding of this study is the thinking structure students’ error such as misgeneralization, misidentification, overspecialization, and repair theory. Defragmenting create disequilibration, conflict cognitive, and scaffolding.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi tentang kesalahan struktur berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah pertidaksamaan eksponen serta upaya defragmentingnya. Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas X SMAN 6 Malang yang telah menempuh materi pertidaksamaan eksponen. Subjek penelitian dipilih dengan mempertimbangkan kesalahan prosedural yang dilakukan siswa ketika menyelesaikan masalah serta kemampuan komunikasi yang baik agar pengungkapan proses berpikir dapat dilakukan dengan baik. Kesalahan struktur berpikir siswa ditelusuri dari hasil think out loud siswa selama proses penyelesaian masalah pertidaksamaan eksponen. Data yang diperoleh kemudian dikodekan dan dijadikan dasar untuk menggambarkan proses defragmenting yang dilakukan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kesalahan prosedural siswa dalam menyelesaikan masalah pertidaksamaan eksponen, antara lain berupa misgeneralization, misidentification, overspecialyzation, dan repair theory. Defragmenting yang dilakukan peneliti adalah menciptakan disequlibrasi, conflict kognitif, dan scaffolding.
PEMAHAMAN KONSEP: CUKUPKAH HANYA DENGAN PEMBELAJARAN STAD? Amin, Muhammad; Nusantara, Toto; As’ari, Abdur Rahman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 5: Mei 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i5.9075

Abstract

The purpose of the study is to describe how STAD cooperative learning  improves seventh grade students of SMPN 4 Watampone comprehension of sets in mathematics. The study is a Classroom Action Research. After undergoing two cycles, the result of the study revealed that STAD cooperative learning is not enough to increase student comprehension. Therefore, researcher needs the additional action in each phase. The additional action consists of presenting the material using animated powerpoint and simulation method, giving an instruction to the group that have difficulties, reminding the student that there will be a test in the end of the lesson, and finally, giving rewards such as nomination (superior team, great team, and good team) and stationary.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran STAD yang dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VII B SMPN 4 Watampone pada materi himpunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah melalui dua siklus, pembelajaran tipe STAD saja belum cukup untuk meningkatkan pemahaman siswa. Oleh karena itu, diperlukan STAD yang dalam setiap sintaksnya ditambahkan tindakan tertentu. Tindakan tersebut meliputi penyajian materi menggunakan powerpoint yang beranimasi dan metode simulasi, memberikan pengarahan bagi kelompok yang mengalami kesulitan, mengingatkan siswa bahwa ada kuis di akhir pembelajaran, dan pemberian penghargaan berupa predikat (tim super, tim hebat, tim baik) dan alat tulis.
PENGEMBANGAN LKS MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM CREATING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP Sari, Muliana; Susiswo, Susiswo; Nusantara, Toto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 6: Juni 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.594 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i6.9340

Abstract

The aim of this research is developing student activity sheets (LKS) with model problem creating to improve students’ ability to think critically. This research is a developmental research with Plomp’s development model. This development model consists of three stages that are (1) preliminary research; (2) prototype phase; (3) assessment phase. The test subjects involved 27 students of class VIII of SMPN 1 Gambut. Based on the results of research from the design of LKS consists of cover, time allocation, learning objectives, content of LKS and assessment. Activities in the LKS consists of five stages of model problem creating that are learning objectives, problem context, create the problem, anticipate students’ solutions and reflect. The contents of the LKS consists questions that guide students to find mathematical concepts or principles, issues that need to be spent students and guide students to critical thinking that are basic clarification, basic for decision, inference and advanced clarification. The validations results from three validators showed that the LKS satisfied valid criteria. As a result on field testing in SMPN 1 Gambut students’ responses were positive. In addition, this learning instrument can increase students’ ability to think critically by 74%.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS dengan model problem creating yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini termasuk pengembangan dengan model pengembangan Plomp, yaitu (1) preliminary research (penelitian awal); (2) prototyping phase (fase pengembangan); (3) assessment phase (fase penilaian). Subjek uji coba melibatkan 27 siswa kelas VIII SMPN 1 Gambut. Desain LKS terdiri atas cover, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, isi LKS, dan penilaian. Kegiatan dalam LKS terdiri atas lima tahapan model problem creating, yaitu menyampaikan tujuan pembelajaran, konteks masalah, menciptakan masalah, antisipasi jawaban, dan refleksi. Isi LKS terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang menuntun siswa menemukan konsep atau prinsip matematika, masalah yang perlu diselesaikan siswa, dan memandu siswa untuk berpikir kritis antara lain memberikan penjelasan dasar, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan dan memberikan penjelasan lanjut. Hasil validasi LKS dari tiga validator menunjukkan bahwa LKS memenuhi kriteria valid. Berdasarkan uji coba lapangan di SMPN 1 Gambut respon siswa terhadap LKS positif. Selain itu, peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 74%.
KECERMATAN SISWA MENGAMATI KATA KUNCI PADA SOAL CERITA MATERI PERBANDINGAN BERBALIK NILAI Raharjanti, Meliyana; Nusantara, Toto; Mulyati, Sri
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.3, Maret 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.668 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i3.6169

Abstract

The student’s observation of the problem needs to be careful. More careful in the observation, more complete information obtained in solving the problems. This article describes about student’s observation precision of keywords in the given word problems about inverse proportion. The study involved 14 boys and 18 girls’students of 7th grade. Method of data collecting are test and interview. This study shows that only some of the keywords, i.e four of the seven key words, which is observed by the students. Most other keywords not identified by the students. This indicates that students are less careful in observing the keyword in problems. Ineffectiveness the choosen keywords by students have resulted that students indicated experiencing interference.Semakin cermat siswa mengamati soal, maka semakin lengkap informasi untuk menyelesaikan soal. Artikel ini mendeskripsikan kecermatan siswa mengamati kata kunci pada soal cerita materi perbandingan berbalik nilai. Penelitian ini melibatkan 14 siswa laki – laki dan 18 siswa perempuan kelas 7. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kata kunci, yaitu empat dari tujuh kata kunci, yang dicermati oleh siswa. Sebagian kata kunci lain tidak teridentifikasi oleh siswa. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa kurang cermat dalam mengamati kata kunci pada soal. Ketidakefektifan kata kunci yang siswa pilih ini mengakibatkan siswa terindikasi mengalami interferensi.
Deskripsi Kesalahan Siswa pada Penyelesaian Masalah Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) Kuswanti, Yayuk; Sudirman, Sudirman; Nusantara, Toto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 7: JULI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.937 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i7.11286

Abstract

Abstract: The aim of this research is to describe the students’ errors in solving system of equations in three variable problems based on Newman’s Error Analysis. Research subject is students grade X Madrasah Aliyah Al Irtiqo’ who make errors in solving SPLTV problems. The method of this research is test and interviews. The result of this research showed that there are six types of error made by students when solving SPLTV problems. Such errors are reading error, comprehenssion error, transformation error, process skill error, encoding error, and carelless error. The most common error found in this study were transformation, process skill, and encoding. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) berdasarkan Newman’s Error Analysis. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Madrasah Aliyah Al Irtiqo’ yang melakukan kesalahan saat menyelesaikan masalah SPLTV yang diberikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis kesalahan yang dilakukan siswa saat menyelesaikan masalah SPLTV. Kesalahan tersebut adalah kesalahan membaca masalah, memahami masalah, mentransformasi masalah, keterampilan proses, menuliskan jawaban akhir, dan kesalahan karena kecerobohan. Kesalahan terbanyak yang ditemukan pada penelitian ini adalah kesalahan mentransformasi masalah, keterampilan proses, dan menuliskan jawaban akhir.
Scaffolding untuk Mengatasi Hambatan Berpikir Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Sudut pada Dimensi Tiga Asri, Dwita Tyasti; Nusantara, Toto; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 10: OKTOBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.5 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i10.11651

Abstract

Abstract: The pupose of this research is to describe the thinking barriers of high school students in solving angle problems in the three dimensions. This research is a qualitative descriptive study. Data obtained from student tes result in solving problems, interviews and scaffolding. Subjects in this study are high school students who have learned abaut the angle between the line with the plane in the three dimensions. The results showed that subjects 1 (S1) and subject 2 (S2) experienced obstacles in solving angle problems in the three dimensions. High-ability student thinking barriers occur at the stage of devising a plan implementing a carrying out plan and looking back due to lack of initial knowledge, lack of student analogy skills, and lack of connection ability students. While the low-ability student thinking impediment occurs in the stage of drafting a devising plan which continues in the step of carrying out the plan and looking back.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hambatan berpikir siswa SMA dalam menyelesaikan masalah sudut pada dimensi tiga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan masalah, wawancara, dan scaffolding. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA yang telah memperoleh materi sudut antara garis dengan bidang pada dimensi tiga. Hasil penelitian menunjukkan subjek 1 (S1) dan subjek 2 (S2) mengalami hambatan dalam menyelesaikan masalah sudut pada dimensi tiga. Hambatan berpikir siswa kemampuan tinggi (S1) terjadi pada tahap menyusun rencana penyelesaian,  melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali yang dikarenakan kurangnya pengetahuan awal, kurangnya kemampuan analogi siswa, dan kurangnya kemampuan koneksi siswa. Hambatan berpikir siswa kemampuan rendah (S2) terjadi pada tahap menyusun rencana penyelesaian yang berlanjut pada langkah melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali
Analisis Kesalahan Siswa Kelas X SMK Bergaya Kognitif Reflektif dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aljabar Berdasarkan Prosedur Newman Abas, Ahmad Fathoni; Nusantara, Toto; Sudirman, Sudirman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.453 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v4i2.11986

Abstract

Abstract: This research was aimed to describe errors made by students with reflective cognitive style of class X MM SMKN Klakah Lumajang in solving word problems. Two subjects were selected to solve the word problem and then interviewed. The analysis is used the Newman Error Analysis. The results show that at the understanding level, the errors are subject skips important information; the subject does not identify the variable correctly. At the transformation level, the error is subjects unable to write equations correctly. At the proses skill level, the error is students do not continue the calculation process.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa kelas X MM SMKN Klakah Kabupaten Lumajang dengan gaya kognitif reflektif dalam menyelesaikan soal cerita. Dua subjek dipilih untuk menyelesaikan soal cerita aljabar kemudian dilakukan wawancara. Analisis yang digunakan adalah Analisis Kesalahan Newman. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap pemahaman, kesalahannya  berupa; subjek melewatkan informasi penting pada soal; subjek tidak mengidentifikasi variabel dengan tepat. Tahap transformasi kesalahannya berupa subjek tidak mampu menulis persamaan yang sesuai dengan informasi pada soal. Tahap keterampilan proses  kesalahannya berupa siswa tidak melanjutkan proses perhitungan sehingga tidak didapatkan selesaian secara matematis.