Mappeaty Nyorong
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

INTRODUCING AN ANTI-SMOKING COMMUNITY IN THE BONE-BONE AREA OF ENREKANG REGENCY, INDONESIA Nyorong, Mappeaty
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1: MARET 2013
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.287 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v9i1.438

Abstract

Tembakau diperkenalkan di Indonesia pada abad ke-16. Dalam masyarakat tradisional Indonesia, ditawarkan rokok saat pesta pernikahan atau perayaan sudah menjadi hal yang biasa. Tembakau telah diidentifikasi sebagai faktor risiko yang penting untuk penyakit tidak menular baik di negara berkembang ataupun negara maju. Perilaku merokok masyarakat Indonesia sudah menjadi hal yang umum, sehingga seolah-olah tidak ada lagi ruang atau komunitas yang bebas asap rokok. Meskipun sudah terdapat Undang- undang No. 19 Tahun 2003 yang mengatur larangan merokok di beberapa tempat, namun nyatanya aturan ini belum berlaku efektif karena banyaknya jumlah perokok berat. Dalam kenyataannya bahwa terdapat sebuah desa yang komunitasnya tidak ada satupun orang yang merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperkenalkan desa bebas asap rokok yang melibatkan seluruh penduduk. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, FGD dan observasi. Desa Bone-Bone Bebas Asap Rokok lahir dari seorang penduduk bernama Idris yang memulai melakukan pendekatan kepada pemangku adat di Bone-Bone agar berhenti merokok. Lama-kelamaan gagasan itu merambah ke seluruh warga dan akhirnya diterima gagasan itu sebagai sebuah perilaku berhenti merokok. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa sesuatu yang dipelajari dan dibiasakan sejak dini akan sulit berubah, namun dalam masyarakat kampung Bone-Bone yang dahulu sebagian warganya adalah merokok yang dalam waktu beberapa tahun mereka dapat berhenti merokok.
PERILAKU IBU TERHADAP PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN BALITA PENDERITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELAWA Ningsih, Haryati; Syafar, Muh; Nyorong, Mappeaty
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1: MARET 2014
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.776 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v10i1.482

Abstract

Peran ibu sangatlah penting dalam kejadian diare yang dialami balita karena ibu merupakan tokoh utama yang paling bertanggungjawab terhadap tumbuh kembang balita. Berdasarkan laporan dinas kesesehatan tahun 2011 hingga 2012 sebanyak 12.942 balita yang menderita diare di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan informan dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan kriteria tertentu. Sehingga terpilih 11 orang informan yang terdiri dari 8 orang ibu penderita diare, 2 orang bidan desa, dan 1 orang petugas Puskesmas Belawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan ibu dalam upaya pencegahan dan pengobatan penyakit diare anak balita adalah menjaga kebersihan sanitasi lingkungan rumah, memberikan makanan yang bergizi, memberikan ASI, mencuci tangan dengan sabun dan memotong kuku. Pengobatan yang dilakukan jika balitanya mulai terserang diare adalah memberikan pertolongan pertama dengan pemberian oralit dan daun jambu biji untuk dimasak dan dikunyah hal ini dipercaya dapat membantu mengurangi gejala diare. Namun, adapula ibu balita yang membawa balitanya berobat ke bidan desa dan ke puskesmas terdekat. Kesimpulannya adalah pencegahan diare pada balita dilakukan dengan adanya promosi kesehatan, perlindungan khusus, diagnosis dini dan pengobatan segera.
RISIKO GAYA HIDUP TERHADAP KEJADIAN KANKER PAYUDARA PADA WANITA Maria, Ida Leida; Sainal, Andi Asliana; Nyorong, Mappeaty
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 2: JUNI 2017
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.413 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i2.1988

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan umum pertama pada wanita di seluruh dunia dan menjadi pembunuh nomor dua dari keseluruhan kanker di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risikogaya hidup yaitu konsumsi lemak, obesitas, merokok dan stres pada wanita yang menderita kanker payudara di rumah sakit Kota Makassar tahun 2016. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangancase control study, pengumpulan data menggunakan kuesioner, uji statistik bivariat menggunakan odds ratio dengan ?=0,05 dan multivariat menggunakan analisis regresi berganda logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan OR, diketahui bahwa faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian kanker payudara adalah konsumsi lemak ? nilai rata-rata seluruh penderita/responden (?97) (p=0,005, OR=2,872;CI 95%:1,410-5,849), obesitas (IMT?25 kg/m²) (p=0,069,OR=1,942,CI 95%:1,006-3,749), merokok (p=0,063,OR=2,002;CI 95%:1,020-3,930), dan stres (p=0,012,OR=2,698;CI 95%:1,294-5,624). Stres merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian kanker payudara (p=0,020,OR=2,657;CI 95%:1,166-6,054). Kesimpulannya adalah faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian kanker payudara pada wanita di Rumah Sakit Kota Makassar adalah konsumsi lemak, obesitas, merokok dan stres. Faktor risiko yang paling perpengaruh terhadap kejadian kanker payudara adalah stres.
MASJID NURUL HUD A; LAHIRNYA KESEPAKATAN WARGA BONE-BONE BERHENTIMEROKOK Nurul Huda Mosque: The Emergence of Among Bone-Bone Community to Stop Smoking Nyorong, Mappeaty
Al-Qalam Vol 17, No 1 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i1.107

Abstract

Studi ini didasarkan bahwa sesuatu yang dipelajari dan disosialisasikan sejak usia dini akan sulit untukdiabah, tetapi warga desa Bone-Bone yang diketahui beberapa waktu berselang sebagian warganyamerokok, kemudian mereka mampu berhenti secara keseluruhan warganya.Tnjuan studi ini adalah (1) menganalisis fungsi masj id Nurul Huda sebagai tempat penyebaran kesepakatanberhenti merokok, dan (2) bagaimana memengaruhi perokok berhenti merokok.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Data diperoleh melalui (1) interview, (2)diskusi kelompok terarah, dan (3) observasi. Ditemukan bahwa tokoh masyarakat dan agama yangmemengaruhi warga yang merokok berhenti melakukannya, dan menggunakan masjid sebagai basis"Bone-Bone Bebas Asap Rokok".