Articles

Found 16 Documents
Search

DESIGN AND DEVELOPMENT OF ACTIVITY ATTENDANCE MONITORING SYSTEM BASED ON RFID Jm Gining, Ray Adderley; Fauzi, S.S.M.; Ayub, I.M.; Jamaluddin, M.N.F.; Puspitasari, Ira; Okfalisa, Okfalisa
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 17, No 1: January 2020
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v17.i1.pp500-507

Abstract

Attending activities organized by the university or institution is one of the important criteria that must be fulfilled by students for multiple purposes. Whether it is by attending classes, or any other activities, the main concern is focused on the process of recording students? attendance. The use of a paper-based manual system to record students? attendance is still being widely used due to the lack of an e-management system. These approaches have a lot of disadvantages due to the nature of the paper which is a fragile material - also an expensive cost to procure and produce. This paper, relying on Radio Frequency Identification (RFID), designed and developed an electronic system known as Activity Attendance Monitoring System (AAMS) that utilizes readily available resource ? student card, as the student identification when attending an activity. Results from the validation, execution and continuous test suggest that AAMS can be effectively implemented to monitor and record student?s attendance. The main contribution of the study is the design and development model that capable of monitoring students? activity attendance in university activities context. Developers and researcher in the area can adopt the proposed design and development model in formulating a similar system in managing activity attendance.
RANCANG BANGUN DIAGNOSA GANGGUAN PERILAKU ABNORMAL ANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER-SHAFER Okfalisa, Okfalisa; Novita, Mena
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 11, No 1 (2013): Desember 2013
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku abnormal anak  adalah  perilaku yang dapat  secara langsung diamati dan berdampak merugikan bagi individu atau masyarakat. Namun hampir semua orangtua mengabaikan masalah ini dikarenakan oleh tidak hanya mereka tidak tahu tentang perkembangan perilaku anaknya tetapi juga karena mahalnya biaya konsultasi dengan psikolog. Padahal penanganan lebih dini dapat membantu psikologi tumbuh kembang anak lebih baik. Penelitian tugas akhir ini menggunakan metode Dempster-Shafer yang mengkombinasikan potongan informasi yang terpisah (bukti) untuk mengkalkulasi kemungkinan dari suatu gangguan. Dimana Apabila gejala bernilai 0 maka mengindikasikan tidak adanya evidence tetapi apabila bernilai 1 maka menunjukkan kepastian adanya ganguan. Dari hasil itu nantinya sistem akan memberikan kemudahan pada pengguna sistem ini untuk dapat mengetahui jenis gangguan berdasarkan persentase tertinggi peluang mengalami gangguan perilaku abnormal anak. Untuk membuktikan hasil diagnosa tersebut, maka basis pengetahuan dari penelusuran, menggunakan mesin inferensi foward chaining. Setelah dilakukan pengujian menggunakan Black Box, User Acceptence Test serta validasi perbandingan hasil antara psikolog dengan aplikasi, sistem ini berhasil mendiagnosa gangguan perilaku abnormal anak berdasarkan gejala yang dialami pada anak serta memberikan solusinya. Bagi para ahli, sistem ini hanya digunakan sebagai asisten yang berpengalaman. Penelitian ini layak digunakan kepada pasien untuk mendiagnosa gangguan perilaku abnormal anak karena 82 % hasil diagnosa sistem sesuai dengan analisa psikiater.     
Identifikasi Informasi perguruan tinggi negeri dengan model knowledge management Anwar, Abu; Okfalisa, Okfalisa; Haerani, Elin
Sosial Budaya Vol 10, No 2 (2013): Juli - Desember 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In theory and practice, knowledge management (knowledge management) is part of the strategy implementation process. Knowledge management is a systematic action to identify, document, and distribute all Solving). The involvement of administrative management knowledge, both top level, middle, or bottom becomes a very important thing. Well in detecting the problem, generating solutions, evaluating the decision to apply the knowledge that has been tested as a product and service in the implementation of strategy. This activity can be used to make the issues become clearer and under proper supervision. Despite the heavy dotted knowledge management to “technology“, in this case the role of “man“ needs to be taken into account in order to complete the process of knowledge management integrating various angles between technology, human strategies through four areas to view. However, the hypothesis of cause and effect of the method can be used as a basis for understanding knowledge management and implementation.
APLIKASI MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT METRIK DALAM MENGUKUR PERANAN ICT DI PERGURUAN TINGGI NEGERI (STUDI KASUS : UIN SUSKA RIAU) Okfalisa, Okfalisa; Aknovia, Yessi
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 11, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan Information Communcation and Technology (ICT) dalam peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan dan pemanfaatan sumber daya manajemen menjadi salah satu kunci keberhasilan di Perguruan Tinggi. Model Knowledge Management (KM) Metrik dengan ke 33 indikator mencoba mengukur kesuksesan pelaksanaan strategi berdasarkan kemampuan problem solving dari perangkat menejemen organisasi baik dari menejemen tingkat atas maupun menengah. Peranan ICT juga didiskusikan dalam model ini. Guna melihat sejauh mana peranan ICT diterapkan dalam pengukuran kesuksesan strategi, maka sebuah studi kasus dilakukan dan dipelajari di UIN Suska Riau. Berdasarkan hasil analisis terhadap 36 pertanyaan dari kuisioner yang disebarkan kepada menejemen di UIN Suska diperoleh hasil bahwa peranan ICT terhadap keberhasilan organisasi tersebut adalah sebesar 43.7%. Bila dibandingkan dengan standarisasi KM Metrik Model hasil tersebut berada pada tingkatan Menengah (Cukup baik). Artinya masih diperlukan berbagai perbaikkan dan peningkatan pengelolaan menejemen administrasi di UIN Suska guna mencapai visi dan misinya untuk menjadi The World Class University.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PRODUK ASURANSI JIWA BAGI NASABAH MENGGUNAKAN METODE SMARTER Okfalisa, Okfalisa; Gunawan, Ade
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 12, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan asuransi terus meningkat, berbagai produk asuransipun bermunculan. Dalam menentukan produk asuransi yang tepat banyak pilihan kriteria yang dapat digunakan. Sementara peranan agen asuransi masih dirasakan kurang effektif bagi nasabah. Untuk itu perlu dibangun sebuah sistem pendukung keputusan (SPK) untuk membantu dalam menentukan produk asuransi jiwa bagi nasabah. Kriteria Umum seperti Usia, Pekerjaan, Pendapatan atau Gaji, Jenis Kelamin, Status serta Kriteria Khusus seperti Kebiasaan, Kesehatan, Info Penyakit, Kondisi Nasabah Wanita, Riwayat Keluarga dihitung dengan menggunakan metode SMARTER. Hasil sistem berupa rekomendasi produk yang tepat bagi nasabah berdasarkan kondisi dan kriteria personalnya. Perangkat Lunak ini diuji baik secara blackbox maupun user acceptance test dengan perolehan hasil 100% optimal dan layak digunakan. Studi kasus dilakukan di perusahaan asuransi BRIngin Life. Dengan adanya SPK ini diharapkan dapat membantu nasabah dalam memahami asuransi dan juga membantu pihak agen asuransi dalam mengambil keputusan secara terkomputerisasi dan menawarkan produk asuransi yang tepat sasaran sesuai kebutuhan nasabah.
APLIKASI MODEL KNOWLEDGE PROSES DALAM MENGUKUR PENCAPAIAN STRATEGI DI UIN SUSKA RIAU Okfalisa, Okfalisa; Lestari, Ferni
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 12, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

             Dalam menghadapi persaingan, sebuah organisasi dituntut mampu menghasilkan strategi yang baik, mulai dari pemahaman akan perencanaan hingga proses pencapaian strategi. UIN Suska sebagai salah satu  institusi pendidikan memiliki strategi yang kompleks dengan potensi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang cukup tinggi. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan hasil yang optimal baik dalam mengidentifikasikan, menciptakan, maupun mendistribusikan pengetahuan yang digunakan dalam memecahkan permasalahan berkaitan dengan pemanfaatan TIK dalam pencapaian strategi. Peranan pengukuran pencapaian strategi organisasi sangat dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana hasil pencapaian pelaksanaan strategi tersebut. Dengan menggunakan model Knowledge Management Metric (KMM) yang difokuskan kepada Knowledge Process Measurment, pengukuran terhadap pencapaian strategi di UIN Suska dilakukan. Pengukuran dilakukan berdasarkan penilaian kemampuan menejemen organisasi dalam 4 indikator utama, yaitu Knowledge Production, Knowledge Utilization, Problem Recognition dan Knowledge Integration.  Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disebarkan kepada 32 orang Top Manager dan 45 orang Middle Manager di UIN Suska. Berdasarkan analisis diperoleh bahwa persentase pencapaian strategi di UIN Suska sebesar 64%. Hal ini menyatakan bahwa pelaksanaan manajemen strategi di UIN Suska-Riau dikatagorikan pada posisi ?High?. Kemampuan Top dan Middle Manager dalam pelaksanaan pencapaian strategi yang telah dirancang cukup baik.  Hipotesis membuktikan bahwa terdapat perbedaan peranan antara Top dan Middle Manager dalam memberikan kontribusi kesuksesan pencapaian strategi. Dimasa yang akan datang, perbaikan dan peningkatan dalam menghadapi permasalahan strategi dan pengambilan keputusan terus ditingkatkan.
MENENTUKAN POPULARITAS CALON PRESIDEN DAN TREN PADA PILPRES 2019 MENGGUNAKAN ALGORITMA DBSCAN Saputra, Rifaldi; Mustakim, Mustakim; Okfalisa, Okfalisa; Ridwan, Muhammad
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2019: SNTIKI 11
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Salah satu cerminan demokrasi tersebut adalah pemilihan presiden. Seorang tokoh politik yang ingin maju menjadikan opini masyarakat yang sekarang disampaikan melalui media sosial sebagai pertimbangan. Peranan media sosial menjadi sangat penting, karena mampu mendongkrak suara secara signifikan bahkan dijadikan senjata baru bagi banyak bidang terutama kampanye politik. Salah satu media sosial yang sangat populer adalah Twitter. Twitter menggunakan tweet yang mengandung data apabila diolah dapat menjadi informasi. Data dari tweet dapat dijadikan bahan untuk mencari opini masyarakan terhadap calon presiden dan pola yang terbentuk dan pengetahuan pada pemilihan presiden 2019. Untuk menangani tweet yang berbentuk data tekstual dapat dilakukan dengan menggunakan text mining. Metode yang digunakan adalah algoritma partitioning clustering yaitu Density-Based Spatial Clustering of Application with Noise (DBSCAN). Hasil dari penelitian ini adalah DBSCAN menjadi metode terbaik karena mempunyai validitas silhouette index (SI) sebesar 0.8094 dan waktu eksekusi di RapidMinner 2.5676 detik. Frekuensi nama Joko Widodo mendominasi kategori positif, negatif dan netral. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk orang, organisasi dan proses bisnis yang berkaitan erat dengan Pilpres 2019. Kata kunci: Calon Presiden, DBSCAN, Text Mining, Twitter dan Pemilihan Presiden 2019 Abstract Indonesia Indonesia is the third largest democracy in the world. One reflection of that democracy is the presidential election. A political figure who wants to move forward makes public opinion now conveyed through social media a consideration. The role of social media is very important, because it is able to jack up the sound significantly and even become a new weapon in many fields, especially political campaigns. One very popular social media is Twitter. Twitter uses tweets that contain data when it is processed into information. Data from tweets can be used as material to seek public opinion on candidates of presidential and patterns formed and knowledge in the 2019 presidential election. To handle tweets in the form of textual data can be done using text mining. The method used is partitioning clustering algorithm, namely Density-Based Spatial Clustering of Application with Noise (DBSCAN). The results of this study are DBSCAN to be the best method because it has a silhouette index (SI) validity of 0.8094 and an execution time on RapidMinner 2.5676 seconds. The frequency of the name Joko Widodo dominates the positive, negative and neutral categories. The results of this study can be used for people, organizations and business processes that are closely related to the Presidential Election 2019. Keywords: Candidate of Presidential, DBSCAN, Text Mining, Twitter dan Presidential Election 2019
Raman amplifier performance in pre-amplifier use for optical fiber communication systems Saktioto, T.; Dewi, S. P.; Syahputra, R. F.; Okfalisa, Okfalisa; Syamsudhuha, Syamsudhuha
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 17, No 5: October 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.93 KB) | DOI: 10.12928/telkomnika.v17i5.12594

Abstract

The development of telecommunications networks is currently dominated by fiber optics. The fiber optic has become a waveguide medium transmitting information with high frequency bands, high capacity and high speed. An optical amplifier is required to maintain electromagnetic signals when they propagate in far distance. One of the amplifiers, Fiber Raman Amplifiers (FRA) which is the light scattering from the light that comes with the phonon in the lattice of amplification medium produces photons that are coherent with the incoming photons. Many amplifiers are commonly used but the problems not only come from the amplifier but also the component circuit and system.  By simulation method, FRA circuit is designed and operated in the form of pre-amplifiers to maintain a better signal from material interference and geometry. The simulation results show that the lowest BER value and the highest Q-factor are found at a distance of 10km depicted by eye diagram.
Profile of Single Mode Fiber Coupler Combining with Bragg Grating Syahputra, Romi Fadli; Saktioto, Saktioto; Meri, Ros; Syamsudhuha, Syamsudhuha; Okfalisa, Okfalisa
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 15, No 3: September 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.732 KB) | DOI: 10.12928/telkomnika.v15i3.6383

Abstract

This paper describes a numerical experiment of design and operation of a fiber coupler between single mode fiber and fiber Bragg grating (FBG). Both components are coupled depending with optical waveguide and source parameters. A characterization of fiber coupler is simulated by varying long grating of 10 mm to 60 mm using transfer matrix method based on coupled mode equation. The wave peak, transmission, and dispersion parameters are analyzed to determine the performance of the fiber coupler. The transmission spectrum showed the wave peaks rise to any increase in the grating length on channel 1 and channel 2. Transmission on channel 1 and channel 2 decreased from the wavelength range of 1.45μm–1.55μm and rised in the range of 1,55μm–1,65μm for each increment in length of grating. The dispersion showed the zero dispersion at specific wavelength for each increase in length of grating. This component can be applied for controlling information signal in wide range communication.
RESULT BASED MANAJEMEN SISTEM UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN BIMBINGAN DASAR KEISLAMAN Okfalisa, Okfalisa; Simaremare, Harris; Abdillah, Rahmad; Najwa, Nina Fadilah
JSINBIS (Jurnal Sistem Informasi Bisnis) Vol 9, No 1 (2019): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.452 KB) | DOI: 10.21456/vol9iss1pp77-85

Abstract

The Islamic values in the integrated curriculum should be reflected in governance, teaching lifestyle, and society dedication. The Islamic basic mentoring activity was the routine activity in UIN SUSKA Riau. That activity had been going on since 2010 and had unoptimization through stakeholder dissatisfaction with performance output. This research has developed a model by Result based for monitoring and evaluating the activity implementation. The results of the modeling mechanism were implemented in the construction of a Result Based Management Information System prototype. This research conducted by 7 constructs with 32 indicators that had been statistically tested by Confirmatory Factor Analysis to know the significance and the relation between indicators and constructs. This model was tested descriptive statistic to measure the activity implementation performance in accordance with the expected output. The results of performance activity at the Faculty of Science Technology were at the middle level. The construction of a prototype using Object Oriented Analysis had been successfully carried out with very good results in testing the UAT and Black Box. The system had 6 actors based on the stakeholder requirements and the system was successfully monitoring and evaluating problem and activity as long as the implementation. Performance information in graphically was to help the leader and top management for making decision and policy fixing. The discussion forum was developed as sharing information platform between the leader, the manager and the lecturer, the fellow lecturer, the lecturer and the participants. Thus, the transformation and transparency in implementation activity were formed.