Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antihiperglikemik dari Ekstrak Etanol dan Heksana Tumbuhan Suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus L.) yang Hiperglikemik Togubu, Sariyana; Momuat, Lidya I.; Paendong, Jessy E.; Salma, Navila
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.2999

Abstract

Telah dilakukan penelitian kadar glukosa darah tikus wistar yang hiperglikemia pada pemberian ekstrak etanol dan heksana tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida [L]. Kunth). Penelitian ini menggunakan metode uji toleransi glukosa, terhadap 16 ekor tikus jantan wistar yang hiperglikemia akibat diinduksi sukrosa. Selanjutnya, tikus dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (K-) diberi CMC 0,5%, kelompok kontrol positif (K+) diberi Glibenklamid dosis 0,45 mg/kgBB, kelompok ekstrak etanol tumbuhan suruhan (EETS) dosis 40 mg/kgBB, dan kelompok ekstrak heksana tumbuhan suruhan (EHTS) dosis 40 mg/kgBB. Setiap kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Kadar glukosa darah tikus diukur dengan alat Drglukometer pada menit ke-30, 60, dan 120 setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada menit ke-120, kadar glukosa darah tikus pada kelompok EETS dan EHTS masing-masing turun sebesar 54,57% dan 51,25%, dan tidak berbeda nyata dengan K(+). Kadar glukosa darah kelompok K(+) dan EETS pada menit ke-120 mencapai kadar yang sama dengan keadaan basal (normal). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etanol dan heksana tumbuhan suruhan dengan dosis 40 mg/KgBB memiliki efek hipoglikemik pada tikus jantan wistar yang hiperglikemia.A study on blood glucose level in hyperglycemic wistar rats treated with ethanol and hexane extracts of suruhan (Peperomia pellucida [L]. Kunth) had been done. This study used glucose tolerance test method applied on 16 male wistar rats which were hyperglycemic by sucrose induction. The rats were divided into four treatment groups, each of which contained four rats, which were negative control (K-) group treated with CMC 0.5%, positive control (K+) group treated with glibenclamide 0.45 mg/kg body weight, group treated with ethanol extract of P. pellucida (EETS) 40 mg/kg body weight, and group treated with hexane extract of P. pellucida (EHTS) 40 mg/kg body weight. Glucose level in rat blood was measured using Drglucometer at minute 30, 60, and 120 after treatment. The results showed that at minute 120 the blood glucose level of EETS and EHTS was decreased by 54.57% and 51.25%, respectively, which were not significantly different from K(+). At minute 120, blood glucose of K(+) and EETS reached the same level with that of basal (normal) state. It was concluded that ethanol and hexane extract of P. pellucida 40 mg/kg body weight had hypoglycemic effect on hyperglycemic wistar rats.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI DAUN NASI (PHRYNIUM CAPITATUM) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL) Wijaya, Dwi Putra; Paendong, Jessy E.; Abidjulu, Jemmy
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3899

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dari daun nasi (Phrynium capitatum) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Skrining fitokimia meliputi pengujian alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, triterpenoid dan fenolik. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan penambahan 2 mL larutan DPPH dengan 0,5 mL larutan ekstrak dengan konsentrasi masing-masing 1000, 750, 500 dan 250 µg/mL. Data yang diproleh kemudian digunakan untuk menghitung nilai IC50 dari ekstrak etanol daun nasi. Hasil pengujian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun nasi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan fenolik. Ekstrak etanol daun nasi memiliki aktivitas antioksidan trrtinggi pada konsentrasi 1000 µg/mL sebesar 65,77 % dan semakin menurun aktivitasnya dengan berkurangnya konsentrasi ekstrak, konsentrasi 750, 500 dan 250 µg/mL masing-masing sebesar 53,96 %, 43,8 % dan 19,58 % dengan nilai IC50 pada konsentrasi 701,78 µg/mL.A research on phytochemicals screening and antioxidant activity test of daun nasi (Phrynium capitatum) using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method had been conducted. Test for alkaloids, flavonoids, saponins, steroids, triterpenoids and phenolic were included in phytochemical screening. Antioxidant activity was tested through the addition of 2 mL DPPH solution into 0.5 mL of the extract having a concentration of 1000, 750, 500 and 250 µg/mL respectively. The data obtained was used to calculate the IC50 value for the ethanol extract of daun nasi. The results showed that the ethanol extract of daun nasi contains alkaloids, flavonoids, saponins, steroids and phenolic. Ethanol extract of daun nasi has the highest antioxidant activity of 65.77% at concentration of 1000 µg/mL. Its activity decreased with decreasing concentration of the extract, which were 53.96 %, 43.8 % and 19.58 % at concentration of 750, 500 and 250 µg/mL respectively. IC50 values was found at a concentration of 701.78 µg/mL.