budianto panjaitan
Laboratorium Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Indonesia Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 4, Kampus FKH Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh 23111

Published : 24 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner

DENSITAS RADIOGRAFI TULANG HUMERUS ANJING LOKAL (Canis lupus familiaris) YANG DI OVARIOHISTEREKTOMI. (Radiography Density Of Humerus Bone On Local Ovariohisterektomi Dogs (Canis lupus familiaris). morow, meutya silviana; panjaitan, budianto; syafruddin, syafruddin; masyitha, dian; erwin, erwin; tasmi, cut nila
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.168 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7907

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan gambaran densitas radiografi tulang humerus pada anjing lokal (Canis lupus familiaris) sebelum dan sesudah dilakukan ovariohisterektomi. Penelitian ini menggunakan tiga ekor anjing betina lokal dengan kisaran umur 5-7 bulan. Teknik perlakuan diambil  gambar radiografi sebelum dilakukan ovariohisterektomi selanjutnya semua hewan dilakukan ovariohisterektomi melalui linea alba, setelah itu hewan di ovariohisterektomi. Pada minggu 1,2,3, dan 4 setelah di ovariohisterektomi dilakukan pengambilan gambar radiografi dan pengukuran densitas tulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata densitas tulang pada minggu 0 sebelum ovariohisterektomi adalah 157.3661667 ± 23.3043699, hasil ini tidak berbeda nyata dengan hasil rata-rata densitas pada minggu 1,3, dan 4 yaitu 156.8621982 ± 12.07528008, 153.8854886 ± 15.93987235, dan 156.1769175 ± 19.84084989, perbedaan terjadi pada minggu ke 2 dengan hasil 144.6901974 ±10.76999831. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan  bahwa penurunan densitas radiografi tulang humerus hanya bersifat sementara pada minggu ke 2 terjadi penurunan kemudian meningkat kembali pada minggu ke 3 dan minggu ke 4.ABSTRACTThe aim of this study was to obtain a picture of radiographic density of humerus bone in local dog (Canis lupus familiaris) before and after ovarianohysterectomy. This study used three local female dogs with the age range of 5-7 months. The technique of treatment is taken radiographic images before the next ovarianohysterectomy is done all animals are done ovariohisterektomi through linea alba, after which the animal in ovariohisterektomi. At weeks 1,2,3 and 4 after ovarianohysterectomy, radiographic imaging and bone density measurements were performed. The results showed that the average bone density at week 0 before ovariohisterectomy was 157.3661667 ± 23.3043699, this result was not significantly different with the average density results at weeks 1.3 and 4, ie 156.8621982 ± 12.07528008, 153.8854886 ± 15.93987235, and 156.1769175 ± 19.84084989, the difference occurs at week 2 with the result 144.6901974 ± 10.76999831. Based on the results of this study it can be concluded that degradation of humerus bone radiography density is only temporary at 2 weeks decrease then increase again at week 3 and week 4.
ANALISIS KADAR LEMAK SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA SEBELUM DAN SESUDAH DIPASTEURISASI DI PETERNAKAN LAMNYONG KOTA BANDA ACEH (Analysis Of Milk Fat Content Ettawa Before And After Pasteurization At The Farm Lamnyong Banda Aceh) Yusa, Mirza; ismail, ismail; razali, razali; ferasyi, t reza; safruddin, safruddin; panjaitan, budianto
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.71 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i1.5887

Abstract

ABSTRAKSusu kambing segar bersifat mudah rusak dan memerlukan penanganan pasca panen dan pengolahan yang cepat dan memadai. Pasteurisasi adalah perlakuan yang diberikan terhadap susu segar supaya tidak cepat rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang kadar lemak susu  kambing peranakan Etawa di peternakan Lamnyong Kota Banda Aceh sebelum dan sesudah dipasterusisasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode Gerber dengan pasteurisasi suhu rendah waktu lama (low temperature long time /LTLT = 62 0C – 65 0C ). Penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif dengan masing-masing 6 kali ulangan sehingga mendapatkan hasil yang akurat. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan kadar lemak susu segar sebelum dan sesudah dipasteurisasi terdapat perbedaan. Susu yang diberi perlakuan pasteurisasi memiliki kadar lemak 5% dan susu tidak diberi perlakuan atau tidak dipasteurisasi memiliki kadar lemak 4,5%. Hal ini terjadi karena setelah dilakukan pasteurisasi susu terjadi penguapan komponen-komponenya sehingga kadar lemak susu cenderung meningkat. ABSTRACTFresh goats milk is easily damaged and requires quick and adequate post-harvest handling and processing. Pasteurization is the treatment given to fresh milk so as not to be damaged quickly. This study aims to find out and provide information to the public about the fat content of goat milk Ettawa breeding Lamnyong Banda Aceh before and after the pasteurized. This research was done by Gerber method and using pasteurization method with low temperature long time (LTLT = 62 0C - 65 0C).This research was conducted with descriptive analysis with 6 replication so that get accurate result. Based on the results of the study showed that fresh milk fat content before and after dipasteurisasi there is a difference Milk treated with pasteurization has 5% fat content and milk is not treated or not pasteurized has a fat content of 4.5%. This happens because after milk pasteurization occurs evaporation of its components so that milk fat content tends to increase.
PENGARUH DEPOSISI SEMEN SAAT INSEMINASI BUATAN TERHADAP ANGKA KEBUNTINGAN SAPI (The Effect of Semen Deposition During Artificial Insemination on Pregnancy Rate in Cows) dana, wanti dessi; hamdan, hamdan; panjaitan, budianto; riady, ginta; wahyuni, sri; iskandar, cut dahlia
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.643 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4812

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh deposisi semen saat inseminasi buatan terhadap angka kebuntingan sapi. Responden dalam penelitian ini adalah petugas inseminator profesional (bersertifikat) yang bertugas di Kecamatan Kuta Cot Glie, Krueng Barona Jaya, dan Blang Bintang. Jumlah sampel responden untuk angka kebuntingan pada penelitian ini adalah sapi-sapi betina yang ada di tiga kecamatan di Aceh Besar tersebut yang siap untuk diinseminasi selama bulan April sampai Mei 2017. Hasil dari penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan deposisi semen pada cincin serviks ketiga lebih rendah dibandingkan dengan deposisi semen pada cincin serviks keempat dengan persentase non return rate (60-90 hari) pada responden  I, II dan III secara berturut-turut adalah 80,56% ; 87,64%  dan 94,55%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa angka kebuntingan pada deposisi semen cincin serviks keempat lebih tinggi dari pada deposisi semen pada cincin serviks ketiga. ABSTRACTThe aims of study was to determine the effect of semen deposition during artificial insemination on pregnancy rate cow. Respondents in this research are professional inseminator (certified) from Kecamatan Kuta Cot Glie, Krueng Barona Jaya and Blang Bintang. The number of respondent samples for pregnancy rate in this study were female cows in three subdistricts in Aceh Besar that available for artifial inseminated during April and May 2017. The data of this study were analyzed descriptively. The results of this study indicated that the position at the fourth cervical ring of semen deposition has the higher pregnancy rate with the percentage of NRR (60-90 days) on the respondent I, II and III respectively is 80.56%; 87.64% and 94.55%. Based on the results of the research can be concluded that pregnancy rate on the fourth cervical ring semen deposition better was than semen deposition on the third cervical ring semen deposition.
DENSITAS RADIOGRAFI TULANG FEMUR ANJING LOKAL (Canis lupus familiaris) YANG DIOVARIOHISTEREKTOMI (Radiography Density of Femur Bone On Lokal Dogs (Canis lupus familiaris) That In Ovariohisterektomi) Sikumbang, Dinda Jasmal; Panjaitan, Budianto; Syafruddin, Syafruddin; Erwin, Erwin; Masyitha, Dian; Hamdan, Hamdan
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.32 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran densitas radiografi tulang femur pada anjing lokal. Hewan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 ekor anjing betina lokal dengan kisaran umur 5-7 bulan. Pengambilan gambar radiografi dan pengukuran densitas radiografi tulang femur dengan menggunakan Software Image J pada minggu ke 0 (sebelum diovariohisterektomi), minggu ke 1, 2, 3, dan 4 (setelah diovariohisterektomi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata densitas radiografi tulang femur sebelum diovariohisterektomi adalah 151,8401±5,8767. Hasil ini menunjukkan berbeda nyata  pada  minggu 1, 2, dan 4 setelah diovariohisterektomi dengan hasil densitas radiografi tulang 168,7952±7,88446, 181,0557±7,81876, dan 169,1759±4,73123. Pada minggu 3 setelah diovariohisterektomi menunjukkan hasil tidak berbeda nyata dengan densitas radiografi tulang sebelum diovariohisterektomi yaitu 152,9360±7,38131. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa densitas tulang dari hasil pengambilan gambar radiografi tulang femur anjing lokal (Canis lupus familiaris) didapatkan terjadi peningkatan densitas radiografi pada minggu ke 1, 2, 4 dan menurun pada minggu 3. Penurunan dan peningkatan densitas radiografi pada tulang femur bersifat fluktuasi. (This study aimed  to get radiodensity of femoral bone in local dog. Animals used in this study were 3 local female dogs with the age range of 5-7 months. Radiographic imaging and radiographic density measurements of femur bone using Software Image J before and after ovariohysterectomy at weeks 1, 2, 3, and 4. The results show that the average radiodensity of femur bone before ovariohysterectomy was 151,8401± 5,8767. This result had significantly different with 1, 2, and 4 weeks after ovariohysterectomy. In week 3 after ovariohysterectomy, the results were not significantly different from the radiograph density of the femur bone before in ovariohysterectomy that was 152.9360 ± 7.38131. Based on the results of the study it can be concluded that bone density resulting from radiography imaging of local dogs femur (Canis lupus familiaris) using Image Software Image J obtained  radiographic density increased at week 1, 2, 4 and decreased at week 3. The decrease and increase of radiographic density of the femur bone is a fluctuation).
Co-Authors . Amrozi Amalia Sutriana Amiruddin A Aris Haryanto Arman Sayuti Charles Rangga Tabbu Cut Dahlia Iskandar Cut Nila Thasmi, Cut Nila dana, wanti dessi Darmawi Darmawi Dasrul Dasrul Dedi R. Setiadi DENI NOVIANA Dian Masyitha Dian Nurcahaya Dwinna Aliza Efendi, Mefrianti Eka Meutia Sari Erdiansyah Rahmi Erwin Erwin Fauziah Fauziah ferasyi, t reza Fitriani Fitriani Frengky, Frengky Ginta Riady Gunanti g Hafizuddin Hafizuddin, Hafizuddin Hamdan h Hamdan Hamdan Hamny Hamny Hardyana Siregar, Siti Rizki Helwana, Citra Chyntia Herrialfian, Herrialfian Hidayah, Jamilatun Husnur rizal Husnurrizal, Husnurrizal Indriany, Sudi Ira Khubairoh Marpaung, Ira Khubairoh Irfandi, Aliman Irza Sukmana, Irza Ismail Ismail Juli Melia Khairiah Khairiah Lingga, Harizqi Fatwa Mahdi Abrar maikhar gita eldora Maryulia Dewi Maulizar, Ria Mokhamad Fakhrul Ulum Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad morow, meutya silviana Muchidin Noordin Mulyadi Adam, Mulyadi Muslim Akmal Muttaqien Muttaqien, Muttaqien Nellita Meutia, Nellita Nuzul Asmilia Prestiya, Adhea Razali Daud Razali Razali rina aulia barus Rosmaidar Rosmaidar, Rosmaidar safruddin Safruddin, safruddin Sikumbang, Dinda Jasmal Siti Aisyah Sri Wahyuni Sulasmi Sulasmi Syafruddin s Syafruddin Syafruddin T. Armansyah TR, T. Armansyah tasmi, cut nila Teuku Armansyah teuku armansyah TR, teuku armansyah Teuku Zahrial Helmi Tongku Nizwan Siregar tongku nizwar siregar Yulisma, Rika Yusa, Mirza yusmadi y Yusmadi Yusmadi Zainuddin Zainuddin Zulfan, Muhammad Zuraidawati Zuraidawati, Zuraidawati