Binar Panunggal
Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Published : 43 Documents
Articles

ZAT GIZI, MASSA LEMAK TUBUH, DAN TEKANAN DARAH PADA WANITA VEGETARIAN DAN NONVEGETARIAN BERUSIA 20-30 TAHUN Kirana, Stela Maris Adinda Budi; Murbawani, Etisa Adi; Panunggal, Binar
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.327 KB) | DOI: 10.14710/jgi.6.1.17-28

Abstract

Background : Vegetarians tend to have a risk of underfat. Several studies have reported that vegetarians have lower fat and higher fiber intake, lower body fat mass and blood pressure than nonvegetarians. There are only few studies about those variabels in 20-30 year-old subject. Objective : To analyze the difference of nutrients intake, body fat mass, and blood pressure between 20-30-year-old vegetarian and nonvegetarian women.Methods : Cross-sectional study design in 26 vegetarian women and 26 nonvegetarian women who was selected by consecutive sampling. Nutrients intake were obtained by Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQFFQ) and analyzed by Nutrisurvey. Body fat mass was measured using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Blood pressure was measured using Mercury sphygmomanometer. Data were analyzed using Independent t-test and Mann-Whitney test.Result : There were 38.5% of  vegetarians and 3.8% of nonvegetarians classified as underfat. There were 30.7% of vegetarians and 50% of  nonvegetarians classified as prehypertension. There were difference in fat (p=0.005), saturated fatty acid (p=0.000), monounsaturated fatty acids (p=0.002), polyunsaturated fatty acids (p=0.043), fiber (p=0.000), potassium (p=0.000), magnesium (p=0.004); body fat mass (p=0.021); and sistolic blood pressure (p=0.004) between both of groups. There weren?t difference energy intake (p=0.098), carbohydrate (p=0.207), protein (p=0.535), sodium (p=0.784), calcium (p=0.798), and diastolic blood pressure (p=0.799) between both of groups.Conclusion : Between vegetarian group and nonvegetarian group, there were difference in fat, saturated fatty acid, monounsaturated fatty acids, polyunsaturated fatty acids, fiber, potassium, magnesium intake; body fat mass; and sistolic blood pressure. However, there weren?t diffference in energy, carbohydrate, protein, sodium, calcium intake, and diastolic blood pressure between vegetarian group and nonvegetarian group 
PENGARUH PEMBERIAN SUSU ALMOND TERHADAP GLUKOSA DARAH PUASA PADA TIKUS DIABETES Ningsih, Ryta Ristantia; Probosari, Enny; Panunggal, Binar
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.287 KB) | DOI: 10.14710/jgi.7.2.86-91

Abstract

Background: Type 2 Diabetes Mellitus is a group of metabolic diseases with characteristic hyperglycemia that occurs due to abnormalities in insulin secretion and insulin action. Diet plus high fiber can help control glucose levels. Almond contains fiber, vitamin E, and magnesium that contributes to the fasting blood glucose levels. This study aimed to analyze the effect of almond milk to the fasting blood glucose diabetic rats.Method: This study used an experimental design with pre-post test control group design. The sample were Rattus norvegicus Wistar which were divided into 4 groups: K (-), K (+), A1 and A2. Almond milk was given in the group treatmeant for 14 days with a dose of 4.32 ml and 8.64 ml. Fasting blood glucose measurement taken before and after treatment used Oxidase Glucose - Peroxidase Aminoantypirin (GOD PAP). Analysis of data used paired t-test, ANOVA and Post Hoc.Results: The fasting blood glucose levels decreased significantly (p = 0.01) in the treatment group which were intervened with almond milk. A decrease in fasting blood glucose levels in a dose treatment group 1 for 116.96 ± 4.45 (p = 0:01), whereas in the group treated at a dose of 2 for 155.53 ± 3.15 (p = 0.01). There were a significant difference in decreased of the fasting blood glucose levels between the two treatment groups (p = 0.01).Conclusion:  Giving a dose almond milk 4.32 ml and 8.64 ml for 14 days can lower the fasting blood glucose levels significantly.
POLA MAKAN, STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK STUNTING USIA 9-12 TAHUN DI KEMIJEN SEMARANG TIMUR Saniarto, Febrian; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v3i1.4552

Abstract

Latar belakang: Stunting pada anak usia sekolah dasar (9-12 tahun) terjadi karena malnutrisi kronis. Malnutrisi kronis juga berakibat pada terlambatnya perkembangan otak. Hal ini berakibat pada rendahnya kemampuan kognitif dan rendahnya prestasi belajar. Namun ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak. Pola makan dan status sosial ekonomi keluarga adalah faktor yang berhubungan dengan prestasi belajar pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pola makan dan status sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar anak stunting usia 9-12 tahun di Kemijen Semarang Timur.Metode: Sebanyak 85 anak stunting usia 9-12 tahun berpartisipasi dalam penelitian cross sectional ini. Subjek dan responden (orang tua subjek) diwawancarai untuk mendapatkan data karakteristik subjek, pola makan, dan status sosial ekonomi keluarga yang meliputi pendidikan, pekerjaan orang tua, dan pendapatan yang dilihat dari pengeluaran perkapita. Canada?s Food Guide to Healthy Eating (CFGHE) digunakan untuk mengkategorikan pola makan anak. Sementara data prestasi belajar diperoleh dari nilai raport mata pelajaran IPA, Matematika dan Bahasa Indonesia. Hasil: Sebanyak 52,9% subjek memiliki prestasi belajar kurang. Hampir setengah dari subjek memiliki pola makan yang buruk (40%) dan lebih dari setengah memiliki pola makan sedang (58,8%). Sebagian besar orang tua subjek berpendidikan rendah (ibu 74,1% dan ayah 61,2%). Sebanyak 61,2% keluarga mempunyai pengeluaran perkapita yang rendah. Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola makan dan status sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar anak stunting usia 9-12 tahun. Kesimpulan: Pola makan dan status sosial ekonomi keluarga tidak berhubungan dengan prestasi belajar anak stunting usia 9-12 tahun di Kemijen Semarang Timur.
PENGARUH PEMBERIAN ANGKAK (RED YEAST RICE) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA PADA WANITA PENDERITA HIPERLIPIDEMIA Balgis, Balgis; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3741

Abstract

Latar Belakang : Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Angkak mengandung Monakolin K, yaitu metabolit sekunder yang dapat menghambat kerja enzim HMG-KoA reduktase sehingga menghambat sintesis kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian angkak (Red Yeast Rice) terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida pada wanita penderita hiperlipidemia.  Metode : Jenis penelitian adalah true experiment dengan rancangan control group pre test ? post test. Subjek adalah 38 wanita hiperlipidemia dengan kadar kolesterol total ?200 mg/dl dan atau kadar trigliserida ?150mg/dl, kelompok perlakuan mendapat 4.8 g/hari angkak dan kelompok kontrol mendapat plasebo. Intervensi dilakukan selama 14 hari. Metode CHOD-PAP digunakan untuk menganalisis kadar kolesterol total dan metode GPO-PAP digunakan untuk menganalisis kadar trigliserida, darah diambil setelah subyek berpuasa selama 10 jam. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Analisis statistik menggunakan uji dependent t-test, Wilcoxon, independent t-test dan Mann Whitney.Hasil : Rerata kadar kolesterol total dan trigliserida sebelum intervensi kelompok perlakuan berturut-turut yaitu 227,52 mg/dl dan 166,57 mg/dl. Rerata kadar kolesterol total dan trigliserida setelah intervensi kelompok perlakuan berturut-turut yaitu 234.31 mg/dl dan 123.36 mg/dl. Konsumsi angkak dengan dosis 4.8 g/hari tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol total (p=0.370) dan trigliserida (p=0.099). Tidak ada perbedaan kadar kolesterol total (p=0.442) dan trigliserida (p=0.447) antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kesimpulan : Konsumsi angkak tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida pada wanita penderita hiperlipidemia. Tidak terdapat perbedaan kadar kolesterol total dan trigliserida antara kelompok kontrol dan perlakuan.
FAKTOR DETERMINAN JUMLAH KONSUMSI SOFT DRINK PER HARI PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI PEDESAAN Dewi, Clara Rashinta; Subagio, Hertanto Wahyu; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v6i4.18789

Abstract

Background: Children become consumer target of soft drink. Many factors influencing children?s consumption of soft drink. There are only few studies about factor influencing children?s consumption in rural area. Objective : To analyze total soft drink consumption per day among 10-12 year-old children in rural area and analyze determinant factors of soft drink consumption.Methods : Cross-sectional study design in 109 children aged 10-12 years who was selected by consecutive sampling. Data collected were gender, nutrition knowledge related soft drink, attitude to soft drink consumption,, pocket money, peer influence, and exposure to mass media. The instruments used are questionnaire and Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ). Data were analyze using  rank Spearman test and Chi Square test.Result : Total soft drink consumption per day was 422,0±483,94ml. Variables that correlated with total soft drink consumption per day were gender (p=0,025), attitude to soft drink consumption (r=0,28;p=0,003) and peer influence (r=0,25;p=0,007). Variables that are not correlated with total soft drink consumption per day were nutrition knowledge (r=-0,10;p=0,269), pocket money (r=-0,10;p=0,265), exposure to mass media (r=0,15;p=0,116).Conclusion : Factors that correlated with total soft drink consumption per day were gender (p=0,025), attitude to soft drink consumption (r=0,28;p=0,003) and peer influence (r=0,25;p=0,007).
HUBUNGAN ASUPAN PURIN, VITAMIN C DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA REMAJA LAKI-LAKI Pursriningsih, Siti Santiaji; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v4i1.8617

Abstract

Latar Belakang : Hiperurisemia merupakan keadaan dimana kadar asam urat dalam darah di atas batas normal. Kadar asam urat dipengaruhi oleh asupan purin, vitamin C dan aktivitas fisik.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan asupan purin, vitamin C dan aktivitas fisik terhadap kadar asam urat pada remaja laki-laki. Metode : Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross-sectional. Jumlah subjek penelitian adalah 66 remaja laki-laki (usia 16-18 tahun) di SMA Negeri 2 Slawi. Subjek dipilih dengan simple random sampling. Data meliputi karakteristik subjek, asupan purin, vitamin C, aktivitas fisik, dan kadar asam urat. Asupan purin dan vitamin C diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan Food Frequency Semi Quantitative, data aktivitas fisik diperoleh dari kuesioner aktivitas fisik selama 3 hari. Metode enzimatik PAP uricase digunakan untuk menganalisis kadar asam urat. Data dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil : Kadar asam urat sebagian besar subjek (94%) termasuk dalam kategori normal. Sebanyak 94% asupan purin subjek rendah, yaitu < 500 mg per hari, 64% asupan vitamin C subjek tinggi yaitu >60 mg per hari dan 53% subjek aktivitas fisik normal. Terdapat hubungan antara asupan purin, vitamin C dan aktivitas fisik terhadap kadar asam urat (p= 0,000).Simpulan : Terdapat hubungan bermakna antara asupan purin, vitamin C dan aktivitas fisik terhadap kadar asam urat pada remaja laki-laki.
ASUPAN VITAMIN D, KALSIUM DAN FOSFOR PADA ANAK STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA 12-24 BULAN DI KOTA SEMARANG Chairunnisa, Estillyta; Kusumastuti, Aryu Candra; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v7i1.20780

Abstract

 Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi yang banyak ditemukan pada anak di negara berkembang seperti di Indonesia. Stunting yaitu gangguan pertumbuhan disebabkan kekurangan gizi kronis berdasarkan nilai z-score panjang badan menurut umur kurang dari -2 SD. Kecukupan asupan zat gizi mikro yang tidak adekuat menjadi salah satu faktor penyebab terjadi stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan asupan vitamin D, kalsium dan fosfor pada anak  stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain case-control. Subjek adalah anak stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan di Kelurahan Rowosari dan Meteseh, Semarang. Total subjek pada masing-masing kelompok kasus dan kontrol sejumlah 40 orang. Pengambilan subjek menggunakan metode simple random sampling. Data asupan zat gizi diperoleh dengan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis zat gizi menggunakan software NutriSurvey. Analisis data secara statistik menggunakan uji Chi Square, Fisher?s exact dan regresi logistik ganda.Hasil : Rerata asupan kalsium dan fosfor pada kelompok kasus sebesar 303,3±2,8 mg dan 440,1±1,9 mg sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 606±3 mg dan 662±2,5 mg. Rerata asupan vitamin D pada kelompok kasus sebesar 2,2±3,3 mcg dan pada kelompok kontrol sebesar 4,8±4,1 mcg. Terdapat perbedaan antara asupan kalsium (p=0,003; OR=4,5) dan fosfor (p=0,001; OR=13,5) pada anak stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan. Tidak terdapat perbedaan asupan vitamin D antara anak stunting dan tidak stunting (p=0,615; OR=3,162).Simpulan: Terdapat perbedaan antara asupan kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 12-24 bulan.
ANALISIS TOTAL FENOL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA YOGURT GANYONG (CANNA EDULIS) SINBIOTIK DENGAN SUBSTITUSI KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS L) Pratiwi, Hera; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v5i1.16358

Abstract

 Latar Belakang: Stres oksidatif merupakan salah satu keadaan dimana jumlah radikal bebas, seperti ROS (Reactive Oxygen Species), meningkat di dalam tubuh. Antioksidan alami pada ganyong dan kacang merah dapat menstabilkan ROS sehingga melindungi tubuh dari oksidasi radikal bebas. Substitusi kacang merah dalam pembuatan yogurt ganyong sinbiotik dapat meningkatkan kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan.Tujuan: Menganalisis kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan pada yogurt ganyong sinbiotik dengan substitusi kacang merah.Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor dengan 4 variasi perlakuan yakni K (kontrol atau tanpa substitusi kacang merah), P1(substitusi kacang merah 10%), P2 (substitusi kacang merah 20%) dan P3(substitusi kacang merah 30%). Analisis total fenol menggunakan Folin-Ciocalteu dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH.Hasil: Kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan dengan substitusi kacang merah 0,5-53,2 mg GAE/100 gram dan 0,4%-16,25%/100 gram. Terdapat perbedaan kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan yang bermakna pada setiap kelompok perlakuan. Produk yogurt ganyong sinbiotik dengan substitusi kacang merah 30% memberikan kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan terbaik, sebesar 53,2 mg GAE/100 gram dan 16,25%/100 gram.Kesimpulan: Yogurt ganyong sinbiotik dengan substitusi kacang merah 30% memiliki kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu 53,2 mg GAE/100 g dan 16,07%. Yogurt ganyong sinbiotik dengan substitusi kacang merah 20% memiliki tingkat penerimaan paling baik terhadap semua aspek.
HUBUNGAN LINGKAR PERGELANGAN TANGAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA REMAJA PUTRI USIA 15-18 TAHUN DI SMA NEGERI 6 SEMARANG Arifin, Riani; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6922

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan karena pankreas tidak mampu memproduksi insulin atau karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang ada. Untuk mendeteksi dini kejadian diabetes melitus perlu dilakukan kontrol kadar glukosa darah sejak remaja. Lingkar pergelangan merupakan salah satu antropometri yang digunakan sebagai prediktor diabetes melitus. SMA Negeri 6 Semarang merupakan salah satu sekolah yang berada di kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar pergelangan tangan dengan kadar glukosa darah pada remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Negeri 6 Semarang.Metode : penelitian Observasional dengan desain cross sectional, bertempat di SMA Negeri 6 Semarang dengan jumlah sampel 69 subjek yang dipilih dengan consecutive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik subjek, lingkar pergelangan tangan dan kadar glukosa darah puasa. Lingkar pergelangan tangan diukur menggunakan midline. Pengambilan sampel darah dilakukan untuk pengukuran kadar glukosa darah puasa. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi pearson.Hasil : Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 59,4% subjek mempunyai kadar glukosa darah pada range 81-90 mg/dl dan 55,1% lingkar pergelangan tangan subjek termasuk dalam kategori kecil. Lingkar pergelangan tangan tidak berhubungan dengan kadar glukosa darah (r=-0,039 p= 0,749).Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara lingkar pergelangan tangan dengan kadar glukosa darah pada remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Negeri 6 Semarang
ANALISIS ANTIOKSIDAN, TOTAL FENOL DAN KADAR KOLESTEROL PADA KUNING TELUR ASIN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE Susanti, Tika Mei Indah; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10173

Abstract

Latar Belakang: Kadar kolesterol pada kuning telur cukup tinggi, mengakibatkan konsumsi kolesterol berlebih dapat meningkatkan perkembangan radikal bebas dalam tubuh. Jahe mengandung senyawa fenolik aktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki efek antioksidan. Penambahan ekstrak jahe dalam pembuatan telur asin dapat meningkatkan kandungan antioksidan, total fenol dan kadar kolesterol kuning telur.Tujuan: Menganalisis kandungan antioksidan, total fenol dan kadar kolesterol pada telur asin dengan penambahan variasi ekstrak jahe.Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor dengan 4 variasi perlakuan yakni P0 (kontrol atau tanpa penambahan ekstrak jahe), P1A (Zingiber officinale var. Officinarum), P1B (Zingiber officinale var. Ammarum) dan P1C (Zingiber officinale var. Rubrum) dengan lama pemeraman 14 hari. Analisis antioksidan menggunakan DPPH, total fenol menggunakan Folin-Ciocalteu dan kadar kolesterol menggunakan CHOD-PAP.Hasil: Kandungan antioksidan, total fenol, kolesterol dengan penambahan esktrak jahe 15,82-42,51%; 13,8-43 mg GAE/gr; 813,95-720,08 mg/100 gr kuning telur. Terdapat perbedaan kandungan antioksidan, total fenol dan kadar kolesterol yang bermakna pada semua kelompok perlakuan (P1A, P1B, P1C). Perbedaan selisih kandungan antioksidan, total fenol dan kadar kolesterol tertinggi yaitu pada P1C sebesar 32,9%, 38,33 mg GAE/gr dan 143,67 mg/100 gr kuning telur.Kesimpulan: Perbedaan selisih kandungan antioksidan, total fenol dan penurunan kadar kolesterol tertinggi terdapat pada kuning telur asin dengan penambahan ekstrak jahe merah (P1C) dibandingkan dengan P1A dan P1B.