Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH VARIASI JENIS ASAM TERHADAP KARAKTER NANOSILIKA YANG DISINTESIS DARI ABU SEKAM PADI Hayati, Dini; Pardoyo, Pardoyo; Azmiyawati, Choiril
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.409 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.1.1-4

Abstract

Abu sekam padi mengandung 80% silika sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam sintesis nanosilika. Pada penelitian ini dilakukan sintesis nanosilika dari abu sekam padi dengan variasi jenis asam yaitu HCl, H2SO4, dan H3PO4 dengan konsentrasi masing-masing 3M. Nanosilika diperoleh dengan mereaksikan natrium silikat yang diperoleh dengan melarutkan abu sekam padi dalam larutan NaOH 2,5 M kemudian proses sol gel dengan katalis asam hingga pH 7. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nanosilika dengan katalis asam posfat dan diperoleh ukuran morfologi permukaan 40 sampai 60 nm. Nanosilika yang dihasilkan dengan katalis asam sulfat (H2SO4) menghasilkan luas permukaan dan volume total pori paling besar diantara ketiga variasi asam yang digunakan katalis asam klorida (HCl) dan asam posfat (H3PO4), yaitu luas permukaan 158,168 m2/g, volume total pori 0,2378 cc/g, dan diameter pori rata-rata 6 nm.
NATURAL ZEOLITE MODIFICATION USING DITHIZONE AND ITS APPLICATION AS ADSORBENT OF CU(II) Setyorini, Agnidian; Suhartana, Suhartana; Pardoyo, Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 2 (2018): Volume 21 Issue 2 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.808 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.2.98-101

Abstract

Activation of zeolites with dithizone by reflux method was carried out at 50°C for 6 hours and the results were analyzed using FTIR and GSA. Furthermore, the modified zeolite dithizone was used to adsorb Cu2+ metal ions on variations of adsorption time of 5, 10, 15, 30 and 60 min, variation of adsorption pH 2, 3, 4, 5 and 6 as well as variations in concentrations of 250, 500, 1000, 1500 and 2000 ppm. The results showed that there was a vibrational shift and a new peak emerged on the FTIR zeolite activation spectrum and modified zeolite indicating that the dithizone was present in the zeolite. GSA analysis results show that the surface area of activated zeolite is greater than natural zeolite ie 4,205 m2/g and 5,459 m2/g respectively, whereas dithizone-zeolite had a much smaller surface area of 0.925 m2/g. The selectivity of adsorption of activated zeolite to Cu(II) was greater than of dithizone-zeolite. The optimum adsorption contact time was 10 min for dithizone-zeolite and 30 min for activated zeolite. The optimum adsorption pH was at pH 5 for both adsorbents, as well as the optimum adsorption concentration at 250 ppm for both adsorbents.
ADSORPSI ALKIL BENZENA SULFONAT MENGGUNAKAN ZEOLIT TERMODIFIKASI CETYLTRIMETHYLAMMONIUM Komariah, Anis; Sriatun, Sriatun; Pardoyo, Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 20, No 1 (2017): Volume 20 Issue 1 Year 2017
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.278 KB) | DOI: 10.14710/jksa.20.1.13-18

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan modifikasi zeolit alam teraktivasi NH4Cl (H-Zeolit) dengan surfaktan CTAB (Cetyltrimethylammonium Bromide) berbagai konsentrasi yaitu sebesar 0,25 mM (ZMS-1), 1 mM (ZMS-2), dan 100 mM (ZMS-3) sebagai adsorben senyawa ABS (Alkil Benzena Sulfonat). Karakterisasi dilakukan terhadap H-Zeolit dan ZMS menggunakan spektrofotometer FTIR. Parameter utama dalam penelitian ini adalah variasi konsentrasi ABS (50, 75, dan 100 ppm) dan waktu kontak (15, 30, 45, 60, 75, dan 90 menit). Konsentrasi ABS yang teradsorpsi dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis menggunakan metode MBAS (Methylene Blue Active Substance). Hasil spektra FTIR zeolit alam termodifikasi surfaktan (ZMS) menunjukkan puncak pada bilangan gelombang 2931,80 cm-1; 2854,65 cm-1 dan 1404,18 cm-1  yang mengindikasikan keberadaan gugus CTAB pada zeolit. Konsentrasi maksimum dan waktu optimum ABS yang dapat dijerap oleh per 0,1 gram ZMS adalah 50 ppm dalam 25 mL pada waktu 60 menit dengan persen adsorpsi sebesar 84,04% untuk H-Zeolit ; 96,42% untuk ZMS-1; 96,48% untuk ZMS-2; dan 97,29% untuk ZMS-3. Performa ZMS cenderung meningkat dengan konsentrasi CTAB pada zeolit.
ZEOLIT ALAM TERMODIFIKASI LOGAM FE SEBAGAI ADSORBEN FOSFAT (PO43-) PADA AIR LIMBAH Faisal, Marwan; Suhartana, Suhartana; Pardoyo, Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.991 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.91-95

Abstract

Penelitian tentang zeolit alam termodifikasi logam Fe sebagai adsorben fosfat (PO43-) pada air limbah telah dilakukan. Zeolit alam diaktivasi menggunakan HCl 2M. Kemudian zeolit teraktivasi dimodifikasi menggunakan FeCl3.6H2O dengan perbandingan massa precursor 10:90, 25:75, 50:50, 75:25, 90:10. Metode modifikasi yang digunakan adalah impregnasi ion logam Fe3+. Pada zeolit-Fe yang diperoleh kemudian dilakukan untuk mengadsorpsi fosfat dengan konsentrasi awal 0,9883 ppm. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan FTIR, dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis FTIR terhadap zeolit-Fe menunjukkan adanya puncak pada bilangan gelombang 474,5 cm-1 yang mengindikasikan vibrasi Fe-O. Fosfat (PO43-) yang terserap oleh zeolit-Fe paling banyak diperoleh pada variasi 10:90 yaitu sebesar 30,54% dengan konsentrasi teradsorpsi sebesar 0,3019 mgL-1.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI CNT (CARBON NANOTUBE) BERDOPAN LOGAM KOBALT Lestari, Nur Dwi; Pardoyo, Pardoyo; Subagio, Agus
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 3 (2014): Volume 17 Issue 3 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.745 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.3.80-85

Abstract

Telah dilakukan penelitian sintesis dan karakterisasi CNT (Carbon Nanotube) dengan doping logam kobalt. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter CNT sebelum dan setelah didoping dengan variasi konsentrasi logam 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah impregnasi basah yang meliputi perendaman pada larutan logam dan kalsinasi. Hasil impregnasi dianalisis menggunakan Fourier Transform-Infra Red (FT-IR), GSA (Gas Sorption Analysis), Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS). Analisis FT-IR menunjukkan adanya vibrasi ulur dari ikatan Co-C dan Co-O.  Hasil GSA menunjukkan bahwa CNT loading 30% mempunyai luas permukaan tertinggi yaitu 69,192 m2/g. Hasil SEM-EDS menunjukkan bahwa morfologi permukaan dinding CNT ditutupi aggregat-aggregat kobalt. Pada hasil EDS fraksi kobalt dihasilkan adalah 1,96 % yang nilainya tidak jauh berbeda dari fraksi Fe yaitu 1,49%. Hal ini menunjukkan bahwa CNT doping logam Co menggunakan metode impregnasi basah tidak efektif.
PEMANFAATAN CARBON NANOTUBE DAN KARBON AKTIF SEBAGAI ELEKTRODA MODEL DESALINASI Widagdo, Eko Agung; Pardoyo, Pardoyo; Subagio, Agus
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 3 (2008): Volume 11 Issue 3 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.306 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.3.90-95

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan carbon nanotube dan karbon aktif sebagai elektroda model desalinasi. Elektroda dibuat dari komposit carbon nanotubes/active carbon (CNT/AC). Lempeng elektroda dibuat menggunakan metode pressing dengan pengaturan suhu 180°C. Karakterisasi elektroda dilakukan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Elektroda yang terbentuk digunakan pada prototipe sistem Flow Through Capasitor (FTC) dengan larutan NaCl dan MgCl2.6H2O sebagai larutan uji. Pemberian tegangan pada prototipe dengan melakukan variasi tegangan pada 1, 1,5, 2, dan 3 volt. Kapasitas serapan ion-ion ditentukan dengan melakukan waktu pengaliran larutan pada 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Hasil penurunan konsentrasi diketahui dari pengukuran konsentrasi ion-ion logamnya dengan instrumen AAS. Hasil penelitian yang diperoleh berupa elektroda model desalinasi dengan ukuran panjang, lebar, dan tebal masing-masing 115, 75, dan 1,5 mm. Nilai hambatan elektroda adalah 32,5 ohm, komposisi optimum karbon dan binder yaitu 80:20, dan tegangan optimum pada 1,5 volt. Jumlah elektroda model desalinasi adalah 7 pasang dan kapasitas serapan ion komposit elektroda terhadap ion Na+ dan Mg2+ selama 60 menit, masing-masing sebesar 58,51 dan 53,68%.
DEALUMINASI ZEOLIT ALAM MENGGUNAKAN ASAM (HCL DAN H2SO4) UNTUK KATALIS PADA PROSES SINTESIS BIODIESEL Norvia, Sugiarti; Suhartana, Suhartana; Pardoyo, Pardoyo
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.079 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.2.72-76

Abstract

Telah dilakukan dealuminasi zeolit alam menggunakan asam (HCl dan H2SO4) untuk katalis pada proses sintesis biodiesel. Zeolit dianalisis dengan AAS dan FTIR serta uji aktivitas katalis pada sintesis biodiesel dengan metode GC-MS. Didapatkan bahwa H2SO4 lebih efektif mendealuminasi zeolite dibandingkan dengan HCl. Hasil spektrogram FTIR menunjukkan bahwa proses dealuminasi asam mengakibatkan perubahan bilangan gelombang dan rasio Si/Al yang cukup signifikan, di mana pada rasio Si/Al zeolit meningkat dari 4,57 menjadi 5,41 pada zeolit alam dealuminasi HCl dan menjadi 6,42 pada zeolit alam dealuminasi H2SO4. Zeolit terdealuminasi mampu bekerja sebagai katalis dalam sintesis biodiesel di mana katalis zeolit dealuminasi H2SO4 menghasilkan metil ester dengan senyawa dominan asam 9-oktadekenoat dengan persentase luas area sebesar 63,21% lebih banyak dibandingkan pada katalis zeolit dealuminasi HCl dan zeolite belum didealuminasi.
SINTESIS KOMPOSIT CARBON NANOTUBES-POLYVINYL ALCOHOL SEBAGAI BAHAN PROTOTYPE ROMPI TAHAN PELURU Yuwono, Andi Nur; Pardoyo, Pardoyo; Subagio, Agus
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 3 (2012): Volume 15 Issue 3 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.675 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.3.94-99

Abstract

Komposit dengan struktur nano telah dikembangkan karena kekuatannya lebih baik dibandingkan dengan komposit biasa, sehingga dapat diaplikasikan sebagai bahan dalam pembuatan rompi tahan peluru. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis carbon nanotubes sebagai bahan dasar komposit CNT-PVA,menentukan pengaruh waktu purifikasi terhadap kemurnian carbon nanotubes dan menentukan pengaruh purifikasi terhadap kekuatan komposit yang akan digunakan sebagai bahan rompi tahan peluru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan analisis SEM, carbon nanotubes yang diperoleh adalah jenis MWNT dengan diameter tabung antara 55,5 nm ? 97,3 nm. Analisis dengan menggunakan EDS menunjukkan persentase atom Fe sebelum purifikasi dan setelah purifikasi pada waktu 1 dan 3 jam adalah 3,50%, 2,43% dan 1,68%. Gugus fungsional carbon nanotubes sebelum dan sesudah purifikasi dianalisis dengan menggunakan speltroskopi FT-IR. Setelah purifikasi ditemukan adanya gugus karboksilat, yang tidak ditemui pada saat sebelum purifikasi. Hasil uji tarik pada komposit dari CNT tanpa purifikasi menunjukkan modulus Youngnya sebesar 11,151 MPa,% mulurnya 13,67%, gaya tarik maksimumnya 29,365 kgf atau 287,972 N sedangkan pada komposit dari CNT purifikasi modulus Youngnya sebesar 4,491 MPa,% mulurnya 39,95%, gaya tarik maksimumnya 28,5 kgf atau 279,490 N.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI POROUS CARBON DARI SUKROSA DENGAN MENGGUNAKAN ASAM SULFAT DAN ASAM NITRAT Istiqomah, Istiqomah; Pardoyo, Pardoyo; Taslimah, Taslimah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 2 (2011): Volume 14 Issue 2 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.203 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.2.37-42

Abstract

Porous carbon merupakan suatu material serbaguna karena mempunyai luas permukaan yang besar dan porositas yang tinggi. porous carbon dapat dibuat dari berbagai zat yang memiliki susunan senyawa hidrokarbon seperti karbohidrat, batang kayu atau zat yang mengandung senyawa hidrokarbon lainnya dengan pemanasan temperatur tinggi serta proses aktivasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh porous carbon dari sukrosa serta menentukan karakteristik produk yang diperoleh. Produk sintesis dianalisis menggunakan spektrofotometer FTIR, X-Ray diffraction dan surface area analyzer. porous carbon yang diperoleh dari penggunaan asam nitrat meningkat luas permukaan dan volume pori berturut-turut sebesar 24%dan 25% relatif terhadap porous carbon yang dibuat dengan menggunakan asam sulfat. Adanya perlakuan kalsinasi, porous carbon yang dibuat dengan asam sulfat juga meningkatkan luas permukaan dan volume pori berturut-turut sebesar 97% dan 98%. porous carbon yang diperoleh dapat digunakan sebagai adsorben minyak goreng sisa pakai. porous carbon yang dibuat menggunakan asam nitrat mempunyai daya pemucatan terhadap minyak sisa pakai yang lebih tinggi daripada porous carbon yang lain.
ZEOLIT ALAM SEBAGAI MATERIAL COATING: UJI KARAKTERISTIK PUPUK COATING DAN NONCOATING Pardoyo, Pardoyo; Lestari, Siswati; Arryanto, Yateman
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.573 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.3.69-73

Abstract

It has been intensively researched to find out the differences of coating and noncoating fertilizer characteristic. Adsorption of water evaporate, pH resistance and influence of material contact area were examined. A distinction between two material structures was analyzed with infrared spectrophotometer. The result showed that at optimum time (70 hours) increase of noncoating fertilizer weight because of water evaporate was 0,9771 gram bigger than coating fertilizer (0,8730 gram). Coating fertilizer was more resistant to pH than noncoating fertilizer. Coating fertilizer dissolved smaller than noncoating fertilizer about 0,02 gram. At the same optimum time, material, which has larger contact area, had the increase of weight bigger than material, which has smaller contact area. The IR spectra of coating fertilizer showed a peak of absorption at 532,3 cm-1 because of vibration T-O which encounter oxygen that has not been found at noncoating fertilizer spectra.Keyword: zeolite, characteristic, fertilizer, coating