Junita Monika Pasaribu
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

KLASIFIKASI DAERAH TERCEMAR LIMBAH ACID SLUDGE MENGGUNAKAN METODE SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS BERBASIS DATA LANDSAT 8 (CLASSIFICATION OF ACID SLUDGE WASTE CONTAMINATED AREA USING SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS METHOD BASED ON LANDSAT 8 DATA) Haryani, Nanik Suryo; Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Fitriana, Hana Listi
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 1 Juni 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah di suatu daerah dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran, yang selanjutnya akan merusak lingkungan terutama lingkungan yang ada di sekitar pembuangan limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis daerah tercemar limbah acid sludge menggunakan data satelit penginderaan jauh Landsat 8. Metode yang digunakan untuk analisis spektral daerah tercemar menggunakan metode klasifikasi Spectral Mixture Analysis. Hasil yang diperoleh bahwa analisis spektral menggunakan metode ini dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra memberikan hasil lebih baik. Hal ini disebabkan adanya panjang gelombang SWIR pada Landsat 8. Panjang gelombang SWIR sensitif terhadap fraksi dari unsur tercemar yang tinggi seperti pasir dan sludge, serta memiliki fraksi dari unsur tidak tercemar yang rendah seperti vegetasi. Selanjutnya dengan klasifikasi indeks berdasarkan endmember citra memperlihatkan hasil yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan perhitungan akurasi, diperoleh tingkat akurasi pengkelasan berdasarkan indeks ini sebesar 62,5 %.Kata kunci: Pencemaran, Acid sludge, Spectral mixture analysis, Endmember, Landsat 8.
MODEL SIMULASI BANJIR MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH, STUDI KASUS KABUPATEN SAMPANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRIDDED SURFACE SUBSURFACE HYDROLOGIC ANALYSIS (FOOD SIMULATION MODEL USING REMOTE SENSING DATA, CASE STUDY OF SAMPANG REGION USING GRIDDED SURFACE HYDROLOGIC ANALYSIS METHOD) Haryani, Nanik Suryo; Pasaribu, Junita Monika; Ambarwati, Dini Oktavia
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan banjir yang terjadi setiap tahun di Kabupaten Sampang disebabkan jumlah aliran yang masuk ke Kota Sampang sangat besar, terjadinya sedimentasi yang sangat tinggi di sungai yang melintasi kota, serta kurang baiknya sistem drainase terutama di daerah permukiman perkotaan. Beberapa permasalahan tersebut akhirnya dapat memicu terjadinya banjir di Kota Sampang. Metode yang digunakan untuk model simulasi banjir adalah metode Gridded Surface Subsurface Hydrologic Analysis (GSSHA), dimana metode tersebut mampu untuk menghasilkan komponen hidrologi dengan baik. Data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: data Qmorph, Digital Elevation Model–Shuttle Radar Topography Mission (DEM-SRTM), SPOT-5 tahun 2010, peta tanah, data penampang sungai serta data lapangan. Penelitian model simulasi banjir ini menghasilkan volume banjir, debit puncak dan waktu yang digunakan untuk mencapai debit puncak banjir, yang digambarkan dalam hidrograf serta hasil perhitungan kedalaman banjir. Debit puncak yang dihasilkan oleh beberapa DAS, a.l.: DAS Klampis sebesar 5,40 m³/detik, DAS Jelgung sebesar 364788,90 m³/detik, DAS Kamoning sebesar 37,80 m³/detik, Sub DAS Kamoning sebesar 32,40 m³/detik, dan 3 DAS yang merupakan gabungan dari DAS tersebut sebesar 174059.10 m³/detik. Kata Kunci: Model simulasi banjir, GSSHA, Penginderaan jauh.
PERBANDINGAN HASIL KLASIFIKASI LIMBAH LUMPUR ASAM DENGAN METODE SPECTRAL ANGLE MAPPER DAN SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS BERDASARKAN CITRA LANDSAT - 8 (THE COMPARISON OF CLASSIFICATION OF ACID SLUDGE WITH SPECTRAL ANGLE MAPPER AND SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS METHOD BASED ON LANDSAT-8) Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Fitriana, Hana Listi; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan data penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk deteksi daerah tercemar limbah B3 secara cepat dengan wilayah yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi daerah tercemar lumpur asam menggunakan data Landsat 8 dengan metode Spectral Angle Mapper (SAM), kemudian membandingkan hasil klasifikasi SAM menggunakan spektral referensi berdasarkan pengukuran spektrometer dengan spektral yang diperoleh dari endmember citra. Tingkat akurasi klasifikasi SAM dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 66,7 %, sedangkan dengan menggunakan referensi spektrometer hanya mencapai 33,3 %. Tingkat akurasi klasifikasi Spectral Mixture Analysis (SMA) dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 62,5 %. Faktor yang mempengaruhi rendahnya akurasi adalah perbedaan yang signifikan antara profil spektral yang diperoleh dari spektrometer dengan spektral Landsat-8 akibat perbedaan spasial dan ketinggian.Kata Kunci: Limbah lumpur asam, Spectral Angle Mapper, Spectral Mixture Analysis, Landsat-8
PEMANTAUAN KEJADIAN BANJIR LAHAN SAWAH MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) DI PROVINSI JAWA TIMUR DAN BALI Zubaidah, Any; Dirgahayu, Dede; Pasaribu, Junita Monika
Jurnal Ilmiah Widya Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Ilmiah Widya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.366 KB)

Abstract

Paper ini membahas tentang pemanfaatan data Satelit MODIS dan TRMM untuk memantau kejadian banjir di lahan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyediaan informasi spasial tingkat rawan banjir pada lahan padi sawah di propinsi Jawa Timur dan Bali yang dapat dilakukan secara periodik (bulanan) berbasis data  penginderaan jauh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data satelit Terra/Aqua MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) bulan November dan Desember 2011 periode 8 harian, data curah hujan yang diperoleh dari TRMM pada periode yang sama di bulan November dan Desember 2011, luas baku sawah dan peta administrasi wilayah provinsi Jawa Timur dan Bali. Metode yang digunakan adalah mengkombinasi antara Enhance Vegetation Index (EVI) dengan curah hujan pada periode yang sama sehingga diperoleh tingkat rawan banjir yang diklasifikasikan menjadi 5 kelas yaitu kelas tidak banjir, ringan, sedang, berat, dan sangat berat.
PENGINDERAAN JAUH UNTUK PEMANTAUAN KEKERINGAN LAHAN SAWAH Zubaidah, Any; Dirgahayu, Dede; Pasaribu, Junita Monika
Jurnal Ilmiah Widya Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Ilmiah Widya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.758 KB)

Abstract

Information of drough condition, especially in the paddy field is much needed in order to manage food availability in a certain area. Drough monitoring in paddy field can be generated by using MODIS and TRMM data. The purpose of this paper is to show spatial information of drough prone condition in the paddy field in East Java Province especially on July – September 2011. Data used in this paper is Terra/Aqua MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) and TRMM data in the same period on July – September 2011, standard extensive field and administration map of East Java Province. The method which is used in this paper is combining EVI (Enhance Vegetation Index) with LST (Land Surface Temperature) to obtain ETP (Potential Evapotranspiration) and make Meteorologist and Agronomist Drough parameter. Furthermore, processing of reflectance data was done to calculate Hydrologist Drough parameter. After that, this drough condition was classified into five class, namely non dry, mild, moderate, heavy and puso (crop failure).
DETECTION OF ACID SLUDGE CONTAMINATED AREA BASED ON NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) VALUE Haryani, Nanik Suryo; Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2014.v11.a2598

Abstract

The solid form of oil heavy metal waste is  known as acid sludge. The aim of this research is to exercise the correlation between acid sludge concentration in soil and NDVI value, and further studying the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) anomaly by multi-temporal Landsat satellite images. The implemented method is NDVI.  In this research, NDVI is analyzed using the  remote sensing data  on dry season and wet season.  Between 1997 to 2012, NDVI value in dry season  is around – 0.007 (July 2001) to 0.386 (May 1997), meanwhile in wet season  NDVI value is around – 0.005 (November 2006) to 0.381 (December 1995).  The high NDVI value shows the leaf health or  thickness, where the low NDVI indicates the vegetation stress and rareness which can be concluded as the evidence of contamination. The rehabilitation has been executed in the acid sludge contaminated location, where the high value of NDVI indicates the successfull land rehabilitation effort.
DETEKSI DAERAH TERCEMAR LUMPUR ASAM MENGGUNAKAN DATA LANDSAT 7 ETM BERDASARKAN SUHU PERMUKAAN TANAH (DETECTING CONTAMINATED AREA BY ACID SLUDGE USING LANDSAT 7 ETM DATA BASED ON LAND SURFACE TEMPERATURE) Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol 11 No.2 Desember 2014
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

potensi pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Salah satu bentuk limbah B3 adalah lumpur asam (acid sludge) yang merupakan campuran hidrokarbon dan asam sulfat yang berasal dari proses pembuangan pabrik lilin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi daerah tercemar lumpur asam berdasarkan suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature/LST) dari data Landsat 7 ETM multi temporal. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, penyusunan algoritma LST dari data Landsat 7 ETM berdasarkan hasil regresi dengan LST Terra-MODIS, perhitungan LST Landsat 7 ETM multitemporal dan pemantauan LST pada daerah tercemar.  Sebaran nilai LST MODIS dan Brightness Temperature(Tb) Landsat memiliki kemiripan pola sehingga MODIS dapat dijadikan acuan dalam penentuan LST dari Landsat. Untuk penentuan LST dari Landsat telah dibuat model pendugaan dari regresi linier antara LST MODIS dan Tb Landsat dengan koefisien determinasi sebesar 0.84. Berdasarkan analisis LST deret waktu pada daerah tercemar lumpur asam diketahui bahwa daerah tercemar memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah tidak tercemar.  Tidak terlihat adanya hubungan yang signifikan antara pola LST dengan proses pemulihan lahan yang dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemulihan lahan tercemar tidak terlalu berpengaruh terhadap suhu lumpur asam di wilayah tersebut. Kata Kunci: Limbah B3, Lumpur asam, Suhu permukaan tanah, Landsat-7 ETM
STUDY ON FLOOD INUNDATION IN PEKALONGAN, CENTRAL JAVA Nashrrullah, Syam; Aprijanto, -; Pasaribu, Junita Monika; Hazarika, Manzul K; Samarakoon, Lal
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2013.v10.a1845

Abstract

Tidal flood or ‘rob’ is a serious problem in many coastal areas in Indonesia, including Pekalongan in the northern coast of Java island. This study aimed to simulate the flood inundation area for different scenarios of sea level rise, also to investigate the possibility of land subsidence that may further aggravate the problem of flooding in Pekalongan. In this study, the MIKE-21 model was used to simulate and predict the flood inundation area. Tidal data were generated from the Tide Model Drive (TMD). The tidal flood simulations were carried out for three different scenarios of sea level rise: 1) current situation, 2) next 50 years, assuming no sea level rise, and 3) next 50 years, assuming 50 cm of sea level rise. Based on the results, the ranges of water level rise in Pekalongan for each scenario were 0.23-1.27 m, 0.36-1.38 m, and 0.65-1.53 m, respectively. Meanwhile, ground displacement maps were derived from the ALOS/PALSAR data using Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (D-InSAR) technique. Twelve level 1.0 images of ALOS/PALSAR data acquired in ascending mode during 2008 to 2009 were collected and processed in time-series analyses. In total, 11 pairs of interferogram were produced by taking the first image in 2008 as the master image. The results showed that the average of land subsidence rate in Pekalongan city was 3 cm/year, and the subsidence mainly occurred in the western part of the city.
PERBANDINGAN HASIL KLASIFIKASI LIMBAH LUMPUR ASAM DENGAN METODE SPECTRAL ANGLE MAPPER DAN SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS BERDASARKAN CITRA LANDSAT - 8 Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Fitriana, Hana Listi; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 13 No. 1 Juni 2016
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2016.v13.a2935

Abstract

The utilization of remote sensing data is an alternative way that could be used for rapid detection of large coverage hazardous waste area. This study aims to classify the acid sludge contaminated area using Landsat 8 by applying Spectral Angle Mapper (SAM) classification method with two spectral reference sources, namely field spectral measurement using a spectrometer and endmember spectral from the image, and then compare the classification results. The accuracy level of SAM classification result showed that classification using endmember spectral from the image as the reference spectral reached 66,7%, whereas classification using field spectral measurement as spectral reference only reached 33,3%. The accuracy level of Spectral Mixture Analysis (SMA) classification result showed that classification using endmember spectral from the image as the reference spectral reached 62,5%. The affecting factors for the low accuracy is the significant differences of the spectral profiles obtained from spectrometer with spectral Landsat-8 due to differences of spatial and altitude Keywords: Acid sludge Waste, Spectral Angle Mapper, Spectral Mixture Analysis, Landsat-8 ABSTRAKPemanfaatan data penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk deteksi daerah tercemar limbah B3 secara cepat dengan wilayah yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi daerah tercemar lumpur asam menggunakan data Landsat 8 dengan metode Spectral Angle Mapper (SAM), kemudian membandingkan hasil klasifikasi SAM menggunakan spektral referensi berdasarkan pengukuran spektrometer dengan spektral yang diperoleh dari endmember citra. Tingkat akurasi klasifikasi SAM dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 66,7 %, sedangkan dengan menggunakan referensi spektrometer hanya mencapai 33,3 %. Tingkat akurasi klasifikasi Spectral Mixture Analysis (SMA) dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 62,5 %. Faktor yang mempengaruhi rendahnya akurasi adalah perbedaan yang signifikan antara profil spektral yang diperoleh dari spektrometer dengan spektral Landsat-8 akibat perbedaan spasial dan ketinggian.
PERBANDINGAN TEKNIK INTERPOLASI DEM SRTM DENGAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW), NATURAL NEIGHBOR DAN SPLINE (COMPARISON OF DEM SRTM INTERPOLATION TECHNIQUES USING INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW), NATURAL NEIGHBOR AND SPLINE METHOD) Pasaribu, Junita Monika; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model simulasi banjir membutuhkan input data berupa Digital Elevation Model (DEM) dengan resolusi spasial 10 meter yang lebih tinggi dibandingkan data DEM Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) yang tersedia saat ini. Pembuatan DEM yang lebih detil dapat dilakukan dengan metode interpolasi titik ketinggian. Pada penelitian ini dilakukan penurunan DEM dengan spasial 10 meter dan kajian mengenai perbedaan hasil proses interpolasi dari DEM dengan menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW), Natural Neighbor, dan Spline. Titik-titik ketinggian dari data DEM SRTM diekstrak dan dirubah menjadi data format point, yang selanjutnya digunakan sebagai input data pada proses interpolasi. Kualitas DEM hasil interpolasi dipengaruhi oleh nilai bobot yang digunakan dalam proses, sehingga dilakukan juga kajian mengenai pengaruh perbedaan bobot terhadap nilai ketinggian hasil interpolasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa DEM dengan resolusi spasial 10 m yang terbaik dihasilkan dengan menggunakan metode interpolasi Natural Neighbor dan tipe regularized spline. DEM yang dihasilkan mempunyai nilai error rendah, permukaan yang halus dan lebih mendekati kenampakan permukaan bumi yang diamati secara visual dari Google Earth. Faktor lain yang berpengaruh untuk meningkatkan kualitas DEM dalam proses interpolasi adalah titik-titik ketinggian sebagai input data harus terdistribusi secara merata di daerah kajian. Kata Kunci: DEM, Interpolasi, Inverse Distance Weighted, Natural Neighbor, Spline