Articles

Efektivitas Penggunaan Kombinasi Vitamin B pada Pasien Neuropati Diabetikum Pinzon, Rizaldy Taslim; Sanyasi, Rosa De Lima Renita
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.692 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v5i12018.6-12

Abstract

Pendahuluan: Neuropati diabetikum (ND) adalah salah satu bentuk neuropati yang paling umum dijumpai. Terapi yang ada saat ini lebih ditujukan untuk mengatasi gejala. Pemberian kombinasi vitamin B ditujukan bukan hanya untuk mengendalikan gejala, namun memperbaiki fungsi saraf. Penelitian terdahulu tentang vitamin untuk neuropati diabetika masih terbatas dan belum konklusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas vitamin B kombinasi terhadap gejala klinis neuropati diabetika dan kualitas hidup (QoL) pada pasien diabetes melitus (DM). Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian observasional pada pasien DM dengan ND. Setiap subjek memperoleh vitamin B kombinasi yang terdiri dari vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 dengan dosis masing-masing secara berurutan 100 mg, 100 mg, dan 5 mg. Gejala klinis ND dinilai dengan menggunakan Total Symptom Score (TSS). QoL dinilai dengan menggunakan kuesioner SF-8. Penilaian dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu penilaian awal hingga 3 bulan. Hasil: Total terdapat 104 subjek pada awal penelitian. Tujuh subjek tidak dapat mengikuti penelitian sampai selesai, sehingga tersisa 97 subjek pada akhir penelitian. Terdapat perbaikan berbagai gejala ND, yang meliputi sensasi nyeri tertusuk, sensasi nyeri terbakar, kesemutan, dan rasa kebas/baal, setelah pemberian vitamin B kombinasi. Perubahan tersebut bermakna secara statistik (p < 0,0001). Hal serupa juga tampak pada QoL. Terdapat perbaikan QoL dari awal penelitian hingga akhir penelitian. Perbedaan tersebut bermakna secara statistik (physical component summary dengan p < 0,0001 dan mental component summary dengan p = 0,0001). Kesimpulan: Vitamin B kombinasi efektif untuk memperbaiki gejala klinis dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien ND.
Perbaikan Gejala Neuropati Pada Pemberian Kombinasi Vitamin B Untuk Pasien Neuropati Diabetikum Pinzon, Rizaldy Taslim; Sanyasi, Rosa De Lima Renita
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.3482

Abstract

Neuropati diabetikum (ND) adalah komplikasi utama yang sering muncul pada pasien diabetes mellitus (DM). Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas vitamin B kombinasi terhadap gejala klinis ND dan QoL (kualitas hidup/quality of life) pada pasien DM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian one group pre and post test design pada pasien DM dengan ND. Setiap subjek mendapatkan kombinasi vitamin B yang terdiri dari: vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 dengan dosis masing-masing secara berurutan: 100 mg, 100 mg, 5000 mcg. Gejala klinis ND diukur dengan menggunakan Total Symptom Score (TSS). Angka QoL diukur dengan menggunakan kuesioner SF-8. Penilaian gejala dilakukan sebanyak 5 kali, dari penilaian awal hingga 3 bulan. Ada 104 subjek pada awal penelitian. Tujuh subjek tidak dapat mengikuti penelitian sampai selesai, sehingga tersisa 97 subjek pada akhir penelitian. Ada perbaikan gejala ND, yang meliputi sensasi nyeri tertusuk, sensasi nyeri terbakar, kesemutan, dan rasa kebas/baal, setelah pemberian kombinasi vitamin B. Perubahan tersebut bermakna secara statistik (p<0,0001). Hasil serupa juga tampak pada QoL. Ada perbaikan QoL dari awal penelitian hingga akhir penelitian. Perbedaan tersebut bermakna secara statistik (physical component summary dengan p<0,0001 dan mental component summary dengan p=0,0001). Kombinasi vitamin B efektif untuk memperbaiki gejala klinis dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien ND.
THE EFFECT OF CANDESARTAN PRE-STROKE USE ON THE FUNCTIONAL OUTCOME OF POST ISCHEMIC STROKE PATIENTS IN BETHESDA HOSPITAL YOGYAKARTA Gulo, Lise Insani; Pinzon, Rizaldy Taslim; Pramudita, Esdras Ardi
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.882 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.151660

Abstract

Stroke is a leading cause of death and disability, where the main risk factor is hypertension. Angiotensin Receptor Blocker (ARB) is the most common drug for stroke prevention in high-risk hypertensive patients. The purpose of this study was to see whether the candesartan pre-stroke use can improve the functional outcomes of post ischemic stroke patients. The data were obtained from 191 retrospective observational studies. Data were collected from Stroke Registry and medical record at Bethesda Hospital Yogyakarta in 2014-2016, then analyzed univariate, followed by bivariate analysis using chi-square test, independent t-test and fisher exact test for the variable which has actual count (F0), and logistic regression for multivariate analysis. One hundred and ninety one samples were systematically reviewed to evaluate the effect of candesartan pre-stroke use on functional outcomes of post ischemic stroke patients in Bethesda hospital Yogyakarta whose range of ages was mostly between 61 and 70 years (30.9%) and were mostly male patients (56.5%). Patients with good functional outcomes (&lt;2) were 79.6% and poor functional outcomes (≥2) were 20.4%. The results of bivariate analysis showed that candesartan did not affect the improvement of clinical outcome (OR: 1.806, 95% CI: 0.591-5.519, p: 0.294), and also not better than other angiotensin receptor blocker (p=0.505, OR=1.472, 95% CI= 0.470-4.611). The multivariate analysis showed that sex (OR: 0.366, 95% CI: 0.156-0.858, p: 0.021), loss of consciousness (OR: 0.107, 95% CI: 0.021-0.549, p: 0.007), limb weakness (OR: 0.236, 95% CI: 0.067-0.834, p: 0.025), dyslipidemia comorbidity (OR: 2.750, 95% CI: 1.177-6.427, p: 0.019) and aphasia (OR: 0.342, 95% CI: 0.107-1.100, p: 0.072) affected the functional outcome. The candesartan pre-stroke use did not improve the functional outcome of post ischemic stroke patient.
CRITICAL APPRAISAL OF EFFECTIVENESS OF ORAL FINGOLIMOD ON RELAPSING MULTIPLE SCLEROSIS Pinzon, Rizaldy Taslim; Sanyasi, Rosa De Lima Renita
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.685 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.142606

Abstract

Oral fingolimod has been recently accepted as a treatment for relapsing Multiple Sclerosis (MS) by the Indonesian Food and Drug Administration. The number of MS patients is increasing in Indonesia. There is a critical need of systematically reviewing the new medication for both efficacy and safety. This review aimed to appraise the clinical evidences of oral fingolimod for the effective treatment of relapsing MS. We searched in Pubmed database. We limited our search to only articles that were in full text, published within the last 10 years, and in English. We used the Jadad scale to measure the quality of the evidences. We only found 3 trials, all conducted with randomized and double blind design. The three trials were: the FREEDOMS I, FREEDOMS II, and TRANSFORMS studies. The FREEDOMS studies compared with placebo, and the TRANSFORMS study compared with injectable interferon. All of the studies have good quality in methodology (Jadad scale &gt;3). The results of the three studies showed the benefit of oral fingolimod in reducing MS relapse compared with placebo with relative risk reduction range from 48% to 54%, and also in reducing new lesions in T2 brain MRI with relative risk reduction range from 35% to 74%. Our critical appraisal found that oral fingolimod improved clinical outcomes. The availability of oral fingolimod in Indonesia makes it one of the options in treatment of MS relapse in Indonesia and has been demonstrated to be effective and safe with relatively small risk.
PENGARUH DIABETES MELLITUS TERHADAP RESISTENSI ASPIRIN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA Witasari, Hardi Astuti; Pinzon, Rizaldy Taslim; Kristin, Erna
Pharmaciana Vol 4, No 2 (2014): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v4i2.1572

Abstract

The secondary prevention of ischemic stroke can be implemented by giving aspirin.However, some cases of aspirin resistance have been found. The purpose of this study was toexamine the influence of diabetes mellitus on the risk of aspirin resistance in ischemic strokepatients at Bethesda Hospital Yogyakarta. This study was using a nested case-control studydesign. The Cases group was subjects who resistance to aspirin therapy. The control group wassubjects who response to aspirin therapy. The factors that affect the incidence of aspirinresistance were analyzed by bivariate analysis chi square test. The proportion of diabetesmellitus in resistant group was bigger than the aspirin responsive group. Its odds ratio (OR) was1.605 (95% CI, 0.641 to 4.017) (p=0.155). Conclusion: Ischemic stroke patients at BethesdaHospital Yogyakarta with diabetes mellitus were not proved to have a bigger risk of aspirinresistance than the patients without diabetes mellitus.
EVALUASI DAMPAK PENERAPAN AUTOMATED DISPENSING MACHINE TERHADAP DISPENSING ERROR DI FARMASI RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYKARTA Sujatno, Purwoadi; Pinzon, Rizaldy Taslim; Meliala, Andreasta
Journal of Pharmaceutical Sciences and Community Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.205 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.131124

Abstract

Dispensing error is not uncommon in the medication proccess. Otomatisation of outpatient pharmacy services decrease the incidence of dispensing error, as well as improving the efficiency of picking, packing and labeling process. Since August 2014 an automated dispensing machine was installed in outpatient pharmascy Bethesda Hospital Yogyakarta, integrated with electronic prescribing and hospital information system. The objective of the study was to evaluate the impact of automated dispensing machine on the dispensing error at outpatient pharmacy Services using before and after study method. The procentage of drugs deliver by automated dispensing machine at the third and sixth month of implementation was 46% and 59%. Failure mode and effeect analysis of dispensing process done before the implementation, and the integration with electronic prescription and hospital information system, as well as the development of smart pack is the key of successed. The average of medications picked after the implementation of automated dispensing machine was (37,915.33 ± 3,160.12), higher than before implementation (36,812.67 ± 2,890.81), but not significant. The average of dispensing error after implementation (15,67 ± 6,28) was reduced significantly (p&lt;0,05) than before (50.33 ± 34.47). The most frequent type of dispensing error were wrong quantity dispensed, wrong drug dispensed and wrong strength dispensed. The implementation of automated dispensing machine significantly reduce the incidence of dispensing error. Further investigaation needed to know the incidence of dispesning error cause by the machine and manual and factors that influenced.
PEMBERIAN KOMBINASI VITAMIN B1, B6 DAN B12 SEBAGAI FAKTOR DETERMINAN PENURUNAN NILAI TOTAL GEJALA PADA PASIEN NEUROPATI PERIFER DIABETIK Dewi, Ratna Sari Kusuma; Pinzon, Rizaldy Taslim; Priatmo, Sapto
Journal of Pharmaceutical Sciences and Community Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.099 KB) | DOI: 10.24071/jpsc.132193

Abstract

Diabetic neuropathy is defined as symptoms of peripheral nerve dysfunction in people with diabetes after the exclusion of other causes. According to the earlier studies symptoms of neuropathy such as pain, burning, paresthesia/tingling and numbness can be reduced with neurotropic supplementation. The aim of the research is to determine vitamin B1, ­B6 and B12 as a determinant factor in the reduce total symptom score in patient with diabetic peripheral neuropathy. This research used case series studies and choose 43 sample with consecutive sampling method. We observed symptoms of diabetic peripheral neuropathy (pain, burning, tingling and numbness) measured as total symptoms score, among the patients treated with vitamin B1 (100mg), ­B6 (100mg) and B12 (5000mcg) for a month. Measurement of total symptoms score performed at first meeting, the second week later (day-14) and the fourth week later (day-30). The data were analyzed using univariate and bivariate statistics. The patients (n=43) consisted of 20 male (46.5 %) and 23 female (53.5 %). The symptoms of diabetic peripheral neuropathy (pain, burning, tingling and numbness) that measured by total symptoms score compared with first visit (4.70 ± 1.83), second visit (2.99 ± 1.61) and third (2:37 ± 1.62). Bivariate analysis, showed a correlation between a reduction in total symptoms score after giving therapy of vitamin B1 (100mg), ­B6 (100mg) and B12 (5000mcg) with p = 0.00. Vitamin B1, ­B6 and B12 proved to be a determinant factor to reduce total symptoms score (pain, burning, tingling, and numbness) in patients with diabetic peripheral neuropathy. 
FIDELITY CASE MANAGEMENT SYSTEM PADA PASIEN STROKE RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS GADJAH MADA Alfajri, Novi Zain; Pinzon, Rizaldy Taslim; Lestari, Trisasi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 3, No 1 (2018): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v3i1.67

Abstract

Latar Belakang: Koordinasi asuhan pasien masih bermasalah di RS UGM khususnya dalam perencanaan perawatan dan proses transisi. RS UGM menerapkan case management system untuk memperbaiki koordinasi asuhan kasus kompleks salah satunya stroke. Evaluasi dilakukan terhadap sistem baru tersebut. Tujuan: Mengevaluasi fidelity case management pasien stroke rawat inap dan mengidentifikasi faktor-faktor implementasinya Metode: Penelitian implementasi, desain concurrent mixed method, dilaksanakan November 2016 – Januari 2017 di RS UGM. Pengambilan data dengan wawancara mendalam terhadap case manager, diskusi kelompok terarah paramedis, dan observasi proses koordinasi. Fidelity yang dinilai meliputi kepatuhan terhadap cakupan dan konten. Evaluasi luaran dibatasi pada lama hari rawat dan angka kematian. Hasil dan Pembahasan: Kepatuhan konten alur case management masih rendah yaitu sebesar 2%. Alur skrining dan follow up post discharge belum sesuai karena kepatuhan dan pemahaman pelaksana serta belum lengkapnya petunjuk teknis. Ketidaksesuaian skrining mempengaruhi rendahnya cakupan kasus yaitu 19%. Faktor pendukung implementasi adalah ketersediaan panduan, pelatihan, dukungan pimpinan, dan respon tim. Kendala implementasi adalah kurangnya petunjuk teknis, kendala waktu koordinasi, dan kendala sosial edukasi pasien. Evaluasi luaran menunjukkan angka kematian menurun, rerata lama hari rawat memanjang. Responden merasakan manfaat case management dalam memperbaiki koordinasi tim. Kesimpulan dan Saran: Fidelity implementasi case management system di RS UGM rendah ditandai dengan rendahnya kepatuhan konten dan cakupan kasus. Rerata lama hari rawat memanjang, tetapi rentang hari rawat memendek. Angka kematian kasus lebih kecil. Respon partisipan adalah faktor pendukung implementasi tetapi strategi fasilitasi belum dilakukan dengan optimal sehingga mempengaruhi fidelity yang rendah. Strategi fasilitasi perlu ditingkatkan dengan kebijakan dan petunjuk teknis yang komprehensif terutama pada alur skrining dan follow up post discharge, pelatihan case manager, sosialisasi, dan monitoring evaluasi berkelanjutan Kata kunci: fidelity, stroke, case management system
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL HDL SAAT MASUK RUMAH SAKIT DENGAN LUARAN KLINIS PASIEN STROKE ISKEMIK DI RS BETHESDA YOGYAKARTA Florence, Florence; Pinzon, Rizaldy Taslim; Pramudita, Esdras Ardi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i1.1

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Prinsip dasar terjadinya stroke adalah adanya aterosklero- trombosis. Kadar kolesterol HDL yang tinggi dapat menjadi faktor protektif terhadap stroke iskemik. Kadar kolesterol HDL yang tinggi dapat memperbaiki luaran klinis stroke iskemik. Penelitian terdahulu masih kontroversial dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Metode: Penelitian ini merupakan studi prognostik dengan menggunakan metode penelitian kohort retrospektif. Sampel didapatkan dari data rekam medis pasien di poliklinik saraf Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada tahun 2013 sampai 2014. Data yang diperoleh kemudian dianalisis univariat, dilanjutkan dengan analisis bivariat dengan uji chi-square serta uji t-independen dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil: Dari 102 data rekam medis pasien stroke iskemik dengan onset < 24 jam didapatkan 65 pasien laki-laki (63,7%) dan 37 pasien perempuan (36,3%) dengan usia terbanyak yang menderita stroke adalah usia 61-70 tahun yaitu sebanyak 36 orang (35,3%). Pasien yang memiliki kadar kolesterol HDL yang normal saat masuk rumah sakit adalah sebanyak 53 pasien (52%). Hasil analisis bivariat didapatkan variabel yang berhubungan signifikan dengan luaran klinis stroke iskemik adalah kolesterol total (RR: 0,273, 95%CI: 0,106-0,700, p: 0,005), afasia (RR: 0,256, 95%CI: 0,087-0,754,p: 0,010) dan kekuatan otot (RR: 0,344, 95%CI: 0,137-0,863, p: 0,020). Hubungan kadar kolesterol HDL dengan luaran klinis stroke iskemik yang diukur menggunakan skor mRS didapatkan hubungan yang tidak signifikan (RR: 0,61&, 95%CI: 0,253-1,485, p: 0,276). Hasil analisis multivariat dengan regresi logistik didapatkan hasil bahwa kolesterol total dan afasia merupakan faktor independen yang mempengaruhi luaran klinis stroke iskemik. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol HDL saat masuk dengan luaran klinis stroke iskemik yang diukur dengan skor mRS. Kata Kunci: stroke iskemik, kadar kolesterol HD/, luaran klinis, modified Rankin Scale (mRS)
PENERAPAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST WHO DI RSUD JARAGA SASAMEH KABUPATEN BARITO SELATAN Klase, Suryanti; Pinzon, Rizaldy Taslim; Meliala, Andreasta
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 3 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i3.25

Abstract

Latar Belakang: Penerapan pemakaian Surgical Safety Checklist (SSC) dari World Health Organization (WHO) adalah untuk meningkatkan keselamatan pasien dalam proses pembedahan dikamar operasi dan mengurangi terjadinya kesalahan dalam prosedur pembedahan. Tingginya angka komplikasi dan kematian akibat pembedahan menyebabkan tindakan pembedahan seharusnya menjadi perhatian kesehatan global. Penggunaan checklist terstruktur dalam proses pembedahan akan sangat efektif karena standarisasi kinerja manusia dalam memastikan prosedur telah diikuti. Untuk itu diperlukan juga proses penerapan Surgical Safety Checklist WHO di RSUD Jaraga Sasameh Kabupaten Barito Selatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian kualitatif, studi kasus. Subyek penelitian ini adalah semua personel kamar bedah RSUD Jaraga Sasameh Kabupaten Barito Selatan, Propinsi Kalimantan Tengah selama bulan Maret - Mei 2015. Kuesioner menjelaskan tentang karakteristik umum dari sampel (umur, jenis kelamin, pekerjaan, lama kerja di rumah sakit), pengetahuan tentang Surgical Safety Checklist WHO, penerimaan checklist dan penerapannya, dan kerja sama team kamar bedah. Hasil: Dari 21 personel kamar bedah yang menjawab kuesioner, 100% menyadari keberadaan Surgical Safety Checklist WHO dan mengetahui tujuannya. Kebanyakan personel berpikir bahwa menggunakan checklist keselamatan Bedah WHO bermanfaat dan pelaksanaannya di kamar bedah merupakan keputusan yang tepat. Ada 90,5% personel yang menyatakan bahwa penggunaan Surgical Safety Checklist WHO cukup mudah untuk dilaksanakan. Kesimpulan: Meskipun terdapat penerimaan yang besar terhadap pelaksanaan penerapan checklist ini diantara personel kamar bedah, tetapi terdapat sedikit perbedaan dalam pengetahuan tentang tata cara pengisian ataupun penggunaan checklist.
Co-Authors Adi Utarini Adnyana, Kadek Sinthia Grahita Alfajri, Novi Zain Alfi Yasmina Andreasta Meliala, Andreasta Ardiani, Birgitta Lisbethiara Batlajery, Aditya Caecilia Lelia Rahmawati, Caecilia Lelia Daniel Mahendra Krisna, Daniel Mahendra Dharmawan, Andre Diah Mutiarasari Dyah Wulaningsih Retno Edi, Dyah Wulaningsih Edwin Pranata Laban, Edwin Pranata Eka Ari Wibawa, Eka Ari Endarti, Dwi Eric, Eric Erna Kristin Esdras Ardi Pramudita, Esdras Ardi Florence Florence, Florence Fransiska Theresia Meivy Babang, Fransiska Theresia Meivy Gulo, Lise Insani Gunadi Gunadi Gunawan, Jimmy Indarto Hana, Jesi Prilly Hardi Astuti Witasari Hardjito, Yemina Hariatmoko ., Hariatmoko Hariatmoko, Hariatmoko Hariatmoko, Hariatmoko Ivana Purnama Dewi, Ivana Purnama Iwan Dwiprahasto Jarir At Thobari Jerry Tanhardjo, Jerry Jesisca, Fransiscus Buwana Jesisca, Jesisca Jesisca, Jesisca Kartika, Yolanda Dyah Kristina Reny Indriawati, Kristina Reny Kriswanto Widyo, Kriswanto Lisa Kurnia Sari, Lisa Kurnia Maria Silvia Merry, Maria Silvia Mugiono, Iroen Padmanaba, Martinus Bagas Hogantara Pratiwi, Woro Rukmi Priskila, Loury Pudji Sri Rasmiati, Pudji Sri Purwoadi Sujatno, Purwoadi Ratna Sari Kusuma Dewi, Ratna Sari Kusuma Renita Sanyasi, Rosa De Lima Renita Sanyasi, Rosa De Lima Rosa De Lima Renita Sanyasi, Rosa De Lima Renita Sapto Priatmo, Sapto Sugianto Sugianto Suryanti Klase, Suryanti Susanto, Vincent Exel Tiara Kusumaningtyas, Tiara Tiara Triasari, Tiara Tjahjono Kuntjoro Totting, Satrianti Trijayanti, Christiana Trisasi Lestari, Trisasi Widiasmoko, Bowo Wijono, Andre Dharmawan Yohana Puji Dyah Utami, Yohana Puji Dyah Zalukhu, Marta Lisnawati