Jimmy Posangi
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 56 Documents
Articles

UJI EFEK ANTIBAKTERI JAMUR ENDIFIT PADA DAUN MANGROVE Sonneratia alba TERHADAP BAKTERI UJI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli ., Dwilestari; Awaloei, Henoch; Posangi, Jimmy; Bara, Robert
eBiomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.1.2015.7414

Abstract

Abstract: Endophytic fungi is a species of fungi which life on plant tissue system. Endophytic fungi can be isolated from the roots, stems and leave of the plant. Endophytic fungi can produce a substance potencial to be antibacteria. This research aimed to test the presence of antibacterial effect on an isolated leaf of mangrove plant Sonneratia alba towards Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The method that is used for the antibacterial activity test, done by putting mycelia of endophytic fungi in combination media that has been smeared with Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Obtained from research that has been made, it conducted two species of endophytic fungi that isolated from mangrove plant leaf Sonneratia alba. Both endophytic fungi has effect as antibacteria against Staphylococcus aureus and Escherichia coli, but the second type of endophytic fungi has more effective and stronger antibacterial effect compare to endophytic fungi type I and positive control.Keywords: antibacterial, endophytic fungi, mangrove Sonneratia albaAbstrak: Jamur endofit adalah jamur yang terdapat dalam sistem jaringan tumbuhan. Jamur endofit dapat diisolasi dari akar, batang dan daun tumbuhan. Jamur endofit dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya efek antibakteri jamur endofit daun Sonneratia alba terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode yang digunakan untuk uji antibakteri dilakukan dengan cara menempelkan miselia jamur endofit pada media agar kombinasi yang telah dioleskan bakteri uji. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh dua jenis jamur endofit yang diisolasi dari daun tumbuhan mangrove Sonneratia alba. Kedua jamur endofit memiliki efek sebagai antibakteri terhadap kedua bakteri uji akan tetapi jamur endofit tipe II memiliki efek antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan jamur endofit tipe I dan kontrol positif.Kata kunci: antibakteri, jamur endofit, daun Sonneratia alba
UJI EFEK PEMBERIAN ASAM MEFENAMAT SEBELUM PENCABUTAN GIGI TERHADAP DURASI AMBANG NYERI SETELAH PENCABUTAN GIGI ., Febriana; Posangi, Jimmy; Hutagalung, Bernat S. P.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10019

Abstract

Abstract: The action tooth extraction is one of the medical procedures that makes the patient feel fear and anxiety, the pain felt is one of reason for the patient’s fear and anxiety to go to the dentist. Pain is an unpleasant taste and cause suffering and pain. For the reduction of fear and anxiety, operator must perform good preparation before doing tooth extraction or revocation action. Preparations that can be done by operator one of them to overcome pain in patients by administration of analgesic and local anesthesia given. The purpose on this study is to determine the effect of mefenamic acid given before tooth extraction for the duration of the threshold of pain after tooth extraction action.The research method used is a quasi experimental design post test only with control design. The sampling used is purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria with a sample of 20 patients, 10 patients as test group were given the drugs and 10 patients with the control were not given the drug was conducted in August-September 2015. The data is processed and analyzed bivariat and presented in the form of a frequency distribution table.Based on the result of research shows after tooth extraction, that the duration of the patient’s pain threshold in a given mefenamic acid before tooth extraction longer than with a patient not given mefenamic acid before tooth extraction. The average duration successive is 3 hours 28 minutes and 2 hours 11 minutes, so the difference of duration of 1 hours 17 minutes. Conclusion: Mefenamic acid given before tooth extraction extended the duration of pain threshold after tooth extraction.Keywords: tooth extraction, mefenamic acid, the duration of the pain threshold.Abstrak: Tindakan pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan medis yang membuat pasien merasa takut dan cemas, nyeri yang dirasakan adalah salah satu alasan pasien untuk takut dan cemas pergi ke dokter gigi. Nyeri yaitu rasa yang tidak menyenangkan dan menimbulkan derita serta rasa sakit. Untuk mengurangi rasa takut dan cemas, operator harus melakukan persiapan yang baik sebelum melakukan tindakan pencabutan. Persiapan yang dapat dilakukan oleh operator salah satunya mengatasi nyeri pada pasien yaitu dengan pemberian analgesik dan anastesi lokal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek pemberian asam mefenamat sebelum pencabutan gigi terhadap durasi ambang nyeri setelah tindakan pencabutan gigi. Metode penelitian yaitu eksperimental quasi dengan rancangan post test only with control design. Pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel 20 pasien, 10 pasien sebagai kelompok uji (diberi obat) dan 10 pasien kelompok kontrol (tidak diberi obat) dilakukan pada bulan Agustus-September 2015. Data diolah dan dianalisis secara bivariat dan disajikan dengan distribusi frekuensi dalam bentuk tabel. Hasil penelitian memperlihatkan setelah pencabutan gigi, durasi ambang nyeri pada pasien yang diberikan asam mefenamat sebelum pencabutan gigi lebih lama dibandingkan dengan pasien yang tidak diberikan asam mefenamat sebelum pencabutan gigi. Rata-rata durasi berturut-turut 3 jam 28 menit dan 2 jam 11 menit, jadi selisihnya yaitu 1 jam 17 menit. Simppulan: Pemberian asam mefenamat sebelum pencabutan gigi memperpanjang durasi ambang nyeri setelah pencabutan gigi.Kata kunci: pencabutan gigi, asam mefenamat, durasi ambang nyeri
Uji Efek Antibakteri Chromodoris dianae terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Kipimbob, Eflentina; Bara, Robert; Wowor, Pemsi M.; Posangi, Jimmy
eBiomedik Vol 7, No 1 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.7.1.2019.23534

Abstract

Abstract: This study was aimed to evaluate the antibacterial effect of Chromodoris dianae on E.coli and S. aureus. This was an experimental study. Samples of Chromodoris dianae was taken from Bunaken waters by diving. Extract of Chromodoris dianae was obtained by using maceration technique with 96% etanol. Antibacterial activity of this extract was tested by using the Kirby-Bauer method. The results showed that the mean diameter of the inhibition zone of E. coli was 22.3±1.5 mm and of S. aureus was 23.0±1.0 mm; both were were less than of ciprofloxacin as the positive control repeated for three times. Conclusionn: Chromodoris dianae has antibacterial effects on the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus.Keywords: Chromodoris dianae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya efek antibakteri dari Chromodoris dianae terhadap bakteri E.coli dan S. aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental. Sampel Chromodoris dianae diambil dari perairan Bunaken dengan cara menyelam. Ekstrak Chromodoris dianae dibuat dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat terhadap E. coli dan S. aureus dengan rerata diameter 22,3±1,5 mm dan 23,0±1,0 mm, yang lebih kecil daripada rerata diameter kontrol positif siprofloksasin pada tiga kali pengulangan. Simpulan: Chromodoris dianae memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Kata kunci: Chromodoris dianae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN KEMAMPUAN MELAKUKAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA ORANG DEWASA DI INSTALASI GAWAT DARURAT BEDAH RSUP Prof. Dr. R.D. KANDOU MANADO Sandag, Hendra; Posangi, Jimmy; Warouw, Herman
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : e-NERS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One indicator of bad good health services is reflected in the language of quality emergency services at installations. Destination of this research was done to know the nurses knowledge  and do get help basic life support  to humans. The design of this research is cross sectional  study. The sample are 40 respondents,the data intake tecnique was by questionnaires and observation directly conducted nurses on midget. The experiment result hipotesis using Fisher’s Exac Test with level of mistake 0,05% and level of confidence 95% so ρ value 0,01 < 0,05, Ha is accepted. Concluded that knowledge nurses nem article ability to get help equity living in emergency in, initial studies were categorized less. Recommendation : Develope knowledge of nursing about getting help during equity life education, required the exercise of the well’s method of analysis laboratory skills tu produce nurses able to perform in sequence and appropriate resucitation. Keywords: Nurse knowledge, Get help with basic life support.     Abstrak: Hendra Sandag, Hubungan pengetahuan Perawat Dengan Kemampuan melakukan Bantuan Hidup Dasar Pada Orang Dewasa Di Instalasi Gawat Darurat Bedah BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado, Karya Tulis Ilmiah Sarjana, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Pembimbing (1) Prof  dr. Jimmmy Posangi,MSc.PhD.SpFK, (2) Herman Warouw, SKM, M.Kep. Salah satu indikator baik atau buruknya pelayanan kesehatan, tercermin dari kualitas pelayanan pada instalasi gawat darurat sebagai gerbang terdepan bagi pasien yang membutuhkan pertolongan kesehatan di institusi rumah sakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengetahuan perawat berhubungan dengan bantuan hidup dasar pada orang dewasa. Penelitian ini bersifat cross sectional, Variable independen yaitu pengetahuan perawat dan variable dependen yaitu kemampuan melakukan bantuan hidup dasar. Data didapatkan melalui kuesioner dan observasi secara langsung yang dilakukan perawat pada manikin. Data dianalisa dengan menggunakan uji Fhisher’s Exac Test dengan table 2 x 2 dengan nilai kemaknaan α = 0.05. Hasil uji Fisher’s Exack Test didapatkan nilai P = 0,001 yang berarti lebih kecil dari a = 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima, maka dapat dikatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan perawat dengan kemampuan melakukan bantuan hidup dasar pada orang dewasa. Kata kunci: Pengetahuan perawat, Bantuan Hidup Dasar.
GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA UNIVERSITAS SAM RATULANGI ASAL TIMIKA PAPUA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Lokbere, Nas; Posangi, Jimmy; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Defines adolescents as individuals who are going through a transition period gradually achieve sexual maturity, life changes of children into adulthood and economic circumstances change from dependency to self-relative (Sarwono, 2006). Based on the projected population of Indonesia in 2000-2005, the number of adolescents aged 10-24 years about 63 million or 26.8% of the total Indonesian population where as many as 233 million of the mare students (BKKBN 2010). This study aims to reveal the knowledge a student from the University of Sam Ratulangi Manado of Timika on Reproductive Health. This research is a descriptive study with cross-sectional research methods. Sample of this research are 69 respondents. The results show that knowledge most of the respondent shave good knowledge about reproductive health (94.20%), good attitude about reproductive health (65.21%), and the action of   good (65.21%). Based on the result above, Suggestions for the government or related organizations should establish rules with respect to the sexual behavior of students to improve the ethics, morality so that students are able to change the knowledge, attitude sand courses of action for the better. Keywords: behavior, student, reproductive health Abstrak: Mendefinisikan remaja sebagai individu yang sedang mengalami masa Peralihan yang secara berangsur-angsur menacampai kematangan seksual, mengalami perubahan  jiwa dari anak-anak menjadi dewasa dan mengalami perubahan keadaan ekonomi dari ketergantungan menjadi relative mandiri (Sarwono,2006). Berdasarkan hasil proyeksi Penduduk Indonesia  tahun 2000-2005, jumlah remaja umur 10-24 tahun sekitar 63 juta atau 26,8% dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 233 juta dimana diantaranya adalah mahasiswa(BKKBN 2010). Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahun mahasiswa asal Timika Universitas Sam Ratulangi Manado  tentang Kesehatan Reproduksi. Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif dengan Metode Penelitian Cross Sectional. Sampel 69 Responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan sebagian besar respoden mempunyai pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi (94,20%), sikap baik tentang kesehatan reproduksi (65,21%), dan tindakan baik  adalah (65,21%). Saran dalam penelitian ini untuk pemerintah atau intansi terkait sebaiknya membentuk peraturan-peraturan sehubungan dengan perilaku seksual mahasiswa untuk meningkatkan etika,moral mahasiswa sehingga mampu mengubah pengetahuan,sikap dan tindakan tindakan menjadi lebih baik. Kata kunci: perilaku, mahasiswa, kesehatan reproduksi
UJI EFEK ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT PADA TUMBUHAN SEREH (CYMBOPOGON CITRATUS) PADA BAKTERI UJI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI Falugah, Fathia; Posangi, Jimmy; Yamlean, Paulina
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Endophytic fungi are fungi that live in plant tissues and do not harm these plants. Endophytic fungi can produce compounds that have the potential as antibacterial. This study aimed to examine the antibacterial effects of endophytic fungi isolated from the lemongrass (Cymbopogon citratus) against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. Lemongrass is used to inhibit or kill pathogenic bacteria because it contains essential oils that function as an antifungal and antibacterial against several pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The laboratory experiment method tested the antibacterial activity of endophytic fungi isolates obtained from lemongrass (Cymbopogon citratus) against Staphylococcus aureus and Escherichia coli using hole / well method. From the results of the study, four endophytic fungi were isolated from the roots and leaves of lemongrass (Cymbopogon citratus). Antibacterial results showed that endophytic fungi extract isolated from lemongrass plants was more effective in inhibiting Staphylococcus aureus compared to Escherichia coli bacteria. In Staphylococcus aureus bacteria the average inhibitory value is 5-9 mm while in Escherichia coli bacteria the average inhibitory value is only 3 mm. Endophytic fungi from lemongrass roots have a better antibacterial effect compared to endophytic fungi from lemongrass leaves. Conclusion, endophytic fungi isolated from the roots and leaves of lemongrass (Cymbopogon citratus) have an antibacterial effect on the growth of S. aureus bacteria and are not effective against E. coli bacteria. This endophytic fungus isolate is more active against Gram positive (+) bacteria and less active against Gram negative (-) bacteria. Keywords: Lemongrass plants, Endophytic Fungi, Antibacterial Activity, Staphylococcus aureus,  Escherichia coli. ABSTRAK Jamur endofit ialah jamur yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan tidak membahayakan tumbuhan tersebut. Jamur endofit dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antibakteri jamur endofit yang diisolasi dari akar,batang dan daun tumbuhan sereh (Cymbopogon citratus)  terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Sereh digunakan untuk menghambat atau membunuh bakteri patogen karena mengandung minyak atsiri yang berfungsi sebagai antijamur dan antibakteri terhadap beberapa bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan  Escherichia coli.  Metode penelitian secara eksperimen laboratorium menguji aktivitas antibakteri dari isolat jamur endofit  yang diperoleh dari tumbuhan sereh (Cymbopogon citratus) pada bakteri Staphylococcus Aureus dan Escherichia Coli menggunakan metode lubang/sumuran. Dari hasil penelitan diperoleh empat jenis jamur endofit yang diisolasi dari akar dan daun  tumbuhan sereh (Cymbopogon citratus).  Hasil penelitian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak jamur endofit yang diisolasi dari tumbuhan sereh lebih efektif menghambat  bakteri Staphylococcus aureus dibandingkan dengan bakteri Escherichia coli. Pada bakteri  Staphylococcus aureus nilai rata-rata daya hambat yaitu 5-9 mm sedangkan pada bakteri Escherichia coli nilai rata-rata daya hambat yaitu hanya 3 mm. Jamur endofit dari akar sereh memiliki efek antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan jamur endofit dari daun sereh. Kesimpulan, Jamur endofit yang diisolasi dari akar  dan daun sereh (Cymbopogon citratus) memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan tidak efektiv terhadap bakteri E. coli. Isolat jamur endofit ini lebih aktif pada bakteri Gram positif (+) dan kurang  aktif pada bakteri negatif (-). Kata Kunci : Tumbuhan Sereh, Jamur Endofit, Aktivitas Antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli.
DAYA HAMBAT OBAT KUMUR CETYLPYRIDINIUM CHLORIDE DAN OBAT KUMUR DAUN SIRIH TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS Toar, Amelia I.; Posangi, Jimmy; Wowor, Vonny
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 5, No 1 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.5.1.2013.2639

Abstract

Abstract: Dental caries and periodontal diseases are still the major problems of oral health among the community. The microbes Streptococcus mutans that accumulate in plaques have an important role in the occurences of these two diseases. The control of plaque forming can be done chemically by using mouthwash. Cetylpyridinium chloride (CPC) and betle leaf (Piper betle Linn.), among others, are active ingredients that are added in the preparation of alcohol-free mouthwash. This study aimed to determine whether there was a difference between the inhibition of alcohol-free mouthwash containing CPC, and betle-leaf mouthwash to the growth of S. mutans. This was an experimental study with a post-test-only control-group design. The technique for testing inhibition used the Kirby Baurer disc diffusion method with samples of cultures of S. mutans The trial materials were commercial alcohol-free mouthwash and betle-leaf mouthwash; and aquadest as the negative control.  There were nine repetitions for each trial material group. The results of the Kruskal Wallis test showed significant differences (P <0.05) between alcohol-free mouthwash containing CPC, alcohol-free mouthwash containing piper betle Linn extract, and aquadest. The result of the Mann Withney test showed that there was a significant difference (P <0.05) between alcohol-free mouthwash containing CPC and alcohol-free mouthwash containing piper betle Linn extract. Alcohol-free mouthwash containing CPC had a wider zone of inhibition than the alcohol-free mouthwash containing betle leaf extract. Conclusion: Inhibition of the alcohol-free mouthwash containing cetylpyridinium chloride on the growth of S.mutans was significantly better than the alcohol-free mouthwash containing piper betle Linn extract. Keywords: cetylpyridinium chloride, betle leaf, mouthwash, Streptococcus mutans.   Abstract: Karies gigi dan penyakit periodontal  merupakan masalah bagi kesehatan gigi dan mulut di masyarakat. Streptococcus mutans dalam plak berperan dalam terjadinya kedua penyakit ini. Pengontrolan plak dapat dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan obat kumur. Cetylpyridinium chloride (CPC) dan daun sirih merupakan bahan aktif yang ditambahkan dalam  sediaan obat kumur bebas alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan daya hambat antara obat kumur bebas alkohol yang mengandung CPC dengan obat kumur daun sirih terhadap pertumbuhan S. mutans. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan post-test only control group design. Teknik pengujian daya hambat menggunakan metode difusi cakram Kirby Baurer dengan sampel S. mutans. Bahan coba yang digunakan yaitu obat kumur bebas alkohol, dan akuades sebagai kontrol negatif. Jumlah pengulangan pada masing-masing kelompok bahan coba sebanyak 9 kali.  Uji Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan bermakna (P <0,05) antara obat kumur CPC, obat kumur daun sirih, dan akuades terhadap pertumbuhan S. mutans. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan bermakna (P <0,05) antara obat kumur CPC dan obat kumur daun sirih terhadap pertumbuhan S. mutans. Obat kumur CPC memiliki zona hambat lebih besar dibandingkan obat kumur daun sirih. Simpulan: Sediaan obat kumur bebas alkohol yang mengandung cetylpyridinium chloride memilliki daya hambat terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans yang lebih tinggi secara bermakna dibandingkan sediaan obat kumur bebas alkohol yang mengandung ekstrak daun sirih.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI YANG MENGANDUNG SIWAK DENGAN PASTA GIGI TANPA SIWAK PADA PASIEN PASCA SKELING Sijabat, Eva A.; Posangi, Jimmy; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10488

Abstract

Abstract: Efforts to prevent gingivitis are indispensable; one of them is choosing toothpaste properly. Currently, many toothpastes are containing more than an active material. Additional of herbs in the toothpaste could hamper the growth of plaques. This study aimed to compare the effectiveness of siwak toothpaste and non-siwak toothpaste in reducing gingival index in post scalling treatment patients in Periodontology RSGM Sam Ratulangi University Manado. This was a randomized controlled trial group, which was performed to 30 patients. The subjects were divided into 2 groups: One group that used siwak toothpaste and another group that used non-siwak toothpaste. Gingivitis scoring was performed by using Gingival Index (GI) from Loe and Sillness on the day the patients got scalling treatment and then after two weeks. The collected data were analyzed by using Mann Whitney test. The results showed that there was a significant difference between using siwak toothpaste and non-siwak toothpaste in reduction the gingival index with a p value of 0.000 (p < 0.05). Conclusion: There was a difference between the use of siwak toothpaste and non-siwak toothpaste in gingival index reduction in post scalling patients.Keywords: toothpaste, siwak, non-siwak, gingival indexAbstrak: Upaya pencegahan terjadinya gingivitis sangat diperlukan. Hal yang dapat dilakukan antara lain dengan memilih pasta gigi yang tepat. Saat ini sudah banyak pasta gigi yang beredar dengan berbagai merek dan hampir semuanya mengandung lebih dari satu bahan aktif. Penambahan herbal pada pasta gigi dapat menghambat pertumbuhan plak penyebab terjadinya gingivitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pasta gigi yang mengandung siwak dengan pasta gigi tanpa siwak pada pasien post skeling di Bagian Periodontologi RSGM Universitas Sam Ratulangi Manado. Desain penelitian ini ialah randomized controlled trial group terhadap 30 pasien pasca skeling. Subyek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok penyikatan gigi dengan memakai pasta gigi siwak dan kelompok penyikatan gigi dengan memakai pasta gigi tanpa siwak.Penilaian indeks gingiva menurut Loe dan Sillness dilakukan setelah pasien gingivitis mendapatkan perawatan skeling dan dua minggu setelah pemakaian pasta gigi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penurunan indeks gingiva yang bermakna antara penggunaan pasta gigi yang mengandung siwak dengan penggunaan pasta gigi tanpa siwak dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Simpulan: Terdapat perbedaan antara penggunaan pasta gigi siwak dengan pasta gigi tanpa siwak pada pasien post skeling.Kata kunci: pasta gigi, siwak, tanpa siwak, indeks gingiva
Effect of enhanced external counterpulsation therapy on myeloperoxidase in lowering cardiovascular events of patients with chronic heart failure Rampengan, Starry H.; Setianto, Budhi; Posangi, Jimmy; Immanuel, Suzanna; Prihartono, Judo; Siagian, Minarma; Kalim, Harmani; Inneke, Sirowanto; Abdullah, Murdani; Waspadji, Sarwono
Medical Journal of Indonesia Vol 22, No 3 (2013): August
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.558 KB) | DOI: 10.13181/mji.v22i3.584

Abstract

Background: Chronic heart failure (CHF) is a slowly progressive disease with high morbidity and mortality; therefore, the management using pharmacological treatments frequently fails to improve outcome. Enhanced external counterpulsation (EECP), a non-invasive treatment, may serve as alternative treatment for heart failure. This study was aimed to evaluate the influence of EECP on myeloperoxidase (MPO) as inflammatory marker as well as cardiac events outcome.Methods: This was an open randomized controlled clinical trial on 66 CHF patients visiting several cardiovascular clinics in Manado between January-December 2012. The subjects were randomly divided into two groups, i.e. the group who receive EECP therapy and those who did not receive EECP therapy with 33 patients in each group. Myeloperoxidase (MPO) as inflammatory marker was examined at baseline and after 6 months of observation. Cardiovascular events were observed as well after 6 months of observation. Unpaired t-test was use to analyze the difference of MPO between the two groups, and chi-square followed by calculation of relative risk were used for estimation of cardiovascular event outcomes.Results: MPO measurement at baseline and after 6 months in EECP group were 643.16 ± 239.40 pM and 422.31 ± 156.26 pM, respectively (p &lt; 0.001). Whereas in non EECP group, the MPO values were 584.69 ± 281.40 pM and 517.64 ± 189.68 pM, repectively (p = 0.792). MPO reduction was observed in all patients of EECP group and in 13 patients (48%) of non-EECP group (p &lt; 0.001). Cardiovascular events were observed in 7 (21.21%) and 15 (45.45%) of patients in EECP and non-EECP groups, respectively (p = 0.037).Conclusion: EECP therapy significantly decreased the level of MPO as inflammatory marker and this decrease was correlated with the reduction of cardiovascular events in CHF patients. (Med J Indones. 2013;22:152-60. doi: 10.13181/mji.v22i3.584)Keywords: CHF, cardiovascular events, EECP, myeloperoxidase
GAMBARAN STATUS KARIES PADA SISWA SMP NEGERI I TOMOHON Mangkey, Elisa; Posangi, Jimmy; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6848

Abstract

Abstract: The most common oral disease in society is dental caries. Dental caries is a disease in hard tissue of tooth such as enamel, dentin, and cementum caused by microbiological activity inside fermented carbohydrate. SMP Negeri 1 Tomohon is one of the large junior high schools with students aged 11-14 years, and their parents’ social economy variated from low to middle class. Moreover, there are lot of snack counters around the school. Children’s habit of consuming cariogenic foods makes them susceptible to dental caries. This study aimed to obtain dental caries status on students at SMP Negeri 1 Tomohon. This was a descriptive research with cross sectional approach method. Population of this study was students in SMP Negeri 1 Tomohon with sampling using purposive sampling technique and there are 92 students became this research sample. Caries status was measured by using DMF-T index (decayed, missing, filling-teeth) which firstly acquainted by Klein H., Palmer CE, and Knutson JW in 1983. The result of this research showing DMF-T on SMP Negeri 1 Tomohon is D (decayed) scored 165, M (missing) scored 39, and F (filling) scored 4. The average result of DMF-T was 2.26. Conclusion: Caries status of SMP Negeri 1 Tomohon students was in the low category.Keywords: caries status, junior high school students, DMF-TAbstrak: Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak dijumpai di masyarakat luas yaitu karies gigi. Karies gigi merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi berupa email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas jasad renik yang ada dalam suatu karbohidrat yang diragikan. SMP Negeri 1 Tomohon merupakan salah satu sekolah yang cukup besar dengan siswa berusia 11-14 tahun, status sosial ekonomi orang tua yang bervariasi dari golongan rendah sampai menengah, dan terdapat banyak tempat jajanan di lingkungan sekolah. Kebiasaan anak mengonsumsi makanan kariogenik membuat anak rentan terhadap karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies pada siswa SMP Negeri 1 Tomohon. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini ialah siswa SMP Negeri 1 Tomohon dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan terdapat 92 siswa yang menjadi sampel penelitian. Status karies diukur menggunakan indeks DMF-T (decayed, missing, filling-teeth) yang pertama kali diperkenalkan oleh Klein H, Palmer CE, dan Knutson JW pada tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata indeks DMF-T pada siswa SMP Negeri 1 Tomohon yaitu 2,26. Simpulan: Status karies siswa SMP Neheri 1 Tomohon berada pada kategori rendah.Kata kunci: status karies, siswa sekolah menengah pertama, DMF-T
Co-Authors Abdul, Jihan A. Amelia I. Toar Angela Christin Tiwa Antje A Wuwungan Antonius R. B. Ola, Antonius R. B. Arthur Mongan Ayu S. Gugule Bagaray, Evangelin Fresianly Bernat S. P. Hutagalung Budhi Setianto Christy N. Mintjelungan Citra R. Irianty Dantje T Sembel Dimas Prakoso Dwilestari . Edward Nangoy, Edward Edward S. Oroh, Edward S. Elisa Mangkey Esther Ariny Rumimper Eva A. Sijabat, Eva A. Falugah, Fathia Fatimawali . Febriana ., Febriana Frengki P. Menggelea Grace D. Kandau, Grace D. Grace D. Kandou Gresty Masi Hamidah . Hans Huijbregts Harmani Kalim Hendra Sandag Henoch Awaloei Herman Warouw Ira Posangi Jane Wuisan Judo Prihartono Juliatri . Julio Lopez Aban, Julio Lopez Katuuk, Mario Kipimbob, Eflentina Kurniawan Kurniawan Langi, F . L. Fredrik G. Laurentius Rumokoy, Laurentius Lendombela, Ditya P. J. Lidia Iswanto, Lidia Linnie Pondaag Mambo, Christi D. Manampiring, Aaltje Ellen Masi, Gresty N.M. Maya Memah Michael A. Leman Minarma Siagian Mona P. Wowor Murdani Abdullah Nas Lokbere Natalia Christine Mantiri Ni Luh G.L. Jayalandri, Ni Luh G.L. Ni Wayan Mariati Nina S Widiarto Ning Irianti, Ning O. Mona Wowor Oddi R Pinontoan Odi R Pinontoan Oroh, Wenda P. Djufri, Moh Akbar P. M. Wowor P. S. Anindita Paliling, Agrianto Pandegirot, Juliana Sisca Pangouw, Excel Paulina V. Y. Yamlean Paulina yamlean Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Polii, Erfand Putri, Vita A.D Ramadi, Reza Pahlevi Rampengan, Nancy Ratag, Gustaaf Ristanti Pratiwi Robert A. Bara Robert Bara Rondonuwu, Yohanes Amazia Zet Roring, Natalia Megawati Rorong, Marselia Rudianto Tari Saartje J Lumanauw Santi Turangan, Santi Sarwono Waspadji Sefti Rompas Sirowanto Inneke Sondakh, Refrando M. Starry H. Rampengan Sunny Wangko Suzanna Immanuel Tangkuman, Victor Yohanes Tansil, Alberta Y.M. Titi L. Faraknimella, Titi L. Vivi P. Santoso Vonny N. S. Wowor Vonny Wowor Walewangko, Marfincy Walewangko, Marfincy S. Warouw, Inggrid Welong, Seftian Surya Widya Astuty Lolo, Widya Astuty Wisie Lusia Toar, Wisie Lusia Yolanda A. Kasi Yolanda Bataha