Yayi Suryo Prabandari
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga

Published : 96 Documents
Articles

Model Promosi Kesehatan di Tempat Kerja Multilevel: Bagaimana Implementasinya dalam Mengubah Perilaku Pekerja? (Suatu Kajian Kepustakaan) ., Zahtamal; Rochmah, Wasilah; Prabandari, Yayi Suryo; Setyawati, Lientje K
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 2 No 6 (2015): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkk.Vol2.Iss6.84

Abstract

Konsekuensi dari penyakit-penyakit yang sering dialami oleh pekerja merupakan kerugian besar bagi perusahaan dan pekerja. Dalam rangka mengatasi persoalan penyakit pada pekerja, perlu upaya promosi kesehatan di tempat kerja, khususnya untuk mengubah perilaku. Penerapan perubahan perilaku di tempat kerja bersifat lebih kompleks. Perubahan perilaku tidak saja didorong oleh faktor-faktor individu, tetapi juga oleh peran faktor eksternal, sehingga pihak yang dijadikan sasaran workplace health promotion (WHP) adalah secara multilevel. Artikel ini menjelaskan rumusan model WHP multilevel yang dapat diterapkan untuk mengubah perilaku pekerja yang tidak sehat, sehingga diharapkan dapat menurunkan kesakitan dan kematian penyakit pada pekerja. Prinsip pemilihan model perubahan perilaku, perlu  diperhatikan dalam merumuskan WHP secara multilevel. Hal ini dijadikan sebagai acuan memodifikasi perilaku yang akan dituju. Selanjutnya, prinsip memilih strategi dan metode perubahan perilaku, disesuaikan dengan level sasaran yang diintervensi. Secara keseluruhan, prinsip-prinsip ini dirumuskan dalam sebuah acuan program WHP secara komprehensif dan dilaksanakan dengan efektif dan efisien di tempat kerja. Artikel ini dapat menjadi acuan bagi pihak yang akan mengimplementasikan WHP dengan pendekatan perubahan perilaku secara multilevel. 
THE REFLECTION OF FAMILY FUNCTION AND PREMARITAL SEX BEHAVIOR ON ART COMMUNITY Djannah, Siti Nur; Murti, Bhisma; Prabandari, Yayi Suryo; Anantanyu, Sapta
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 5, No 2: June 2016
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v5i2.4783

Abstract

The premarital sex behavior in Indonesia based on SKRRI 2012 is a problem which requires the serious concern because it ensues unwanted pregnancy, then take the abortion and carries the venereal disease, therefore the teenager will lose their future. The risk factors related to premarital sex behavior affected by external factor such as the relationship between parents and adolescense. This is occurred in adolescenses who join in an art community of Jathilan, which is Paguyuban Turonggo Wiro Budoyo Wirobrajan Yogyakarta, where the management explains that the members do free sex and they can?t do the family function especially in educating the reproduction health for teenager. This research aims to find out the reflection of family function and reproduction health of and sex in teenager of TWB Community.This research is quantitative descriptive support by qualitative. The data collecting technique is purpose sampling. The research subject is Community members of Seni Jathilan Turongo Wiro Budoyo, total 47 members. The reflection of family function in teenager of TWB community member, majority of family don?t give the education function, affection function, protection function, and socialization function adolescense reproduction health, and the reflection teenager sex of TWB Community is majority doing free sex.
KAWASAN TANPA ROKOK SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN TEMBAKAU STUDI EFEKTIVITAS PENERAPAN KEBIJAKAN KAMPUS BEBAS ROKOK TERHADAP PERILAKU DAN STATUS MEROKOK MAHASISWA DI FAKULTAS KEDOKTERAN UGM, YOGYAKARTA Prabandari, Yayi Suryo
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 12, No 04 (2009)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.31 KB)

Abstract

Background: In favor of the economic value of tobacco,Indonesia has minimal anti-smoking policies and regulations.Even though smoking is not permitted in the government offices,health facilities, and schools, the regulation has not yet beenfully implemented, particularly in tertiary education institutionssuch as universities. Faculty of medicine, as institutioneducating future medical professional, should be role model inimplementing the tobacco free campus policy.Objective: The present study examines the effectiveness oftobacco free campus policy in the Faculty of Medicine,University of Gadjah Mada (FM UGM) in Yogyakarta Province.Method: Two cross-sectional surveys on medical studentsmoking behaviors were conducted in 2003 (n=734) and 2007(n=463), respectively. The prevalence of smoking and quittingeffort were measured in both surveys. Student’s opinion ontobacco free campus policy was measured in 2007.Result: The percentage of male non-smoker has increased19.1%, while among female was 1.2%. While 11.9% studentsstopped smoking when they were admitted in FM UGM, 6%quitted smoking following the tobacco free campusimplementation and 7% reduced the number of cigarettessmoked. Moreover, ninety percent of male and 94% of femalestudents at public schools supported the implementation oftobacco free campus policy.Conclusion: The implementation of tobacco free campuspolicy has positive impact on reducing smoking behavior andpromoting quitting behavior among students in FM UGM. Bothmale and female students unanimously support the tobaccofree area.Keywords: smoke free area, smoking status, smoking behavior,university student
Stres psikososial dan kejadian kandidiasis vulvovaginalis pada wanita pekerja seks di Banyumas Chunaifa, Leyna; Prabandari, Yayi Suryo; Rahayujati, Baning
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 7 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.853 KB) | DOI: 10.22146/bkm.18029

Abstract

Latar belakang: Kandidiasis vulvovaginal (KVV) adalah infeksi mukosa yang disebabkan oleh spesies Candida dan merupakan salah satu masalah klinis yang paling umum pada wanita usia produktif. Wanita pekerja seks (WPS) merupakan kelompok berisiko tinggi untuk mengalami KVV. Prevalensi KVV di Indonesia pada WPS berkisar antara 12-33%. Kejadian KVV pada WPS di Kabupaten Banyumas tahun 2011 (33,3%5), 2012 (54,6%), 2013 (61%). Stres dapat melemahkan sistem imun, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit termasuk KVV. WPS juga memiliki kerentanan terhadap stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres psikososial dengan kejadian KVV pada WPS.Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan case control dilakukan di klinik IMS di Kabupaten Banyumas. Besar sampel sebanyak 164 WPS (82 kasus dan 82 kontrol). Instrumen penelitian adalah kuesioner terstruktur, kuesioner stress Social Readjustment Rating Scale (SRRS), timbangan berat badan, mikrotoise, serta peralatan laboratorium dan mikroskop untuk pemeriksaan KVV. Analisis data menggunakan logistic regression untuk menghitung nilai odds ratio (OR), confidence interval (CI), dan p-value. Hasil: Hasil analisis multivariabel menunjukkan bahwa stres tidak signifikan secara statistik. Analisis multivariabel menunjukkan bahwa faktor risiko yang berkontribusi dalam terjadinya KVV pada WPS adalah melakukan hubungan seksual dengan seks oral (OR = 3,31, 95% CI = 1,60-6,83, p-value = 0,001) dan merokok lebih dari 10 batang/hari (OR = 2,33, 95% CI = 1,2-4,59, p-value = 0,014).Kesimpulan: Faktor risiko KVV adalah hubungan seksual dengan seks oral dan merokok ≥ 10 batang/hari. Direkomendasikan untuk menghindari hubungan seksual dengan cara seks oral dan merokok dengan jumlah < 10 batang/hari untuk menghindari risiko infeksi KVV.
Buklet sebagai Media Pencegahan terhadap Kekerasan Seksual pada Anak-anak Paramastri, Ira; Prawitasari, J. E.; Prabandari, Yayi Suryo; Ekowarni, Endang
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.584 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v6i2.109

Abstract

Kekerasan seksual pada anak (KSA) merupakan aktivitas seksual yang melibatkan anak-anak oleh orang yang lebih dewasa. Perbuatan ini mengakibatkan trauma, baik fisik, psikis, sosial, maupun perilaku. Fenomena ini tidak selalu terlaporkan mengingat keadaan, kesediaan atau keberanian korban untuk melaporkan, dukungan keluarga untuk mempertahankan laporan ke polisi, dan kepedulian berbagai pihak pada perlindungan anak. Demi melindungi anak maka diperlukan suatu strategi preventif untuk mengantisipasi meluasnya kasus tersebut. Media buklet diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk media pendukung pencegahanterhadap KSA. Suatu studi dilakukan untuk menguji apakah media buklet dapat dipakai sebagai alat pencegahan KSA, khususnya bagi siswa sekolah dasar (SD). Metode studi yaitu deskriptif dengan subjek 4 orang ahli media. Analisis deskriptif digunakan untuk mengukur kelayakan media buklet melalui penilaian para ahli media tersebut. Hasilnya ditemukanbahwa warna, tipe huruf, ukuran huruf, kesesuaian antara gambar dan kata, maupun kalimat serta substansi materi yang terdapat dalam buklet yang diuji sudah sesuai untuk siswa, walau dengan beberapa saran untuk direvisi. Studi ini menyimpulkan bahwa medium buklet dapat diterapkanpada siswa SD sebagai alat pendukung pencegahan KSA.Kata kunci: Kekerasan seksual anak, buklet, media pencegahanAbstractChild sexual abuse (CSA) is a sexual activity involving the children by the adults. The acts have caused physical, psychological, social, and behavior trauma as well. This phenomena was not always been recorded, due to circumstances and the courages of the victims and family to report to the police, as well as concern of various parties to protect the children. For the sake of child protection, a prevention strategy is needed to anticipate the cases spread out. Booklet is expected to be one of the supporting media forCSA prevention. A study was carried out to test the use of booklet as the prevention medium for the CSA, especially for the elementary school students. This is a descriptive method using 4 media experts as subject. Descriptive analysis was used to measure the booklet use through the media experts review. As result, this study found that colors, font type, font size,compatibility of pictures and words, and sentences, as well as materials are suited to the elementary school students, although there are some revisions needed. It can be concluded that booklet can be applied as preventive tool toward the CSA, particularly for the elementary school students.Key words: Child sexual abuse, booklet, preventive media
Kebiasaan cuci tangan ibu dan kejadian diare anak: studi di Kutai Kartanegara Rifai, Rahmawati; Wahab, Abdul; Prabandari, Yayi Suryo
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 11 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.492 KB) | DOI: 10.22146/bkm.8707

Abstract

Mothers’ hand-washing habits and incidence of diarrhea among their children: a community study in Kutai KartanegaraPurposeThis study aimed to explore the relationship between mothers’ handwashing with children’s diarrhea in Muara Badak Ilir Village, Muara Badak District, Kutai Kartanegara Regency. MethodsSixty-one mothers residing in Muara Badak Ilir village who have children aged 7-24 months were interviewed with questionnaires and guidelines. Data were analyzed using univariable, bivariable with chi square tests and multivariable analysis. ResultsThere were 43 respondents who were not used to washing their hands with soap, while, children aged 7-24 months who had diarrhea in the last 2 months were 39 children. Respondents who did not wash their hands with soap were 6.6 times more likely to experience diarrhea compared with respondents who wash their hands with soap.ConclusionThere was a correlation between mothers’ hand-washing habit and incidence of diarrhea among children in Kutai Kartanegara. Primary health care workers are expected to be more active in providing information about diarrhea and how to do hand-washing properly. This study recommends to increase the role of primary health workers through training and coaching in order to become better health promoters in each region.
Stres dan kejadian premenstrual syndrome pada mahasiswi di asrama sekolah Fatimah, Akifah; Prabandari, Yayi Suryo; Emilia, Ova
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.01 KB) | DOI: 10.22146/bkm.8452

Abstract

Stress and premenstrual syndrome events in female college students in boarding schoolsPurposeThis study aimed to determine the correlation between stress and premenstrual syndrome events in female college students who live in Islamic boarding schools.MethodThis study used a cross-sectional design. Respondents were female college students who live in boarding schools and met inclusion criteria as a respondent. Data collection technique was simple random sampling.ResultsThere were correlations between stress and premenstrual syndrome, and the external variable which was related with premenstrual syndrome was age of menarche. Prevalence of female college students who experienced stress was 34.9% and prevalence of premenstrual syndrome was 32.8%. Severe symptoms experienced by respondents were physical symptoms (22.3%) such as breast tenderness, headache, joint or muscle pain, bloating, weight gain, fatigue or weakness (21.6%), and decreased interest of doing activities at home/dorm (18.1%).ConclusionFemale college students who experienced stress have more potential to experience premenstrual syndrome than female college students who did not experience stress.
Determinan konsumsi mie instan pada mahasiswa Universitas Sriwijaya Utami, Vera; Prabandari, Yayi Suryo; Susetyowati, Susetyowati
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.606 KB) | DOI: 10.22146/bkm.13036

Abstract

Latar belakang: Penyakit tidak menular cenderung dijumpai pada orang tua, namun sekarang justru diderita oleh orang berusia di bawah 40 tahun. Semua kalangan usia rentan terhadap faktor risiko penyakit tidak menular, yakni pola makan yang tidak sehat. Mie instan menjadi salah satu makanan tidak sehat yang paling sering dikonsumsi masyarakat karena kandungan natrium dan lemak yang tinggi, namun rendah serat, vitamin dan mineral. Peningkatan aktifitas, kehidupan sosial dan kesibukan mengakibatkan mahasiswa mengonsumsi makanan tidak sehat seperti mie instan. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian untuk menggali gambaran faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi mie instan pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk menggali gambaran faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi mie instan pada mahasiswa.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 20 informan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni-September 2015.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu merupakan faktor yang paling berpengaruh meliputi kendala waktu, rasa, aroma, harga didukung dengan faktor lingkungan sosial meliputi pola hubungan keluarga dan pola pertemanan. Faktor lingkungan fisik meliputi akses yang mudah dan ketersediaan mie instan yang mencukupi serta faktor lingkungan makro meliputi tidak adanya kebijakan kampus, norma sosial di masyarakat serta iklan berpengaruh terhadap konsumsi mie instan varian rasa baru. Mahasiswa memberikan saran upaya promosi melalui seminar dan media sosial.Kesimpulan: Konsumsi mie instan meningkat pada saat awal masuk kuliah karena perubahan suasana, padatnya aktivtas jadwal kuliah yang juga tuga kuliah yang banyak menyebabkan mahasiswa lebih memilih mengonsumsi mie instan. Jumlah porsi mie instan pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Adapun faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi mie instan pada mahasiswa meliputi faktor individu, lingkungan sosial, fisik dan makro.      
THE CORRELATIONS AMONG CONSTRUCTS IN THE HEALTH BELIEF MODEL AND SELF-EFFICACY IN APPLYING THE NEWLY DEVELOPED INDONESIAN MODEL OF ASSERTIVE COMMUNICATION (CERDAS) Puspitawati, Theresia; Prabandari, Yayi Suryo; Sastrowijoto, Soenarto; Paramastri, Ira; Claramita, Mora
Public Health of Indonesia Vol 4, No 1 (2018): January - March 2018
Publisher : Public Health of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.342 KB)

Abstract

Background: One of the most important factors in providing health services is communication. Effective communication between patient-physician will have an impact on health outcomes. Nevertheless, a gap still occurs in patient-physician communication.Objective: This study aimed to determine the correlation between the core concepts of the well-established Health Belief Model: perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers and cues to action with the concept of self-efficacy in applying the newly developed Indonesian Model of Assertive Communication called “CERDAS”.Methods: A cross sectional study was conducted with 202 eligible women of the Family Welfare Programme in Yogyakarta, Indonesia. The samples were selected using quota sampling. Data were analyzed using Pearson correlation test.Results: Results of the Pearson correlation tests between self efficacy and perceived susceptibiliy showed r: 0.191, perceived severity r: 0.239, perceived benefits r: 0.256, perceived barriers r: 0.272, and cues to action r: 229; with all values p&lt;0.05.Conclusion: There was a significant correlation between perceived vulnerability, perceived severity, perceived benefits and perceived barriers, as well as cues to action with self-efficacy in applying the new Model of Assertive Patient-Physician Communication, “CERDAS”. 
Kinerja Akseleran dalam Rotasi Klinik: suatu Kajian terhadap Pencapaian Kompetensi Klinik Mahasiswa Kedokteran Wardhani, Sri Linuwih Susetyo; Kekalih, Aria; Dwiprahasto, Iwan; Emilia, Ova; Prabandari, Yayi Suryo; Kumara, Amitya
Jurnal Psikologi Vol 41, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.903 KB)

Abstract

Sebagian kecil mahasiswa fakultas kedokteran adalah mahasiswa dengan riwayat pernah mengikuti program akselerasi ditingkat pendidikan dasar dan menengah, dan kelompok ini disebut sebagai akseleran. Akseleran merupakan siswa berbakat dan memiliki inteligensi serta kemampuan akademik yang tinggi, namun, akseleran umumnya imatur baik sosial, emosional maupun fisik. Dengan demikian dapat diprediksi akan mengalami penurunan kompetensi ketika berada pada tahap rotasi klinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja akseleran dalam pencapaian kompetensi di rotasi klinik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian campuran, dengan pendekatan kualitatif lebih dominan. Responden penelitian ialah mahasiswa fakultas kedokteran di semester tujuh dan delapan dengan riwayat pernah mengikuti program akselerasi. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa kemampuan dasar akseleran berada pada skala baik dan baik sekali; sikap kerja cukup hingga baik, sedangkan kepribadian pada komponen stabilitas emosi serta daya tahan stres berada pada skala kurang hingga cukup. Nilai median kompetensi klinik akseleran sedikit lebih tinggi dibandingkan non-akseleran, tetapi secara satistik perbedaannya tidak bermakna. Kesimpulan penelitian adalah, kinerja akseleran dalam rotasi klinik cukup baik, namun akseleran menghadapi masalah non-akademik terutama aspek kepribadian yang dapat memengaruhi nilai akademik. Perlu pertimbangan seleksi calon mahasiswa kedokteran terhadap akseleran dengan menggunakan pemeriksaan psikologik untuk menilai kematangan kepribadian. Kata kunci: akseleran, kompetensi klinik, seleksi calon mahasiswa
Co-Authors - Sudiyono ., Zahtamal Abdul Wahab Aderi, Aderi Adi Heru Husodo Adi Heru Sutomo Ahmad Husain Asdie Akhmadi Akhmadi Amitya Kumara Amnur, Ibrahim Anantanyu, Sapta Anggreini, Yogik Setia Anis Kusumawati, Anis Aras, Irwin Aria Kekalih Asep Hermawan Atik Triratnawati Audinah, Meia Ayub Irmadani Anwar, Ayub Irmadani Bahrun, Mutmainah Baiquni, Fahmi Bhisma Murti Bintoro, Bagas Suryo Budi Eko Siswoyo Budiharjo, Santosa Budiningsari, R Dwi Carla R. Marchira Chunaifa, Leyna Citra Indriani, Citra Dewi Marianthi, Dewi Dhimas Nirwana Yudha Dhody Rafsandjani Djaswadi Dasuki Djauhar Ismail Djoko Wahyono Dwicahyani, Safitri Elsi Dwi Hapsari, Elsi Dwi Endang Ekowarni Farida Wahyu Ningtyas Farida Wahyu Ningtyias, Farida Wahyu Fatimah, Akifah Fitri Haryanti Fitriadi, Irfan Gandes Retno Rahayu Gunawan, I Made Alit Gunawan, I Made Alit Hamam Hadi Hari Kusnanto Harkati, Atiq Harsono Harsono Hayati, Zahratul Helmyati, Siti Hidayati, Umi Farida Ilmaskal, Radian Indah, Dini Indahria Sulistyarini Indria Laksmi Gamayanti Ira Paramastri Iwan Dwiprahasto J. E. Prawitasari Johana Endang Prawitasari kartini, farida Ketut Ima Ismara, Ketut Ima Khairiyah, Ummil Kun Aristiati Susiloretni, Kun Aristiati Kurniardi, Arie Lamashinta, Esrika Lientje K Setyawati, Lientje K Lientje Setyawati Linda Suwarni Madarina Julia Marasabessy, Nurlaila Mardiwiyoto, Harsono Mardjan Mardjan Maris, Rosikhah Al Mawarningsih, Mawarningsih MG Adiyanti Michael A. Leman Mohammad Hakimi Mora Claramita, Mora Muhammad Hakimi Muktamiroh, Hikmah Musharyanti, Lisa Mustofa Mustofa Ova Emilia Pakarti, Gandes Endah Perwataningrum, Citra Y Purnamasari, Cicih Bhakti Purwanta Purwanta Puspitasari, Hesti Diana Rosia Puspitawati, Theresia Qurotul Uyun, Qurotul Rahayujati, Baning Rahmani, Noor Siti Rahmita, Risma Saski Retna Siwi Padmawati, Retna Siwi Retno Wahyuningrum Ribia Tutstsintaiyn Rifai, Rahmawati Rina Triasih, Rina Ririnisahawaitun, Ririnisahawaitun Riris Andono Ahmad Rr. Indahria Sulistyarini, Rr. Indahria Santosa, Al Supartinah Sanusi, Rossi Saraswati, Salma Dias Setiawan, Agus Heri Setyaji, Diyan Yunanto Setyaji, Diyan Yunanto Setyawati, Lientjie K. Sholikah Sholikah Shrimarti Rukmini Devy Siswanto Agus Wilopo Siti Nur Djannah Soenarto Sastrowijoto, Soenarto Sofyan Haryanto Sri Handayani Sri Linuwih Susetyo Wardhani, Sri Linuwih Susetyo Sri Supar Yati Soenarto, Sri Supar Yati Sri Widiati, Sri Sulistyarini, Rr Indahria Suryandari, Galuh Suryosubianto, B P Susani, Yoga Pamungkas Susanti, Israini Susetyowati Susetyowati, Susetyowati Susi Iravati Sutarjo, Puji Syakurah, Rizma Adlia Taufan Bramantoro, Taufan Tita Hariyanti Titi Savitri Prihatiningsih Totok Mardikanto Trisasi Lestari, Trisasi Trisno Agung Wibowo Udijanto Tedjosasongko, Udijanto Umi Solikhah Ummah, Fithriyah C. Vera Utami, Vera Vina Yulia Anhar, Vina Yulia Wada, Fauziah H Wahyuni, Budi Wakasala, Musa Wasilah Rochmah Widodo Hariyono Widya Wasityastuti Widyandana, Doni Winda Irwanti, Winda Wirda Hayati Wisotowardono, Ossie Sosodoro Yani Istadi Yati S Sunarto, Yati S Yulita Hendrartini Yusuf, Indira Utami Zahtamal Zahtamal Zainab Hikmawati, Zainab Zainab Zainab Zakiyah, Ratna