Articles

Found 14 Documents
Search

SENSITIVITAS USAHA PERIKANAN GILLNET DI KOTA TEGAL, PROVINSI JAWA TENGAH (SENSITIVITY OF GILLNET FISHERIES IN TEGAL CITY, CENTRAL JAVA PROVINCE) Prabowo, Prabowo; Wiyono, Eko Sri; Haluan, John; Iskandar, Budhi Hascaryo
Buletin PSP Vol. 20 No. 2 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.04 KB)

Abstract

Badan Pusat Statistik (2008) menyatakan hanya sekitar 13% usaha skala kecil yang mampu mengakses pembiayaan dari perbankan, dan usaha perikanan skala kecil termasuk gillnet merupakan yang paling rendah. Hal ini karena pengelolaan usaha yang belum baik terutama dari aspek kelayakan finansial dan pengalokasian faktor produksi yang dibutuhkandalam operasi penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas kelayakan usaha dan faktor produksi signifikan dalam operasi perikanan gillnet. Hasil analisis menunjukkan usaha perikanan gillnet di Kota Tegal mempunyai Nilai NPV, Net B/C, IRR, dan ROI berturut-turut Rp 1.993.457.657, 72, 1,09, 75,64%, dan 51,74, sehingga layakdikembangkan dan mendapatkan dukungan pembiayaan. Usaha perikanan gillnet sensitif terhadap penurunan penerimaan (Rp 3.845.549.000 per tahun) hingga 6,9%, peningkatan semua kebutuhan operasional (Rp 2.991.750.000 per tahun) hingga 21,7%, dan peningkatan kebutuhan solar (Rp 1.323.000.000 per tahun) hingga 49,1%. Ukuran jaring, lama trip, stock BBM, stock es, anak buah kapal (ABK), stock air tawar, dan perbekalan signifikan (sig < 0,05) mempengaruhi produksi ikan pada perikanan gillnet di Kota Tegal. Ada kecenderungan produksi ikan meningkat dengan bertambahnya panjang gillnet, stock BBM, stock es, danjumlah ABK yang ikut serta, sedangkan penambahan trip operasi, stock air tawar dan perbekalan tidak menyebabkan peningkatan.Kata kunci: faktor produksi, kelayakan, sensitivitas, dan signifikan
MODEL ASSESMEN PENGETAHUAN KONSEPTUAL MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA Yusuf, Muhammad; Prabowo, Prabowo
Jambura Physics Journal Vol 1, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.895 KB) | DOI: 10.34312/jpj.v1i1.2393

Abstract

Berbagai macam model pembelajaran  dikembangkan oleh para pengembang pendidikan. Namun kenyataannya kecakapan mahasiswa dalam memecahkan masalah masih rendah. Hal ini menunjukkan adanya masalah pada diri mahasiswa yang diduga adalah pengetahuan konseptual. Untuk mengkaji pengetahuan konseptual mahasiswa ini, maka perlu dikembangkan suatu model assesmen pengetahuan konseptual mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model assesmen pengetahuan mahasiswa dalam memecahkan masalah Fisika dan implementasinya. Penelitian termasuk penelitian pengembangan dengan  menggunakan pendekatan kualitatif yaitu mengembangkan model assesmen pengetahuan konseptual mahasiswa dalam memecahkan masalah Fisika. Model assesmen yang telah dikembangkan akan diuji kevalidan oleh ahli yang kompeten. Proses penelitian ini akan dilaksanakan dengan beberapa tahap yaitu tahap pengembangan model instrumen pengetahuan konseptual mahasiswa, uji coba model assesmen. Uji lapangan dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Surabaya. Berdasarkan hasil Penelitian  diperoleh  model assesmen pengetahuan konseptual mahasiswa dalam memecahkan masalah Fisika. Hasil implementasi model assesmen dapat disimpulkan bahwa subjek dengan kategori akademik tinggi dapat mendefinisikan  dan mengaplikasikan konsep dengan sangat baik, tetapi kurang baik dalam menunjukkan interelasi antara beberapa konsep pada pemecahan masalah. Sedangkan subjek dengan kategori akademik rendah dapat mendefinisikan konsep dengan baik, tetapi kurang baik dalam mengaplikasikan konsep fisika, serta tidak baik dalam menunjukkan interelasi antara beberapa konsep pada pemecahan masalah fisika.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ngadiman, Ngadiman; Prabowo, Prabowo; Raharjo, Raharjo
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v4n2.p606-621

Abstract

This research development aims to determine the quality (validity, practicality, and effectiveness) of Physics Learning Material using Scientific Approach to Practice Students's Critical Thinking Skills in subject of fluid for student class XI Senior High School State 1 Batu Sopang. This research was implemented in two phases, namely the development of devices to follow the Morrison, Ross, Kalman, & Kemp?s design, continued implementation of the learning in the classroom using Pre- and Post-Design from Prunckun. The results showed that the developed device has a valid, practical, and effective. Valid visible from the validator assessment of the lesson plan RPP; student worksheets; students books achievement test; learning outcomes assessment instruments knowledge, performance, attitude, and critical thinking skills. Practical seen from the percentage feasibility study stage is 100 %; scores feasibility study in class XI-IA-1 is 3.71; XI-IA-2 3.72; and XI-IA-3 3.67; activities that support the scientific approach more dominant in learning and irrelevant activity has decreased every meeting; students responded positively to the process of learning and using a scientific approach that has been developed. Effective seen from individual mastery of knowledge learning outcomes of students of class XI-IA-1 is 88.00%; XI-IA-2 92.00%; XI- IA-3  87.00%; individual mastery of performance and attitude learning outcomes of students each class is 100 %; all students to increase critical thinking skills. Obstacles encountered in this study is times less efficient in guiding the students carry out experiments and practice critical thinking skills. The research showed that the physics learning material using scientific approach has valid, practical, and effective to improve learning outcomes and practice critical thinking skills. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas (validitas, kepraktisan, dan keefektifan) perangkat pembelajaran fisika melalui pendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil belajar dan melatihkan keterampilan berpikir kritis pada materi fluida untuk siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu Sopang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pengembangan perangkat mengikuti rancangan Morrison, Ross, Kalman, & Kemp, dilanjutkan implementasi perangkat pembelajaran di kelas menggunakan Pre- and Post-Design dari Prunckun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan telah valid, praktis, dan efektif. Valid terlihat dari penilaian validator terhadap RPP; LKS; buku siswa; instrumen penilaian hasil belajar pengetahuan, keterampilan, sikap, dan keterampilan berpikir kritis. Praktis terlihat dari persentase keterlaksanaan tahapan pembelajaran sebesar 100%; skor keterlaksanaan pembelajaran di kelas XI-IA-1 sebesar 3,71; XI-IA-2 3,72; dan XI-IA-3 3,67; aktivitas yang mendukung pendekatan saintifik lebih dominan dalam pembelajaran dan aktivitas tidak relevan mengalami penurunan setiap pertemuan; siswa memberikan respon positif terhadap perangkat dan proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik yang telah dikembangkan. Efektif terlihat dari ketuntasan individual hasil belajar pengetahuan siswa kelas XI-IA-1 sebesar 88,00%; XI-IA-2 92,00%; XI-IA-3 87,00%; ketuntasan individual hasil belajar keterampilan dan sikap siswa setiap kelas sebesar 100%; semua siswa mengalami peningkatan keterampilan berpikir kritis. Kendala yang dihadapi dalam penelitian ini adalah kurang efisien waktu dalam membimbing siswa melaksanakan eksperimen dan melatihkan keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran fisika menggunakan pendekatan saintifik telah valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Neo Strategy to Use Fixed-Whiteboard Based on Students Thinking Process and Cultural Ethicaly in Learning Physics Kristiyanto, Wahyu Hari; Prabowo, Prabowo; Kardi, Soeparman
International Journal of Active Learning Vol 1, No 2 (2016): October 2016
Publisher : International Journal of Active Learning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijal.v1i2.7739

Abstract

Old guidelines to use the whiteboard stated that teachers were not allowed to write on the whiteboard while talking, because unethical if speak while back facing students. Findings about thinking process profile in information processing were presented with a whiteboard showed that the assimilation process is going to be supported, and audio-visual stimulants. This paper aims to describe the implementation of the latest strategies to use fixed-whiteboard based on students thinking process in learning physics with maximum the optimal thought processes and also maintain cultural ethics. This research was conducted through the use of guideline development assessment implementation fixed-slates based on the findings of the process of thinking and ethical culture in physics learning. The results showed that the latest strategy the use of fixed-whiteboard based on the thought process students and ethical culture in learning physics are (1) the assimilation process so that the display contents whiteboard is a material that is correct and does not cause cognitive conflict, (2) they are mutually reinforcing a combination of visual and audio so that the need to write while spelling, and (3) the thinking process to the stage of internalization that stage of the emergence of good information text / image / formula can be seen intact by all students by writing not cover impressions. The implementation results show the subject has been able to implement the latest strategies use fixed-whiteboard with both categories. The conclusions of this study that the use of the latest strategies fixed-whiteboard can be used for the presentation of information which is more than usual for students according to their thinking process and also maintain cultural ethics. The implication of this research is for Workforce Education Institutions need to equip student teachers with the skills to use the whiteboard based on the latest strategy.How to CiteKristiyanto, W. H., Prabowo, P. & Kardi, S. (2016). Neo Strategy to Use Fixed-Whiteboard Based on Students Thinking Process and Cultural Ethicaly in Learning Physics. International Journal of Active Learning, 1(1).
PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN INOVATIF BERDASARKAN TINGKAT OTONOMI PEBELAJAR PADA PERKULIAHAN FISIKA DASAR M., Abdul Salam; Prabowo, Prabowo; Supardi, Z.A. Imam
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v4n2.p547-556

Abstract

This research was intended to produce the innovative instructional materials based on the learner autonomy levels on fundamental physics lecture and also to describe the feasibility of the materials. This research was conducted in two stages. The first stage was the preparation intended to produce the innovative instructional materials. The second stage was the instructional implementation in a classroom by using the pretest and posttest group design. The data of research results showed that the developed instructional materials were declared valid according to the expert judgment with good category on the whole. The developed instructional materials also fulfilled the practical criteria based on (a) the application of the lesson plan in classroom reaching 100% with the quality of very good category, and (b) the students? activities were suitable with the requirement of every stage of the lesson plan. Furthermore, the developed instructional materials were also declared effective based on (a) the assessment of the students? learning outcome giving the learning mastery of 100%, while the mastery of achievement indicator of basic competence being 100%, and (b) the students? response to the instruction in the forms of interest and motivation including the aspects of attention, relevance, self-confidence, and satisfaction, all of which being of good category. Based on the findings of the research, it can be concluded that the developed instructional materials based on the learner autonomy levels were declared feasible (valid, effective, and practical) to be used on fundamental physics lecture Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat perkuliahan inovatif berdasarkan tingkat otonomi pebelajar pada perkuliahan fisika dasar dan juga untuk mendeskripsikan kelayakan perangkat perkuliahan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah persiapan; bertujuan untuk menghasilkan perangkat. Tahap kedua adalah implementasi  perkuliahan di kelas yang menggunakan rancangan pretest and posttest group design. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat perkuliahan yang dikembangkan dinyatakan valid berdasarkan hasil penilaian pakar yang kesemuanya berkategori baik. Perangkat perkuliahan hasil pengembangan juga memenuhi kriteria praktis berdasarkan (a) keterlaksanaan RPP sebesar 100% dengan kualitas keterlaksanaan berkategori sangat baik, dan (b) aktivitas mahasiswa sesuai dengan tuntutan dari setiap tahapan perkuliahan yang direncanakan. Lebih lanjut perangkat perkuliahan yang dikembangkan juga dinyatakan efektif berdasarkan (a) hasil belajar mahasiswa yang memberikan ketuntasan sebesar 100%, dengan ketuntasan indikator ketercapaian kompetensi dasar 100%, dan (b)  respon mahasiswa terhadap perkuliahan berupa minat dan motivasi yang meliputi aspek perhatian, relevansi, kepercayaan diri, dan kepuasan, yang semuanya berkategori baik. Berdasarkan temuan-temuan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat perkuliahan berdasarkan tingkat otonomi pebelajar yang dikembangkan dinyatakan layak (valid, efektif dan praktis) untuk digunakan dalam perkuliahan fisika dasar
DEVELOPMENT OF PHYSICS TEACHING INSTRUMENTS BELONG TO COOPERATIVE GROUP INVESTIGATION MODEL TO IMPROVE STUDENTS’ SELF-EFFICACY AND LEARNING ACHIEVEMENT Tirta, Gusti Ayu Rai; Prabowo, Prabowo; Kuntjoro, Sunu
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v7n2.p1464-1471

Abstract

This study aims to produce physics teachinginstruments with cooperative learning model type group investigation to improve students self-efficacy and learning achievement. Development of teachinginstrumentsusing Kemp model. The experimental design uses a one-pretest-posttest design model with three time replications. Subjects in this study are teachinginstruments and students of class XI MIPA. This research was conducted at SMA Negeri 3 Singaraja-Bali in the academic year of 2017/2018. Data were collected using validation method, questionnaire, observation, questionnaire and test. Data analysis techniques used are qualitative descriptive analysis and parametric statistical analysis. The results showed that the developed teachingintruments were valid, practical, and effective.The validitywas indicated by the average scores in a good categoryforlesson plan, BAS, student worksheet, achievement test and self-efficacy questionnaire.The practicisibilitywas showed by: (a) a good implementation of the lesson plan, (b) student activity is in excellent category, (c) the readability of BAS and student worksheet are in moderate categories, and (d) the obstacles during the learning activities can be overcome.The effectiveness was indicated by: (a) students? learning achievement has increased significantly; (b) students? self-efficacy has increased significantly; and (c) students respond is positive to the learning instruments and learning activity.  In conclusion, physics learning instruments with cooperative learning model type group investigation can be used to improve students? self-efficacy and learning achievement.
Massa Kalsium dan Massa Protein Daging Akibat Penggunaan Tepung Limbah Wortel (Daucus Carota L) dalam Ransum Ayam Broiler Prabowo, Prabowo; Mahfudz, L.D.; Atmomarsono, U.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.629 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.2.201-207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkajii efek pemberian  tepung  limbah wortel (Daucus carota. L) terhadap  massa protein dan kalsium daging ayam broiler. Manfaat dari penelitian ini dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan tepung  limbah wortel sebagai pakan ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 144 ayam broiler (umur 7 hari) dengan rata- rata bobot badan awal 181,40 ± 11,31 g. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, masing - masing unit percobaan terdiri dari  6 ekor ayam. Perlakuan yaitu pemberian  tepung  limbah wortel pada tingkat T0 (0%), T1 (2%), T2 (4%), dan T3 (6%). Parameter yang diukur adalah, massa protein dan kalsium daging. Data dianalisis secara statistik dengan analisis varians dan dilanjutkan uji Duncan bila terdapat perlakuan yang  signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung limbah wortel ke dalam ransum dapat menurunkan massa daging protein, sedangkan massa kalsium daging  tidak berpengaruh signifikan, kesimpulan adalah pemberian tepung limbah wortel dalam ransum  tidak boleh lebih dari 2%Kata kunci: ayam broiler; tepung limbah wortel; ?- caroten; massa protein dan massa kalsium daging
UNJUK KERJA KOLEKTOR SURYA DENGAN ABSORBER BENTUK V YANG DILENGKAPI HONEYCOMB DENGAN BEBERAPA ASPEK RASIO Handoyo, Ekadewi A.; Sudiyanto, Niko Aris; Prabowo, Prabowo; Ichsani, Djatmiko
Jurnal Teknik Mesin Vol 12, No 2 (2010): OCTOBER 2010
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.94 KB) | DOI: 10.9744/jtm.12.2.83-88

Abstract

A simple apparatus using solar radiation that is essential for people in tropical area like Indonesia is called solar collector. A solar collector can be applied to heat air which can be used to dry some crops or agricultural products. One of some effort to improve the solar collector performance is using a v-corrugated absorber plate or installing slats in a honeycomb shape over the absorber to reduce heat loss. This paper will describe the combination of both. From the research, it was found that a solar collector with v-corrugated absorber plate has its best performance when the velocity of air is 0.5 m/s with aspect ratio H/L = 3/1. The performance includes the collector efficiency and the increase temperature of air flowing through the collector.
Pemodelan Solidifikasi untuk Proses Pembekuan Air dengan Geometri Cetakan Es Bujur Sangkar dan Persegi Panjang Pujianto, Andreas; Prabowo, Prabowo; P. Sidhi, Sigit Deddy
Jurnal Airaha Vol 5 No 2: Desember 2016
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Numerical study is presented concerning transient solidification for water freezing process. The ice can produces 25 kg of ice block product is used as model in this study. 2D-simpllified geometry of ice can is modeled with square and rectangular shape which have different aspect ratio (H/L) 1 and 0.62 respectively. Both of shapes is compared one to another based on heat transfer and duration of solidification. Boundary conditions use isothermal temperature walls. Three walls (top, bottom, and right) have the same temperature values are -8℃ and the left wall temperature value is 0℃. Second order implicit URANS equations were solved with laminar model in numerical calculation. Most of internal heat energy (latent and sensible) from the water released to the walls which have lower temperature than other wall for 15 hours cooling process. This condition makes temperature of the liquid water decrease and phase change occured. The rectangular shape perform better than the square shape in heat transfer of internal heat energy from the water to the walls shape. The top and bottom wall from rectangular shape have greater value of heat transfer because their area are larger than other walls. Solidification process of the water in the rectangular shape faster 7,03% than square which showed by growth of water solid fraction in time of 15 hours cooling process.
PROFIL PEMBELAJARAN TERPADU PADA MATA PELAJARAN IPA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Wulandari, Soesy Sri; Prabowo, Prabowo; supardi, imam
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 5, No 1 (2018): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPA di sekolah menengah pertama yaitu bagaimana membuat proses perencanaan pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPA di sekolah menengah pertama.Data yang terkumpul dideskripsikan dan dianalisis setelah diadakan reduksi dan diperiksa keabsahannya dengan menggunakan trianggulasi metode. Hasil analisis deskriptif tersebut diperoleh temuan-temuan atas jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan penelitian dan selanjutnya dikemukakan suatu kesimpulan dari hasil penelitian. Hasil penelitian ditemukan guru yang belum mengintegrasikan pembelajaran secara terpadu yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berdasarkan temuan tersebut , maka dapat disimpulkan bahwa profil pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPA di sekolah menengah pertama belum sesuai dengan karakteristik pembelajaran  terpadu.Penyebab utama kondisi tersebut adalah guru belum memahami karakteristik pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPA.