Teguh Prakoso
Program Studi Sarjana, Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia

Published : 33 Documents
Articles

Found 33 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN METODE WHOLE BODY MEASUREMENT BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS (BIA) EMPAT ELEKTRODA DENGAN SAKLAR OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 Muthouwali, Achmad Ngaqib; Riyadi, Munawar Agus; Prakoso, Teguh
Transmisi Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.554 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.19.2.50-57

Abstract

Bioelectrical impedance analysis (BIA) merupakan salah satu metode pengukur tingkat lemak tubuh (body fat) dengan membedakan massa lemak dan massa non?lemak berdasarkan body composition assessment. Penelitian ini merancang sebuah sistem pengukur persentase lemak tubuh dengan metode BIA menggunakan saklar otomatis yang mampu melakukan pengukuran secara cross, hand-to-hand, hand-to-foot, dan foot-to-foot. Perancangan sistem ini menggunakan dua buah elektroda untuk memasukkan arus AC ke dalam tubuh dan dua buah elektroda untuk mengukur tegangan yang dihasilkan dari tubuh. Arus yang digunakan dalam perancangan ini sebesar 0,2 mA dengan frekuensi 50 kHz. Saklar otomatis untuk menentukan urutan metode pengukuran persentase lemak tubuh yang digunakan berupa multiplekser dan demultiplekser. Pada proses pengolahan data, sistem ini menggunakan mikrokontroler ATmega 32 kemudian hasilnya ditampilkan pada LCD. Sedangkan untuk memasukkan parameter berupa tinggi badan, berat badan, umur, dan jenis kelamin sistem ini menggunakan keypad. Pada pengujian sistem, galat relatif rata?rata yang dihasilkan untuk masing?masing metode pengukuran, yaitu metode cross, hand-to-hand, dan foot-to-foot memiliki nilai tertinggi 4,6 % dan yang terendah 1,9 %, sementara untuk simpangan bakunya memiliki nilai tertinggi 2,2 % dan yang terendah 1,1 %.
PERANCANGAN DUALBAND BANDPASS FILTER DENGAN METODE SQUARE OPEN LOOP RESONATOR PADA FREKUENSI 2100 MHZ Gracia Simatupang, Agnes Yora; Prakoso, Teguh; Santoso, Imam
Transmisi Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.469 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.20.3.133-137

Abstract

Tapis (filter) merupakan komponen yang berperan penting dalam suatu sistem telekomunikasi. Tapis digunakan untuk menyeleksi frekuensi yang akan dilewatkan dalam melakukan telekomunikasi. Perkembangan sistem telekomunikasi membuat penggunaan band frekuensi yang semakin meluas, sehingga frekuensi yang digunakan juga frekuensi yang tinggi pula. Tapis dapat dirancang secara sederhana menggunakan lumped element yang terdiri dari kapasitor, resistor, dan juga induktor. Namun tapis ini mempunyai keterbatasan yaitu hanya dapat digunakan pada frekuensi rendah saja dan tidak efektif untuk frekuensi tinggi. Tapis yang dapat digunakan pada frekuensi tinggi dapat dirancang menggunakan mikrostrip. Bentuk-bentuk tapis mikrostrip pun beranekaragam, salah satunya adalah square open loop resonator. Penelitian ini akan membahas tentang perancangan tapis dualband dengan metode square open loop resonator pada frekuensi 2100 MHz menggunakan software CST Studio Suite 2016. Respon frekuensi yang dihasilkan oleh desain akhir dari tapis ini dapat meloloskan frekuensi pada rentang 1927 MHz-2175 MHz dan 3021 MHz ? 3296 MHz. Nilai insertion loss yang dihasilkan sebesar 1,4283 dB pada band bawah dan return loss sebesar 19,707 dB pada band bawah.
PERANCANGAN ANTENA CLOVERLEAF UNTUK KOMUNIKASI UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) FREKUENSI 2,4 GHZ Ibrahim, Ibrahim; Santoso, Imam; Prakoso, Teguh
Transmisi Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.906 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.130-136

Abstract

Maneuver pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) menyebabkan pancaran pola radiasi antena dan polarisasinya berubah. Antena cloverleaf memiliki polarisasi antena circular yang digunakan untuk mengatasi cross polarization yang terdapat pada polarisasi antena linier. Perancangan antena cloverleaf pada frekuensi 2,4 GHz yang dilakukan dengan studi parameter didapatkan parameter paling berpengaruh pada S11, VSWR dan gain adalah panjang kabel koaksial dan kemiringan elemen antena. Perkiraan jarak sistem komunikasi  menggunakan antena desain optimal adalah sejauh 1,66 km pada sudut elevasi 0º sedangkan posisi paling optimal untuk penempatan antena adalah pada posisi tengah pesawat dengan nilai VSWR 1,47 pada frekuensi 2,335 GHz dan bandwidth-nya 329 MHz. Hasil pengukuran antena cloverleaf desain optimal: S11 -48 dB dan VSWR 1:1,007  pada frekuensi 2,45 GHz, bandwidth 600 MHz pada VSWR ?1:2, pola radiasi omnidirectional, polarisasi elips pada sudut phi 0° theta 90° dengan axial ratio 1,93, gain linear  3,29 dBil, dan  gain sirkular 5,38 dBic. Studi parameter terhadap desain awal antena memperbaiki nilai S11, VSWR, bandwidth dan gain, tetapi nilai axial ratio tidak sebaik desain awal. Pengujian pada kondisi line of sight pada jarak 810 meter menunjukan antena  yg diuji dapat bekerja dengan baik pada semua sudut pengujian, sedangkan antena linear komunikasinya terganggu.
ANALISIS TEKNOLOGI GPON UNTUK PERLUASAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) Alfauzi, Abdul Hamid; Santoso, Imam; Prakoso, Teguh
Transmisi Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.542 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.19.1.8-14

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan layanan suara, video dan data, PT Telekomunikasi  Indonesia Tbk menawarkan serat optik pada jaringan lokal fiber optic (JARLOKAF) yang disebut Fiber to the Home (FTTH). Teknologi yang digunakan adalah teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON). Penelitian ini membahas tentang teknologi GPON untuk perluasan jaringan FTTH di Perumahan Manggis. Penelitian ini dimulai dengan memilih lokasi yang ingin diperluas, lalu dilakukan survei lokasi untuk dijadikan dasar dalam melakukan desain jaringan, setelah desain sudah dibuat maka dilakukan pemilihan perangkat dan spesifikasi, lalu membuat simulasi jaringan menggunakan Optisystem. Dari hasil simulasi didapatkan nilai rise time budget arah upstream sebesar 0,38 ns dan arah downstream sebesar 0,19 ns, nilai tersebut sudah sesuai kerena kurang dari 70% satu periode bit NRZ. Nilai link power budget sebesar 22,15 dB, sudah sesuai karena kurang dari standar yaitu 25 dB. Daya terima pada jarak terjauh untuk upstream sebesar -19,36 dBm dan downstream sebesar -20,91 sudah sesuai karena lebih dari standar yaitu -28 dBm. Nilai BER dan Q-factor untuk jarak terjauh arah upstream sebesar 8,28 x 10-19 dan 9,03 sedangkan arah downstream sebesar 4,40 x 10-46 dan 14,38 untuk panjang gelombang 1490 nm serta 2,81 x 10-47 dan 14,42 untuk panjang gelombang 1550 nm. Standar BER adalah lebih kecil dari 10-10 dan Q-factor lebih besar dari 6,3, sehingga hasil simulasi sudah sesuai standar. Dari hasil simulasi, jaringan yang dibuat sudah layak diterapkan karena sudah sesuai dengan standar (yang ditentukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan ITU-T).
PERANCANGAN BAND PASS FILTER MIKROSTRIP PARALLEL COUPLED LINE PADA FREKUENSI 5,8 GHZ Utami, Ifki Arifatul; Prakoso, Teguh; Santoso, Imam
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.7.3.715-720

Abstract

Pita frekuensi 5,8 GHz (5725 ? 5825 MHz) telah ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasika Republik Indonesia untuk layanan pita lebar nirkabel. Layanan Wireless Local Area Network (WLAN) juga menggunakan pita frekuensi ini. Sebagaimana layaknya sistem komunikasi nirkabel, perangkat keras pada pita frekuensi ini juga memerlukan tapis lolos rentang (band-pass filter, BPF) untuk memilih frekuensi serta menekan derau dan interferensi. Tugas Akhir ini merancang tapis mikrostrip parallel coupled line dengan tanggapan lolos rentang. Bahan yang digunakan adalah Rogers RO4350B (permitivitas relatif 3,66 pada frekuensi  8-40 GHz dan rugi-rugi dielektrik 0,0037 diukur pada frekuensi 10 GHz). Spesifikasi tapis diturunkan dari analisis terhadap datasheet tapis komersial yaitu lebar pita 100 MHz, nilai insertion loss <1 dB dan return loss ?11 dB, orde tiga polynomial Chebyshev. Perangkat lunak yang digunakan adalah AWR Design Environment 10 untuk menentukan skematika rangkaian dan nilai komponen, serta simulator elektromagnetik CST Microwave Studio 2014 untuk verifikasi desain. Proses optimasi desain untuk mencapai spesifikasi dibantu dengan Design of Experiment (DOE). Hasil simulasi DOE diperoleh nilai komponen baru yaitu, W dan  masing-masing sebesar 1,61 mm dan 7,23 mm. Dengan nilai komponen baru tersebut diperoleh nilai insertion loss dan return loss masing-masing sebesar 1,51 dB dan 29,32 dB, dan lebar pita sebesar 67 MHz. 
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN METODE WHOLE BODY MEASUREMENT BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS (BIA) EMPAT ELEKTRODA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 Nugraha, Adhi; Riyadi, Munawar Agus; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.427 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.157-165

Abstract

Masyarakat pada umumnya banyak yang menggunakan timbangan biasa sebagai indikator berat tubuh mereka, padahal timbangan biasa tidak dapat membedakan antara massa lemak dan dan massa non lemak. Metode yang digunakan untuk body composition assessment merupakan metode yang dapat mengetahui masa lemak dan masa non lemak yang menyusun berat tubuh. Pada umumnya, untuk keperluan diagnosis medis, body composition asssessment menggunakan dual energy x-ray absorptiometry (DXA) yang memiliki tingkat keakuratan yang tinggi akan tetapi penggunaannya mahal, susah dan harus pergi ke rumah sakit atau instansi kesehatan. Penelitian ini merancang alat body composition assessment dengan metode bioelectrical impedance analysis (BIA) yang memiliki keunggulan yaitu murah, mudah, portable, dan bisa dioperasikan sendiri. Perancangan alat ini menggunakan empat buah elektroda, yaitu dua buah elektroda digunakan untuk mengalirkan arus AC ke tubuh dan dua buah elektroda digunakan untuk mengukur tegangan yang dihasilkan tubuh. Arus yang dibuat pada penelitian ini sebesar 0,2 mA dengan frekuensi sebesar 50 kHz. Pada prosesnya alat ini menggunakan mikrokontroler ATmega 32 dan hasilnya ditampilkan pada LCD berupa persentase lemak tubuh. Pada pengujian sistem, galat rata ? rata yang dihasilkan dari pengukuran persentase lemak tubuh sebesar 1,79 % untuk metode hand to hand.
APLIKASI LOGIKA FUZZY SEBAGAI AUTO TUNING PARAMETER KONTROLER PID PADA PENGENDALIAN ANTENA TRACKER BERBASIS GPS Riyandi, Ahmad; Sumardi, Sumardi; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.759 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.614-620

Abstract

Wahana bergerak yang memiliki area jelajah luas seperti roket atau unmanned aerial vehicle (UAV) membutuhkan antena untuk dapat melakukan komunikasi. Antena ditempatkan di wahana dan di stasiun bumi (ground control station, GCS). Umumnya GCS menggunakan antena direksional yang dilengkapi dengan sistem penggerak. Agar antena dapat diarahkan dengan akurasi tinggi ke objek dibutuhkan suatu sistem kendali. Sistem kendali antena biasanya menggunakan metode Proporsional, Proporsional-Integral, Proporsional-Integral-Derivatif (PID) konvensional, maupun algoritma step-tracking berbasis received signal strength indicator (RSSI). Penelitian ini mengendalikan antena dengan metode kontrol PID yang ditala mengunakan logika fuzzy berbasis Global Posisioning System (GPS). Sistem antenna tracker yang dihasilkan mampu menjejak objek dengan galat minimal 0° pada sudut azimut dan elevasi, dan memiliki galat maksimal 49° pada sudut azimut dengan objek berecepatan 60 km/jam. Sistem ini mempunyai waktu naik rata-rata 0,7 detik pada sudut azimut dan 1,08 detik pada sudut elevasi. Pengujian menunjukan bahwa metode fuzzy PID adalah lebih baik dibandingkan metode PID konvensional dengan waktu naik rata-rata lebih cepat 0,53 detik pada sudut azimut dan 0,66 detik pada sudut elevasi.
KLASIFIKASI CITRA DOKUMEN MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE DENGAN EKSTRAKSI CIRI TERM FREQUENCY − INVERSE DOCUMENT FREQUENCY Munandar, Arif; Hidayatno, Achmad; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.563 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.622-628

Abstract

Dokumen yang berisi infomasi mengenai berita atau sastra seringkali disimpan dalam bentuk citra. Informasi yang dimuat citra dokumen seperti kategori atau kata kunci dapat diambil dengan cara membaca isi citra dokumen secara manual. Namun cara ini menghabiskan waktu dan tidak efisien, terutama saat citra dokumen diperiksa dalam jumlah besar. Masalah ini dapat diatasi dengan cara merancang sistem yang dapat mengklasifikasikan citra dokumen berdasarkan konten yang dimuat. Suatu sistem pengklasifikasi citra dokumen berdasarkan konten telah dirancang pada penelitian ini. Sistem yang dirancang menggunakan term frequency-inverse document frequency sebagai ekstraksi ciri dan support vector machine sebagai pengklasifikasi. Ciri dari citra dokumen akan diambil dengan mengolah konten hasil dari optical character recognition menggunakan term frequency-inverse document frequency. Kategori dari citra dokumen didapatkan dengan mengolah ciri tersebut menggunakan metode support vector machine. Hasil yang diperoleh dari sistem ini berupa kategori yang sesuai untuk citra dokumen yang diuji berdasarkan konten yang dimuat pada citra. Parameter terbaik untuk pengklasifikasi support vector machine hasil dari validasi silang grid search adalah kernel radial basis function dengan  dan  dengan akurasi 99,6%. Sistem mampu mengklasifikasikan citra dokumen dengan ukuran data yang bervariasi dengan rata-rata akurasi 95,4%.
PERANCANGAN ANTENA BOWTIE SEBAGAI PENERIMA SIARAN TELEVISI DIGITAL PADA RENTANG FREKUENSI UHF (ULTRA HIGH FRQUENCY) Hadyan, Enggar Hindami; Santoso, Imam; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.333 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.1087-1094

Abstract

Antena bowtie adalah salah satu jenis dari antena dipole biconical karena antena bowtie merupakan bentuk lempeng dari antena biconical. Antena bowtie ini memiliki beberapa keunggulan antara lain berbentuk sederhana, berpita lebar dan mudah untuk dibuat. Antena bowtie memiliki lebar pita antara 17-40%. Untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan tersebut, perlu memperhatikan beberapa parameter antena seperti pola radiasi, voltage standing wave ratio (VSWR), lebar pita dan |S11|. Frekuensi, gain serta cakupan antena juga merupakan parameter yang penting untuk antena bowtie. Namun hal yang paling berpengaruh bagi kinerja antena bowtie adalah bentuk, ukuran antena dan strukturnya. Pada penelitian ini dilakukan perancangan antena bowtie dengan frekuensi resonansi pada frekuensi UHF 600 MHz. Antena bowtie yang difabrikasi memiliki ketebalan 0,3 mm, ukuran sisi elemen terpanjang sebesar 50 cm dengan besar sudut 120o. Jarak antara elemen sebesar 2 cm dan jarak antara elemen antena dengan reflektor adalah 12,5 cm. Antena hasil fabrikasi tersebut kemudian diuji di laboratorium untuk mendapatkan nilai VSWR dan besar daya penerimaannya serta antena juga diujikan sebagai penerima siaran televisi digital di Kota Semarang. Dari hasil pengujian didapatkan nilai VSWR antena sebesar 1,02 lebih baik dari antena pembanding PF Indoor HD14 dengan nilai VSWR 1,28. Lebar pita dari hasil pengujian sudah memenuhi teori besar lebar pita antena bowtie yaitu sebesar 24,8%. Hasil pengujian sebagai penerima siaran televisi digital untuk lima kanal, antena bowtie memiliki kinerja yang lebih baik dari antena pembanding PF Indoor HD14 dengan rerata nilai kekuatan sinyal sebesar 71% dan rerata nilai kualitas sinyal 77,4% dibandingkan dengan rerata nilai kekuatan dan kualitas sinyal PF Indoor HD sebesar 64,2% dan 70,4%. 
PERANCANGAN ANTENA SKEW-PLANAR UNTUK KOMUNIKASI UNMANNED AERIAL VEHICLE FREKUENSI 2,4 GHZ Yaqin, Ardhian Ainul; Santoso, Imam; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.951 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.4.473-481

Abstract

Komunikasi antara ground station controller dan pesawat Unmanned aerial vehicle (UAV) dapat terganggu saat antena pemancar tidak mengarah dengan posisi yang tepat terhadap sudut terbang pesawat dengan adanya pointing error loss dan saat pesawat bermanuver menggunakan antena berpolarisasi linear dengan adanya polarization mismatch. Berdasarkan permasalahan tersebut, pada penelitian ini dirancang antena skew-planar yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz yang memiliki polaradiasi omnidirectional dan polarisasi sirkular. Studi parameter dilakukan untuk mendapatkan desain antena yang optimal berdasarkan hasil simulasi menggunakan CST microwave studio 2015 dan diketahui bahwa parameter yang paling berpengaruh terhadap nilai s11, VSWR dan gain adalah panjang kabel koaksial dan kemiringan elemen antena. Perkiraan jarak sistem komunikasi  menggunakan antena desain optimal adalah sejauh 1,66 km pada sudut 90º. Hasil pengukuran antena skew-planar desain optimal : VSWR 1:1,05 dan S11 -31,6 dB pada frekuensi 2,44 GHz, bandwidth 640 MHz dengan S11 ? -10 dB, gain linear 1,9 dBil dan gain sirkular 4 dBic, polarisasi elips pada sudut phi 0° theta 90° dengan axial ratio 1,9 dan polaradiasi omnidirectional. Pengujian secara line-of-sight pada jarak 810 meter  menunjukan antena  skew-planar dapat bekerja dengan baik pada semua sudut pengujian, Pengujian tanpa line-of-sight menunjukan antena skew-planar dapat bekerja sampai dengan radius 454 meter.