Dodik Pramono
Staf Pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UNDIP Semarang

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

THE DIFFERENCE OF SLEEP QUALITY BEFORE AND AFTER SKIPPING EXERCISE IN MEDICAL STUDENTS OF DIPONEGORO UNIVERSITY Novthalia, Julsyawiah; Puruhito, Buwono; Pramono, Dodik; Kumaidah, Endang
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.285 KB)

Abstract

Background : The many tasks that put upon the medical students require them to have a good sleep quality. Medical students generally have poor sleep quality. One way to improve sleep quality is to perform effective aerobic physical activities such as skipping. Aim : To explore the difference in sleep quality before and after skipping exercise in Medical Student of Diponegoro University. Methods : This study was a quasi-experimental with pre-test and post-test non-equivalent group. The samples were students of Faculty of Medicine, Diponegoro University (n = 48) aged 18-22 years who met the inclusion criteria. The sample was divided into 2 groups: control and treatment groups, each consisting of 24 students. Sleep quality score was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The normality test was performed using the Shapiro-Wilk test. Hypothesis testing of sleep quality score before and after skipping exercise in the control group was performed using the Wilcoxon test, while in the treatment group using the paired t-test. The difference in sleep quality score between control and treatment groups was performed using the Mann-Whitney test. Results : The pre-test PSQI score in the control group is 6.88 ± 1.872 while in the treatment group is 7.63 ± 1.996. The results of the statistical test showed that the difference is not significant (p>0.05). The post-test PSQI score in the control group was 7.92 ± 2.888 while in the treatment group was 4.58 ± 1.886. The results of the statistical test showed that the difference is significant (p<0.05). In the control group, there is a slight increase in PSQI score which is not significant (p>0.05), while in the treatment group there is a significant decrease in PSQI score (p<0.05). Conclusion : There is a significant difference in the sleep quality score between control and treatment groups; the sleep quality of the treatment group is better than the control group.Key Words : Sleep quality, Skipping exercise, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)
HUBUNGAN ANTARA OLAHRAGA DENGAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2016 Hakim, Wizurai; Trisetiyono, Yuli; Pramono, Dodik
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.517 KB)

Abstract

Latar belakang: Olahraga teratur dan aktivitas fisik telah diperkenalkan sebagai metode yang efektif untuk pencegahan dan pengobatan dismenorea. Berolahraga dapat meningkatan hormon endorphin menyebabkan peningkatan ambang nyeri dan mengurangi aktivitas sistem simpatis, sehingga terjadi penurunan gejala dismenorea.Tujuan: Membuktikan adakah hubungan antara olahraga dengan dismenorea pada mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang tahun 2016.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan belah lintang. Sebanyak 78 mahasiswi FIK Unnes yang memenuhi kriteria inklusi selama April 2016 sampai Mei 2016 telah mengisi kuesioner. Data jenis olahraga, frekuensi, durasi serta kejadian dismenorea diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner yang dibuat khusus untuk penelitian ini. Data dideskripsikan dalam bentuk tabel dan gambar, dilakukan uji Chi-square dan uji korelasi Gamma dan sommers?d, analisis data menggunakan program computer.Hasil: Sebanyak 12 subjek (15,4%) dari 78 sampel mahasiswi tidak mengalami dismenorea. Pada penelitian ini didapatkan nilai p>0.05 atau tidak bermakna pada variabel frekuensi, durasi, dan jenis olahraga terhadap dismenorea pada mahasiswi FIK Unnes 2016.Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara olahraga dengan dismenorea pada mahasiswi FIK Unnes tahun 2016.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HIPERTENSI Nurmalita, Vivi; Annisaa, Eva; Pramono, Dodik; Sunarsih, Endang Sri
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.234 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular paling lazim yang tergolong dalam penyakit degeneratif, dan disebut sebagai penyakit ?Silent Killer?. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan peningkatan angka kejadian morbiditas dan mortalitas penderita hipertensi adalah ketidakpatuhan pasien dalam meminum obat antihipertensi. Pengobatan antihipertensi harus dilakukan secara rutin agar kualitas hidup pasien menjadi lebih baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap kualitas hidup pada pasien hipertensi. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non-eksperimental yang bersifat observasional dengan pendekatan penelitian dilakukan secara cross sectional. Responden penelitian adalah semua pasien hipertensi yang datang memeriksakan diri maupun berobat di Puskesmas Halmahera, Puskesmas Kedungmundu, dan Puskesmas Pandanaran Kota Semarang pada bulan Mei-Juni tahun 2018 yang memenuhi kriteria inklusi serta tidak memiliki kriteria eksklusi. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data primer berupa kuesioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREF, serta data sekunder berupa rekam medis pasien hipertensi. Uji statistik yang dilakukan adalah uji Chi-square. Hasil : Tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dalam kategori kepatuhan tinggi sebesar 64,4%, kategori kepatuhan sedang sebesar 28,9%, dan kategori kepatuhan rendah sebesar 6,7%. Tingkat kualitas hidup pasien hipertensi dalam kategori kualitas hidup baik sebesar 93,3%, dan kategori kualitas hidup kurang sebesar 6,7%. Hasil uji statistik antara kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap kualitas hidup pasien hipertensi adalah p<0,001. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap kualitas hidup pasien hipertensi.Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidup, Hipertensi.
THE DIFFERENCE OF ATTENTION LEVEL BEFORE AND AFTER SKIPPING EXERCISE IN MEDICAL FACULY OF DIPONEGORO UNIVERSITY STUDENTS Putri, Azizah Indria; Puruhito, Buwono; Pramono, Dodik; Kumaidah, Endang
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.469 KB)

Abstract

Background: Skipping exercise is a kind of physical exercise which is inexpensive and easy to do. Skipping is one of many kinds of aerobic physical exercise. Aerobic physical exercise have been known from its function in improving cognitive function including attention in human brain. However there haven?t been any research which discusses about the difference of attention level before and after skipping exercise in Medical Faculty of Diponegoro University. Aim: To find out a difference of attention level before and after skipping exercise. Methods: This study conducted in quasi experimental pre-test and post-test nonequivalent group method. This study was conducted in May until July 2019. The subjects were 46 male students of Medical Faculty of Diponegoro University, divided in 2 groups. Experimental group was instructed to do 6 weeks of skipping exercise (3 times in a week) and control group was instructed to not do any exercise. Attention level was measured with software Attention Network Test a day before skipping exercise started and a day after skipping exercise ended. Significance was analyzed by Paired T Test/Wilcoxon and Independent T Test/Mann-Whitney. Results: There were no significant difference of alerting and orienting score before and after skipping exercise in both experimental and control group. Meanwhile, there was significant difference of executive control score (p=0,001) that could be seen from its first mean score 94,296 and then the score declined to be 65,130 in the second test. It indicated an increasing executive control function. Conclusion: Six weeks of skipping exercise increases executive control function of attention.Key Words: Skipping exercise, attention level, alerting, orienting, executive control
EVALUASI DATA PELAKSANAAN RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIGALUH 2 KABUPATEN BANJARNEGARA Maharani, Amita; Pramono, Dodik; Nugraheni, Arwinda
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.65 KB)

Abstract

Latar Belakang : Keberhasilan Desa Siaga Aktif dari komponen PHBS terlihat dari peningkatan terus-menerus Rumah Tangga ber-PHBS. Penigkatan tersebut tak lepas dari peran kader dalam penilaian atau pengambilan data Rumah Tangga ber-PHBS dilakukan setiap tahun dengan menggunakan Kartu PHBS. Data tersebut selanjutnya akan menentukan rencana intervensi berdasarkan data hasil PHBS. Kesalahan kader dalam melakukan pendataan sangat mempengaruhi intervensi yang akan direncanakan bagi rumah tangga di wilayahnya. Karena itulah diperlukan suatu evaluasi dalam penilaian Rumah Tangga ber-PHBS.Metode : Penelitian ini merupakan suatu penelitian observasional desriptif dengan metode penelitian cross sectional. Lokasi penelitian yaitu wilayah kerja Puskesmas Sigaluh 2, Kabupaten Banjarnegara. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara oleh peneliti. Data yang diperoleh akan dibandingkan dengan data sekunder Puskesmas Sigaluh 2 pada tahun sebelumnya kemudian didekripsikan keadaan yang terjadi oleh peneliti.Hasil : Pengambilan sampel di Puskesmas Sigaluh 2 sudah tepat untuk alat pengambilan, waktu, petugas, cara penilaian, besar sampel dan kategori strata PHBS, terdapat indikator PHBS yang tidak sesuai dengan kriteria indikator.Kesimpulan : Pengambilan data oleh Puskesmas Sigaluh 2 sudah berjalan dengan baik, namun yang perlu diperhatikan adalah dalam pencatatan oleh kader dan penyesuaian indikator PHBS dengan kriteria indikator.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA Fadhlullah, Miftakhul Huda; Hariyana, Bambang; Pramono, Dodik; Adespin, Dea Amarilissa
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.749 KB)

Abstract

Latar Belakang: Hasil Survei Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2012 menyebutkan perilaku seks pranikah pada remaja dilaporkan sebanyak 4,5%  pada laki-laki dan 0,7% pada perempuan usia 15-19 tahun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi serta perilaku seksual pada remaja dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seksual remaja. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian obeservasional dengan rancangan cross sectional yang dilengkapi dengan pendekatan metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah remaja SMA dan SMK yang berada di Kecamatan Cangkringan. Sampel penelitian berjumlah 109 siswa berusia 15-19 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dan purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji hipotesis chi-square. Hasil:. Pada penelitian ini didapatkan hasil remaja yang memiliki pengetahuan baik 22 orang, pengetahuan cukup 61 orang, dan pengetahuan kurang 26 orang. Remaja yang memiliki perilaku seksual baik 66 orang dan yang memiliki perilaku seksual buruk 43 orang. Hasil analisis hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seksual remaja menunjukkan nilai signifikansi p=0,214 (p>0,05). Kesimpulan : Mayoritas remaja di Kecamatan Cangkringan memiliki tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi cukup dengan persentase 56% dan memiliki perilaku seksual baik dengan persentase 60,6%. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja.Kata kunci: Perilaku seksual, remaja, tingkat pengetahuan
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KONSUMSI GARAM BERYODIUM PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA GEMBONG KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI Rini, Hesti Mustiko; Pramono, Dodik; Nugraheni, Arwinda
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.842 KB)

Abstract

Latar Belakang : Rendahnya konsumsi garam beryodium di daerah yang dekat dengan pantai serta menjadi salah satu tempat endemis GAKY. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi garam beryodium.Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel yang yang menjadi subjek penelitian yaitu semua ibu rumah tangga dengan metode Simple Random Sampling. Faktor yang mempengaruhi konsumsi garam beryodium dinilai melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di dalam kuesioner.  Hasil : Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 205 ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Hasil analisis uji hubungan didapatkan hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,04), pengetahuan (0,002), sikap (0,002) dengan tingkat konsumsi garam beryodium didapatkan hubungan yang signifikan. Sedangkan hasil analisis uji hubungan antara distribusi garam beryodium (p=0,999), harga garam beryodium (p=0,762), pendapatan keluarga (0,387) dan dengan konsumsi garam beryodium didapatkan hubungan yang tidak signifikan. Faktor yang berpengaruh dalam penelitian ini yaitu pendidikan, pengetahuan ibu dan sikap ibu dengan faktor yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu faktor pengetahuan (p=0,002).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan, dan sikap ibu dengan tingkat konsumsi garam beryodium. Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara distribusi garam beryodium, harga garam beryodium dan pendapatan keluarga per bulan dengan tingkat konsumsi garam beryodium. Faktor yang berpengaruh dalam penelitian ini yaitu pendidikan, pengetahuan ibu dan sikap ibu dengan faktor yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu faktor pengetahuan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU PADA INFORMASI MP-ASI DI BUKU KIA DENGAN PEMBERIAN MP-ASI BALITA USIA 6-24 BULAN DI KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG UTARA Pancarani, Lantip Meliana; Pramono, Dodik; Nugraheni, Arwinda
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.758 KB)

Abstract

Latarbelakang : Buku KIA memuat informasi MP-ASI yang sederhana namun lengkap. Sayangnya penggunaan buku KIA sebagai media edukasi dan informasi masih kurang. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu pada  informasi MP-ASI di buku KIA dengan pemberian MP-ASI. Metode : observasional dengan desain cross-sectional dengan sampel para ibu yang memiliki balita usia 6 ? 24 bulan yang tinggal di Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara dengan jumlah sampel minimun 46 responden.  Hasil : Setelah dilakukan uji regresi logistik didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,910) dan sikap ibu (p=0,904) pada  informasi MP-ASI di buku KIA dengan pemberian MP-ASI. Simpulan : Pengetahuan dan sikap ibu pada  informasi MP-ASI di buku KIA tidak berhubungan dengan pemberian MP-ASI.
BERBAGAI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN PENGETAHUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TENAGA ALIH DAYA RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO SEMARANG Wulandari, Diah Rahayu; Nugrahaeni, Arwinda; Wahyu, Teddy; Pramono, Dodik
Media Medika Muda Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:  Petugas alih daya  rumah sakit adalah pekerja dengan potensi bahaya terpapar penyakit dari limbah rumah sakit. Petugas perlu mengerti potensi bahaya yang ada, cara pencegahan masuknya faktor risiko dengan pemakaian Alat Pelindung Diri dan cuci tangan yang baik dan benar. Penyuluhan  yang akan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, presentasi dan simulasi.Tujuan:  Mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan  peningkatan pengetahuan  petugas alih daya Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang.Metode:  Penelitian experimental dengan ”one group pretest post test”, dengan sampel seluruh tenaga kerja alih daya  Rumah Sakit Nasional Diponegoro sejumlah 132 orang terdiri dari cleaning service, security, dan tenaga administrasi.  Penyuluhan berisi materi tentang limbah medis rumah sakit, tata cara menggunakan APD, dan cara cuci tangan. Mereka mendapat tes sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.Hasil: Faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan petugas alih daya RSND tentang K3 adalah penyuluhan (p=0,000). Faktor yang tidak berpengaruh adalah umur, pendidikan terakhir, jenis pekerjaan dan kehadiran pada saat penyuluhan.Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan petugas alih daya tentang Kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit dipengaruhi oleh adanya kegiatan penyuluhan. Kata kunci: Kesehatan dan keselamatan kerja, Rumah sakit, penyuluhan, tenaga alih daya
PENGARUH PENDEKATAN BLENDED LEARNING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMA KESATRIAN 1 SEMARANG TENTANG AKNE VULGARIS Nugroho, Weni Kartika; Budiastuti, Asih; Pramono, Dodik
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.025 KB)

Abstract

Latar Belakang Akne vulgaris diderita oleh sebagian besar remaja. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran terhadap pencegahan dan penanganan untuk mengatasinya dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Metode ceramah sering menjadi pilihan tetapi metode ini memiliki banyak kelemahan. Oleh sebab itu, terdapat pengembangan metode yang lebih efektif yaitu blended learning.Tujuan Mengetahui pengaruh pendekatan blended learning terhadap pengetahuan dan sikap siswa SMA Kesatrian 1 Semarang tentang akne vulgaris.Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi-expeimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Kesatrian 1 Semarang. Kelompok perlakuan dibagi menjadi kelompok blended learning, kelompok ceramah, dan kelompok kontrol yang masing-masing terdiri dari 2 kelas dengan jumlah total 208 subjek. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh setiap subjek dan kemudian dianalisis menggunakan SPSS.Hasil Penelitian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap yang bermakna pada kelompok blended learning dan ceramah sebelum dan sesudah masing-masing diberikan penyuluhan dengan pendekatan blended learning dan ceramah (p=0,000) dan tidak terdapat perbedaan bermakna pada kelompok kontrol untuk pengetahuan (p=0,456) dan sikap (p=0,057). Penelitian ini juga menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan ceramah untuk selisih pengetahuan (p=0,000) dan selisih sikap (p=0,001), terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan blended learning untuk selisih pengetahuan (p=0,000) dan selisih sikap (p=0,000), dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok ceramah dan blended learning untuk selisih pengetahuan (p=0,894) dan selisih sikap (p=0,294).Kesimpulan Terdapat pengaruh pendekatan blended learning terhadap pengetahuan dan sikap siswa SMA Kesatrian 1 Semarang tentang akne vulgaris.