Yoyok Budi Pramono
Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang

Published : 27 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

PURIFIKASI DAN PROFIL PROTEIN OVOTRANSFERRIN DARI EGGSHELL MEMBRANE TELUR AYAM RAS DAN BURAS Siregar, Risa Fazriyati; Al?Baarri, Ahmad Ni?matullah; Hintono, Antonius; Pramono, Yoyok Budi; Abduh, Setya Budi Muhammad
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 27 No. 1 (2016): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.356 KB) | DOI: 10.6066/jtip.2016.27.1.87

Abstract

Eggs consumption in Indonesia increases every year resulting in egg shell waste. In addition, the functional components including ovotransferrin existing in this waste has not been yet studied well. This research has been done to explore ovotransferrin in egg shell membrane from local Indonesia and leghorn hens. The ion exchange chromatography using SP-Sepharose Fast Flow was used to purify the ovotransferrin from egg shell membrane. The fractions from salt elution were analyzed for protein concentration and protein profile using sodium dodecyl sulfate polyacrylamide gel electrophoresis (SDS - PAGE). The result showed that the best concentration of salt elution to obtain ovotransferrin was 0.1 mM NaCl since the single band was detected among other fractions. The ovotransferrin concentration (%) per single egg was also calculated as much as 0.75±0.017 and 0.16±0.005 for leghorn dan local Indonesia hen, respectively. This result may provide the beneficial information to purify ovotransferrin from egg shell membrane which conceivably as a food preservative agent.
TOTAL DISSOLVED SOLIDS ON TURMERIC EMULSION (CURCUMA LONGA L.) AFFECTED BY IOTA AND KAPPA CARRAGEENAN Arganis, Lusida Mulia; Rizqiati, Heni; Legowo, Anang Mohamad; Pramono, Yoyok Budi; Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah
Journal of Applied Food Technology Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Dept. Food Technology, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jaft.60

Abstract

The quality of emulsion such as total dissolved solids, may be determined by type of emulsifier. Carrageenan is a polysaccharide from red seaweed (Rhodophyceae) and it is well known as emulsifier, however the application of carrageenan has not widely used in traditional beverage in Java Island, Indonesia. Therefore, the purpose of this research was to determine the effect of carrageenan in turmeric emulsion on its total dissolved solids. Distribution of total dissolved solids was tested using total dissolved solid-meter. Iota and kappa carrageenan were used. As a result, carrageenan might increase total dissolved solid at 58±3.4% and iota had reached higher total dissolved solid than kappa. As conclusion, total dissolved solid might be elevated by the addition of carrageenan.
PERUBAHAN TOTAL GULA, SERAT KASAR DAN ANGKA IOD PADA ES KRIM DENGAN KONSENTRASI SUBSTITUSI JAGUNG MANIS (ZEA MAYS) YANG BERBEDA Putri, Yuni Maharani; Mulyani, Sri; Pramono, Yoyok Budi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh subsitusi gula dengan jagung manis terhadap total gula, serat kasar dan angka iod. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 03 November ? 09 Desember 2010 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah whipping cream, calci skim, kuning telur, gula, Carboxyl Methyl Cellulose/CMC (penstabil), jagung manis dan air. Peralatan yang digunakan adalah ice cream maker, mixer, refrigerator, timbangan, alumunium foil, oven, eksikator, cawan porselin, gelas cup, dan kertas label. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan T0 subsitusi jagung manis sebesar 0% (tanpa jagung manis/kontrol), T1 subsitusi jagung manis sebesar 25%, T2 subsitusi jagung manis sebesar 50%, T3 subsitusi jagung manis sebesar 75%, dan T4 subsitusi jagung manis sebesar 100%. Parameter yang diamati meliputi total gula, serat kasar dan angka iod. Hasil penelitian menunjukkan, subsitusi gula dengan jagung manis memberikan pengaruh pada total gula, serat kasar dan angka iod  (P  < 0,05). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa subsitusi gula dengan jagung manis meningkatkan kandungan total gula jagung yang aman, serat kasar dan angka iod.
EFEK PEMANFAATAN KARAGINAN SEBAGAI EDIBLE COATING TERHADAP PH, TOTAL MIKROBA DAN H2S PADA BAKSO SELAMA PENYIMPANAN 16 JAM Chrismanuel, Adinur; Pramono, Yoyok Budi; Setiani, Bhakti Etza
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan karaginan sebagai kemasan edible coating terhadap kadar pH, total mikroba dan H2S bakso sapi selama masa penyimpanan 16 jam. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pencelupan edible coating konsentrasi berbeda yang meliputi: T0 = tanpa pencelupan, T1, T2, T3 dan T4 = pencelupan pada edible coating konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Variabel yang diuji adalah kadar pH, total mikroba, dan H2S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bakso sapi selama masa penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH dan total mikroba. Sedangkan analisa H2S pada kertas saring belum menunjukan bercak warna cokelat yang artinya bakso dengan perlakuan belum mengalami kebusukan. Kadar pH bakso sapi yang dihasilkan berturut-turut yaitu: 6,51, 6,4, 6,44, 6,54 dan 6,48. Total Mikroba yang dihasilkan berturut-turut yaitu 4,78, 4,63, 4,40, 4,23, dan 4,15 (CFU/Ml). H2S yang dihasilkan bahwa bakso tanpa perlakuan (TO) sudah mengalami kebusukan, sedangkan bakso semua perlakuan belum mengalami kebusukan. Kadar pH terbaik pada perlakuan edible coating konsentrasi 0,5% sedangkan total mikroba terbaik pada edible coating konsentrasi 0,5% dan H2S belum mengalami kebusukan.Kata kunci: Bakso sapi, edible coatingABSTRAK The aim of this experiment was to know the influence of carreginan used as cover edible coating to pH, count of microbia and H2S in beaf meatballs keeped in 16 hours. The treatments were arranged used randomized design with 5 treatments and 4 replication. The edible coating treatment were used in difference consentration include: T0 = without covering, T1, T2, T3, and T4 = covering used edible coating with 0,5%, 1%, 1,5%, and 2% concentration. The variables were tested was pH, count of microbia and H2S. The result of this experiment was showed that beef meatballs on the keeping time was significant affected (P<0,05) to pH, count of microbia, and H2S. The pH of beef meat balls was: 6,51; 6,4; 6,44; 6,54 and 6,48. The count of microbia was: 4,78, 4,63, 4,40 4,23, and 4,15 (CFU/M1). The meatballs without treatment (T0) was produced H2S, beside all meatballs with treatment did not produced H2S. The best pH was in treatment edible coating with 0,5% concentration, the best result of the count of microbia was in treatment edible coating with 0,5% concentration and H2S did not produced.Key words: Beef meatball, edible coating
KADAR VITAMIN A, ZAT BESI (FE) DAN TINGKAT KESUKAAN NUGGET AYAM YANG DISUBSTITUSI DENGAN HATI AYAM BROILER Krismaputri, Melinda Erdya; Hintono, Antonius; Pramono, Yoyok Budi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe research objective was to know the influence of livers-substituted of chicken nugget on the content of vitamin A, Fe and the preferences. The design experiments of the research was completely randomized design with 5 treatments and 4 replications. The treatments are T0 = 0%, T1 = 10%, T2 = 20%, T3 = 30% and T4 = 40% respectively. The content of vitamin A and Fe were tested by UV-VIS Spectrophotometry method. The data were analyzed by ANOVA, if the treatments significant was continued by Duncan Multiple Range Test. The preferences were tested by 25 panelist. The data were analyzed by non-parametric Kruskal Wallis H-Test using SPSS software version 16.0, if the treatments significant was continued by Wilcoxon test. The average of the content of vitamin A are T0 = 8,44%, T1 = 13,13%, T2 = 16,51%, T3 = 21,02% and T4 = 23,90%; the content of ferum (Fe) are T0 = 12,06%, T1 = 10,40%, T2 = 9,13%, T3 = 6,08% and T4 = 5,42%; and the preferences are T0 = 4,12%, T1 = 3,84%, T2 = 3,24%, T3 = 3,32% and T4 = 3,16%. The analysis showed significant (P < 0.05) to the content of vitamin A, Fe and the preferences.Keywords:chicken nuggets, chicken livers, vitamin A, zat besi, preferences.ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi hati ayam pada pengolahan nugget ayam terhadap kadar vitamin A, zat besi (Fe) dan tingkat kesukaan. Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan secara berurutan adalah T0 = 0%, T1 = 10%, T2 = 20%, T3 = 30% dan T4 = 40%. Kadar vitamin A dan zat besi (Fe) diuji dengan metode Spektrofotometri UV-VIS. Data dianalisis dengan ANOVA, jika signifikan maka dilanjutkan dengan uji Wilayah Ganda Duncan. Tingkat kesukaan diuji oleh 25 panelis. Data dianalisis dengan non-parametrik Kruskal Wallis H-Test dengan menggunakan software SPSS versi 16.0, jika signifikan maka dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Rata-rata kadar vitamin A adalah T0 = 8,44%, T1 = 13,13%, T2 = 16,51%, T3 = 21,02% dan T4 = 23,90%; kadar zat besi (Fe ) adalah T0 = 12,06%, T1 = 10,40%, T2 = 9,13%, T3 = 6,08% dan T4 = 5,42%; dan tingkat kesukaan adalah T0 = 4,12%, T1 = 3,84%, T2 = 3,24%, T3 = 3,32% dan T4 = 3,16%. Hasil analisis menunjukkan signifikan (P < 0,05) terhadap kadar vitamin A, zat besi (Fe) dan tingkat kesukaan.Kata kunci: nugget ayam, hati ayam, vitamin A, zat besi, kesukaan.
PENGARUH EDIBLE COATING DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP KADAR PROTEIN, DAYA IKAT AIR DAN AKTIVITAS AIR BAKSO SAPI SELAMA MASA PENYIMPANAN Arief, Hifni Sofyan; Pramono, Yoyok Budi; Bintoro, Valentinus Priyo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to know the influence of different concentration from edible coating to protein, water holding capacity and water activity of beef meatball at shelf life period. The experimental design that is used in this research is Randomized complete design by 5 treatments and 4 repetitions. The treatment that is applied in this research is immersion in different concentration from edible coating. The result of this research shows that the treatment of different concentration from edible coating (0%, 0.5%, 1%, 1.5% and 2%) in beef meatball at shelf life period has an significantly affected (P<0.05) to protein, water holding capacity and water activity. Continually result of protein is 12.12%, 11.87%, 10.95%, 10.79% and 10.72%. Continually result of water holding capacity continually is 32.07%, 34.47%, 26.64%, 20.43% and 17.64%. Continually result of water activity is 0.949; 0.954; 0.944; 0.944 and 0.947. The best result of protein, water holding capacity and water activity to edible coating treatment is on concentration 0.5 %. The advice of this research is the use of edible coating concentration 0.5% method can be applied because it can keep the quality of the protein, water holding capacity and water activity from beef meatball.Keyword: beef meatball, edible coatingABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edible coating dengan konsentrasi berbeda terhadap kadar protein, daya ikat air (DIA) dan aktivitas air (aw) bakso sapi selama masa penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pencelupan dalam edible coating konsentrasi berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi edible coating yang berbeda (0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%) pada bakso sapi selama masa penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein, daya ikat air dan aktivitas air. Kadar protein bakso sapi yang dihasilkan berturut-turut yaitu: 12,12%, 11,87%, 10,95%, 10,79% dan 10,72%. Daya ikat air yang dihasilkan berturut-turut yaitu 32,07%, 34,47%, 26,64%, 20,43% dan 17,64%. Aktivitas air yang dihasilkan berturut-turut yaitu 0,949; 0,954; 0,944; 0,944 dan 0,947. Kadar protein dan daya ikat air dan aktivitas air terbaik didapat pada perlakuan edible coating konsentrasi 0,5%. Saran dari penelitian ini adalah metode pemberian edible coating konsentrasi 0,5% dapat diterapkan karena dapat menjaga kualitas bakso sapi dilihat dari kadar protein, daya ikat air dan aktivitas air.Kata kunci: bakso sapi, edible coating
KADAR LEMAK, KEKENYALAN DAN CITA RASA NUGGET AYAM YANG DISUBSTITUSI DENGAN HATI AYAM BROILER Yuliana, Nietha; Pramono, Yoyok Budi; Hintono, Antonius
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar lemak, kekenyalan dan cita rasa dari nugget ayam yang disubstitusi dengan hati ayam broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan secara berurutan adalah T0 (0%), T1 (10%), T2 (20%), T3 (30%), and T4 (40%). Kadar lemak diuji dengan metode ekstraksi soxhlet. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan Uji Wilayah Duncan. Tingkat kekenyalan dan cita rasa diuji oleh panelis agak terlatih. Data dianalisis dengan uji non parametrik Kruskal Wallis H-Test dengan uji lanjut Wilcoxon. Rata-rata kadar lemak adalah T0 (12,92%), T1 (12,12%), T2 (10,66%), T3 (10,02%), dan T4 (9,77%). Kekenyalan adalah T0 (3,32), T1 (3,4), T2 (3,12), T3 (2,8) dan T4 (2,7) dan cita rasa adalah T0 (4,12), T1 (3,96), T2 (3,52), T3 (3,52), dan T4 (3,32). Substitusi hati ayam broiler terdapat perbedaan nyata (P<0,05) pada kadar lemak dan cita rasa, sedangkan perlakuan tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) terhadap kekenyalan. Hal ini menunjukkan bahwa susbstitusi sampai 40% masih diterima konsumen.Kata Kunci: nugget ayam, hati ayam broiler, kadar lemak, kekenyalan, cita rasaABSTRACT The research objective was to know of the fat content, elasticity and flavour of livers-substituted chicken nugget. The design of the research was Completely Randomized Design with 5 treatments and 4 replications. The treatments are T0 (0%), T1 (10%), T2 (20%), T3 (30%), and T4 (40%) respectively. The fat content testing is using soxhlet extraction method. The data were analyzed by ANOVA, if the treatments significant was continued by Duncan Multiple Range Test. The elasticity and flavour were tested by panelist. The data were analyzed by non parametric Kruskal Wallis H-Test, if the treatments significant was continued by Wilcoxon. The average of the fat content are T0 (12,92%), T1 (12,12%), T2 (10,66%), T3 (10,02%), and T4 (9,77%). The elasticity are T0 (3,32), T1 (3,4), T2 (3,12), T3 (2,8), and T4 (2,7). The flavour are T0 (4,12), T1 (3,96), T2 (3,52), T3 (3,52), and T4 (3,32). The result showed that the substitution by broiler chicken livers was significant (P<0,05) the fat content and flavour while there aren?t significant (P>0,05) to the elasticity. It means that livers-substitution more 40% is acceptable to consumers.Key words: chicken nuggets, broiler chicken livers, the fat content, elasticity, flavour
Perubahan Total Bakteri, pH, dan Melanoidin Susu Selama Pemanasan Suhu 70°C Abduh, Setya Budi Muhammad; Pramono, Yoyok Budi
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.757 KB) | DOI: 10.17728/jatp.v5i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan jumlah bakteri susu terhadap suhu pemanasan 70°C pada lama pemanasan yang berbeda serta mengkaji lebih dalam terhadap kerusakan fisik dan kimiawi susu. Pemanasan  70°C dengan periode 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 menit diterapkan untuk mengkaji kematian bakteri susu dan risiko kerusakan kimiawi yang mengakibatkan perubahan intensitas pencoklatan susu dan perubahan pH. Total bakteri dihitung dengan metode cawan tuang. Intensitas pencoklatan diamati dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 420 nm. Nilai pH diamati dengan menggunakan pH meter. Data perubahan total bakteri ditampilkan dalam grafik semi-log untuk menentukan nilai D. Perubahan intensitas pencoklatan, dan perubahan nilai pH dianalisa dengan analisa deskriptif terhadap perubahan grafik. Penelitian menunjukkan, waktu yang dibutuhkan untuk mematikan 90% bakteri (Nilai D) pada suhu 70°C adalah sebesar 7552,49 detik. Pemanasan yang dilakukan tidak  mengubah intensitas pencoklatan susu (0,4 – 0,6 abs) tapi meningkatkan pH meski masih dalam batas normal (6,65 – 6,81). Nilai kemiringan (Slope) pada grafik total bakteri menunjukkan angka -1,32x10-4, pada grafik pH menunjukkan angka 4,24x10-5, pada grafik melanoidin menunjukkan angka 1,19x10-5. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penurunan bakteri susu dipengaruhi oleh pemanasan. Nilai D bakteri sebanyak 1 siklus logaritma membutuhkan waktu  sebesar 5789,26 detik. Perubahan pH susu akibat pemanasan terjadi dalam rentang normal sebesar 6,66 hingga 6,85. Intensitas pencoklatan berbanding lurus  dengan periode pemanasan, dengan konstanta laju perubahan intensitas pencoklatan (k) sebesar 8x10-5/s. Nilai kemiringan (Slope) pada total bakteri, pH, dan melanoidin berturut- turut adalah -1,32x10-4;  4,24x10-5; dan  1,19x10-5. Nilai kemiringan pada total bakteri lebih besar dibandingkan pH dan melanodin menunjukkan bahwa susu tahan terhadap suhu yang dihasilkan dari pemanasan dan terjadi kematian bakteri dalam  jumlah besar sesuai dengan tujuan dari pemanasan susu.
Pengaruh Tingkat Penambahan Ekstrak Buah Kelengkeng terhadap pH, Viskositas, Citarasa, dan Kesukaan Yoghurt Kelengkeng Puspitasari, Ita; Pramono, Yoyok Budi; Masykuri, Masykuri
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.676 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah kelengkeng yoghurt terhadap viskositas, pH, citarasa dan kesukaan. Perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh penambahan ekstrak buah kelengkeng sebanyak 0% (T0), 1% (T1), 3% (T2) dan 5% (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah kelengkeng (0%, 1%, 3%, dan 5%) memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap nilai pH dan viskositas, namun tidak memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap citarasa asam dan kesukaan. Nilai pH berkisar 3,96-4,19; nilai viskositas berkisar 13,83-28,91 cP; nilai citarasa asam berkisar 3,80-4,12; dan nilai kesukaan berkisar 1,44-2,40. Penambahan ekstrak buah kelengkeng dengan konsentrasi 0%, 1%, 3% dan 5% pada yoghurt menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah kelengkeng 3% adalah yang paling baik, karena memiliki nilai viskositas paling rendah dan nilai kesukaan yang paling besar.
Aktivitas Antioksidan, pH, Viskositas, Viabilitas Bakteri Asam Laktat (bal) pada Yogurt Powder Daun Kopi dengan Jumlah Karagenan yang Berbeda Pangestu, Rahim Fajar; Legowo, Anang Mohamad; Pramono, Yoyok Budi
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.097 KB) | DOI: 10.17728/jatp.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan karagenan pada yogurt powder daun kopi dan yogurt powder tanpa daun kopi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – Desember 2015 di Laboratorium Kimia dan Gizi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian dan Laboratorium Terpadu, Universitas Diponegoro, Semarang. Yogurt dibuat dengan menggunakan bakteri asam laktat (BAL) Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dan setelah yogurt diinkubasi selama 4 jam, dilakukan penambahan 1-3% (v/v) karagenan, serta penambahan ekstrak daun kopi sebanyak 5% (v/v). Kemudian dilakukan pengeringan dengan suhu 50°C selama 20 jam dalam keadaan aseptis, masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Parameter yang diamati adalah antioksidan, pH, viskositas, dan viabilitas BAL pada yogurt yang telah mengalami rehidrasi 10% (b/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak karagenan yang digunakan, menyebabkan semakin  meningkatnya antioksidan dan viskositas yogurt powder yang telah diseduh. Ekstrak daun kopi juga terbukti dapat menyebabkan meningkatknya antioksidan dan viskositas yogurt powder yang telah diseduh.  Penambahan karagenan dan daun kopi tidak mempengaruhi nilai pH, sedangkan pada viabilitas BAL penambahan karagenan dan daun kopi dapat melindungi BAL sekitar 5,78 – 6,29 log CFU/ml.This research was aimed to analyze the effect of the addition of carrageenan on a yogurt powder coffee leaves and yogurt powder without coffee leaves. The research was conducted in September - December 2015 at the Laboratory of Food Chemistry and Nutrition Faculty of Animal Husbandry and Agriculture and Integrated Laboratory, University of Diponegoro, Semarang. Yogurt was made using lactic acid bacteria (LAB) Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophillus with incubation time of 4 hours and the addition of 1-3% (v/v) of carrageenan and 5% (v/v) coffee leaf extract. Yogurt then was dried in 50˚C for 20 h at aseptic condition, each treatment was repeated four times. The parameters observed are antioxidants, pH, viscosity, and the viability of LAB in yogurt that have undergone rehydration 10% (w / v). The results showed that the more carrageenan are used, will cause increasing antioxidants and viscosity yogurt powder that has been brewed. Coffee leaf extract was also shown to cause the rise in antioxidants and viscosity yogurt powder that has been brewed. In addition carrageenan and coffee leaf does not affect the pH value, while the addition of carrageenan viability BAL and BAL coffee leaves can protect about 5.78 - 6.29 log CFU / ml.