Articles

Penggunaan Media Komunikasi Bagi Remaja Perempuan Dalam Pencarian Informasi Kesehatan Prasanti, Ditha
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.676 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v6i1.645

Abstract

Health information becomes important, not only for the sick, the elderly, or the children, but also for young women. Especially considering the new media era that developed more sophisticated along with the development of technology in his day. Likewise, it happens with the writer's research informant who has a new method in the search for health information.The research review that has been done in this article is the use of female teen communication media in the search for health information. The purpose of this research is to know the communication media used by female teenager in searching health information.  The results of the research have shown that the female teenagers who become informants of this research writer use various communication media. Among young women who are studying in health majors choose to use online journal literature only.
HUBUNGAN KAMPANYE PENCEGAHAN HIV AIDS TERHADAP SIKAP PADA PENDERITA HIV/AIDS (ODHA) DI PANGANDARAN (STUDI PADA PELAJAR SMA DI PANGANDARAN) Fuady, Ikhsan; Prasanti, Ditha
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.671 KB) | DOI: 10.30737/mediasosian.v3i1.643

Abstract

AbstrakPangandaran sebagai kawasan destinasi wisata menjadi tempat yang rentan penyebaran HIV AIDS. Kegiatan kampanye pencegahan HIV AIDS menjadi hal yng sangat penting dilakukan. Berbagai fihak telah melakukan kegiatan kampenye penceghn penyebaran HIV AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara terpaan kampanye pencegahan HIV AIDS dengan pembentukan sikap kepedulian terhadap penderita HIV AIDS. Pendelitian ini didesan dengan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Populasi dan sampel peneitian ini adalah siswa SMA di Pangandaran. Adapun analsis data dilakukan dengan uji korelasi pearson.  Hasil penelitian diketahui bahwa Siswa atau pelajar sebahagian besar relatif sering terkena terpaan kampanye melalui speanduk, poster dan whatapps, sedangkan media elektronik tv dan radio relatif jarang.Adanya hubungan yang kuat antara terpaan kampanye dengan sikap peduli terhdap penderita HIV AIDS.Disarankan diperlukan peningkatan edukasi atau pendampingan bagi remaja tentang pencegahan HIV AIDS banik dalam kampanye langsung ataupun bermedia dalam upaya membangun sikap yang positif dan akhirnya akan memiliki perilaku yang dapat menghindari dari HIV AIDS. Selain itu sikap yang positif juga dapat membangun kepedulian terhadap penderita HIV AIDS.Kata Kunci:kampanye, HIV AIDS, sikap
OPTIMALISASI BIDAN DESA DALAM PENYEBARAN INFORMASI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN BANDUNG (STUDI KASUS TENTANG PEMANFAATAN BIDAN DESA DALAM PENYEBARAN INFORMASI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN BANDUNG) Prasanti, Ditha; Fuady, Ikhsan; Indriani, Sri Seti
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2018): VOLUME 13 NO 1 OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol13.iss1.art6

Abstract

Village midwives are a very important source in the therapeutic communication process in rural areas. This communication process can be seen in the distribution of health information and health services provided by the local village apparatus. In this research location in Kertasari sub-district, Bandung district, the authors found one area that optimizes the role of village midwives in the dissemination of health information for the surrounding community, namely Tarumajaya village. This phenomenon is interesting to study because this condition is not necessarily found in all regions. Therefore, the author wants to explain the use of village midwives in the dissemination of health information for the community in the village of Tarumajaya. This study uses a qualitative approach to the case study method. The author also selected 4 informants who met the research criteria. The data collection techniques used are observation, in-depth interviews, and documentation studies from several literatures that are relevant to the research topic of the author. The results obtained showed that the use of village midwives in the dissemination of health information for the community in Tarumajaya village included: (1) The existence of village midwives in Tarumajaya Polindes as a credible source / communicator and very helpful in the process of distributing health information; (2) There are messages in the form of various health information delivered by village midwives through various health programs in the village; (3) The coordination of village midwives with other health workers in the nearest health center to facilitate the implementation of health programs; (4) Support from village officials in carrying out health programs; (5) Full trust given by the local community, in terms of being a communicant, to the village midwife, thus supporting the smooth process of disseminating existing health information. Keywords: Utilization, Village Midwives, Information, Health, Kertasari District,                         Bandung Regency 
MEMBANGUN KOMUNIKASI DALAM SINERGI PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN BANDUNG Prasanti, Ditha; Fuady, Ikhsan; Indriani, Sri Seti
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v14i1.3033

Abstract

The "one data" policy driven by the government through the Ministry of Health is believed to be able to innovate and give a new face to health services. Of course, the improvement of health services starts from the smallest and lowest layers, namely Polindes. Starting from this policy and the finding of relatively low public health service problems, the authors see a health service in Polindes, which contributes positively to improving the quality of public health services. The health service is the author's view of the communication perspective through the study of Communication in the Synergy of Public Health Services Polindes (Village Maternity Post) in Tarumajaya Village, Kertasari District, Bandung Regency. The method used in this research is a case study. The results of the study revealed that public health services in Polindes are inseparable from the communication process that exists in the village. The verbal communication process includes positive synergy between the communicator and the communicant. In this case, the communicators are village midwives, village officials, namely the village head and his staff, the sub-district health center, and the active role of the village cadres involved. In contrast, the communicant that was targeted was the community in the village of Tarumajaya. This positive synergy results in a marked increase in public services, namely by providing new facilities in the village, RTK (Birth Waiting Home).   Kebijakan ?one data? yang dimotori oleh pemerintah melalui Kementerian kesehatan diyakini mampu membuat inovasi dan memberikan wajah baru terhadap layanan kesehatan. Tentunya, perbaikan layanan kesehatan tersebut dimulai dari lapisan terkecil dan terbawah yakni Polindes. Berawal dari kebijakan tersebut dan masih ditemukannya masalah pelayanan kesehatan publik yang relatif rendah, penulis melihat sebuah layanan kesehatan di Polindes, yang memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Pelayanan kesahatan tersebut penulis lihat dari perpektif komunikasi melaui penelitian Komunikasi dalam Sinergi Pelayanan Kesehatan Publik Polindes (Pos Bersalin Desa) di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung ini dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan publik di Polindes, tidak terlepas dari adanya proses komunikasi yang terjalin di desa tersebut. Proses komunikasi verbal tersebut meliputi sinergitas positif antara pihak komunikator dan komunikan. Dalam hal ini, komunikator tersebut adalah Bidan Desa, Aparat Desa yakni Kepala Desa beserta staffnya, Puskesmas tingkat kecamatan, serta peran aktif dari para kader desa yang terlibat. Sedangkan komunikan yang menjadi target adalah masyarakat di desa Tarumajaya. Sinergitas positif tersebut menghasilkan peningkatan pelayanan publik yang nyata, yaitu dengan adanya penyediaan fasilitas baru di desa, RTK (Rumah Tunggu Kelahiran).
Understanding Multiculturalism in a Family on Whatsapp Group in the Disruption Era Indriani, Sri Seti; Prasanti, Ditha
Jurnal The Messenger Vol 11, No 2 (2019): July-December
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v11i2.1267

Abstract

The family group SW6 used Whatsapp as a social media to bond more within the members. Members of this family were spreadly located in some areas of the country with different backgrounds of culture. This alone created Multiculturalisme in the social media group.This research described the communication experience, the meaning of this family through the members of the group and also their culture inteligence. Method used was an ethnography virtual approach. Result showed that the communication experienced by the members was a national insight experience. The family meaning constructed was a Pancasila Family. The culture intelligence could be seen through their activeness and the information that was spread in the group. In discussing values and norms, some chose to be silent, some chose to ask, and some chose to be critical. Some were silent readers, some commented, some were followers and some dominated.Keywords: Multiculturalisme, Social Media, Family Communication and cultural intelligence.
Tubuh Perempuan Tambang Emas bagi Media Massa Prasanti, Ditha
Observasi Vol 10, No 1 (2012): Citra Perempuan Dalam Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.722 KB)

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam perkembangan industri media tanah air saat ini belum menunjukkan persentase memuaskan. Terlalu bodohkan perempuan? Pertanyaan inilah seharusnya menjadi cambuk bagi kaum perempuan untuk lebih proaktif dalam kancah dunia media di negeri ini. Akibatnya pemberitaan media terhadap perempuan menjadi tidak objektif. Perkembangan media baik itu media cetak atau elektronik, perempuan lebih banyak menjadi bahan berita bagi sebuah media. Terlihat jelas selama ini perempuan hanya dijadikan media iklan komersial untuk pencapaian keuntungan. Tidak hanya sampai disitu, dalam tayangan sinetron pada media TV sering sekali menampilkan peran seorang istri yang selingkuh, ibu yang jahat, seolah mempertegas perempuan memang bertipikal buruk. Padahal jikalau kita mau mencermati, perempuanlah yang menjadi objek penderita. Perempuan hanya dijadikan sebagai tambang emas dan mesin pencetak uang bagi suatu golongan atau institusi dari eksploitasi dirinya.
INTERNALISASI NILAI-NILAI KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KOMUNIKASI KELUARGA ISLAMI DI ERA DIGITAL Prasanti, Ditha; El Karimah, Kismiyati
INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/infsl3.v12i1.195-212

Abstract

Family communication is a communication process experienced by every individual in the life of his family. Every good family will want to provide the best education and care for their children. It even manifests itself based on religious values in the family communication process. Religion is certainly the main foundation, not only in family communication, but in every aspect of human life. In this digital era, every family also has its own way in building religious values that are established through the process of family communication islamic. Therefore, the authors raised this research with the title "Internalization of Religious Values in Shaping Islamic Family Communications in the Digital Era". In this study, the authors use qualitative research method of case study. The data collection techniques used are participatory observation, in-depth interviews, and documentary tracking from various related sources. The result of the research shows that there is an effort to internalize religious values in shaping the Islamic family communication in this digital era which consists of: (1) The role of parent as communicator, very dominant in the pattern of family communication that is Islamic; (2) religious values embedded in Islamic families through the context of verbal and non verbal messages, ranging from education, health, association, and Islamic lifestyle; (3) The existence of social media use Whatsapp Group in spreading the message containing religious values to other family member
KOMUNIKASI TERAPEUTIK TENAGA MEDIS DALAM PEMBERIAN INFORMASI TENTANG OBAT TRADISIONAL BAGI MASYARAKAT Prasanti, Ditha
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 10, No 1 (2017): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v10i1.2624

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dijaga dalam kehidupan manusia. Jika individu mengalami sakit maka individu tersebut akan mencari pengobatan untuk menyembuhkan penyakitnya. Jenis komunikasi inilah yang disebut komunikasi terapeutik. Di era digital ini, peneliti menemukan adanya tenaga medis yang menggunakan obat tradisional untuk masyarakat. Obat tradisional bukanlah hal yang asing lagi bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Obat tradisional juga memiliki kedudukan yang khusus dalam masyarakat, yakni sebagai warisan budaya lokal dalam bidang kesehatan. Pada era ini, obat tradisional pun masih digunakan oleh masyarakat baik sebagai alternatif utama maupun pilihan dalam pengobatan penyakit yang dialaminya. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian tentang komunikasi terapeutik tenaga medis dalam pemberian informasi tentang obat tradisional bagi masyarakat. Disinilah letak keunikan penelitian ini. Tenaga medis yang bekerja dalam dunia kesehatan, tetapi mengakui keampuhan obat tradisional dan mmberikan informasi tersebut kepada masyarakat sebagai media penyembuhan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasusu. Peneliti menggunakan teknik sampling purposive dengan mengambil 3 orang informan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tentang komunikasi terapeutik tenaga medis dalam pemberian informasi tentang obat tradisional bagi masyarakat ini meliputi : fase pra interaksi; fase orientasi; fase kerja komunikasi terapeutik; dan fase terminasi. Metode komunikasi terapeutik yang berlangsung  pun dengan mengutamakan efektivitas hubungan antarpribadi antara tenaga medis dengan masyarakat yang menggunakan obat tradisional tersebut yaitu: mendengarkan; mengulang;dan memberikan saran.
Potret Media Informasi Kesehatan Bagi Masyarakat Urban di Era Digital Prasanti, Ditha
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 19, No 2 (2017): JURNAL IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern ini, setiap individu dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengakses berbagai macam informasi yang dibutuhkan secara online. Hal ini terjadi berkat kecanggihan teknologi yang melahirkan adanya media digital. Informasi kesehatan selalu dibutuhkan karena menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Hal ini tentu tidak terlepas dari beragamnya media informasi kesehatan yang digunakan oleh setiap kalangan masyarakat. Apalagi di era modern ini, ada beragam kemudahan akses informasi yang bisa diperoleh oleh masyarakat urban. Hasil penelitian tentang media informasi kesehatan bagi masyarakat urban di era digital meliputi hal-hal berikut (1) Proses pencarian informasi kesehatan melalui media informasi kesehatan  yang digunakan masyarakat urban ialah media televisi, media online/ situs portal website yang kredibel tentang informasi kesehatan, dan media sosial berupa sharing info dari Whatsapp Group, LINE Group, dan BBM Group. (2) Adapun hambatan yang dirasakan oleh masyarakat urban dalam mengakses media informasi tersebut ialah hambatan psikologis yang berupa rasa khawatir akan informasi kesehatan tersebut bersifat hoax dan adanya hambatan semantik berupa penggunaan bahasa ilmiah atau istilah medis yang tidak mudah dimengerti.
Membangun Ketahanan Informasi Nasional dalam Komunikasi Kesehatan bagi Kalangan Perempuan Urban di Jakarta Prasanti, Ditha; Fitriani, Dinda
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.28184

Abstract

ABSTRACT This article is the result of research conducted by the author with the title "Building National Information Security in Health Communication for Urban Women in Jakarta". This study originated from health problems that become primary needs in daily life, so there was a process of health communication to meet those needs. Not only for individuals, health is also a factor supporting the successful development of national resilience of a country. Reflecting from the saying "in a healthy body, there is a strong soul", the authors see an effort to build the resilience of national information in health communication for urban women in Jakarta. In this digital era, the process of health communication performed by urban women is very interesting to be studied.This research uses qualitative approach with case study method. Data collection techniques used were observation, in-depth interviews, and documentation studies.The result of the research shows that there is an effort to build National Information Security in Health Communication for urban women in Jakarta: (1) Ensuring the existence of credible sources and experts in the health sector; (2) Cognitive filtering of received health messages to avoid hoaxes; (3) Selecting credible media as relevant health communication channels in the health sector; (4) Be active in cross-checking the effects or outcomes of health information messages; (5) Join community movements that care about accurate health information.ABSTRAKArtikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan penulis dengan judul “Membangun Ketahanan Informasi Nasional dalam Komunikasi Kesehatan bagi Kalangan Perempuan Urban di Jakarta”. Penelitian ini berawal dari masalah kesehatan yang menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terjadilah proses komunikasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak hanya bagi individu, kesehatan pun menjadi faktor penunjang keberhasilan pembangunan ketahanan nasional suatu negara. Bercermin dari pepatah “dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat”, penulis melihat adanya upaya membangun ketahanan informasi nasional dalam komunikasi kesehatan bagi kalangan perempuan urban di Jakarta. Di era digital ini, proses komunikasi kesehatan yang dilakukan oleh perempuan urban sangat menarik untuk dikaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah  observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya upaya Membangun Ketahanan Informasi Nasional dalam Komunikasi Kesehatan bagi kalangan perempuan urban di Jakarta ini yaitu: (1) Memastikan adanya sumber yang kredibel dan ahli di bidang kesehatan; (2) Melakukan filterisasi kognitif pada pesan kesehatan yang diterima agar terhindar dari hoax; (3) Memilih media yang kredibel sebagai saluran komunikasi kesehatan yang relevan di bidang kesehatan; (4) Bersikap aktif dalam melakukan cross check efek atau hasil dari pesan informasi kesehatan; (5) Bergabung dengan gerakan komunitas yang peduli kepada informasi kesehatan yang akurat.