sigit prasojo
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD prasojo, sigit
KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Vol 1, No 4 (2013): KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN
Publisher : KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.521 KB)

Abstract

Abstract: Purpose Methodics Role Playing in Increasing IPS'S Learning Student brazes v SD. This research intent: describing learning process, IPS'S learning step-up. Executed research in three cycles. Subjek is this research is all student braze v SD Country 1 Mrentul that total 18 students. Data source comes from to learn and student. Data collecting tech utilizes observation, interview, essay, and documentation. Data validity utilize triangulation tech methodics and source. Analisis is data that utilized by analisis kualitatif and quantitative. Its result points out that Purpose Methodics Role Playing ,  can increase process and IPS'S studying result at brazes V. Keywords: Role Playing, Learning, Social Studies   Abstrak: Penggunaan Metode Role Playing dalam Peningkatan Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SD. Penelitian ini bertujuan: mendeskripsikan proses pembelajaran, peningkatan pembelajaran IPS. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Mrentul yang berjumlah 18 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode dan sumber. Analisis data yang digunakan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa Penggunaan Metode Role Playing, dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPS di kelas V.   Kata Kunci: Role Playing, Pembelajaran, IPS.
Kecemasan Ibu Mengenai Perilaku Seksual di Pekalongan Setiyani, Fira Atika; Zuhana, Nina; Prasojo, Sigit
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK) Vol 7, No 1 (2015): ILMU KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Segala perubahan yang dialami remaja baik secara fisik maupun psikis, membuat remaja lebih senang berada dekat dengan teman-teman sebayanya dan cenderung menjauh dari orangtua, sehingga terkadang remaja bertindak sesuai dengan apa yang remaja inginkan berdasarkan lingkungan pergaulannya. Tentu saja hal tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada orangtua. Orangtua yang memiliki anak usia remaja tentu saja akan sering merasa cemas, karena mereka takut dan khawatir bila anak mereka mengalami hal-hal yang buruk ketika berada di luar jangkauannya. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tingkat kecemasan ibu yang mempunyai anak remaja mengenai perilaku seksual remaja di desa Kalipancur Kecamatan Bojong tahun 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki remaja yaitu 720 keluarga pada tahun 2014. Sampel yang digunakan sebanyak 128 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (52,4%) ibu yang memiliki remaja mengalami kecemasan sedang mengenai perilaku seksual remaja. Oleh karena itu diharapkan kepada pemerintah untuk dapat bekerjasama dengan kader dan tenaga kesehatan guna mengaktifkan program Bina Keluarga Remaja (BKR) sebagai sumber dalam memberikan informasi mengenai perilaku seksual remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci                  : Kecemasan, Perilaku Seksual Remaja
Motivasi Ibu Hamil Untuk Melakukan Pemeriksaan Kehamilan Prasojo, Sigit; Fadilah, Umi; Sulaiman, Muhammad
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 8, No 2 (2015): JURNAL ILMIAH KESEHATAN
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Motif atau motivasi berasal dari kata latin moreve yang berarti dorongan dari dalam diri manusia untuk bertindak atau berperilaku. Pemeriksaan kehamilan adalah pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil secara berkala untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Perawatan  antenatal meliputi koreksi terhadap gangguan dan intervensi dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian Desain penelitian ini menggunakan descriptive cross-sectional study yaitu penelitian yang dilakukan secara cross-sectional (satu titik waktu tertentu) pada populasi atau penelitian pada sampel yang merupakan bagian dari populasi dengan jumlah sample 93 responden dan menggunakan teknik sampel jenuh. Pada hasil penelitian ini adalah sebagian besar ibu hamil yang memperoleh motivasi tinggi untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 53% responden dan sebagian kecil ibu hamil yang memperoleh motivasi rendah untuk melakukan pemeriksaan kehamilan 47% responden. Kata Kunci : Motivasi Ibu Hamil, Pemeriksaan Kehamilan Motivation Of  Pregnant Women For Antenatal Care Abstract. Motive or motivation comes from the Latin word meaning moreve impetus from within human beings to act or behave. Prenatal care is care given to pregnant women on a regular basis to maintain the health of the mother and fetus. Antenatal care includes the correction of disorders and basic interventions. The aim of this study is to describe the motivation of pregnant women for antenatal care at the health center Wiradesa UPT Work Area Pekalongan. This research is a descriptive study design using cross-sectional study is research done by cross-sectional (one point in time) on the population or on a sample study, which is part of the population with the number of respondents and 93 samples using sampling techniques saturated. On the results of this study are mostly pregnant women who obtain high motivation to perform prenatal care as much as 53% of respondents and a small percentage of pregnant women who earn low motivation for antenatal 47% of respondents. Keywords : Pregnancy Motivation, Examination  Pregnancy.
Kecemasan Ibu Mengenai Perilaku Seksual di Pekalongan Zuhana, Nina; Prasojo, Sigit; Setiyani, Fira Atika
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 7, No 1 (2015): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Segala perubahan yang dialami remaja baik secara fisik maupun psikis, membuat remaja lebih senang berada dekat dengan teman-teman sebayanya dan cenderung menjauh dari orangtua, sehingga terkadang remaja bertindak sesuai dengan apa yang remaja inginkan berdasarkan lingkungan pergaulannya. Tentu saja hal tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada orangtua. Orangtua yang memiliki anak usia remaja tentu saja akan sering merasa cemas, karena mereka takut dan khawatir bila anak mereka mengalami hal-hal yang buruk ketika berada di luar jangkauannya. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tingkat kecemasan ibu yang mempunyai anak remaja mengenai perilaku seksual remaja di desa Kalipancur Kecamatan Bojong tahun 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki remaja yaitu 720 keluarga pada tahun 2014. Sampel yang digunakan sebanyak 128 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (52,4%) ibu yang memiliki remaja mengalami kecemasan sedang mengenai perilaku seksual remaja. Oleh karena itu diharapkan kepada pemerintah untuk dapat bekerjasama dengan kader dan tenaga kesehatan guna mengaktifkan program Bina Keluarga Remaja (BKR) sebagai sumber dalam memberikan informasi mengenai perilaku seksual remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci                  : Kecemasan, Perilaku Seksual Remaja Mother Anxiety Regarding Sexual Behavior In Pekalongan Abstract: Any changes experienced by teenagers, both physically and psychologically, making teens more happy to be close to their peers and tend to stay away from the parents, so that teens sometimes act in accordance with what teens want based on her social environment. Of course it can cause anxiety to parents. Parents who have a teenage son of course will often feel anxious, because they are afraid and worried if their children experienced bad things when they are outside its scope. The research objective is to obtain a picture of anxiety level of mothers with teenage children about sexual behavior of teenagers in the village of the District Kalipancur Bojong 2015. The study design used is descriptive. The population in this study are all mothers who have teenagers that 720 families in 2014. The samples are 128 respondents. Collecting data using questionnaires. The result showed the majority (52.4%) mothers of adolescent anxiety was about the sexual behavior of teenagers. Therefore, it is expected the government to be able to cooperate with the cadres and health workers in order to enable the Adolescent Family Development Program (BKR) as a resource in providing information on adolescent sexual behavior associated with adolescent reproductive health. Keywords: Anxiety, Adolescent Sexual Behavior
Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Tingkat Kecemasan Wanita Premenopause dalam Menghadapi Sindrom Menopause Zuhana, Nina; Prasojo, Sigit; Badariyah, Badariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 9, No 1 (2016): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Menopause merupakan suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, yang ditandai dengan berhentinya haid atau menstruasi. Wanita menopause membutuhkan dukungan untuk menghadapi perasaan cemas dan stress akibat dari perubahan – perubahan yang dialaminya. Tenaga Kesehatan dapat memberikan dukungan pencegahan dan education, usaha dan kerja untuk menahan kondisi – kondisi stress akan lebih efektif dan dihargai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan tingkat kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi sindrom menopause. Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 27 Mei sampai 7 Juni 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dan menggunakan desain penelitian cross sectional, subyek penelitiannya adalah wanita yang belum menopause yang bertempat tinggal di Kelurahan Kedungwuni Timur yaitu sebanyak 176 orang dengan tekhnik clutser sample. Analisa data menggunakan uji chi square didapatkan ρ value = 0.001 jadi kesimpulannya : ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan tingkat kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi sindrom. Kata kunci: Dukungan Tenaga Kesehatan, tingkat Kecemasan, Wanita Premenopause.   Health Personnel Support Relationship with Anxiety Levels in Premenopausal Women Facing Menopause Syndrome Abstract: Menopause is a transition period in a womans life, which is characterized by the cessation of menstruation or menstruation. Menopausal women need support to deal with feelings of anxiety and stress as a result of the changes - changes that happened. Health personnel can provide support prevention and education, business and labor to hold the condition - stress condition will be more effective and dihargai.Penelitian aims to determine the relationship between the support of health workers with the anxiety levels in premenopausal women facing menopause syndrome. The study took place from May 27 to June 7, 2015. This type of research is descriptive correlative and using cross sectional design of the study, subjects of the study was premenopausal women who reside in the Village of East Kedungwuni as many as 176 people with techniques clutser sample. Data were analyzed using chi square test obtained value ρ = 0.001 so the conclusion: there is a relationship between support health workers with the level of anxiety in the face syndrome premenopausal women. Keywords: Support Health Workers, the level of anxiety, Premenopausal Women.
Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Tingkat Kecemasan Wanita Premenopause dalam Menghadapi Sindrom Menopause Zuhana, Nina; Prasojo, Sigit; Badariyah, Badariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 9, No 1 (2016): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Menopause merupakan suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, yang ditandai dengan berhentinya haid atau menstruasi. Wanita menopause membutuhkan dukungan untuk menghadapi perasaan cemas dan stress akibat dari perubahan – perubahan yang dialaminya. Tenaga Kesehatan dapat memberikan dukungan pencegahan dan education, usaha dan kerja untuk menahan kondisi – kondisi stress akan lebih efektif dan dihargai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan tingkat kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi sindrom menopause. Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 27 Mei sampai 7 Juni 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dan menggunakan desain penelitian cross sectional, subyek penelitiannya adalah wanita yang belum menopause yang bertempat tinggal di Kelurahan Kedungwuni Timur yaitu sebanyak 176 orang dengan tekhnik clutser sample. Analisa data menggunakan uji chi square didapatkan ρ value = 0.001 jadi kesimpulannya : ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan tingkat kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi sindrom. Kata kunci: Dukungan Tenaga Kesehatan, tingkat Kecemasan, Wanita Premenopause.   Health Personnel Support Relationship with Anxiety Levels in Premenopausal Women Facing Menopause Syndrome Abstract: Menopause is a transition period in a woman's life, which is characterized by the cessation of menstruation or menstruation. Menopausal women need support to deal with feelings of anxiety and stress as a result of the changes - changes that happened. Health personnel can provide support prevention and education, business and labor to hold the condition - stress condition will be more effective and dihargai.Penelitian aims to determine the relationship between the support of health workers with the anxiety levels in premenopausal women facing menopause syndrome. The study took place from May 27 to June 7, 2015. This type of research is descriptive correlative and using cross sectional design of the study, subjects of the study was premenopausal women who reside in the Village of East Kedungwuni as many as 176 people with techniques clutser sample. Data were analyzed using chi square test obtained value ρ = 0.001 so the conclusion: there is a relationship between support health workers with the level of anxiety in the face syndrome premenopausal women. Keywords: Support Health Workers, the level of anxiety, Premenopausal Women.
Motivasi Ibu Hamil Untuk Melakukan Pemeriksaan Kehamilan Prasojo, Sigit; Fadilah, Umi; Sulaiman, Muhammad
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 8, No 2 (2015): JURNAL ILMIAH KESEHATAN
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.283 KB)

Abstract

Abstrak.Motif atau motivasi berasal dari kata latin moreve yang berarti dorongan dari dalam diri manusia untuk bertindak atau berperilaku. Pemeriksaan kehamilan adalah pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil secara berkala untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Perawatan  antenatal meliputi koreksi terhadap gangguan dan intervensi dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian Desain penelitian ini menggunakan descriptive cross-sectional study yaitu penelitian yang dilakukan secara cross-sectional (satu titik waktu tertentu) pada populasi atau penelitian pada sampel yang merupakan bagian dari populasi dengan jumlah sample 93 responden dan menggunakan teknik sampel jenuh. Pada hasil penelitian ini adalah sebagian besar ibu hamil yang memperoleh motivasi tinggi untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 53% responden dan sebagian kecil ibu hamil yang memperoleh motivasi rendah untuk melakukan pemeriksaan kehamilan 47% responden. Kata Kunci : Motivasi Ibu Hamil, Pemeriksaan Kehamilan Motivation Of  Pregnant Women For Antenatal Care Abstract. Motive or motivation comes from the Latin word meaning moreve impetus from within human beings to act or behave. Prenatal care is care given to pregnant women on a regular basis to maintain the health of the mother and fetus. Antenatal care includes the correction of disorders and basic interventions. The aim of this study is to describe the motivation of pregnant women for antenatal care at the health center Wiradesa UPT Work Area Pekalongan. This research is a descriptive study design using cross-sectional study is research done by cross-sectional (one point in time) on the population or on a sample study, which is part of the population with the number of respondents and 93 samples using sampling techniques saturated. On the results of this study are mostly pregnant women who obtain high motivation to perform prenatal care as much as 53% of respondents and a small percentage of pregnant women who earn low motivation for antenatal 47% of respondents. Keywords : Pregnancy Motivation, Examination  Pregnancy.
Kecemasan Ibu Mengenai Perilaku Seksual di Pekalongan Zuhana, Nina; Prasojo, Sigit; Setiyani, Fira Atika
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol 7, No 1 (2015): Jurnal ILMIAH KESEHATAN (JIK)
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.041 KB)

Abstract

Abstrak: Segala perubahan yang dialami remaja baik secara fisik maupun psikis, membuat remaja lebih senang berada dekat dengan teman-teman sebayanya dan cenderung menjauh dari orangtua, sehingga terkadang remaja bertindak sesuai dengan apa yang remaja inginkan berdasarkan lingkungan pergaulannya. Tentu saja hal tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada orangtua. Orangtua yang memiliki anak usia remaja tentu saja akan sering merasa cemas, karena mereka takut dan khawatir bila anak mereka mengalami hal-hal yang buruk ketika berada di luar jangkauannya. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tingkat kecemasan ibu yang mempunyai anak remaja mengenai perilaku seksual remaja di desa Kalipancur Kecamatan Bojong tahun 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki remaja yaitu 720 keluarga pada tahun 2014. Sampel yang digunakan sebanyak 128 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (52,4%) ibu yang memiliki remaja mengalami kecemasan sedang mengenai perilaku seksual remaja. Oleh karena itu diharapkan kepada pemerintah untuk dapat bekerjasama dengan kader dan tenaga kesehatan guna mengaktifkan program Bina Keluarga Remaja (BKR) sebagai sumber dalam memberikan informasi mengenai perilaku seksual remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci                  : Kecemasan, Perilaku Seksual Remaja Mother Anxiety Regarding Sexual Behavior In Pekalongan Abstract: Any changes experienced by teenagers, both physically and psychologically, making teens more happy to be close to their peers and tend to stay away from the parents, so that teens sometimes act in accordance with what teens want based on her social environment. Of course it can cause anxiety to parents. Parents who have a teenage son of course will often feel anxious, because they are afraid and worried if their children experienced bad things when they are outside its scope. The research objective is to obtain a picture of anxiety level of mothers with teenage children about sexual behavior of teenagers in the village of the District Kalipancur Bojong 2015. The study design used is descriptive. The population in this study are all mothers who have teenagers that 720 families in 2014. The samples are 128 respondents. Collecting data using questionnaires. The result showed the majority (52.4%) mothers of adolescent anxiety was about the sexual behavior of teenagers. Therefore, it is expected the government to be able to cooperate with the cadres and health workers in order to enable the Adolescent Family Development Program (BKR) as a resource in providing information on adolescent sexual behavior associated with adolescent reproductive health. Keywords: Anxiety, Adolescent Sexual Behavior