Ibnu Pratikto
Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang

Published : 38 Documents
Articles

Found 38 Documents
Search

STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI TELUK BANTEN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTITEMPORAL Kusumastuti, Erni; Pratikto, Ibnu; Subardjo, Petrus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.715 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11424

Abstract

Garis pantai adalah garis yang dibentuk oleh perpotongan antara air laut dengan daratan pantai. Perubahan garis pantai dapat terjadi akibat fenomena akresi dan abrasi pantai. Akresi pantai adalah kondisi semakin majunya pantai karena penambahan material dan proses marin, sedangkan abrasi pantai adalah kerusakan pantai yang mengakibatkan semakin mundurnya pantai karena kegiatan air laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2013 di Teluk Banten Kabupaten Serang untuk mengetahui perubahan garis pantai di Teluk Banten, Kabupaten Serang, Propinsi Banten dari tahun 1999 sampai tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis data menggunakan análisis multitemporal menggunakan citra satelit Landsat (sensor ETM+ 7 tahun 1999, 2007 dan OLI 8 tahun 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai Teluk Banten selama tahun 1999 sampai dengan 2007 mengalami abrasi seluas 64,63 ha dan akresi seluas 248,06 ha. Sedangkan pada tahun 2007 sampai dengan 2013 mengalami abrasi seluas 297,76 ha dan akresi seluas 31,26 ha. Tingkat kerusakan pantai di Teluk Banten lebih tinggi di daerah pantai bagian timur daripada daerah pantai bagian barat
KAJIAN KELAYAKAN FISIK PANTAI SERIBU RANTING JEPARA SEBAGAI KAWASAN WISATA PANTAI Novitasari, Dyah Pitaloka; Pratikto, Ibnu; Suryono, Chrisna Adhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.517 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i1.24328

Abstract

Pantai Seribu Ranting terletak di Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Seribu Ranting memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan untuk kegiatan pariwisata. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kelayakan fisik Pantai Seribu Ranting sebagai kawasan wisata pantai di Kabupaten Jepara dengan mengkaji parameter fisik pantai dan analisis SWOT. Penelitian ini bermanfaat mengetahui kelayakan kawasan wisata Pantai Seribu Ranting sebagai kawasan wisata pantai. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018 dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Seribu Ranting sesuai untuk kegiatan wisata pantai karena hasil pengukuran di stasiun 1, stasiun 2, dan stasiun 3 menunjukkan nilai IKW diatas 80%. Nilai IKW yang diperoleh tergolong dalam tingkat kesesuaian S1, walaupun terdapat beberapa parameter yang kurang mendukung seperti perairan yang terlalu keruh. Akan tetapi hal itu dapat disiasati dengan menonjolkan kelebihannya seperti pasir putih, pantai yang landai, dan tidak adanya biota berbahaya. Analisis SWOT di Pantai Seribu Ranting menghasilkan tiga prioritas utama, yaitu: Memanfaatkan kondisi alam yang ada untuk menambah daya tarik wisata, membuat atraksi eduwisata tambak garam, dan membuat arena olahraga pantai. Seribu Ranting Beach is located in Panggung Village, Kedung Subdistrict, Jepara, Central Java. Seribu Ranting Beach have natural potential that can be developed for ecotourism. The purpose of this research is to evaluate the physical advisability of Seribu Ranting Beach as a beach tourism area in Jepara by studying the physical parameters of the beach and SWOT analysis. The advantage of this research is to know the advisability of ecotourism in Seribu Ranting Beach as beach tourism. The research has been carried out in December 2018 with a purposive sampling method. The results showed that Seribu Ranting Beach is suitable for beach tourism activities because the measurement results at station 1, 2, and 3 showed that IKW values are above 80%. The IKW values that have been obtained are classified as a level of S1 suitability, although there are some parameters that are less supportive like turbid water and a lot of garbage. However, this can be dealt by highlighting its advantages such as white sand, sloping beaches, and the absence of dangerous biota. The SWOT analysis on Seribu Ranting Beach produced three main priorities, namely: utilizing existing natural conditions to increase tourist attraction, making edutourism attractions of salt ponds, and creating a beach sports arena.
ANALISIS DAYA DUKUNG KUALITAS AIR UNTUK KESESUAIAN WISATA DI PANTAI KARANG JAHE, REMBANG Kurniawati, Fitri; Pratikto, Ibnu; Widianingsih, Widianingsih
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.541 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i4.24926

Abstract

Pantai Karang Jahe merupakan salah satu destinasi wisata baru yang mulai  menjadi tujuan wisata  di Jawa Tengah. Sebagai tempat wisata  baru, Pantai Karang Jahe memerlukan pengembangan dalam upaya menarik wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian dan daya dukung wisata  serta  mengkaji potensi daya tarik wisata Pantai Karang Jahe, Rembang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2019. Penelitian menggunakan metode survei dan penentuan lokasi dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling,. Pada Penelitian ini dilakukan analisa Indek Kesesuaian Wisata (IKW)  dan analisa Daya Dukung Kawasan (DKK).  analisis data kesesuaian kawasan menggunakan rumus IKW= [ Ni / Nmaks] x 100 % dan analisis daya dukung kawasan Bertdasarkan pengamatan diperoleh hasil bahwa nilai IKW untuk rekreasi pantai pada stasiun 1, 2 dan 3 tergolong sangat sesuai (S1) dengan nilai 88,88%; 91,94%; 84,72%.  Nilai Daya Dukung Kawasan (DDK) yaitu kegiatan rekreasi pantai dengan luas 1200 m2 sebesar 96 orang/ hari, kegiatan berenang dengan luas 1100 m2 dapat menampung 88 orang/ hari, dan kegiatan bermain dengan luas 1000 m2 dapat menampung 80 orang/ hari. Berdasarkan hasil  analisa IKW dan DDK dapat disimpulkan bahwa  Pantai Karang Jahe sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai. Karang Jahe Beach is one of the new tourist destinations that is starting to become a tourist destination in Central Java. As a new tourist spot, Karang Jahe Beach requires development in an effort to attract tourists to visit. This study aims to examine the suitability and carrying capacity of tourism and examine the potential of the tourist attraction of Karang Jahe Beach, Rembang, Central Java. The study was conducted in January-February 2019. The study used a survey method and the location was chosen using the purposive sampling method. In this study an analysis of the Tourism Suitability Index (IKW) and the Regional Carrying Capacity (DKK) analysis were conducted. Based on observations, the results show that the IKW value for beach recreation at stations 1, 2 and 3 is classified as very suitable (S1) with a value of 88.88%; 91.94%; 84.72%. The carrying capacity of the Region (DDK) is beach recreation activities with an area of 1200 m2 totaling 96 people / day, swimming activities with an area of 1100 m2 can accommodate 88 people / day, and play activities with an area of 1000 m2 can accommodate 80 people / day. Based on the results of IKW and DDK analysis, it can be concluded that Karang Ginger Beach is very suitable for beach tourism activities. 
STUDI KESESUAIAN PERAIRAN PANTAI TANJUNG SETIA SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI KABUPATEN LAMPUNG BARAT PROVINSI LAMPUNG Aziz, Zulkifli; Subardjo, Petrus; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.719 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2029

Abstract

Faithful Cape Coast is one of Lampung destinations featured attraction and a tourist attraction in West Lampung regency which has considerable potential as a marine tourism area. This study aims to identify and assess physical potential of Cape Coast Faithful as marine tourism area. This study aims to identify and assess physical potential of Cape Coast Faithful as marine tourism area. The results of the study showed that the physical condition of the waters of Cape Coast Faithful potential as marine tourism area, with some activity that is surfing (Surfing), diving (Diving), and fishing (Fishing). Based on the IKW for surfing activities (Surfing) into the category of class S1 (very suitable) with IKW value by 80%, whereas for diving (Diving) and fishing (Fishing) in the category S2 (quite appropriate) with each IKW value of 70% for diving (Diving), and 64% for fishing activities (fishing).
KAJIAN STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DI KAWASAN PESISIR DESA PASAR BANGGI, KABUPATEN REMBANG Saputro, Irawan; Pribadi, Rudhi; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.468 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i4.3690

Abstract

The condition of an ecosystem mangrove in the Pasar Banggi appertain one of the best in northern coast in central java. Management mangrove ecosystem there begin since the 1960s with conduct rehabilitation especially independently by the community. This condition, is perceived as a good condition and could be a good example to be applied in other areas. The purpose of this study is to know about the structure and composition of mangrove vegetation in Coastal Pasar Banggi Village, Rembang District. Vegetation data taking based on purposive sampling method and every transect made sampling plot. Each tree (plot 10 m x 10 m) and sapling (subplot 5 m x 5 m) identified and measured on diameter at breast height (± 1.3 m). Seedling calculated the amount of each species and the percentage of cover on subplot 1 m x 1 m. The result of research in Pasar Banggi Village was found 11 mangrove species. Generally, tree mangrove in Pasar Banggi Village have the range of density 100 ind/ha ? 2533 ind/ha which dominated by Rhizophora mucronata. The Index of diversity (H?) and Eveness (J?) of mangrove vegetation in Coastal Pasar Banggi Village, Rembang District, were in low category.
TINJAUAN PARAMETER FISIK PANTAI MANGKANG KULON UNTUK KESESUAIAN PARIWISATA PANTAI DI KOTA SEMARANG Yustishar, Maulana; Pratikto, Ibnu; Koesoemadji, Koesoemadji
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.623 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2012

Abstract

Mangkang Kulon Coast has the potential to be developed to provide benefits to community. This research aimed to overview physic parameter for coastal tourism of Mangkang Kulon Coast, Mangkang Village, Tugu Distric, Semarang Regency. There are 2 beach of sampling, primary sampling on May-June 2009 and field sampling on February-March 2010. Field sampling includes measurements physic parameters and supported by secondary data. This research used descriptive and purposive sampling method. The results showed that the Coast Mangkang Kulon have the potential and suitability as a coastal tourism. The results of measurements in station I, II and III almost similar, it shows of water depth is ± 2.5 meters (< 5 meter maximum value of depth), slope coast about 3-6° so very easy to do tourism activity and oceanography aspect including waves, tides and currents available and support the marine tourism. Although there are several unfavorable parameters such as such turbidity, narrow coast, varies sands size and sand color. However, need strategy to show the better display its advantages such as convenience factor, supporting facilities to cover the shortage. In addition, the presence of mangrove can be an interesting icon visitor's attention so that the government is expected to wisely choose the concept of tourism development on the coast is the most appropriate.
STUDI POTENSI PULAU PISANG BAGIAN UTARA UNTUK PERENCANAAN KAWASAN WISATA PANTAI, KABUPATEN LAMPUNG BARAT, PROVINSI LAMPUNG Sitompul, Putra Charisma Chryssa; Subardjo, Petrus; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.594 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3142

Abstract

Faithful Cape Coast is one of Lampung destinations featured attraction and a tourist attraction in West Lampung regency which has considerable potential as a marine tourism area. This study aims to identify and assess physical potential of Pisang Island as coastal tourism area. The research was conducted in July-August 2011, this is because the month is a transitional season, when the season started, many people were coming to Pisang Island. The method used in this study is descriptive exploratory method. The analysis used in this study is the analysis of the suitability of tourism, namely by comparing the characteristics and quality of land to the land use requirements for specific tourism activities. The results of the study showed that the physical condition of the waters of North Pisang Island potential as marine tourism area, with some activity that is Coastal walk, Sun Bathing, and fishing. Based on the IKW for Coastal Walk into the category of class S1 (highly suitable) with IKW value by 93%, whereas for Sun Bathing in the category S1 (highly suitable) with IKW value by 94% and for Fishing in category S2 (Quite suitable) with IKW value by 70%.
KARAKTERISTIK LAHAN TERHADAP KERENTANAN PESISIR PANTAI KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Huda, Abiyani Choirul; Pratikto, Ibnu; Pribadi, Rudhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.012 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i3.25268

Abstract

Kerentanan pantai adalah kondisi yang menggambarkan keadaan mudah terkena dari suatu sistem alami serta keadaan sosial pantai. Kerentanan pantai yang diakibatkan erosi merupakan ancaman yang dapat menimbulkan kerugian yang besar bila tidak ditangani dengan tepat. Perlu dilakukan sebuah upaya mitigasi bencana erosi pantai berupa tahap awal dengan penilaian indeks kerentanan pantai. Upaya mitigasi bencana dapat dimulai dengan membuat pemetaan indeks kerentanan pantai yang berdasarkan penilaian lima variabel, yaitu:  geomorfologi pantai, tipologi pantai, kemiringan pantai, vegetasi mangrove, dan penggunaan lahan pesisir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spasial yang digunakan untuk menyusun peta tingkat kerentanan pantai yang diawali dengan input data ataupun peta berdasarkan pada variable yang ditentukan, dilanjutkan dengan metode kuantitatif yang digunakan untuk menganalisa data yang tersaji dalam bentuk angka dengan menggunakan sistem skoring, dilanjutkan dengan metode deskriptif yang digunakan dalam mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bula Mei-Agustus 2017, lokasi penelitian berada di kawasan pesisir pantai Kabupaten Rembang pada 6 Kecamatan Pesisir dan 40 desa. Hasil dari penelitian ini berdasarkan penilaian Indeks Kerentanan Pantai di Kabupaten Rembang didapatkan tingkat kerentanan sangat tinggi (400-450) berada di Kecamatan Kaliori, kerentanan tinggi (360-400) berada di Kecamatan Sarang, Kragan, dan Lasem, kerentanan sedang (290-360) berada di Kecamatan Sluke, dan kerentanan rendah (240-290) berada di Kecamatan Rembang. Dari lima variabel, yang sangat berpengaruh terhadap kerentanan bencana erosi pantai adalah tipologi pantai. Coastal vulnerability is a condition which describes the State of a system of easily affected by natural and social circumstances of the beach.Coastal vulnerability arising from erosion is a threat that can cause great harm if not handled appropriately.Need a coastal erosion hazard mitigation efforts in the form of an early stage with an assessment of the vulnerability index beach.Disaster mitigation efforts can be initiated by creating a mapping coastal vulnerability index based on the assessment of the five variables, namely: coastal geomorphology, typology, the slope of the Beach Coast, mangrove vegetation, and land use. The methods used in this research are spatial methods used to draw up a map of the level of vulnerability of beach, begins with the input data or map based on variable is specified, followed by a quantitative method used to analyze the data that is presented in the form of numbers by using the scoring system, followed by a descriptive method used in describing a number of variables related to the research.This research was conducted in  May-August 2017, the location of the research lies in the coast of Rembang in 6 sub-districts and 40 villager. The results of this research are based on the assessment of the vulnerability index Beach in Rembang in the level of very high vulnerability (400-450) is located in district kaliori, high vulnerability (360-400) is located in the subdistrict of Sarang, Kragan and Lasem, medium vulnerability (290-360) is located in district of Sluke, and low vulnerability (240-290) located in the subdistrict of Rembang. From the fifth of these variables, a very influential towards the erosion of coastal disaster vulnerability is the beach typology.
PEMETAAN KERENTANAN BENCANA TSUNAMI DI PESISIR KECAMATAN KRETEK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI, KABUPATEN BANTUL DIY Sinambela, Chandra; Pratikto, Ibnu; Subardjo, Petrus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.531 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.8362

Abstract

Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang senantiasa mengancam penduduk yang tinggal di daerah pesisir. Pesisir Kecamatan Kretek merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rentan terhadap tsunami. Bahaya tsunami ini akan diperburuk dengan keadaan pesisir Kecamatan Kretek yang memiliki tingkat kepadatan penduduk, kepadatan pemukiman, aktivitas pemerintahan dan aktivitas perekonomian yang cukup tinggi. Berdasarkan pada hal tersebut, maka perlu diketahui tingkat kerentanan tsunami agar dapat dimanfaatkan sebagai masukan data dalam upaya mitigasi untuk penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang berbasiskan  tingkat resiko tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun peta kerentanan wilayah terhadap tsunami di pesisir Kecamatan Kretek. Penelitian ini dilaksanakan pada 17 Desember 2013 sampai dengan 17 April 2014. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain pengumpulan data baik itu data primer maupun sekunder, pengolahan data parameter-parameter yang mewakili tiap variabel kerentanan, pemberian bobot dan skor tiap variabel kerentanan, pengolahan data kerentanan wilayah terhadap tsunami untuk mendapatkan peta kerentanan wilayah terhadap tsunami dan survei lapangan.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA PANTAI DI TELUK LOMBOK KABUPATEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR Hendyanto, Rendha; Suryono, Chrisna Adhi; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.117 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5992

Abstract

Pantai Teluk Lombok merupakan salah satu pantai yang terdapat di Kabupaten Kutai Timur tepatnya di Kota Sangatta. Pantai Teluk Lombok dengan segala kondisinya diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu obyek wisata pantai yang dapat diandalkan dalam meningkatkan pendapatan baik bagi pemerintah Kabupaten maupun masyarakat disekitar Teluk Lombok. Namun, dalam melakukan upaya pengembangan wisata pantai di Teluk Lombok perlu adanya identifikasi dan pendekatan permasalahan terlebih dulu. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan studi mengenai tingkat kesesuaian wisata pantai di Teluk Lombok. Penelitian dilakukan dengan survei lapangan (pengumpulan data primer dan data sekunder) selama 14 hari pada bulan Desember 2012, yang terbagi dalam tiga titik lokasi sampling. Pengumpulan data primer terdiri dari data parameter kesesuaian wisata pantai, seperti tipe pantai, lebar pantai, kemiringan pantai, kecerahan pantai, kecepatan arus, kedalaman perairan, substrat dasar perairan, penutupan lahan pantai, keberadaan biota berbahaya dan ketersediaan air tawar. Metode yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian adalah metode deskriptif dengan bantuan analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW). Berdasarkan hasil yang didapat dari perhitungan Indeks Kesesuaian Wisata untuk kegiatan wisata pantai yaitu pada stasiun I 91%, stasiun II 85,4%, stasiun III 91%. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Pantai Teluk Lombok tergolong dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk kegiatan wisata pantai.