Articles

Found 10 Documents
Search

Profil Unsur Tanah Jarang Granitoid Klabat di Pulau Bangka dengan Analisis Aktivasi Neutron Widana, Kurnia Setiawan; Priadi, Bambang; Handayani, Yustina Tri
EKSPLORIUM Vol 35, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1487.264 KB)

Abstract

Analisis Aktivasi Neutron (AAN) merupakan teknik analisis geokimia maju dengan kelebihan nondestruktif, multi unsur. AAN yang diaplikasikan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif pada granitoid Klabat yang tersebar sebagai penyusun geologi Pulau Bangka. Sejumlah 27 sampel dianalisis bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur tanah jarang, selanjutnya diharapkan dapat diaplikasikan dalam  petrotektonik Granit Klabat. Unsur tanah jarang yang dianalisis adalah La, Ce, Nd, Sm, Eu, Gd, Tb, Yb dan Lu. Seluruh sampel di iradiasi di Pusat Reaktor Serba Guna “Siwabessy”, BATAN-Serpong, kemudian dicacah dengan detektor High Purity Germanium (HPGe) untuk analisis kualitatif dan kuantitatif menyesuaikan waktu paruh dan unsur yang akan diketahui. Analisis kuantitatifnya dengan metode perbandingan menggunakan Standar Reference Material (SRM) no 2710a dan 2711a yang dipublikasikan oleh National Institute of Standard & Technology (NIST). Hasil yang diperoleh adalah pola diagram laba-laba yang telah dinormalisasi chondrite dengan karakter pengkayaan La-Sm sebagai unsur tanah jarang bersifat ringan dan sedikit penurunan Eu-Lu yang termasuk unsur tanah jarang berat, identik untuk batuan pluton yang terbentuk pada tektonik busur kerak benua. Neutron Activation Analysis (NAA) is a powerful geochemical analysis with advantages which are nondestructive and involves multi-elements. NAA technique applied for qualitative and quantitative analyses on Klabat granitic rocks that distributes and compose the geology of Bangka Island. There are 27 samples analyzed which aims to determine the content of rare earth elements, which will be applied in petrotectonic of Klabat granitoid. Rare Earth Elements (REE) which analyzed, namely La, Ce, Nd, Sm, E, Gd, Tb, Yb, and Lu. All of the samples irradiated in the Centre of Multipurpose Reactor "Siwabessy", BATAN - Serpong and subsequently counted with High Purity Germanium detector (HPGe) considering half-life and elements contents that will be concerned both qualitative and quantitative analysis. The comparative quantitative analysis method conducted using Standard Reference Material (SRM) 2710a and 2711a that published by the National Institute of Standards & Technology  (NIST). The result are the pattern of spider diagram with the chondrite normalized and showing the enrichment of La-Sm as light REE (LREE)  and Eu-Lu slight decreasing as heavy REE (HREE), as identify of plutonic rocks thar formed in the continental arc.
KARAKTERISTIK UNSUR JEJAK DALAM DISKRIMINASI MAGMATISME GRANITOID PULAU BANGKA Widana, Kurnia Setiawan; Priadi, Bambang
Eksplorium Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Vol 36, No 1 (2015): Vol 35, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.019 KB)

Abstract

Geologi Pulau Bangka disusun oleh variasi granit sebagai Granitoid Klabat yang tersebar di berbagai lokasi. Unsur jejak dapat diaplikasikan dalam diskriminasi magmatisme dalam pembentukan granitoid tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik granitoid yang tersebar di Pulau Bangka berdasarkan geokimia unsur jejak untuk diaplikasikan dalam mempelajari magmatisme, sumber dan situasi tektoniknya. Metode analisis geokimia yang diaplikasikan dengan menggunakan Analisis Aktivasi Neutron (AAN) dan portable X-Ray Fluorescence (pXRF) untuk analisis kualitatif dan kuantitatif pada 27 sampel dari Granitoid Klabat di Pulau Bangka. Hasil penelitian ini menyimpulkan Granitoid Bangka Utara (Belinyu) dan Bangka Tengah sebagai percampuran kerak-mantel dengan afinitas Calc-Alkaline, karakteristik Tipe I sedangkan Granitoid Bangka Selatan dan Barat asal kerak dengan afinitas High-K Calc-Alkaline sebagai Tipe S. Diharapkan diskrimasi magmatisme granitoid bermanfaat dalam memberikan panduan eksplorasi bahan galian nuklir di Pulau Bangka.Kata kunci: Pulau Bangka, granitoid, unsur jejak, magmatisme, Tipe I dan S
Karakteristik Unsur Jejak Dalam Diskriminasi Magmatisme Granitoid Pulau Bangka Widana, Kurnia Setiawan; Priadi, Bambang
EKSPLORIUM Vol 36, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.762 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2015.36.1.2766

Abstract

Geologi Pulau Bangka disusun oleh variasi granit sebagai Granitoid Klabat yang tersebar di berbagai lokasi. Unsur jejak dapat diaplikasikan dalam diskriminasi magmatisme dalam pembentukan granitoid tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik granitoid yang tersebar di Pulau Bangka berdasarkan geokimia unsur jejak untuk diaplikasikan dalam mempelajari magmatisme, sumber dan situasi tektoniknya.Metode analisis geokimia yang diaplikasikan dengan menggunakan Analisis Aktivasi Neutron (AAN) dan portableX-Ray Fluorescence (pXRF) untuk analisis kualitatif dan kuantitatif pada 27 sampel  dari Granitoid Klabat di Pulau Bangka.Hasil penelitian ini menyimpulkan Granitoid Bangka Utara (Belinyu) dan Bangka Tengah sebagai  percampuran kerak-mantel dengan afinitas Calc-Alkaline, karakteristik Tipe I sedangkan Granitoid Bangka Selatan dan Barat asal kerak dengan afinitas High-KCalc-Alkaline sebagai Tipe S. Diharapkan diskrimasi magmatisme granitoid bermanfaat dalam memberikan panduan eksplorasi bahan galian nuklir di Pulau Bangka. Geology of Bangka Island consists by variation of granite as Klabat Granitoid scattered in various locations. Trace elements can be applied in magmatism discrimination of granitoid.The purpose of this study was to determine the characteristics Bangka Island granitoid based on trace element geochemistry to be applied in the study of magmatism, source and tectonic situation. Geochemical analyses method used are the Neutron Activation Analysis (NAA) and portableX-Ray Fluorescence (pXRF) for qualitative and quantitative analyses on 27 samples of Klabat granitoid on Bangka Island. This study concluded granitoid East Bangka (Belinyu) and Central Bangka as crust-mantle mixing with affinityCalc-Alkaline, characteristic of I Type while South and West Bangka granitoid crust origin with affinity high K Calc-Alkaline as S Type. Expectedmagmatismdiscrimination ofgranitoidhelpfulin providingradioactive mineral explorationguidein BangkaIsland.
Mobilitas Uranium pada Endapan Sedimen Sungai Aktif di Daerah Mamuju, Sulawesi Barat Mu’awanah, Frida Rosidatul; Priadi, Bambang; Widodo, Widodo; Sukadana, I Gde; Andriansyah, Rian
EKSPLORIUM Vol 39, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.038 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2018.39.2.4953

Abstract

ABSTRAKMamuju merupakan daerah yang memiliki nilai laju dosis radiasi (radioaktifitas) tinggi. Daerah penelitian terdiri dari 6 sektor yaitu Sektor Ahu, Orobatu, Takandeang, Botteng, Pangasaan, dan Taan. Variasi batuan pada daerah penelitian tidak mencerminkan distribusi uranium, sehingga diperlukan metode geokimia untuk mengetahui distribusi uranium pada sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mobilitas dan distribusi uranium pada sistem drainase dengan menggunakan sampel sedimen sungai aktif. Analisis mobilitas uranium menggunakan persen labil yang didapatkan dari perbandingan uranium total dan uranium labil. Nilai uranium total didapatkan dari pengukuran X-Ray fluorescence spectrometry dan nilai uranium labil didapatkan dari pengukuran labile fluorimetry. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 lokasi potensial berdasarkan data radiometri. Hasil analisis menunjukkan Sektor Ahu memiliki nilai anomali uranium labil >113,44 ppm, Sektor Pangasaan dengan nilai anomali uranium labil >168,63 ppm, Sektor Takandeang dengan nilai anomali uranium labil >74,36 ppm, dan Sektor Botteng dengan nilai anomali uranium labil >84,23 ppm. Tipe anomali yang teridentifikasi pada dua sektor, yaitu anomali pada sektor Ahu berhubungan dengan presipitasi hidrolisat uranium terlarut pada endapan sungai dari lava Ahu dan breksi Tapalang, sementara anomali pada Sektor Takandeang berhubungan dengan pengayaan permukaan uranium in situ pada tanah dan batuan lava Takandeang. ABSTRACTMamuju is an area that has a high dose rate (radioactivity) value. The research area consists of 6 sectors namely Ahu, Orobatu, Takandeang, Botteng, Pangasaan, and Taan Sector. Lithological distribution does not represent the distribution of uranium; therefore geochemical method is needed to observe the distribution of uranium in the drainage system. The aim of this research is to provide an overview of the mobility and distribution of uranium in the drainage system using stream sediment. Uranium mobility analysis uses labile percent obtained from the ratio of total uranium and labile uranium, the total uranium value obtained from the measurement of X-Ray fluorescence spectrometry and the value of labile uranium obtained from measurement of labile fluorimetry. The sample taken from 4 potential areas based on radiometric value Map. The result of analysis shows that Ahu Sector has labile uranium anomaly >113.44 ppm, Pangasaan Sector with labile uranium anomaly >168.63 ppm, Takandeang Sector with uranium labile anomaly values >74.36 ppm, and Botteng Sector with uranium labile anomaly >84.23 ppm. The anomaly types identified from two sectors, namely Ahu Sector anomaly is related to the precipitation of dissolved uranium hydrolysates in stream deposit originating from Ahu lava and Tapalang breccia, while Takandeang Sector anomaly is related to the enrichment of in situ uranium in soil and Takandeang lava.
KARAKTERISTIK ALTERASI DAN MINERALISASI EMAS PADA ZONA OKSIDASI DI DAERAH PANGAPIT, KABUPATEN SAMBAS, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Fahmi, Reza; Wicaksono, Hartaja Hatta; Priadi, Bambang
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 14, No 1 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Dusun Pangapit, Desa Madak, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Daerah tersebut memiliki tambang emas yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Daerah di sekitar tambang telah mengalami oksidasi intensif yang ditandai oleh kondisi lapangan yang berwarna kemerahan dan banyaknya mineral oksida besi. Penelitian dilakukan guna mengetahui karakter dari alterasi dan mineralisasi di sekitar tambang dengan menggunakan metode analisis petrografi, mineragrafi, spektra dan geokimia. Zona alterasi di daerah penelitian terdiri dari tiga zona, yaitu kaolinit, serisit-ilit dan klorit-epidot-kalsit. Alterasi di daerah penelitian terjadi dalam dua tahap, tahap pertama terjadi setelah Eosen dan sebelum Pliosen, sementara tahap kedua terjadi setelah Pliosen-Pleistosen. Alterasi pertama ter-overprint sebagian oleh alterasi kedua. Mineralisasi emas di daerah penelitian berupa urat dengan arah umum baratlaut-tenggara yang terdiri dari mineral kuarsa, hematit, goetit, pirolusit, pirit, dan kalkopirit. Emas pada mineralisasi primer berasosiasi sedang dengan unsur Pb. Mineralisasi primer terpusat pada daerah tambang rakyat Pangapit di baratlaut Bukit Batubelah dengan hostrock tuf dan batulempung. Mineralisasi primer terjadi bersamaan dengan terjadinya alterasi pertama.
Konsumsi Oksigen Ikan Uceng Nemacheilus fasciatus (Valenciennes, 1846) pada Kondisi Padat Tebar yang Berbeda Iswantari, Aliati; Kurniawan, Kurniawan; Priadi, Bambang; Prakoso, Vitas Atmadi; Kristanto, Anang Hari
OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.488 KB) | DOI: 10.14203/oldi.2019.v4i2.245

Abstract

Oxygen Consumption of Barred Loach Nemacheilus fasciatus (Valenciennes, 1846) under Different Stocking Densities. In aquaculture system, fish growth is affected by stocking densities. One way to predict the effect of stocking density on growth is to determine fish metabolic rate through oxygen consumption measurements. In Barred loach Nemacheilus fasciatus (Valenciennes, 1846), the information was scarce on oxygen consumption. This study was to analyze the effect of stocking density on oxygen consumption in Barred loach conducted at Research Institute for Freshwater Aquaculture and Fisheries Extension, Bogor in May 2018. Barred loach (total length: 5.79 ± 0.47 cm, weight: 1.32 ± 0.34 g) was observed its oxygen consumption on three different stocking densities (5, 10, and 15 fish/L) by using closed respirometers (volume: 1.4 L) with three replications of each treatment. Measurement of oxygen consumption was carried out under normoxia and hypoxia conditions. In addition, fish behavior and ventilation rate were also observed and recorded according to treatment. The results showed that the highest oxygen consumption of barred loach was found in the stocking density of 5 fish/L (1250.6 ± 128.4 mg O2/kg/h) which was significantly different from the stocking density of 10 fish/L (626.9 ± 46.7 mg O2/kg/h) and 15 fish/L (596.9 ± 48.9 mg O2/kg/h). Meanwhile, oxygen consumption of barred loach under hypoxic conditions decreased significantly compared to normoxic conditions, which was marked by a decrease in their swimming activities. Although the ventilation rate in hypoxic conditions has decreased, the value was not significantly different from those of normoxia condition. Results of this study provide information that an increase in stocking density and hypoxic conditions in barred loach caused a decrease in oxygen consumption rates. In addition, this study showed that the critical oxygen level for barred loach was around 3.1 mg/L
STUDI GEOKIMIA ENDAPAN SUNGAI AKTIF UNTUK MENDELINEASI AREA PROSPEK MINERALISASI LOGAM DI BAGIAN SELATAN KABUPATEN BLITAR, PROVINSI JAWA TIMUR Suratman, Calvin Nanda; Priadi, Bambang; Sulaeman, Sulaeman; Wicaksono, Hartaja Hatta
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 14, No 3 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian secara administratif terletak di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada koordinat 112°05?09?- 112°15?45? Bujur Timur dan 8°11?53?- 8°18?47? Lintang Selatan atau 619625 ? 639039 mT dan 9080860 ? 9093645 mU zona 49S datum WGS1984 dengan luas 248,5 km2. Menurut pembagian zona fisiografi Jawa Timur, daerah penelitian termasuk ke dalam Zona Pegunungan Selatan yang memiliki potensi mineral logam mulia dan logam dasar. Stratigrafi daerah penelitian berdasarkan literatur dari tua ke muda terdiri dari 6 satuan batuan, yaitu Formasi Mandalika, Formasi Campurdarat, Batuan Terobosan, Formasi Nampol, Formasi Wonosari, dan Aluvium. Penelitian bertujuan untuk mendelineasi area prospek mineralisasi logam dengan menganalisis hubungan antara geologi dengan geokimia daerah penelitian. Data geokimia yang dianalisis pada penelitian ini berupa data kandungan unsur Ag, Mo, Pb, Zn, Mn, Cu, Au, dan As dari contoh endapan sungai aktif. Analisis Geokimia dilakukan ke dalam dua tahap yaitu analisis univariat yang bertujuan untuk menentukan nilai ambang unsur dan analisis multivariat yang bertujuan untuk menentukan kelompok asosiasi unsur. Analisis univariat yang dilakukan menghasilkan nilai ambang unsur sebagai berikut; Ag 0,06 ppm, Mo 5,89 ppm, Pb 17,8 ppm, Zn 232 ppm, Mn 2.883 ppm, Cu 77 ppm, Au 0,0733 ppm, dan As 31 ppm. Sedangkan hasil analisis multivariat menunjukkan menunjukkan terdapat dua kelompok asosiasi unsur pada daerah penelitian, yaitu; Ag-Mo-Pb dan Zn-Mn-Cu-Au- As. Tipe mineralisasi pada daerah penelitian yang diperoleh dari asosiasi unsur tersebut adalah tipe Carlin dan tipe epitermal. Hasil analisis geokimia kemudian dihubungkan dengan kondisi geologi daerah penelitian sehingga dapat ditentukan area prospek. Area prospek pada daerah penelitian ini terbagi ke dalam tiga kelompok yaitu, area prospek Ag-Mo-Pb yang terletak di hulu sungai pada daerah Ngrejo, Pasiraman, Kalibawang, Centung, Besole, dan Sumberglagah; area prospek Zn-Mn-Au-As yang terletak di hulu sungai pada daerah Sumberboto, Kepek, dan Sumberwringin; serta area prospek Cu yang terletak pada sungai di daerah Centung.
KARAKTERISTIK ALTERASI DAN MINERALISASI EMAS PADA ZONA OKSIDASI DI DAERAH PANGAPIT, KABUPATEN SAMBAS, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Fahmi, Reza; Wicaksono, Hartaja Hatta; Priadi, Bambang
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 14 No. 1 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Dusun Pangapit, Desa Madak, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Daerah tersebut memiliki tambang emas yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Daerah di sekitar tambang telah mengalami oksidasi intensif yang ditandai oleh kondisi lapangan yang berwarna kemerahan dan banyaknya mineral oksida besi. Penelitian dilakukan guna mengetahui karakter dari alterasi dan mineralisasi di sekitar tambang dengan menggunakan metode analisis petrografi, mineragrafi, spektra dan geokimia. Zona alterasi di daerah penelitian terdiri dari tiga zona, yaitu kaolinit, serisit-ilit dan klorit-epidot-kalsit. Alterasi di daerah penelitian terjadi dalam dua tahap, tahap pertama terjadi setelah Eosen dan sebelum Pliosen, sementara tahap kedua terjadi setelah Pliosen-Pleistosen. Alterasi pertama ter-overprint sebagian oleh alterasi kedua. Mineralisasi emas di daerah penelitian berupa urat dengan arah umum baratlaut-tenggara yang terdiri dari mineral kuarsa, hematit, goetit, pirolusit, pirit, dan kalkopirit. Emas pada mineralisasi primer berasosiasi sedang dengan unsur Pb. Mineralisasi primer terpusat pada daerah tambang rakyat Pangapit di baratlaut Bukit Batubelah dengan hostrock tuf dan batulempung. Mineralisasi primer terjadi bersamaan dengan terjadinya alterasi pertama.
ANALISIS UNIVARIAT DAN MULTIVARIAT CONTO SEDIMEN SUNGAI DALAM PENENTUAN POTENSI MINERALISASI LOGAM DI HALMAHERA BAGIAN TIMUR, PROVINSI MALUKU UTARA: UNIVARIATE AND MULTIVARIATE ANALYSIS OF STREAM SEDIMENT SAMPLE FOR DETERMINATION OF METAL MINERALIZATION POTENTIAL IN THE EASTERN PART OF HALMAHERA, NORTH MALUKU Faisal, Reza Mochammad; Nugroho, Irfan Budiaji; Priadi, Bambang
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 15 No. 1 (2020): Buletin Sumber Daya Geologi (ARTICLE IN PRESS)
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian geokimia dengan mengunakan metode analisis kandungan unsur dari conto endapan sungai aktif -80 mesh merupakan salah satu fase awal eksplorasi terutama untuk menemukan cebakan mineral logam. Halmahera bagian timur dengan tataan geologi yang kompleks dan berada dalam jalur metalogenik yang berpotensi membentuk cebakan logam, menghasilkan rona geokimia yang sangat bervariasi dan menarik. Data geokimia sedimen sungai aktif yang tertuang dalam bentuk peta sebaran unsur menyajikan informasi awal yang penting tentang indikasi mineralisasi untuk ditindaklanjuti ke tahap penelitian lebih rinci, khususnya mineralisasi nikel yang berasosiasi dengan litologi Komplek Ultrabasa.   Penafsiran data  geokimia  di wilayah penelitian dengan pendekatan analisis  statistik univariat dan multivariat yang terdiri dari unsur Cu, Pb, Zn, Co, Ni, Mn, Ag, Fe, Cr, dan Au, proses pengayaan unsur geokimia di lingkungan permukaan diperlihatkan oleh asosiasi spasial  Co, Ni, Fe  dan Mn, yaitu pengayaan unsur disebabkan pengikatan kimiawi (scavenging) oleh oksida Fe dan Mn. Berdasarkan kekerabatan unsur atau hubungan antar unsur diperoleh dua kelompok unsur yaitu ikatan unsur Cu-Pb-Zn-Ag-Cr dan Co-Ni-Mn-Fe-Au, akan tetapi tidak semua kelompok asosiasi unsur dapat dihubungkan dengan litologi di daerah penelitian.
STUDI GEOKIMIA ENDAPAN SUNGAI AKTIF UNTUK MENDELINEASI AREA PROSPEK MINERALISASI LOGAM DI BAGIAN SELATAN KABUPATEN BLITAR, PROVINSI JAWA TIMUR Suratman, Calvin Nanda; Priadi, Bambang; Sulaeman, Sulaeman; Wicaksono, Hartaja Hatta
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 14 No. 3 (2019): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian secara administratif terletak di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada koordinat 112°05?09?- 112°15?45? Bujur Timur dan 8°11?53?- 8°18?47? Lintang Selatan atau 619625 ? 639039 mT dan 9080860 ? 9093645 mU zona 49S datum WGS1984 dengan luas 248,5 km2. Menurut pembagian zona fisiografi Jawa Timur, daerah penelitian termasuk ke dalam Zona Pegunungan Selatan yang memiliki potensi mineral logam mulia dan logam dasar. Stratigrafi daerah penelitian berdasarkan literatur dari tua ke muda terdiri dari 6 satuan batuan, yaitu Formasi Mandalika, Formasi Campurdarat, Batuan Terobosan, Formasi Nampol, Formasi Wonosari, dan Aluvium. Penelitian bertujuan untuk mendelineasi area prospek mineralisasi logam dengan menganalisis hubungan antara geologi dengan geokimia daerah penelitian. Data geokimia yang dianalisis pada penelitian ini berupa data kandungan unsur Ag, Mo, Pb, Zn, Mn, Cu, Au, dan As dari contoh endapan sungai aktif. Analisis Geokimia dilakukan ke dalam dua tahap yaitu analisis univariat yang bertujuan untuk menentukan nilai ambang unsur dan analisis multivariat yang bertujuan untuk menentukan kelompok asosiasi unsur. Analisis univariat yang dilakukan menghasilkan nilai ambang unsur sebagai berikut; Ag 0,06 ppm, Mo 5,89 ppm, Pb 17,8 ppm, Zn 232 ppm, Mn 2.883 ppm, Cu 77 ppm, Au 0,0733 ppm, dan As 31 ppm. Sedangkan hasil analisis multivariat menunjukkan menunjukkan terdapat dua kelompok asosiasi unsur pada daerah penelitian, yaitu; Ag-Mo-Pb dan Zn-Mn-Cu-Au- As. Tipe mineralisasi pada daerah penelitian yang diperoleh dari asosiasi unsur tersebut adalah tipe Carlin dan tipe epitermal. Hasil analisis geokimia kemudian dihubungkan dengan kondisi geologi daerah penelitian sehingga dapat ditentukan area prospek. Area prospek pada daerah penelitian ini terbagi ke dalam tiga kelompok yaitu, area prospek Ag-Mo-Pb yang terletak di hulu sungai pada daerah Ngrejo, Pasiraman, Kalibawang, Centung, Besole, dan Sumberglagah; area prospek Zn-Mn-Au-As yang terletak di hulu sungai pada daerah Sumberboto, Kepek, dan Sumberwringin; serta area prospek Cu yang terletak pada sungai di daerah Centung.