Articles

PENGARUH SERVICE RECOVER TERHADAP KEPUASAN PELANGGANSPEEDY Sharah, Raja; Priadi, Eka
DIGEST MARKETING Vol 3 No 1 (2018): Digest Marketing
Publisher : Konsentrasi Manajemen Pemasaran Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.86 KB)

Abstract

This study purpose  is to explain the Service recovery on Telkom Speedy,  and the influence of service recovery on customer satisfaction.  Sample are students of faculty of economics and business of University of Jambi which consist of  of 80 respondents that chousen  with purposive techniques. The study result shows   significant influance of distributive justice (0,000) and interactional justice (0,052), but it is insignificant for procedural justice (0,112) to customer satisfaction. Hence, service recovery has important role to create customer satisfaction  mainly in case of service fault.  Keywords: Service Recovery, Distributive Justice, Procedural Justice, Interactional Justice, Customer Satisfaction.
PERBAIKAN SUBGRADE RUAS JALAN PONTIANAK-TAYAN YANG DIPERKUAT DENGAN MENGGUNAKAN GEOTEXTILE DAN CERUCUK Kurniawan, Ade Iwan; Priadi, Eka; ., Apriyanto
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.116 KB)

Abstract

Sejalan dengan lajunya pertumbuhan lalu lintas yang selalu meningkat, berbagai usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan akan prasarana jalan yang baik semakin berkembang pula. Mengingat kondisi tanah yang terdapat di Kota Pontianak dan sekitarnya merupakan tanah lempung gambut, yang memiliki daya dukung yang relatif rendah, maka harus diadakan perbaikan (stabilisasi) guna menaikkan daya dukung dan kekuatan tanah yang ada. Analisis penurunan tanah dasar pada kondisi dengan perkuatan cerucuk terbukti dapat menambah besarnya daya dukung tanah, dengan ditandai oleh besarnya angka penurunan yang lebih kecil daripada saat tanpa  perkuatan cerucuk. Tercatat angka penurunan setelah perkuatan dengan cerucuk yaitu sebesar 17,22 cm, sedangkan pada kondisi tanpa perkuatan, besar penurunannya adalah 212 cm. Dengan demikian, penambahan cerucuk bisa dijadikan salah satu alternatif yang bagus dalam metode perbaikan tanah. Kata kunci: subgrade, perbaikan, penurunan
DISTRIBUSI DAYA DUKUNG KELOMPOK TIANG PADA TANAH LUNAK KOTA PONTIANAK Sandan, Michael Abong; Priadi, Eka; Aprianto, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.931 KB)

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan daya dukung  tanah yang masih sering dilakukan di Kota Pontianak adalah dengan  menggunakan tiang pancang kayu yang dibuat menjadi suatu kelompok yang disatukan menggunakan pile cap. Penelitian ini mengkaji besarnya kontribusi daya dukung yang diberikan pile cap pada kelompok tiang. Penelitian ini merupakan studi lapangan menggunakan data loading test hasil penelitian di lapangan. Hasil interpretasi data loading test menggunakan tiga metode yaitu : Metode Elastis Plastis, Metode Mazurkiewich, dan Metode Chin. Berdasarkan hasil analisa daya dukung loading test diketahui bahwa pile cap memiliki kontribusi dalam peningkatan daya dukung fondasi. Pile cap memberikan daya dukung rata-rata sebesar 889,02 kg atau 41,16% dari total daya dukung fondasi kelompok tiang dengan jarak 3D, sedangkan pada fondasi kelompok tiang dengan jarak 4D pile cap memberikan daya dukung rata-rata sebesar 1162,57 kg atau 42,87% dari total daya dukung fondasi kelompok tiang dengan jarak 4D. Berdasarkan hasil interpretasi data loading test menggunakan metode elastis plastis diketahui bahwa kontribusi tiang sebesar 72,33% dan kontribusi pile cap sebesar 27,67% untuk kelompok tiang 2 x 2 dengan jarak 3D, sedangkan untuk kelompok tiang 2 x 2 dengan jarak 4D diketahui bahwa kontribusi tiang sebesar 69,53% dan kontribusi pile cap sebesar 30,47% .Kata-kata kunci:         kelompok tiang, pile cap, loading test
PERILAKU KUAT GESER TANAH LEMPUNG LUNAK KOTA PONTIANAK Jaka, -; Priadi, Eka; Ahmad, Faisal
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.297 KB)

Abstract

Penyelidikan tanah sangat diperlukan terutama pada pembanguan di daerah yang sedang berkembang, terutama pada daerah yang memiliki jenis tanah lempung lunak. Jika dikaitkan dengan kondisi kota Pontianak yang memiliki jenis tanah endapan alluvial atau delta, dengan kata lain jenis tanah ini termasuk jenis tanah lempung kohesif. Jenis tanah lempung kohesif memiliki perilaku mekanika tanah yang sukar diprediksi dan sangat menyulitkan para ahli dalam menentukan pemodelan yang cocok untuk memprediksi keadaan kritis jenis tanah ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksiperilaku kuat geser dan masalah nilai batas pada jenis tanah lunak yang yang ada di Kota Pontianak. Sebuah model konstitutif yangberbasis pada teori plastisitas yang dikenal dengan model Cam Clay mampumemprediksi perilaku mekanik tanah lunak dengan memuaskan. Dalam penelitian ini sampel tanah diambil dari 2 lokasi yang berbeda, yaitu sampel tanah kota Pontianak dan sampel tanah kota Sintang. Dari hasil eksperimen yang telah dilakukan, pemodelan dengan Modified Cam Clay (MCC) dapat digunakan untuk mensimulasikan perilaku antara tegangan dan regangan pada tanah kota Pontianak. Sedangkan pemodelan pada tanah kota Sintang, model MCC gagal dalam memprediksikan perilaku tegangan dan regangan tanah. Maka, dari hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut, model MCC lebih cocok digunakan untuk memprediksikan perilaku mekanik jenis tanah lunak jika dibandingkan jenis tanah kaku dan tanah keras. Kekurangan dari hasil pemodelan data dengan MCC tidak dapat memprediksikan nilai tekanan air pori dan lintasan tegangan (stress path), tetapi model yang dihasilkan menunjukan tren garis yang sama dengan hasil eksperimen. Dengan kata lain, kedua garis lintasan tersebut sama-sama berada pada daerah lintasan kritis. Kata kunci: Pontianak, Modified Cam Clay (MCC), lempung lunak, triaksial CU, kuat geser
ANALISA STABILITAS LERENG PADA RUAS JALAN PARALEL PERBATASAN (STUDI KASUS: JALAN SONTAS-MERAU KECAMATAN SEKAYAM KABUPATEN SANGGAU) Oktavianto, Fendy; Priadi, Eka; Bachtiar, Vivi
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan paralel perbatasan Sontas-Merau dibangun di daerah dataran tinggi dan perbukitan, sehingga tidak dapat dipungkiri bahw jalan terletak pada daerah atau lahan yang memiliki lereng. Sehingga, kemungkinan keruntuhan lereng dapat terjadi kapan saja. Ketika kawasan perbatasan Entikong terus berkembang dan penambahan beban pada tanah. Pengaruh muka air tanah, sangat berpotensi menurunkan faktor keamanan pada lereng. Hal ini menyebabkan air di dalam tanah memberikan beban lebih besar pada lereng, dan juga mengurangi nilai momen penahan lereng, sehingga longsor bisa terjadi. ketika hujan atau pasca hujan lebat. Penelitian bertujuan mengkaji stabilitas lereng pada jalan paralel perbatasan Sontas-Merau dan memberikan alternatif penanggulangan apabila berpotensi terjadi kelongsoran serta membandingkan hasil analisa faktor keamanan dari berbagai metode yang ada baik dilakukan dengan perhitungan manual maupun melalui analisa program. Analisa yang digunakan dalam kajian ini yakni metode manual menggunakan metode Fellenius, metode Bishop, dan metode Janbu. Program yang digunakan adalah program SLOPE/W GeoStudio 2018 dan PLAXIS V.8Dari hasil analisa semua program maupun perhitungan manual, potongan lereng yang dikaji masih terhitung aman disaat kondisi muka air normal hanya saja beberapa potongan terhitung pada kondisi Toe Failure, namun pada saat muka air tanah kondisi hujan ketujuh lereng tidak aman pada posisi Toe Failure dan Base Failure.Kata kunci: stabilitas lereng, penanggulangan kelongsoran, dinding penahan tanah
KAJIAN NILAI LENDUTAN PADA JEMBATAN RANGKA BAJA (STUDY KASUS JEMBATAN RANGKA BAJA BIKA KABUPATEN KAPUAS HULU) Murwanto, Yohanes; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.384 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v15i2.25739

Abstract

Jembatan  Bika merupakan salah satu Jembatan Rangka Baja yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Berlokasi di jalan kabupaten pada ruas Kedamin – Nanga Manday. Semenjak dibangun tahun 2014 Jembatan Bika belum pernah dilakukan penilaian kondisi.  Sesuai dengan Bridge Management System (BMS) jembatan seharusnya dilakukan penilaian kondisi minimal 1 tahun sekali. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji lendutan yang terjadi akibat beban uji dan pemeriksaan untuk menilai kondisi jembatan bika serta tindakan penanganan yang diperlukan. Penelitian menggunakan metode diskriptif yang menggambarkan kondisi yang ada pada Jembatan Bika.  Penilaian kondisi jembatan menggunakan prosedur  pemeriksaan inventarisasi, detil dan khusus. Pemeriksaan Inventarisasi dan Detail mengacu pada standar BMS yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia Tahun 1993.  Sedangkan Pemeriksaan khusus dilakukan dengan uji statik yaitu membandingkan lendutan yang terjadi akibat beban uji dengan batas ijin lendutan sesuai RSNI T-03-2005 tentang Standar Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan. Adapun hasil uji statik mengunakan beban uji 40% dari beban rencana menunjukan lendutan maksimum sebesar 25 mm terjadi pada pembebanan 8 (delapan) Dump Truck yang terjadi pada tengah bentang. Lendutan tersebut masih lebih kecil dari lendutan ijin (l/800) sebesar 75 mm. Sedangkan dari pemodelan struktur menggunakan SAP2000 ver.15 menunjukkan apabila diberikan beban uji 40% rencana terjadi lendutan maksimum 25,35  mm lebih kecil dari lendutan ijin (l/800) sebesar 75 mm. Nilai lendutan dari tahap-tahap pemberian beban uji maupun pengurangan beban uji diperoleh persamaan liner lendutan aktual/lapangan y=0,2693x+0,5682 sehingga dapat diperkirakan nilai lendutan lapangan pada kondisi pembebanan 100% sebesar 67,419 mm < dari lendutan ijin 75 mm, kategori jembatan aman.  Bila dibandingkan dengan persamaan linier lendutan dari analisis output pemodelan jembatan menggunakan SAP2000 diperoleh persamaan linier lendutan y=0,2714x + 0,7365 dengan nilai lendutan pada beban 100% sebesar 68,109 (lebih kecil dari lendutan ijin 75mm). Berdasarkan pemeriksaan inventarisasi pada bangunan atas mempunyai nilai kondisi (NK) 1 sedangkan bangunan bawah mempunyai NK 3. Berdasarkan pemeriksaan detail Jembatan Bika secara keseluruhan mempunyai NK 1 yang berarti kerusakan ringan. Namun pada  elemen level 3 bangunan pengaman mempunyai  NK 3, Rangka mempunyai NK 2, Sistem Lantai bernilai NK 2, landasan/perletakan NK 2 dan perlengkapan NK 5. Dari kondisi penilaian inventarisasi dan detail maka Jembatan Bika perlu dilakukan pemeliharaan berkala pada elemen NK 2 dan rehab pada elemen NK 3 Kata kunci: lendutan, jembatan, pemeriksaan
STUDI PEMAMPATAN TANAH LUNAK YANG DIANALISIS DENGAN METODE NUMERIK Ashari, Fahmi Nur; Rustamaji, R. M.; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v19i2.40611

Abstract

Metode Vacuum Preloading merupakan salah satu metode alternatif perbaikan tanah lunak untuk mempercepat waktu konsolidasi dan mengurangi kompresibilitas tanah dalam menahan beban rencana. Pada pembangunan Area Container Yard Pelabuhan Terminal Kijing Mempawah, Kalimantan Barat Vacuum Preloading diaplikasikan dengan mendistribusikan tekanan vacuum sebesar ± 80 kPa di atas drain, dan dengan timbunan Preloading pada elevasi ± 6,53 meter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsolidasi menggunakan Plaxis V.8 pada salah satu titik stationing STA 4+375 terkait dengan metode Vacuum Preloading yang digunakan, selanjutnya dilakukan perbandingan antara hasil analisis dengan hasil monitoring Settlement Plate di lapangan. Selain itu analisis juga dilakukan terhadap metode Preloading tanpa PVD maupun dengan PVD. Analisis menggunakan dua dari banyak soil model, yaitu Mohr Coulomb dan Soft Soil Creep. Hasil monitoring Settlement Plate-Geo.+3 pada STA 4+375 selama 140 hari waktu pelaksanaan menunjukkan besar penurunan adalah ±1,295 meter, sedangkan hasil analisis Plaxis V.8 didapatkan besar penurunan selama 140 hari waktu pelaksanaan adalah ±1,217 meter untuk model Mohr Coulomb dan ±1,492 meter untuk model Soft Soil Creep. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa perbandingan nilai penurunan antara hasil analisis dan hasil monitoring tidak terlalu berbeda secara signifikan dan menunjukkan nilai penuranan hasil monitoring moderat diantara model Mohr Coulomb dan model Soft Soil Creep.
KAJIAN PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN KABUPATEN MELAWI Sutrisna, Dedy; Widodo, Slamet; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.981 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.23889

Abstract

Kondisi jalan di kabupaten melawi pada saat ini khususnya dari kecamatan-kecamatan ke ibukota kabupaten masih sangat memprihatikan ini dilihat dari masih banyaknya jalan yang dalam kondisi rusak seperti jalan yang berlubang dan banyaknya jalan yang sudah tidak dilapisi aspal lagi, sehingga mengakibatnya terhambatnya jalur transportasi dari kecamatan ke ibu kota kabupaten yaitu Nanga Pinoh. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mewujudkan sistem jaringan jalan yang teratur sehingga seluruh wilayah dapat dicapai tanpa ada hambatan berarti. Analytical Hierarchy Process (AHP) atau Proses Hirarki Analitik dalam buku “Proses Hirarki Analitik Dalam Pengambilan Keputusan Dalam Situasi yang Kompleks” (Saaty, 1986), adalah suatu metode yang sederhana dan fleksibel yang menampung kreativitas dalam ancangannya terhadap suatu masalah. Metode ini merumuskan masalah dalam bentuk hierarki dan masukan pertimbangan– pertimbangan untuk menghasilkan skala prioritas relative. Untuk Analisa dengan menggunakan Analisa model Stripmap diperlukan data – data survey seperti data geometrik ruas jalan dan volume lalu lintasnya. Ruas jalan yang dianalisa menggunakan model stripmap ini adalah ruas jalan Kabupaten. Untuk hasil analisa perhitungan skala prioritas dengan AHP,didapat Kecamatan Nanga Pinoh merupakan prioritas utama untuk dikembangkan, kemudian urutan kedua Kecamatan Tanah Pinoh dan urutan ketiga adalah pada Kecamatan Menukung. Berdasarkan hasil perhitungan skala prioritas dengan AHP, didapat rute Nanga Pinoh-Sayan-Kotabaru-Sokan merupakan prioritas utama untuk dikembangkan, kemudian urutan kedua rute Nanga Pinoh- Ella -Menukung dan urutan ketiga adalah pada rute Nanga Pinoh - Pemuar. Sedangkan berdasarkan analisa model Stripmap, dari masing-masing kecamatan ada 3 ruas jalan kabupaten yang menjadi prioritas. Untuk mempermudah hubungan antar kecamatan dan mepersingkat rute perjalan ke kecamatan maka diperlukan pembangunan rute jalan baru dari Nanga Pinoh menuju Kecamatan Tanah Pinoh yaitu Kota Nanga Pinoh – Ulak Muid – Kota Baru. 
EVALUASI KINERJA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PADA KONTRAKTOR PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR Simorangkir, August Patria; Priadi, Eka; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.953 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.25742

Abstract

Kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan mutu produk/jasa serta kepuasan pelanggan semakin besar karena terbukanya perdagangan bebas dalam era globalisasi. Oleh karena itu perusahaan berusaha memenangkan persaingan dengan meningkatkan mutu produk/jasa, sehingga dapat memberikan kepuasan pelanggan. Untuk meningkatkan mutu produk/jasa perusahaan harus menerapkan sistem manajemen mutu. ISO 9001 : 2000 merupakan salah satu standar sistem manajemen mutu yang diakui dunia internasional dan bersifat global untuk berbagai bidang usaha.Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara pengumpulan data primer, yaitu cara mengumpulkan data yang langsung berdasarkan dari responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui kepentingan dan kepuasan  yang  mempengaruhi  kinerja  lalu  diolah  menggunakan analisis faktor dan analisis regresi.Berdasarkan analisis data,pada tahap  analisis faktor didapatkan 2  faktor baru yaitu manajemen perusahaan, QHSE, dari 2 faktor tersebut kemudian diregresikan dengan kepentingan dan kepuasan yang paling berpengaruh terhadap kinerja yaitu manajemen konsultan dengan nilai signifikansi 0.00, dan nilai R; 64.9% . Kata Kunci : Sistem, Manajemen Mutu, Kepentingan, Kepuasan, Kontraktor
KAJIAN KEGAGALAN OPRIT JEMBATAN DAN PENANGGULANGANNYA -, Sopian; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.39559

Abstract

Dalam upaya mewujudkan sistem transportasi darat di Pulau Kalimantan, pemerintah terus berusaha mewujudkannya dengan membangun Jalan Trans Kalimantan, namun banyaknya sungai-sungai besar dan kecil telah menjadi kendala serius dalam merealisasikannya. Jalan Trans Kalimantan Lintas Selatan yang melintasi Provinsi Kalimantan Barat yang terletak pada ruas jalan    Pontianak-Tayan. Pada ruas Jalan Pontianak-Tayan tersebut telah dibangun beberapa jembatan satu diantaranya yaitu Duplikasi Jembatan Bawas yang terletak di kecamatan Sungai Bawang.  Dalam pembangunan jembatan khususnya di Kalimantan Barat beberapa oprit jembatan mengalami penurunan tanah yang diakibatkan oleh terlampaunya daya  dukung tanah timbunan atau masalah pada pondasi abutment sehingga terjadi penurunan konsolidasi sebagian atau penurunan yang tidak sama (Differensial Setllement) dan pergerakan tanah serta penurunan yang berlebihan. Pada Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan mengidentifikasi kegagalan  penurunan yang terjadi pada struktur oprit abutment jembatan di tanah lunak pada Duplikasi Jembatan Bawas serta penanggulangnya. Untuk mengetahui oprit jembatan tersebut mengalami penurunan maka perlu di buat model perhitungan yang akan di analisa serta dihitung secara analisis dan numerik dengan program Plaxis untuk penurunan dan metode Simplified Bishop’s serta metode Fellinius untuk menentukan Faktor Keamanan terhadap guling (overall stability) abutment. Dari hasil kajian perhitungan dengan metode analisa numerik program Plaxis dengan membuat pemodelan diketahui pergerakan struktur oprit abutment dan tanah timbunan tersebut mengalami total penurunan atau pergerakan tanah  sebesar  24,30 cm dan daya dukung Pile slab yang terpasang dengan panjang tiang 12 M, berdasarkan hasil bor log di kedalaman 12 M, Nilai-SPT : 0,00 sehingga daya dukung tiang pada Pile slab tidak mencukupi untuk menahan beban struktur diatasnya.