Sani Ega Priani
Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Islam Bandung. Jl. Purnawarman 63. Email: egapri@yahoo.com

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Mikroemulsi Untuk Penghantaran Transdermal Ketoprofen dengan Fasa Minyak Labrafil M1944CS Priani, Sani Ega; Darijanto, Sasanti Tarini; Suciati, Tri; Iwo, Maria Immaculata
Jurnal Matematika dan Sains Vol 19 No 3 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketoprofen termasuk obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs) untuk pengobatan simptomatik nyeri dan inflamasi. Pemakaian ketoprofen secara transdermal diketahui mampu menghantarkan zat aktif untuk mencapai konsentrasi efektif pada jaringan target, dengan konsentrasi plasma yang lebih rendah dibanding penggunaan per oral, sehingga  mengurangi resiko efek samping sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikroemulsi ketoprofen yang stabil secara fisik untuk penghantaran transdermal. Optimasi formula mikroemulsi dibuat menggunakan fasa minyak labrafil M 1944 CS, surfaktan Cremophor EL, serta kosurfaktan etanol, propilenglikol, dan gliserin. Evaluasi sediaan meliputi pengamatan organoleptik, pH, viskositas, dan  ukuran globul, serta pengujian stabilitas fisik menggunakan metode sentrifugasi dan freeze thaw. Selanjutnya dilakukan uji difusi in vitro dan uji iritasi kulit dan mata pada kelinci. Formula mikroemulsi optimum mengandung labrafil 15%, cremophor EL 30%, dan propilenglikol 10%. Sediaan mikroemulsi memenuhi kriteria stabilitas fisik berdasarkan uji sentrifugasi dan freeze thaw. Nilai pH dan viskositas sediaan relatif stabil selama 120 hari penyimpanan pada suhu kamar. Mikroemulsi ketoprofen memiliki ukuran globul rata-rata 29,3 nm. Jumlah ketoprofen terdifusi selama 180 menit pengujian adalah 386,6 ± 61,2 µg/cm2. Sediaan mikroemulsi mengiritasi ringan pada kulit tetapi tidak mengiritasi mata. Kata kunci: Ketoprofen, Mikroemulsi, Transdermal, Difusi.   Formulation and Evaluation of Microemulsion for Ketoprofen Transdermal Delivery Using Labrafil M1944CS as an Oil Phase Abstract Ketoprofen belongs to NSAIDs and is commonly applied  for symptomatic treatment of pain and inflamation. Transdermal route of ketoprofen application enables the delivery of this active substance to reach its effective concentration in target organ but with lower plasma concentration compared to that of per oral application and hence can reduce systemic side effects. The objectives of this study are to obtain microemulsion formulation of ketoprofen for transdermal delivery. Microemulsion was formulated using Labrafil M 1944 CS as an oil phase, cremophor EL as surfactant and etanol, propylene glycol, glycerin as cosurfactans. Evaluation of ketoprofen microemulsion included organoleptic evaluation, pH, viscocity, globul diameter, and physical stability test using centrifugation and freeze thaw methods. Skin permeation was evaluated in vitro using spangler membrane and irritation effect test on rabbits. The optimum formulation of microemulsion was labrafil 15%, cremophor EL 30%,and  propylene glycol 10%. Microemulsion of ketoprofen did not show any changes during freeze thaw and centrifugation tests which indicated its stability. The viscosity and pH of preparations were relatively stable for 120 days storage at room temperature. Average globule  diameter of microemulsion was 29.3 nm. The total ketoprofen diffused was 386.6 ± 61.2 µg/cm2 for 180 minutes of testing time. The microemulsion showed slight irritation effect on the skin but no irritation effect on the eyes. Keywords : Ketoprofen, Microemulsion, Transdermal, Diffusion.
RANCANGAN PUSAT INFORMASI DAN KONSULTASI OBAT, KOSMETIKA, DAN MAKANAN DI UNISBA Priani, Sani Ega
MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 25, No. 1, Year 2009
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v25i1.278

Abstract

Among other things, health quality is an important indicator to judge life quality in Indonesia.  But, despite juggling efforts conducted by many institutions,  a serious lack of  health quality still become one of the greatest problems in Indonesia.  Improvement of health quality,  therefore,  is inevitably. As part of such improvement, Unisba in its fifty years could positioned themselves as government partner by building a center of information and consultation for food, cosmetics, and drink. In this center, people will be informed by trained specialist concerning nutritious food, healthy drinks, and cosmetics.  In fact,  this center will provide every information  dedicated  for  people  concerning  healthy lifestyle from medical perspective without betrayed the core teachings of Islam.
FORMULASI SEDIAAN MIKROEMULSI MENGANDUNG MINYAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) DAN MINYAK ZAITUN (Olea europaea L.) Azzahra, Zainab Zahira; Priani, Sani Ega; Gadri, Amila
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v1i2.3778

Abstract

Penyakit kardiovaskular akibat aterosklerosis dinding pembuluh darah merupakan penyebab utama kematian di dunia yang dapat timbul karena kondisi hiperlipidemia. Minyak biji jintan hitam dan minyak zaitun diketahui dapat digunakan dalam terapi hiperlipidemia karena mengandung? thymoquinone dan asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi. Salah satu bentuk sediaan yang dapat meningkatkan absorbsi dalam saluran cerna adalah mikroemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi sediaan mikroemulsi mengandung minyak biji jintan hitam dan minyak zaitun yang sesuai dengan persyaratan farmasetika. Mikroemulsi minyak biji jintan hitam dan minyak zaitun (3:1) dibuat dengan variasi konsentrasi surfaktan cremophor RH 40, serta kosurfaktan gliserin dan PEG 400. Pada sediaan akhir ditambahkan pengawet Na-benzoat, antioksidan tokoferol, pemanis Na-sakarin, dan perasa mentol. Sediaan akhir dievaluasi dengan pengamatan organoleptis, persen transmitan, pH, viskositas, sifat alir, dan ukuran globul. Selain itu dilakukan uji stabilitas termodinamika dan uji stabilitas dipercepat pada suhu 250C dan suhu 400C selama penyimpanan 4 minggu. Formula mikroemulsi yang optimum dihasilkan dengan konsentrasi fasa minyak 5%, cremophor RH 40 35%, gliserin 35% dan PEG 400 10%. Sediaan akhir memiliki warna kuning-coklat, bau khas, rasa manis, bentuk yang jernih dan satu fasa, persen transmitan 100,367?1,266, pH 6,721?0,027, viskositas 2306?206,64 cps, sifat alir newton dan ukuran globul 0,267 ?m. Sediaan mikroemulsi stabil berdasarkan uji stabilitas termodinamika dan uji stabilitas dipercepat pada pengukuran pH (suhu 250C) dan viskositas (p>0,01).Kata kunci: Minyak biji jintan hitam, minyak zaitun, hiperlipidemia, mikroemulsi
PENGEMBANGAN SEDIAAN MIKROEMULSI GEL ANTIJERAWAT MENGANDUNG MINYAK KULIT BATANG KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI NEES EX BL) Priani, Sani Ega; Azhari Abdilla, Shelma; Suparnan, Anan
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v3i1.5464

Abstract

Jerawat adalah suatu kondisi kulit dimana terjadi peradangan pada kelenjar pilosebasea. Infeksi bakteri Propionibacterium acnes menjadi salah satu penyebab utama dari proses peradangan tersebut. Minyak kulit batang kayu manis diketahui mengandung senyawa antibakteri sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan mikroemulsi gel mengandung minyak kulit batang kayu manis dan menguji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri penyebab jerawat (P. acnes). Sediaan mikroemulsi gel dibuat dengan variasi konsentrasi surfaktan dan  kosurfaktan. Sediaan yang dihasilkan dievaluasi karateristik dan stabilitas fisiknya. Uji aktivitas antibakteri sediaan dilakukan dengan metode difusi agar. Uji iritasi dilakukan dengan metode 4 hours patch test. Formula mikroemulsi gel optimum mengandung minyak kulit batang kayu manis 5%,  Tween 80 30%, PEG 400 20%, dan Gel Viscolam 1,6%. Sediaan tersebut memiliki karakteristik dan stabilitas fisik yang baik dengan ukuran globul rata-rata 119 nm. Sediaan mikroemulsion gel memiliki aktivitas antibakteri yang sangat kuat terhadap P. acnes dengan diameter hambat 37,40 ± 0,426 mm. Hasil uji iritasi menunjukkan bila sediaan bersifat sedikit mengiritasi dengan nilai indeks iritasi 0,876 ±0,607 (skor maksimal 4).