Tri Hardi Priyanto
Center of Science and Technology for Advanced Materials, National Atomic Energy Agency/BATAN, Puspiptek Serpong, Banten 15314, Indonesia

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL HASIL LAS FRICTION-STIR WELDING PADA RETREATING SIDE BIMETAL DISIMILAR AA6061-CU DENGAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON Priyanto, Tri Hardi; Bharoto, Bharoto; Muslih, M Refai; Mugirahardjo, Hery
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3: APRIL 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1996.786 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.3.4409

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL HASIL LAS FRICTION-STIR WELDING PADA RETREATING SIDE BIMETAL DISIMILAR AA6061-Cu DENGAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON. Telah dilakukan analisis struktur kristal pada paduan bimetal disimilar Al-Cu. Dari analisis difraksi neutron telah terjadi penurunan parameter kisi Al dari 4,09 Å menjadi 4,05 Å sedangkan parameter kisi Cu relatif konstan. Hal ini disebabkan titik lelehAl jauh lebih rendah dari titik leleh Cu. Secara fisis hal ini terjadi karena selama proses Friction Stir Welding (FSW) pada daerah Stir Zone (SZ) or Nuget Welded Zone (NWZ) terjadi deformasi yang kuat pada suhu sekitar 500 oC. Hal ini menyebabkan rekristalisasi secara dinamis, dimana butir menjadi lebih halus. Pada daerah Thermo Mechanically Affected Zone (TMAZ), terjadi difusi atomik yang disebabkan oleh kombinasi antara deformasi plastik yang kuat dengan suhu tinggi. Untuk daerah Heat Affected Zone (HAZ) masih terdapat aluminium dengan prosentase berat yang sangat kecil, hal ini disebabkan adanya paparan (exposure) pada suhu tinggi selama proses pemanasan FSW, mirip dengan proses annealing (annnealing-like proCess), yang menyebabkan dislokasi lenyap, presipitat melarut dan butir menjadi kasar apabila suhu melebihi 250 oC.
EFEK ROL PANAS PADA SIFAT MEKANIK PLAT BAJA 15%CR-25%NI BAHAN STRUKTUR REAKTOR Parikin, Parikin; Priyanto, Tri Hardi; Ismoyo, Hadi; Dani, M.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 1: OKTOBER 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.703 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.17.1.4198

Abstract

ANALISIS TEKSTUR PADALASAN STAINLESS STEEL 201 DENGAN TEKNIK DIFRAKSI Priyanto, Tri Hardi; Muslih, Rifai; Mugiraharjo, Hery; Bharoto, Bharoto; Insani, Andon
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 3: APRIL 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.237 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.3.4498

Abstract

ANALISIS TEKSTUR PADALASAN STAINLESS STEEL 201 DENGAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON. Baja tahan karat jenis austenitik merupakan baja tahan karat yang banyak dipakai dalam industri, salah satunya adalah industri rumah tangga. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi Stainless Steel (SS) 201 yang banyak dijual di pasaran. Sebelum dilakukan karakterisasi, plat SS 201 dipotong dengan ukuran 150 mm × 120 mm× 10 mm, kemudian dibuat lubang berbentuk alur pada kedua permukaan, sehingga alur berbentuk X Double V Groove (DVG), selanjutnya alur DVG dilas dengan sistem pengelasan multi pass menggunakan metode pengelasan Metal Inert Gas (MIG). Bahan yang sudah dilas kemudian dikarakterisasi dengan teknik difraksi neutron untuk mendapatkan pola difraksi dan pole figure pada daerah pusat lasan FusionZone (FZ), daerah terpengaruh panas Heat Affected Zone (HAZ) dan daerah logam dasar Base Metal Zone (BMZ). Selanjutnya pole figure dianalisis dengan perangkat lunak Beartex untukmenentukan arah orientasi dan kekuatan tekstur pada ketiga daerah tersebut. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada daerah pusat lasan butir kristalit terorientasi {110}<112> dengan tipe Brass dengan indeks tekstur sekitar 3,12 m.r.d (multiple random distribution) yang ditunjukkan pada pole figure 200. Untuk daerah HAZ, tekstur paling kuat terorientasi pada {110}<001> atau tipe Goss dengan indeks tekstur 4,8 m.r.d. Pada daerah logamdasar, tekstur secara dominan terorientasi kearah {010}<100> atau tipe Cube dengan indeks tekstur tidak terlalu kuat, sekitar 1,53 m.r.d. Pada daerah pusat lasan, bidang (110) sejajar dengan sumbu normal (ND), dengan arah kristalit sejajar dengan arah pengerolan (RD) [112]. Pada daerah HAZ bidang (110) tersebut mengarah ke arah sumbu pengerolan [001], dengan indeks tekstur 1,5 kali lebih kuat dibanding FZ. Hal ini menunjukkan bahwa bidang (110) yang semula terorientasi kearah [112] pada FZ berubah menjadi sekitar 35,26º ke arah [001] pada daerah HAZ. Untuk daerah logamdasar bidang (010)mengarah sejajar dengan arah normal (ND) dan teksturmengarah pada arah pengerolan (RD) [100].
Texture Analysis using The Neutron Diffraction Method on The Non Standardized Austenitic Steel Process by Machining,Annealing, and Rolling Priyanto, Tri Hardi; Parikin, Parikin; Li, Meijuan
Makara Journal of Technology Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.256 KB) | DOI: 10.7454/mst.v20i1.3254

Abstract

Austenitic steel is one type of stainless steel which is widely used in the industry. Many studies on &nbsp;austenitic stainless&nbsp;steel have been performed to determine the physicalproperties using various types of equipment and methods. In this&nbsp;study, the neutron diffraction method is used to characterize the materials which have been made from &nbsp;minerals extracted&nbsp;from the mines in Indonesia. The materials consist of a granular ferro-scrap, nickel, ferro-chrome, ferro-manganese, and&nbsp;ferro-silicon added with a little titanium. Characterization of the materials was carried out in threeprocesses, namely:&nbsp;machining, annealing, and rolling. Experimental results obtained from the machining process generally produces a texture&nbsp;in the 〈100〉direction. From the machining to annealing process, the texture index decreases from 3.0164 to 2.434.Texture&nbsp;strength in the machining process (BA2N sample) is &nbsp;8.13 mrd and it then decreases to 6.99 in the annealing process&nbsp;(A2DO sample). In the annealing process the three-component texture appears, cube-on-edge type texture{110}〈001〉,&nbsp;cube-type texture {001}〈100〉, and brass-type {110}〈112〉. The texture is very strong leading to the direction of orientation&nbsp;{100}〈001〉, while the {011}〈100〉is weaker than that of the {001}, and texture withorientation {110}〈112〉is weak. In&nbsp;the annealing process stress release occurred, and this was shown by more randomly pole compared to stress release by&nbsp;the machining process. In the rolling process a brass-type texture{110}〈112〉with a spread towards the goss-type texture&nbsp;{110}〈001〉 appeared, &nbsp;and &nbsp;the &nbsp;brass &nbsp;component &nbsp;is markedly &nbsp;reinforced &nbsp;compared &nbsp;to &nbsp;the undeformed state (before&nbsp;rolling). Moreover, the presence of an additional {110} component was observed at the center of the (110) pole figure.&nbsp;The pole density of three components increases withthe increasing degree of thickness reduction. By increasing degrees&nbsp;of rolling from 81% to 87%, the value of orientation distribution function increases by a factor aboutthree times.&nbsp;
ANALISIS TEKSTUR ZIRCALOY-4 MENGGUNAKAN METODE WILLIAM–IMHOF–MATTHIES-VINEL (WIMV) Priyanto, Tri Hardi; Li, Mei Juan
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 21, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.924 KB) | DOI: 10.17146/urania.2015.21.1.2256

Abstract

ANALISIS TEKSTUR ZIRCALOY-4 MENGGUNAKAN METODE WILLIAM?IMHOF?MATTHIES-VINEL (WIMV). Zircaloy-4 sebagai kelongsong bahan bakar nuklir telah banyak diteliti secara makroskopik maupun secara mikroskopik, namun penelitian menggunakan teknik difraksi neutron, terutama karakterisasi orientasi kristalit (tekstur) di Indonesia masih jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan metode WIMV pada karakterisasi tekstur bahan tersebut. Metode WIMV adalah salah satu metode analisis tekstur bahan yang diperoleh dengan teknik difraksi neutron atau difraksi sinar-X. Dari hasil analisis tersebut diperoleh pole figure 002 dengan indeks tekstur (F2) terbesar dibandingkan dengan pole figure yang lain yaitu 100, 101, 102 dan 110. Indeks tekstur (F2) pole figure 002 untuk incomplete pole figure, F2= 4,69 m.r.d dengan faktor reliabilitas RP0 = 3,28%, dan recalculated pole figure, F2 = 4,42 m.r.d. dengan RP1 = 2,97%. Semua pole figure diperoleh faktor reliabilitas dengan pole figure rata-rata RP0 = 6,60%, RP1 = 5,02%, entropy = - 0,5871, dan indeks tekstur, F2= 2,34 m.r.d. Hasil analisis bahan Zircaloy-4 tersebut menyimpulkan bahwa metode WIMV dapat digunakan untuk menentukan arah orientasi tekstur, dimana tekstur yang paling kuat mengarah ke <001> (arah sumbu c) dalam struktur hexagonal.TEXTURE ANALYSIS OF ZIRCALOY-4 USING WILLIAM-IMHOF-Matthies-VINEL (WIMV) METHOD. Zircaloy-4 as a nuclear fuel cladding has been widely examined macroscopically and microscopically, but research using neutron diffraction technique, especially the characterization of crystallite orientation (texture) in Indonesia is still rare. The purpose of this study is to apply the methods of William-Imhof-Matties-Vinel (WIMV) on the characterization of zircaloy-4 material texture. WIMV is one of data analysis method for textures materials obtained by neutron or x-ray diffractions technique. The analysis is obtained that 002 pole figure has the largest texture index (F2) compared to the others pole figures, that are 100, 101, 102 and 110. Index texture (F2) of pole figure 002 for incomplete pole figures, F2 = 4.69 m.r.d with a reliability factor RP0 = 3.28%, and recalculated pole figures, F2 = 4.42 m.r.d with RP1 = 2.97%. For all pole figures, it is obtained that a reliability factor of the average RP0= 6.60%, RP1 = 5.02%, entropy = - 0.5871, and texture index (F2) = 2.34 m.r.d. Data analysis showed that the WIMV method can be used to determine the direction of the crystallite orientation of the pole figure where the most powerful texture leads to the <001>(c-axis direction) in a hexagonal structure.
PENGARUH ILUMINASI LASER PADA FILM CAMPURAN EMAS-FULLERENE (AUC60) DALAM ANALISIS SPECTROSKOPI RAMAN Priyanto, Tri Hardi; Sakai, Seiji; Naramoto, Hiroshi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.483 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4917

Abstract

PENGARUH ILUMINASI LASER PADA FILM CAMPURAN EMAS-FULLERENE (AUC60) DALAM ANALISIS SPECTROSKOPI RAMAN. Analisis Raman secara rinci pada campuran antara emas danfullerene (C60) telah dilakukan dengan cara mengubah intensitas laser secara sistematik untuk mempelajari pengaruh agitasi termal pada campuran. Analisis pergeseran Raman menunjukkan bahwa perubahan secara sistematik daya laser menyebabkan pergeseran dan penyempitan puncak Raman. Kenaikan daya laser dari 0,5 miliwatt ke 3 miliwatt akan menyebabkan pergeseran-penurunan frekuensi Raman. Besarnya pergeseran frekuensi Raman kira-kira 2 cm" dan 5,4 cm", masing-masing untuk mode Ag(2) dan Hg(8). Penurunan pergeseran yang diamati berkaitan dengan beberapa macam interaksi antara atom Au dan molekul C60, seperti Au dan C60 ,,softly bound'' yang peka pada suhu sehingga kemungkinan terjadi difusi Au dalam campuran, Nano-kristal Au menunjukkan sifat kimia yang bergantung ukuran (tergantung jumlah atom Au) dan hal penting dari nano-Au adalah kemungkinan penggunaan untuk penandaan DNA, dan posisi-sensitif spektroskopi Raman memberikan kita kesempatan untuk menganalisis reaksi bio-kimia dalam ruang topologi. Kenaikan daya iluminasi menyebabkan pergeseran frekswensi teramati. Iluminasi 0,5 miliwatt dipilih sebagai satu kondisi moderat.
ANALISIS TEKSTUR TEMBAGA DENGAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON Priyanto, Tri Hardi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 1: OKTOBER 2009
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.533 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2009.11.1.4563

Abstract

ANALISIS TEKSTUR PADA CUPLIKAN TEMBAGA DENGAN TEKNIK DIFRAKSINEUTRON. Telah dilakukan analisis tekstur pada cuplikan tembaga dengan menggunakan teknik difraksi neutron. Cuplikan tembaga dibagi menjadi tiga jenis yaitu serbuk bebas (Cu-freely powder) yang diperoleh dengan mengikir Cu rod untuk mendapatkan ukuran butir ? 100 mesh, serbuk yang dipadatkan (Cu-bulk powder) diperoleh dengan menekan serbuk Cu dan batang (rod). Dari hasil analisis struktur kristal diperoleh bahwa telah terjadi preferred orientation pada arah tertentu akibat pengerolan. Pada cuplikan Cu-freely powder dan Cu-bulk powder distribusi kristalit tersusun secara acak dengan intensitas tertinggi pada (111), sedangkan pada Cu- rod intensitas tertinggi pada puncak Bragg (220). Dari gambar kutub (pole figure) (111), (200) dan (220) ditunjukkan bahwa sumbu kawat (wire-axis atau rod-axis) dari cuplikan paralel dengan <110> dan fiber textures teramati sebagai duplex component pada arah <111> dan <100>. Kerapatan distribusi orientasi maksimum sebesar 3,37 m.r.d (multiple of a random distribution).
KARAKTERISASI FILM TIPIS CU-C60/MGO AKIBAT PENUAAN(AGEING)DENGAN TEKNIK HAMBURAN RAMAN Priyanto, Tri Hardi; Sakai, Seiji; Naramoto, Hiroshi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1874.485 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.2.5000

Abstract

KARAKTERISASI FILM TIPIS Cu-C60/MgO AKIBAT PENUAAN(AGEING)DENGAN TEKNIK HAMBURAN RAMAN. Film tipis campuran antara Cu dan C60 telah dianalisis dengan menggunakan spektroskopi Raman. Campuran secara atomik dideposit pada substrat Mg(001). Pengujian topografi dengan mikroskop optik menunjukkan bahwa warna film di sebagian besar sisi luar adalah coklat muda dan berubah menjadi coklat tua pada bagian tengah film. Terjadinya perubahan warna dapat diatributkan dengan baberapa jenis interaksi kimia antara Cu-Cu, Cu-C60, C60-C60 dan perubahan alotrop molekul C60. Dari analisis spektroskopik Raman dapat disimpulkan bahwa ciri spektrum secara kuat berkorelasi dengan variasi warna yang bergantung pada daerah pengamatan. Pada tepi filmdengan warna coklat terang (ditunjukkan pada daerah 2 dan 3) atom-atom Cu berinteraksi secara kimia dengan fullerene (Cu-C60). Pada iteraksi ini terjadi pergeseran puncak kira-kira 6 cm-1dari puncak pristine C60 yang diamati untuk puncak-puncak Ag(2) dan Hg(8). Pada pusat film dengan warna coklat gelap (ditunjukkan pada daerah 3, daerah 4 dan daerah 5) terlihat sebagai puncak baru yanang secara tipikal seperti puncak D dan G yang secara umum berkaitan dengan formasi disordered graphite melalui konversi kimia dari C60 dibawah pengaruh oksidasi.