Articles

Found 21 Documents
Search

PENYELENGGARAAN PERDAGANGAN JASA PERGURUAN TINGGI ASING DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF GENERAL AGREEMENT ON TRADES IN SERVICES (GATS) Ramadhan, Idam Cahaya; Priyono, Joko; Trihastuti, Nanik
Diponegoro Law Journal Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.075 KB)

Abstract

Ratifikasi Indonesia atas Agreement Establishing WTO membawa Indonesia menjalankan General Agreement on Trade in Services (GATS). Salah satu sektor yang masuk ke dalam mekanisme GATS adalah jasa pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Muncul perdebatan mengenai mekanisme perdagangan jasa pendidikan tinggi dalam GATS, yang mana Indonesia belum mengajukan schedule of commitment (SOC), namun terkait penerapan syarat pengoperasian perguruan tinggi asing dalam aturan hukum Indonesia sudah mengarah ke dalam prinsip market access dan national treatment yang terkandung di dalam SOC. Hal ini membawa dampak ketidak sesuaian antara aturan nasional dengan mekanisme prinsip perdagangan jasa internasional dalam GATS.
Adding Organic Matter Enhanced the Effectiveness of Silicate Rock Fertilizer for Food Crops Grown on Nutritionally Disorder Soils: A Glasshouse Assessment Priyono, Joko; Arifin, Zaenal
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 17, No 2: May 2012
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2012.v17i2.97-104

Abstract

A glasshouse experiment was carried to identify effects of the application rate of ground silicate rock as a multinutrientfertilizer (SRF) with and without organic matter (OM) on growth and nutrient status of food crops (rice,corn, and soybean). Those crops were grown on 3 different soils in 2 cropping patterns, i.e., rice – soybean and corn– soybean, providing 6 experimental sets. A completely randomized design was applied in each experimental set.The treatment in each set consisted of 3 rates of SRF (5, 10, and 15 g kg-1), those 3 rates + 5 g kg-1 of OM, and acontrol (without adding SRF or OM). The first crops (rice and corn) were grown up to 65 days, while the secondcrop (soybean) was up to 40 days. Results indicated that for crops grown on less fertile soils, the application of SRFonly slightly increased growth of crops, mainly of the 2nd crops, and adding OM greatly increased the growth ofboth the 1st and 2nd crops. In those experimental sets, about 60 – 80% of the variation of crop growth was significantlydetermined by concentration of Cu and several other essential nutrients in crop tissue. In contrast, the growth forcrops grown on more fertile soils was not affected by the application of SRF or/and OM. It was concluded thatadding OM enhanced the effectiveness of SRF as a multi-nutrient fertilizer, and that may be used as an appropriatemulti-nutrient fertilizer or general ameliorant to sustain soil quality and remediate the nutritionally disorder soils.  
Evaluation for the Potential Use of Silicate Rocks from FourVolcanoes in Indonesia as Fertilizer and Soil Ameliorant Priyono, Joko; Sutriono, Raden; Arifin, Zaenal
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 14, No 1: January 2009
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2009.v14i1.1-8

Abstract

Silicate rocks, the abundant plant nutrient source in Indonesia, have not been evaluated for use as a fertilizer/and soil ameliorant. This research was aimed to identify (1) mineral and elemental compositions of silicate rocks originated from Galunggung, Kelud, Tambora, and Rinjani Volcanoes and (2) soil properties determining dissolution rate of plant nutrients from the silicate rock fertilizers (SRFs). The rocks were ground with a ball mill for 10 min providing SRFs with medians of particle size of 30 – 50 mm. Each SRF was added to 6 soils from West Java, East Java, and Lombok Island at a rate equivalent to 20 t ha-1, incubated for 28 days in a laboratory condition.  Results indicate that adding SRFs clearly increased soil pH with negligible effect on soil salinity. Adding SRFs also increased quantity of citric-oxalic-extractable plant nutrients (Ca, K, Zn, and Cu) and activity of soil micro-organisms. Dissolution of plant nutrients from the SRFs in the soils was mainly determined by combination factors of C-organic content and pH of soils before application of the SRFs. It was concluded that SRFs originated from those volcanoes may be used as a plant-multi nutrient source and a remedial agent for acidic and biologically degraded soils. However, the true effectiveness of SRFs for those uses needs to be further tested under various soil-plant systems.
ANALISIS FAKTOR USIA, GAJI DAN BEBAN TANGGUNGAN TERHADAP PRODUKSI HOME INDUSTRI SEPATU DI SIDOARJO (STUDI KASUS DI KECAMATAN KRIAN) Yasin, Muhammad; Priyono, Joko
JEB17 Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : JEB17

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu diSidoarjo (studi kasus di Kecamatan Krian) Dari beberapa uraian yang disampaikan peneliti diatas dimana produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh usia, gaji dan beban tanggungan denganrumusan masalah sebagai berikut 1.faktor gaji, usia dan beban tanggungan mempengaruhiproduksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. 2.faktor apa yang paling dominanmempengaruhi produksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. Tujuannya untukmengetahui faktor – faktor produksi yang mendukung tetap eksisnya industri kecil sepatu danuntuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam produksi home industri sepatu.Hipotesisnya ialah diduga terdapat pengaruh gaji, usia dan beban tanggungan terhadap produksihome industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia dan beban tanggungan berpengaruh terhadapproduksi home industri sepatu dan diduga terdapat pengaruh yang paling dominan terhadapproduksi home industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia, dan beban tanggungan yang palingdominan berpengaruh terhadap produksi home industri sepatu. populasi dalam penelitian iniadalah berdasar data statistik yang diperoleh dari ( kantor kecamatan krian) danmenggunakan sampel berdasarkan data cross section yang didapat dari responden. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dan kuisioner.Metode analisisdata regresi berganda yang ditransformasikan ke dalam bentuk linear dengan natural log sebagaiberikut LnY=1,425+0,244LnX1+0,501LnX2+(-0,112)LnX3. Dari hasil tersebut Hasilpengujian dipatkan nilai thitung usia karyawan (X1) = 2,214 dengan demikian thitung (2,214) > ttabel(2,0129), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian dengan uji t didapatkan nilaithitung gaji karyawan (X2) = 5,160 dengan demikian thitung (5,160) > ttabel (2,0129), sehingga Hoditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa gaji karyawan secara parsial mempunyaipengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu di Kecamatan KrianKabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian didapatkan nilai thitung bebantanggungan (X3) = (-1,402) dengan demikian thitung (-1,402) ≤ ttabel (2,0129), sehingga Hoditerima dan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa beban tanggungan karyawan secara parsialtidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu diKecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan daripengujian hipotesis secara parsial dan simultan menunjukkan usia dan gaji signifikan terhadapproduksi home indusri sepatu kecuali beban tanggungan tidak signifikan terhadap produksi homeindusri sepatu. Disarankan pihak perusahaan perlu meningkatkan produktivitas kerja karyawandimana para karyawan adalah aset perusahaan yang dibutuhkan untuk produksi dan diharapkanpimpinan memperdulikan kepentingan bawahannya dan dengan pengembangan intelektual,sebagai tindakan pimpinan yang percaya pada bawahan karena sikap pedulinya pada pekerjaan.pimpinan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam96Volume 1, Nomor 1 , Maret 2016JEB 17Jurnal Ekonomi & Bisnis, Hal 95 – 120pengambilan keputusan dengan harapan ada masukan – masukan yang lebih komprehensifsehingga keputusan lebih efektif. Serta perhatian pribadi ini hendaknya sebagai pimpinanperusahaan secara pribadi memperhatikan bawahan yang bekerja keras, selalu membimbingbawahan agar dalam produksi tidak ada yang rusak dalam memproduksi sepatu, dan sukamengarahkan bawahan sesuai dengan tingkat kematangannya.Kata Kunci: usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu
ANALISIS FAKTOR USIA, GAJI DAN BEBAN TANGGUNGAN TERHADAP PRODUKSI HOME INDUSTRI SEPATU DI SIDOARJO (STUDI KASUS DI KECAMATAN KRIAN) Yasin, Muhammad; Priyono, Joko
JEB17 Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : JEB17

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu diSidoarjo (studi kasus di Kecamatan Krian) Dari beberapa uraian yang disampaikan peneliti diatas dimana produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh usia, gaji dan beban tanggungan denganrumusan masalah sebagai berikut 1.faktor gaji, usia dan beban tanggungan mempengaruhiproduksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. 2.faktor apa yang paling dominanmempengaruhi produksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. Tujuannya untukmengetahui faktor – faktor produksi yang mendukung tetap eksisnya industri kecil sepatu danuntuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam produksi home industri sepatu.Hipotesisnya ialah diduga terdapat pengaruh gaji, usia dan beban tanggungan terhadap produksihome industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia dan beban tanggungan berpengaruh terhadapproduksi home industri sepatu dan diduga terdapat pengaruh yang paling dominan terhadapproduksi home industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia, dan beban tanggungan yang palingdominan berpengaruh terhadap produksi home industri sepatu. populasi dalam penelitian iniadalah berdasar data statistik yang diperoleh dari ( kantor kecamatan krian) danmenggunakan sampel berdasarkan data cross section yang didapat dari responden. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dan kuisioner.Metode analisisdata regresi berganda yang ditransformasikan ke dalam bentuk linear dengan natural log sebagaiberikut LnY=1,425+0,244LnX1+0,501LnX2+(-0,112)LnX3. Dari hasil tersebut Hasilpengujian dipatkan nilai thitung usia karyawan (X1) = 2,214 dengan demikian thitung (2,214) > ttabel(2,0129), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian dengan uji t didapatkan nilaithitung gaji karyawan (X2) = 5,160 dengan demikian thitung (5,160) > ttabel (2,0129), sehingga Hoditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa gaji karyawan secara parsial mempunyaipengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu di Kecamatan KrianKabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian didapatkan nilai thitung bebantanggungan (X3) = (-1,402) dengan demikian thitung (-1,402) ≤ ttabel (2,0129), sehingga Hoditerima dan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa beban tanggungan karyawan secara parsialtidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu diKecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan daripengujian hipotesis secara parsial dan simultan menunjukkan usia dan gaji signifikan terhadapproduksi home indusri sepatu kecuali beban tanggungan tidak signifikan terhadap produksi homeindusri sepatu. Disarankan pihak perusahaan perlu meningkatkan produktivitas kerja karyawandimana para karyawan adalah aset perusahaan yang dibutuhkan untuk produksi dan diharapkanpimpinan memperdulikan kepentingan bawahannya dan dengan pengembangan intelektual,sebagai tindakan pimpinan yang percaya pada bawahan karena sikap pedulinya pada pekerjaan.pimpinan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam96Volume 1, Nomor 1 , Maret 2016JEB 17Jurnal Ekonomi & Bisnis, Hal 95 – 120pengambilan keputusan dengan harapan ada masukan – masukan yang lebih komprehensifsehingga keputusan lebih efektif. Serta perhatian pribadi ini hendaknya sebagai pimpinanperusahaan secara pribadi memperhatikan bawahan yang bekerja keras, selalu membimbingbawahan agar dalam produksi tidak ada yang rusak dalam memproduksi sepatu, dan sukamengarahkan bawahan sesuai dengan tingkat kematangannya.Kata Kunci: usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu
ANALISIS FAKTOR USIA, GAJI DAN BEBAN TANGGUNGAN TERHADAP PRODUKSI HOME INDUSTRI SEPATU DI SIDOARJO (STUDI KASUS DI KECAMATAN KRIAN) Yasin, Muhammad; Priyono, Joko
JEB17 Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : JEB17

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu diSidoarjo (studi kasus di Kecamatan Krian) Dari beberapa uraian yang disampaikan peneliti diatas dimana produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh usia, gaji dan beban tanggungan denganrumusan masalah sebagai berikut 1.faktor gaji, usia dan beban tanggungan mempengaruhiproduksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. 2.faktor apa yang paling dominanmempengaruhi produksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. Tujuannya untukmengetahui faktor – faktor produksi yang mendukung tetap eksisnya industri kecil sepatu danuntuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam produksi home industri sepatu.Hipotesisnya ialah diduga terdapat pengaruh gaji, usia dan beban tanggungan terhadap produksihome industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia dan beban tanggungan berpengaruh terhadapproduksi home industri sepatu dan diduga terdapat pengaruh yang paling dominan terhadapproduksi home industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia, dan beban tanggungan yang palingdominan berpengaruh terhadap produksi home industri sepatu. populasi dalam penelitian iniadalah berdasar data statistik yang diperoleh dari ( kantor kecamatan krian) danmenggunakan sampel berdasarkan data cross section yang didapat dari responden. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dan kuisioner.Metode analisisdata regresi berganda yang ditransformasikan ke dalam bentuk linear dengan natural log sebagaiberikut LnY=1,425+0,244LnX1+0,501LnX2+(-0,112)LnX3. Dari hasil tersebut Hasilpengujian dipatkan nilai thitung usia karyawan (X1) = 2,214 dengan demikian thitung (2,214) > ttabel(2,0129), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian dengan uji t didapatkan nilaithitung gaji karyawan (X2) = 5,160 dengan demikian thitung (5,160) > ttabel (2,0129), sehingga Hoditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa gaji karyawan secara parsial mempunyaipengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu di Kecamatan KrianKabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian didapatkan nilai thitung bebantanggungan (X3) = (-1,402) dengan demikian thitung (-1,402) ≤ ttabel (2,0129), sehingga Hoditerima dan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa beban tanggungan karyawan secara parsialtidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu diKecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan daripengujian hipotesis secara parsial dan simultan menunjukkan usia dan gaji signifikan terhadapproduksi home indusri sepatu kecuali beban tanggungan tidak signifikan terhadap produksi homeindusri sepatu. Disarankan pihak perusahaan perlu meningkatkan produktivitas kerja karyawandimana para karyawan adalah aset perusahaan yang dibutuhkan untuk produksi dan diharapkanpimpinan memperdulikan kepentingan bawahannya dan dengan pengembangan intelektual,sebagai tindakan pimpinan yang percaya pada bawahan karena sikap pedulinya pada pekerjaan.pimpinan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam96Volume 1, Nomor 1 , Maret 2016JEB 17Jurnal Ekonomi & Bisnis, Hal 95 – 120pengambilan keputusan dengan harapan ada masukan – masukan yang lebih komprehensifsehingga keputusan lebih efektif. Serta perhatian pribadi ini hendaknya sebagai pimpinanperusahaan secara pribadi memperhatikan bawahan yang bekerja keras, selalu membimbingbawahan agar dalam produksi tidak ada yang rusak dalam memproduksi sepatu, dan sukamengarahkan bawahan sesuai dengan tingkat kematangannya.Kata Kunci: usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu
ANALISIS FAKTOR USIA, GAJI DAN BEBAN TANGGUNGAN TERHADAP PRODUKSI HOME INDUSTRI SEPATU DI SIDOARJO (STUDI KASUS DI KECAMATAN KRIAN) Yasin, Muhammad; Priyono, Joko
JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 01 (2016)
Publisher : JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu diSidoarjo (studi kasus di Kecamatan Krian) Dari beberapa uraian yang disampaikan peneliti diatas dimana produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh usia, gaji dan beban tanggungan denganrumusan masalah sebagai berikut 1.faktor gaji, usia dan beban tanggungan mempengaruhiproduksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. 2.faktor apa yang paling dominanmempengaruhi produksi home industri sepatu di Kecamatan Krian?. Tujuannya untukmengetahui faktor – faktor produksi yang mendukung tetap eksisnya industri kecil sepatu danuntuk mengetahui faktor yang paling dominan dalam produksi home industri sepatu.Hipotesisnya ialah diduga terdapat pengaruh gaji, usia dan beban tanggungan terhadap produksihome industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia dan beban tanggungan berpengaruh terhadapproduksi home industri sepatu dan diduga terdapat pengaruh yang paling dominan terhadapproduksi home industri sepatu yaitu besarnya gaji, usia, dan beban tanggungan yang palingdominan berpengaruh terhadap produksi home industri sepatu. populasi dalam penelitian iniadalah berdasar data statistik yang diperoleh dari ( kantor kecamatan krian) danmenggunakan sampel berdasarkan data cross section yang didapat dari responden. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi dan kuisioner.Metode analisisdata regresi berganda yang ditransformasikan ke dalam bentuk linear dengan natural log sebagaiberikut LnY=1,425+0,244LnX1+0,501LnX2+(-0,112)LnX3. Dari hasil tersebut Hasilpengujian dipatkan nilai thitung usia karyawan (X1) = 2,214 dengan demikian thitung (2,214) > ttabel(2,0129), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil pengujian dengan uji t didapatkan nilaithitung gaji karyawan (X2) = 5,160 dengan demikian thitung (5,160) > ttabel (2,0129), sehingga Hoditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa gaji karyawan secara parsial mempunyaipengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu di Kecamatan KrianKabupaten Sidoarjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian didapatkan nilai thitung bebantanggungan (X3) = (-1,402) dengan demikian thitung (-1,402) ≤ ttabel (2,0129), sehingga Hoditerima dan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa beban tanggungan karyawan secara parsialtidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produksi karyawan home industri sepatu diKecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan daripengujian hipotesis secara parsial dan simultan menunjukkan usia dan gaji signifikan terhadapproduksi home indusri sepatu kecuali beban tanggungan tidak signifikan terhadap produksi homeindusri sepatu. Disarankan pihak perusahaan perlu meningkatkan produktivitas kerja karyawandimana para karyawan adalah aset perusahaan yang dibutuhkan untuk produksi dan diharapkanpimpinan memperdulikan kepentingan bawahannya dan dengan pengembangan intelektual,sebagai tindakan pimpinan yang percaya pada bawahan karena sikap pedulinya pada pekerjaan.pimpinan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam96Volume 1, Nomor 1 , Maret 2016JEB 17Jurnal Ekonomi & Bisnis, Hal 95 – 120pengambilan keputusan dengan harapan ada masukan – masukan yang lebih komprehensifsehingga keputusan lebih efektif. Serta perhatian pribadi ini hendaknya sebagai pimpinanperusahaan secara pribadi memperhatikan bawahan yang bekerja keras, selalu membimbingbawahan agar dalam produksi tidak ada yang rusak dalam memproduksi sepatu, dan sukamengarahkan bawahan sesuai dengan tingkat kematangannya.Kata Kunci: usia, gaji, dan beban tanggungan terhadap produksi home industri sepatu
KERUSAKAN LAHAN UNTUK PRODUKSI BIOMASSA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Bustan, Bustan; Dahlan, M; Priyono, Joko
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.399 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v1i1.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi (tingkat kerusakan) lahan di Lombok Barat saat ini, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan lahan memproduksi biomasa, Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survai. Pekerjaan itu diawali dengan pembuatan peta dasar (skala 1:50.000) menggunakan citra satelit Alos Avnir-2, sebagai peta sementara; kemudian dioverlay dengan peta topografi dan landuse. Selanjutnya, dilakukan penentuan titik sample (sampling site), pengecekan kondisi lahan riil kelapang, dan pengambilan  sample. Peta dasar dikoreksi berdasarkan hasil pengamatan lapang, dan selanjutnya dibuat peta sebaran lahan berdasarkan tingkat produktivitasnya sebagai penghasil biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penghasil biomassa, selain kawasan hutan konservasi, pemukiman, dan tubuh air di Kabupaten Lombok Barat adalah 96,050.43 ha atau 91.13 % dari luas wilayah secara keseluruhan 105392.00 Ha. Secara keseluruhan, tingkat kerusakan lahan berdasarkan produksi biomassa di Kab. Lombok Barat  yang tergolong sangat baik dan baik (produktif) sebagai penghasil biomasa adalah 57,236 ha (54 %), tingkat kerusakan lahan yang tergolong sedang dan buruk adalah 47,594 ha (45 %), dan tingkat kerusakan lahan yang tergolong sangat buruk (tidak produktif sebagai penghasil biomasa) hanya seluas 561.21 ha (±1 %).  Persentase tutupan lahan oleh vegetasi dan kemiringan lereng merupakan faktor pembatas umum kekritisan lahan di kawasan lindung/hutan; sedangkan pada lahan usahatani, faktor pembatas utama berkaitan dengan keterbatasan sumberdaya air untuk usahatani.Kata Kunci : Kerusakan Lahan, Biomassa
ANALISIS PENERIMAAN DAERAH DARI SEKTOR PARIWISATA KOTA SURABAYA TAHUN 2010-2014 Rizal, Abu; Priyono, Joko
JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 02 (2016)
Publisher : JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every Local government strives to improve its own regional economy as Own Resource Revenue (PAD). One of the efforts is optimizing the potential economy in the tourism sector. The connection of tourism sector with local revenue is run through sharing tax or non-tax. The successful development of the tourism sector is increasing income in the reception area where tourism becomes the main component by considering some factors that influence it, such as: the number of tourist attractions on offer, the number of tourists visiting both domestic and international, and of course income per capita. And during the last 5 years, there is fluctuate contribution of tourism receipts to Own-resource Revenue (PAD). It should be able to examine the potential and factors that affect local revenues from the tourism sector beside improving facilities that can support the activities of tourists during a visit in a tourist attraction. Quantitative method is used by researcher in type and source the data with secondary observation period 2010-2014. The research variables consist of regional revenue dependent variable (Y), The number of independent variables, Tourism Object (X1), The number of tourists (X2) and Income Per Capita(X3). Multiple linear regression, t-test, f and the coefficient of determination are used as method of collecting data. Based on the results of multiple linear regression analysis, the results are : Y = -3,342E13 + 3,657E10 166,168.483 X1 + X2 + X3 + e 3,080E9. It also find the value t of tourism amounted to 15.115, the number of tourists amounted to 14.110 andincome percapita amounted to 13.099 t 2.13185 table. As for testing simultaneously or jointly acquired 217.657 F count> F table 216. Thus H0 is rejected and Ha is accepted. The conclusion from this study indicates that the amount of tourism attraction, the number of tourists and the income per capita in partial and simultaneously have positive and significant influence to Own Resource Revenue in Surabaya. While the number of tourists variable X2 is a variable that is the most dominant in the reception area of Surabaya in tourism sector.Keywords: PAD, Surabaya City, Tourism Sector, Tourism Industry
ANALISIS PENGARUH PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN UPAH MINIMUM PEKERJA TERHADAP JUMLAH KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2009-2015 Priyono, Joko; ansori, an
JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 3, No 01 (2018)
Publisher : JEB17: Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKThis research starts from the writers observation on the amount of poverty in East Java Province from year to year which change, either the amount of poverty which tends to decrease or vice versa that is increase. The results of the study are, positive influence of employment absorption, and the positive influence of minimum wage of workers on the amount of poverty in East Java Province. In an effort to mendororng the decline in the number of poverty as part of the effort to prosper the community, the government needs to do equality of employment, especially in areas that have not reached by the government so that the absorption of labor can run maximally and the government also needs to conduct policies that progressive and systematic to the minimum wage of workers in order to reduce the number of poverty, especially in East Java Province Keyword : Labor Absorption, Minimum Wage, and Poverty